Peran orang tua dalam menghilangkan rasa canggung anak usia dini
(studi kasus di desa
karangbong rt. 06 rw. 02 Gedangan-Sidoarjo)
Tugas 3
Psikologi Sosial
ADE SETIAWAN
22310410066
Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
|
Topik |
Peran orang tua dalam menghilangkan rasa canggung anak usia dini |
|
Sumber |
https://journal.uny.ac.id/index.php/jpa/article/download/31618/13684 |
|
Permaslahan |
Ketika anak mengalami hambatan dalam perkembangannya, maka orang
tua harus mensupport anak agar perkembangannya tidak mengalami kendala. Anak
yang mempunyai rasa canggung, biasanya karena anak mengalami ketakutan
terhadap orang-orang baru dan anak kurang bersosialisasi dengan lingkungan
sekitarnya. Maka dari itu, peran orang tua sangat penting dalam menghilangkan
rasa canggung pada anak. Karena dengan adanya dorongan, motivasi, dan
keterlibatan orang tua dalam tumbuh kembang anak, akan menjadikan anak berani
untuk tampil dan berkenalan dengan orang baru disekitarnya. |
|
Tujuan |
-Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran serta
strategi orang tua dalam menghilangkan rasa canggung anak usia dini di Desa
Karangbong rt. 06 rw. 02 Gedangan-Sidoarjo. |
|
Isi |
Dalam Pendidikan Anak Usia Dini terdapat enam aspek perkembangan
yaitu nilai agama dan moral, kognitif, fisik motorik, bahasa, sosial
emosional dan seni. Salah satu aspek perkembangan yang menjadi fokus dalam
penelitian ini adalah sosial emosional anak. Anak usia dini pada umumnya
berada pada tahapan suka bermain, suka bereksplorasi, dan mempunyai banyak
teman. Seiring bertambahnya usia anak, maka anak akan bertemu dengan
orangorang baru dan mulai menjalin sosialisasi. Sesuai dengan tahapan
perkembangan anak usia dini pada aspek sosialnya diharapkan anak dapat akrab
dengan teman dan orang-orang yang ada disekitarnya, anak juga diharapkan
untuk bias mengungkapkan ide, gagasan, dan pikirannya saat sedang
bersosialisasi dengan teman sebayanya. Namun berdasarkan hasil observasi di
lapangan, masih banyak anak usia dini yang masih didominasi oleh sikp-sikap
tidak percaya diri, seperti canggung dalam bertemu orang baru. Perilaku yang
ditemui saat observasi anak-anak ketika berada di lingkungan rumah adalah
masih terdapat 2 anak yang mempunyai rasa canggung. Ia tidak suka bermain
dengan teman orang baru. Mereka cenderung sangat pemalu bahkan tidak mau
berbicara dengan orang yang jarang ditemuinya. Hal ini mengakibatkan sosial
emosional anak tehambat karena mereka tidak mempunyai kepercayaan pada
dirinya sendiri. Definisi canggung adalah kurang mahir atau kurang terampil
dalam menggunakan sesuatu (karena belum biasa mengerjakannya). Canggung
merupakan sesuatu fenomena yang biasa dalam kehidupan. Canggung secara teori
merupakan suatu keadaan dimana seorang anak tidak biasa dalam melakukan
kegiatan tertentu. Akibatnya si anak akan merasa kebingungan. Rasa canggung
adalah reaksi takut terhadap manusia, bukan pada obyek atau situasi. Rasa
canggung biasanya disebabkan oleh keraguan-raguan tentang penilaian orang
lain terhadap prilaku atau dirinya. Oleh karena itu, rasa canggung merupakan
keadaan khawatir yang menyangkut kesadaran-diri (selfconscious distress). |
|
Metode |
-Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kualitatif yang digunakan untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan dari
kejadian yang diteliti sehingga memudahkan mendapatkan data yang objektif -Teknik pengambilan subjek penelitian menggunakan teknik
purposive sampling yakni dipilih dengan pertimbangan dan tujuan tertentu] - Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah wawancara,bservasi , dan dokumentasi |
|
Hasil |
Hasil dari wawancara dua orang tua yang memiliki anak dengan rasa
canggung di lapangan ialah dampak anak memiliki rasa canggung adalah dia akan
sulit berinteraksi dan bergaul dengan lingkungan disekitarnya. |
|
Diskusi |
-Banyak sekali efek negative yang dihasilkan akibat kecanggungan
seorang anak -orangtua adalah hal yang paling utama dalam menentukan tingkat
kecanggungan sang anak Berikut adalah cara untuk membuat anak agar tidak canggung yaitu 1.
Hindarkan
anak untuk terlalu memperhatikan dirinya. Maksudnya fokuskan anak pada apa
yang akan dia lakukan. Berilah semangat untuk menumbuhkan rasa percaya
dirinya. Ajak anak untuk bersantai agar perasaan canggung dan gugupnya
hilang, sehingga anak akan merasa lebih tenang. 2.
Ajak anak
bersosialisasi dengan teman sebayanya yang baru. Selain itu ajak si anak dan
temannya untuk berkenalan dan bercerita satu sama lain. Jika anak tidak mau
melakukannya dan hanya diam, berilah anak gurauan yang membuatnya tidak
tegang saat berkenalan, sehingga anak tidak akan mengalami kecanggungan. 3.
3. Mencari
sumber letak dimana anak merasa canggung. Hal ini akan membantu anak
menghilangkan rasa canggung dan gugup yang ada pada dirinya. 4.
4. Kembangkan
terus kelebihan dan keistimewaan anak pada teman barunya, agar anak tidak
merasa canggung dan anak akan mempunyai kepercayaan diri yang tinggi. 5.
5. Ajak anak
untuk bersosialisasi terus-menerus dengan teman-temannya, dan dorong
anak-anak untuk akrab satu sama lain. 6.
6.
Membiasakan anak melakukan kegiatan yang membuatnya canggung, karena biasanya
anak mempunyai rasa canggung karena belum pernah atau hanya sekali saja
melakukan kegiatan tersebut |






0 komentar:
Posting Komentar