Persepsi Terhadap Lingkungan
Essay
untuk memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester Psikologi Lingkungan
Dosen pengampu :
Dr.,Dra Arundati Shinta MA
Persepsi
Individu dalam Pengelolaan Sampah di Yogyakarta: Peran 3R Behaviors
NAMA : ARJUN
FANANDITO
NIM : 21310410200
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45
Permasalahan
sampah dimulai sejak meningkatnya jumlah manusia dan hewan penghasil sampah,
dengan semakin padatnya populasi penduduk di suatu area. Untuk daerah pedesaan
yang jumlah penduduknya masih relatif sedikit, permasalahan sampah tidak begitu
terasa karena sampah yang dihasilkan masih dapat ditanggulangi dengan cara
sederhana misalnya dibakar, ditimbun atau dibiarkan mengering sendiri.Untuk
daerah dengan penduduk padat (pemukiman, perkotaan) yang area terbukanya
tinggal sedikit, dirasakan bahwa sampah menjadi problem tersendiri (Suyono dan
Budiman, 2010).
Persepsi adalah tahap awal dalam proses pengambilan keputusan manusia. Dalam konteks pengelolaan sampah, persepsi masyarakat tentang sampah melibatkan cara mereka melihat, memahami, dan mengevaluasi sampah. Faktor-faktor yang memengaruhi persepsi tentang sampah meliputi pendidikan, budaya, pengalaman pribadi, dan informasi yang mereka terima dari berbagai sumber. Misalnya, jika masyarakat melihat sampah sebagai sesuatu yang tidak berharga atau tidak berbahaya, mereka mungkin cenderung mengabaikannya atau membuangnya sembarangan. Sebaliknya, jika mereka memiliki pemahaman yang baik tentang dampak negatif sampah terhadap lingkungan dan kesehatan, mereka mungkin akan lebih cenderung untuk berperilaku secara bertanggung jawab terkait sampah. Dalam konteks pengelolaan sampah, konsep 3R Behaviors sangat relevan. 3R Behaviors mengacu pada Reducing (Mengurangi), Reusing (Menggunakan Ulang), dan Recycling (Mendaur Ulang) sampah (Arisona, 2018). Ketiga perilaku ini memiliki dampak positif dalam mengurangi jumlah sampah yang tidak terkelola secara ramah lingkungan. Mari kita bahas masing-masing perilaku ini dalam konteks persepsi masyarakat.
Persepsi, yang mencakup perspektif, penilaian, dan pemahaman seseorang tentang sampah dan pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, dapat berhubungan dengan perilaku mereka terkait sampah. Persepsi ini juga dapat mempengaruhi perilaku mereka terkait sampah, seperti yang ditunjukkan oleh perilaku 3R (Reduksi, Penggunaan, dan Pemindahan).
1.
Reduce (Mengurangi)
Untuk
menghindari pembelian barang yang berpotensi menghasilkan banyak sampah, menghindari
barang sekali pakai, menggunakan produk yang dapat diisi ulang (refill), atau
mengurangi pemakaian kantong plastic dengan membawa tas sendiri saat
berbelanja.
2.
Reuse (penggunaan Kembali)
Barang
yang dianggap sampah dari kegiatan pertama, sebenarnya dapat berguna untuk
kegiatan berikutnya, baik untuk fungsi yang sama maupun berbeda. Misalnya, menggunakan lagi kertas bekas untuk
membungkus kado atau membuat amplop. Hal ini dapat memperpanjang umur dan waktu
pemakaian barang sebelum ketempat sampah.
3. Recycle (mendaur ulang)
Usaha
ini dilakukan dengan mengubah barang bekas menjadi benda lain yang berguna
dan layak pakai. Misalnya mengubah botol, gelas plastik, dan kaleng biscuit menjadi vas bunga. Implementasi prinsip 3R yang mulai banyak dilakukan masyarakat adalah mendaur ulang sampah dan berupaya menghimpun kegiatan yang dapat memanfaatkan sampah untuk didaur ulang. Proses daur ulang sampah membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai, terutama tempat penampungan atau pengelolaan yang tertata secara sedemikian rupa. Demikian sampah dapat dipilah dengan mudah untuk bahan daur ulang (Suryati, 2009).
Persepsi Individu dalam Pengelolaan Sampah di Yogyakarta: Peran 3R Behaviors saat ini masih kurang baik, sebagai contoh dengan adanya penutupan TPST Piyungan mengakibatkan permasalahan sampah wilayah Yogyakarta semakin meningkat. Ketergantungan terhadap fasilitas pembuangan sampah yang praktis oleh faktor eksternal (Pemerintah) dalam hal membuang sampah dan kurangnya dorongan faktor internal (dalam diri) terkait pentingnya peran 3R dalam pengolahan sampah menjadi salah satu penyebab permasalahan sampah di wilayah Yogyakarta tidak kunjung tertangani.
Bahwa lingkungan memiliki pengaruh yang besar terhadap pembentukan persepsi individu. Oleh karena itu, dibutuhkan lingkungan yang kondusif dan tokoh masyarakat yang dapat berperan sebagai penggerak untuk memajukan suatu daerah. Tokoh yang dihormati oleh masyarakat merupakan modal bagi suatu daerah untuk dapat melakukan program-program pembangunan secara partisipatif untuk mengatasi permasalahan sampah di wilayah Yogyakarta.
Salah satu langkah yang paling penting untuk
mengajak individu untuk melakukan pengelolaan sampah adalah dengan mengubah
persepsi individu terhadap pengelolaan sampah. Perlu adanya penyadaran melalui
sosialisasi dan pemantauan secara berkala agar pengelolaan sampah dengan konsep
3R Behaviors dapat mengubah persepsi individu terhadap pentingnya pengolahan
sampah.
Daftar Pustaka:
Suyono & Budiman. 2010. Ilmu Kesehatan Masyarakat Dalam Kontek Kesehatan Lingkungan. Jakarta: EGC
Arisona, R. D. (2018). Pengelolaan Sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Pada Pembelajaran IPS Untuk Menumbuhkan Karakter Peduli LingkunganAl Ulya: Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 39-51
Arundati shinta. 2013. Presepsi terhadap lingkungan. kup45iana. Retrived on April, 2013 from. http://kupasiana.psikologiup45.com/2013/04/persepsi-terhadap lingkungan.html?m=1
Suryati, T. 2009. Bijak Dan Cerdas Mengolah Sampah. Jakarta: PT. Agromedia Pustaka
Aryenti, A., & Kustiasih, T. (2013). Kajian Peningkatan Tempat
Pembuangan Sampah Sementara Sebagai Tempat Pengelolaan Sampah
Terpadu. Jurnal Permukiman, 8(2), 89
Tidak ada komentar:
Posting Komentar