Selasa, 26 Desember 2023

Essay 6 Psikologi Lingkungan_ Asmi Wati_ Menjadi Nasabah Sampah Di Bank Sampah Makmur Sejahtera Mandiri

Nama: Asmi Wati

NIM: 22310410123

Prodi: Psikologi

Kelas: A1

Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta MA


Menjadi Nasabah  Sampah Di Bank Sampah Makmur Sejahtera Mandiri Sebagai Langkah Menuju Lingkungan Berkelanjutan 




Keberadaan bank sampah di kota Yogyakarta  terus digencarkan di setiap RT/RW, seiring dengan program zero sampah anorganik. Bank sampah yang sudah dibentuk ditingkat RW salah satunya  di RW 11 Kauman kelurahan ngupasan.

Bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah  kering dan dipilah serta memiliki manajemen layaknya perbankan tapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah. Warga yang menabung yang juga disebut nasabah  memiliki buku tabungan dan dapat meminjam uang yang nantinya  dikembalikan dengan sampah seharga uang yang disimpan. Manfaat adanya bank sampah ini adalah mengurangi penumpukan sampah, mencegah pencemaran lingkungan dan mengubah barang yang dibuang  menjadi uang.

Pembentukan bank sampah ini perlu dilakukan  , karena sampah anorganik tidak boleh dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Namun sampah tersebut akan diolah di bank-bank sampah. Dibank sampah ini terdapat  petugas yang bekerja menimbang dan mencatat berat sampah yang disetorkan anggota di lokasi yang telah ditentukan. Pengurus bank sampah  mencatat hasil setoran dan yang terakhir adalah petugas yang melakukan negoisasi terhadap pengepul. Adapun bank sampah yang diterima oleh bank sampah adalah kategori sampah kering, yaitu plastic, kertas, logam, aluminium dan kaca.

Bank sampah menjadi tempat  bagi masyarakat untuk menyalurkan sampah anorganik dan masyarakat akan menerima berbagai keuntungan ketiga bergabung menjadi  nasabah bank sampah. Masyarakat bisa mendapatkan keuntungan secara materi atas penjualan sampah  anorganiknya dan dari tabungan  tersebut  warga bisa mendapatkan  logam mulia cincin emas dan kalung emas yang sudah disediakan oleh pengurus bank sampah.

Mahasiswa fakultas psikologi Universitas Proklamasi 45 menjadi nasabah tetap dibank sampah makmur sejahtera mandiri yang berada di RW 11, kauman kelurahan ngupasan Yogyakarta. Mahasiswa setiap hari jumat harus mendatangi bank sampah untuk menyetorkan barang bekas atau sampah yang sudah dikumpulkan, karena bank sampah makmur sejahtera mandiri hanya buka setiap hari jum’at pukul 08.00 – 10.00. melalui bank sampah tersebut mahasiswa dapat  merubah cara pandang dalam memperlakukan sampah sebagai prinsip dasar dalam pengelolaan sampah yang ramah lingkungan. Sampah ini harus dipandang sebagai  sumber dana yang mempunyai nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan. Hal ini juga dapat melatih mahasiswa agar peduli terhadap sampah yang berada dilingkunganya, karena selama ini sampah tidak  dianggap oleh masyarakat.


0 komentar:

Posting Komentar