PENGELOLAAN SAMPAH DI TPST RANDU ALAS
Oleh:
Nur Achmad Fauzy
Rahman (22310420164)
Dosen Pengampu : Dr.
Dra. Arundati Shinta MA
Fakultas Psikologi
Universitas
Proklamasi 45
Yogyakarta
Permasalahan sampah yang ada dilingkungan masyarakat,
kian bertambah jumlahnya dikarenakan adanya peningkatan pula jumlah penduduk
dan segala macam aktifitas manusia. Oleh karena itu, pemerintah mencanangkan
program yang diharap mampu untuk mengatasi permasalahan sampah tersebut yaitu
dengan menggunakan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Teman-teman apakah tahu, apa sebenarnya 3R tersebut?
Nah, prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) merupakan prinsip
guna membantu mengatasi dan mengurangi limbah yang dihasilkan manusia.
1.
Reduce,
berarti mengurangi dan meminimalisir limbah yang dihasilkan.
2.
Reuse
berarti memakai atau menggunakan kembali limbah-limbah yang dapat diolah supaya
dapat digunakan.
3.
Recycle
berarti mendaur ulang limbah supaya dapat dimanfaatkan kembali.
TPST
Randu alas merupakan tempat untuk menampung dan memilah sampah-sampah yang
digunakan ulang sebelum diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA. Penduduk
dusun Candikarang belum semuanya melakukan pengolahan sampah yang ada dengan
baik dan tepat. Hal demikian dapat menyebabkan permasalah sampah yang menumpuk
semakin parah. Oleh sebab itu TPST Randu alas mampu menjadi wadah dan tempat
untuk mengurangi, dan memberikan solusi akan permasalahn sampah yang ada.
TPST
Randu alas tersebut dibangun pada tahun 2015 dan beroperasi sejak 16 Februari
2016. TPST Randu alas menampung, memilah, dan juga mengolah sampah yang ada
sesuai berdasarkan jenisnya. Sampah-sampah yang sudah terkumpul akan dibagi
menjadi 2 bagian yaitu sampah organik dan anorganik.
Sampah
organik sendiri merupakan sampah yang berasal dari alam, sedangkan untuk sampah
berjenis anorganik merupakan sampah yang non-alam seperti berupa plastik,
kertas, dan lain sebagainya.
TPST
Randu alas senantiasa berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap
pentingnya mengelola dan mengolah sampah-sampah tersebut. TPST Randu alas mampu
menjadi wadah untuk memberikan edukasi akan pentingnya kita sebagai manusia
harus mampu bergerak dan mencari solusi guna mengurangi penumpukan limbah
sampah yang terjadi. Kesadaran masyarakat dalam pengelolaan dan pengolahan
sampah merupakan suatu kunci kesuksesan dalam pengaplikasian dan pengelolaan
serta pengolahan sampah di lingkungan masyarakat sekitar.
Oleh
sebab itu TPST Randu alas berperan selain sebagai tempat pengelolaan sampah,
juga mampu menjadi pusat edukasi dalam mengelola dan menangani permasalahan
sampah tersebut supaya lingkungan menjadi lebih segar, bersih dan sehat.
Dengan
eksekusi yang tepat dan edukasi yang tiada kenal henti, diharap akan mampu
menciptakan kesadaran masyarakat dan lingkungan sekitar akan permasalahan
sampah yang ada menjadi suatu solusi dan menghasilkan manfaat yang sangat
berarti bagi lingkungan.
Sebagai
contoh upaya dalam pengelolaan sampah yang ada, yaitu:
a.
Sampah
organik
Sampah
berjenis organik ini pada dasarnya merupakan sampah yang berasal dari alam,
mampu diolah kembali menjadi pupuk atau kompos misalnya dan akan sangat berguna
dan bermanfaat untuk diaplikasikan dalam penanaman.
Dengan
sifatnya yang mudah terurai maka apabila masyarakat mempunyai kesadaran akan
pengelolaan dan pengolahan sampah organik tersebut justru akan cepat dalam
mengurangi penumpukan sampah organik yang ada.
b.
Sampah
anorganik
Merupakan
jenis sampah yang tidak dapat dengan mudah terurai, dan solusi yang baik untuk
menanganinya yaitu dengan mengolahnya menjadi benda daur ulang.
Misalnya
botol-botol plastik yang ada, dapat disulap menjadi wadah untuk tanaman gantung
dan juga hiasan rumah.
Lalu
bungkusan-bungkusan plastik dari segala bungkus yang ada, entah bungkus chiki,
pewangi pakaian, atau rinso misalnya dapat diolah dan disulap menjadi kerajinan
tangan yang menghasilkan tas, baju, atau benda lainnya yang memiliki nilai
manfaat untuk dipergunakan oleh masyarakat.
Dengan kesadaran masyarakat yang baik dan cukup dalam
penanganan sampah, maka besar harapan untuk kita mampu mengurangi limbah-limbah
tersebut dan menciptakan lingkungan yang jauh lebih baik.






0 komentar:
Posting Komentar