Nama: Asmi Wati
NIM: 22310410123
Prodi: Psikologi
Kelas: A1
Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta MA
Menjadi Nasabah Sampah Di Bank Sampah Makmur Sejahtera Mandiri Sebagai Langkah Menuju Lingkungan Berkelanjutan
Keberadaan bank sampah di kota Yogyakarta terus digencarkan di setiap RT/RW, seiring
dengan program zero sampah anorganik. Bank sampah yang sudah dibentuk ditingkat
RW salah satunya di RW 11 Kauman
kelurahan ngupasan.
Bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki manajemen
layaknya perbankan tapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah. Warga yang
menabung yang juga disebut nasabah memiliki
buku tabungan dan dapat meminjam uang yang nantinya dikembalikan dengan sampah seharga uang yang
disimpan. Manfaat adanya bank sampah ini adalah mengurangi penumpukan sampah,
mencegah pencemaran lingkungan dan mengubah barang yang dibuang menjadi uang.
Pembentukan bank sampah ini perlu dilakukan , karena sampah anorganik tidak boleh dibuang
ke tempat pembuangan akhir (TPA). Namun sampah tersebut akan diolah di
bank-bank sampah. Dibank sampah ini terdapat
petugas yang bekerja menimbang dan mencatat berat sampah yang disetorkan
anggota di lokasi yang telah ditentukan. Pengurus bank sampah mencatat hasil setoran dan yang terakhir
adalah petugas yang melakukan negoisasi terhadap pengepul. Adapun bank sampah
yang diterima oleh bank sampah adalah kategori sampah kering, yaitu plastic, kertas,
logam, aluminium dan kaca.
Bank sampah menjadi tempat
bagi masyarakat untuk menyalurkan sampah anorganik dan masyarakat akan
menerima berbagai keuntungan ketiga bergabung menjadi nasabah bank sampah. Masyarakat bisa
mendapatkan keuntungan secara materi atas penjualan sampah anorganiknya dan dari tabungan tersebut
warga bisa mendapatkan logam
mulia cincin emas dan kalung emas yang sudah disediakan oleh pengurus bank sampah.
Mahasiswa fakultas psikologi Universitas Proklamasi 45
menjadi nasabah tetap dibank sampah makmur sejahtera mandiri yang berada di RW
11, kauman kelurahan ngupasan Yogyakarta. Mahasiswa setiap hari jumat harus
mendatangi bank sampah untuk menyetorkan barang bekas atau sampah yang sudah
dikumpulkan, karena bank sampah makmur sejahtera mandiri hanya buka setiap hari
jum’at pukul 08.00 – 10.00. melalui bank sampah tersebut mahasiswa dapat merubah cara pandang dalam memperlakukan
sampah sebagai prinsip dasar dalam pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
Sampah ini harus dipandang sebagai
sumber dana yang mempunyai nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan. Hal
ini juga dapat melatih mahasiswa agar peduli terhadap sampah yang berada
dilingkunganya, karena selama ini sampah tidak
dianggap oleh masyarakat.







0 komentar:
Posting Komentar