Rabu, 27 Desember 2023

Esai 5 : Belajar di TPST Randu Alas Nur Achmad Fauzy Rahman

 

PENGELOLAAN SAMPAH DI TPST RANDU ALAS

Oleh:

Nur Achmad Fauzy Rahman (22310420164)

Dosen Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta MA

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

 

Permasalahan sampah yang ada dilingkungan masyarakat, kian bertambah jumlahnya dikarenakan adanya peningkatan pula jumlah penduduk dan segala macam aktifitas manusia. Oleh karena itu, pemerintah mencanangkan program yang diharap mampu untuk mengatasi permasalahan sampah tersebut yaitu dengan menggunakan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Teman-teman apakah tahu, apa sebenarnya 3R tersebut?

Nah, prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) merupakan prinsip guna membantu mengatasi dan mengurangi limbah yang dihasilkan manusia.

1.     Reduce, berarti mengurangi dan meminimalisir limbah yang dihasilkan.

2.     Reuse berarti memakai atau menggunakan kembali limbah-limbah yang dapat diolah supaya dapat digunakan.

3.     Recycle berarti mendaur ulang limbah supaya dapat dimanfaatkan kembali.

 

TPST Randu alas merupakan tempat untuk menampung dan memilah sampah-sampah yang digunakan ulang sebelum diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA. Penduduk dusun Candikarang belum semuanya melakukan pengolahan sampah yang ada dengan baik dan tepat. Hal demikian dapat menyebabkan permasalah sampah yang menumpuk semakin parah. Oleh sebab itu TPST Randu alas mampu menjadi wadah dan tempat untuk mengurangi, dan memberikan solusi akan permasalahn sampah yang ada.

TPST Randu alas tersebut dibangun pada tahun 2015 dan beroperasi sejak 16 Februari 2016. TPST Randu alas menampung, memilah, dan juga mengolah sampah yang ada sesuai berdasarkan jenisnya. Sampah-sampah yang sudah terkumpul akan dibagi menjadi 2 bagian yaitu sampah organik dan anorganik.

Sampah organik sendiri merupakan sampah yang berasal dari alam, sedangkan untuk sampah berjenis anorganik merupakan sampah yang non-alam seperti berupa plastik, kertas, dan lain sebagainya.

TPST Randu alas senantiasa berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengelola dan mengolah sampah-sampah tersebut. TPST Randu alas mampu menjadi wadah untuk memberikan edukasi akan pentingnya kita sebagai manusia harus mampu bergerak dan mencari solusi guna mengurangi penumpukan limbah sampah yang terjadi. Kesadaran masyarakat dalam pengelolaan dan pengolahan sampah merupakan suatu kunci kesuksesan dalam pengaplikasian dan pengelolaan serta pengolahan sampah di lingkungan masyarakat sekitar.

Oleh sebab itu TPST Randu alas berperan selain sebagai tempat pengelolaan sampah, juga mampu menjadi pusat edukasi dalam mengelola dan menangani permasalahan sampah tersebut supaya lingkungan menjadi lebih segar, bersih dan sehat.

Dengan eksekusi yang tepat dan edukasi yang tiada kenal henti, diharap akan mampu menciptakan kesadaran masyarakat dan lingkungan sekitar akan permasalahan sampah yang ada menjadi suatu solusi dan menghasilkan manfaat yang sangat berarti bagi lingkungan.

Sebagai contoh upaya dalam pengelolaan sampah yang ada, yaitu:

a.     Sampah organik

Sampah berjenis organik ini pada dasarnya merupakan sampah yang berasal dari alam, mampu diolah kembali menjadi pupuk atau kompos misalnya dan akan sangat berguna dan bermanfaat untuk diaplikasikan dalam penanaman.

Dengan sifatnya yang mudah terurai maka apabila masyarakat mempunyai kesadaran akan pengelolaan dan pengolahan sampah organik tersebut justru akan cepat dalam mengurangi penumpukan sampah organik yang ada.

b.     Sampah anorganik

Merupakan jenis sampah yang tidak dapat dengan mudah terurai, dan solusi yang baik untuk menanganinya yaitu dengan mengolahnya menjadi benda daur ulang.

Misalnya botol-botol plastik yang ada, dapat disulap menjadi wadah untuk tanaman gantung dan juga hiasan rumah.

Lalu bungkusan-bungkusan plastik dari segala bungkus yang ada, entah bungkus chiki, pewangi pakaian, atau rinso misalnya dapat diolah dan disulap menjadi kerajinan tangan yang menghasilkan tas, baju, atau benda lainnya yang memiliki nilai manfaat untuk dipergunakan oleh masyarakat.

 

Dengan kesadaran masyarakat yang baik dan cukup dalam penanganan sampah, maka besar harapan untuk kita mampu mengurangi limbah-limbah tersebut dan menciptakan lingkungan yang jauh lebih baik.

0 komentar:

Posting Komentar