Mengenal Apa itu Tourette Syndrome yang diderita Lewis Capaldi
Psikologi Abnormalitas
Ilma Putri Andriasih
22310410059
Dosen Pengampu : FX. WAHYU WIDIANTORO S.Psi., MA
Tourette Syndrome, yang juga dikenal sebagai Sindrom Tourette, adalah gangguan sistem saraf yang menyebabkan gerakan berulang atau suara yang tidak diinginkan. Lewis Capaldi, seorang penyanyi dan penulis lagu, baru-baru ini mengumumkan bahwa ia didiagnosis memiliki sindrom ini.
Sindrom Tourette adalah gangguan neurologis yang mempengaruhi otak dan saraf, biasanya berkembang pada anak usia dini. Penyebab sindrom ini belum diketahui secara pasti, tetapi diduga berkaitan dengan kelainan genetik yang diwariskan dari orangtua.
Gejala sindrom Tourette meliputi gerakan atau bicara abnormal yang dapat terjadi secara sederhana maupun kompleks, seperti tics yang dapat berupa gerakan kecil di beberapa bagian tubuh, bergumam, atau berbicara sendiri tanpa sadar. Sindrom ini mempengaruhi sekitar 1% dari populasi dan dapat menyebabkan kesulitan dalam perilaku dan hubungan sosial yang dapat merusak citra diri.
Lewis Capaldi telah berbagi pengalaman tentang sindrom ini, termasuk bagaimana ia mengalami tic yang dapat berupa gerakan kecil di shoulder dan kepala, serta bagaimana ia menggunakan Botox untuk mengurangi gerakan tersebut. Ia juga telah berpartisipasi dalam penelitian tentang perangkat yang dapat membantu mengurangi gejala sindrom ini, seperti perangkat yang ditempatkan di pergelangan tangan seperti smartwatch yang dapat mengurangi tics.
Dalam beberapa kasus, sindrom Tourette dapat disertai dengan gangguan lain, seperti ADHD, OCD, gangguan spektrum autisme, dan gangguan tidur. Pencegahan sindrom ini sulit dan hampir tidak mungkin dilakukan karena penyebabnya adalah kelainan genetik. Namun, diagnosis dan pengobatan sindrom ini dapat membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup pengidap.
Mengatasi gejala sindrom Tourette melibatkan beberapa strategi:
Psikoterapi: Terapi perilaku kognitif (CBT) dapat membantu mengendalikan tic dan gejala lainnya. Terapis atau psikolog akan membantu penderita sindrom Tourette mempelajari cara menangani kecemasan yang memicu terjadinya tic.
Relaksasi : Teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau latihan pernafasan dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan yang memperparah gejala tic.
Pengobatan medis: Obat-obatan seperti topiramat dapat membantu mengurangi keparahan tic. Dokter spesialis saraf (neurologis), dokter spesialis kesehatan jiwa (psikiater), dan dokter spesialis anak dapat membantu dalam pengobatan sindrom Tourette.
Bantuan keluarga dan sosial: Dukungan dari keluarga, teman, petugas kesehatan, dan support group sangat penting dalam mengatasi sindrom Tourette. Pasien dengan sindrom Tourette membutuhkan bantuan untuk menghadapi gangguan dalam mengikuti pelajaran, disleksia, depresi, kecemasan, atau OCD yang sering terjadi bersama dengan sindrom Tourette
Daftar Pustaka :
Chamindah, A.N. 2009. Deteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. Jurnal Pendidikan Khusus, 5(2), 83-93.
Sutrisno, D., & Suryani, N. (2022). Peran Penerimaan Sosial terhadap Psikopatologi Perkembangan Sindrom Tourette Pada Anak. Jurnal Psikologi Indonesia, 37(1), 1-12.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar