Kamis, 04 Mei 2023

Essay 3. Review Jurnal. Ken Gelis Widiahapsari. 22310410063


BELAJAR DENGAN TEKAD DAN NIAT UNTUK MENUNJANG POTENSI DALAM PROSES BELAJAR DAN MENGAJAR, HINDARI KENAKALAN REMAJA UNTUK MASA DEPAN YANG NYATA

Tugas 3

Psikologi Sosial

Ken Gelis Widiahapsari

22310410063

Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta





Topik

Rantai Kenakalan remaja masih terus menyambung entah kapan akan pupus entah ini salah siapa orang tua atau anak. Kenakalan remaja dan penanganannya

Sumber

Padan sumara,Sahadi humaedi,Meilany B.S. ( 2017 ). Kenakalan Remaja dan Penanganannya.Jurnal penelitian dan PPM, Juli 2017, 139 - 389.

Permasalahan

Penyebab Kenakalan RemajaUlah para remaja yang masih dalam tarap pencarian jati diri sering sekali mengusik ketenangan orang lain. Kenakalan-kenakalan ringan yang mengganggu ketentraman lingkungan sekitar seperti sering keluar malam dan menghabiskan waktunya hanya untuk hura-hura seperti minum-minuman keras, menggunakan obat-obatan terlarang, berkelahi, berjudi, dan lain-lainnya itu akan merugikan dirinya sendiri, keluarga, dan orang lain yang ada disekitarnya.Cukup banyak faktor yang melatar belakangi terjadinya kenakalan remaja. Berbagai faktor yang ada tersebut dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Berikut ini penjelasannya secara ringkas:

1. Faktor Internal

a. Krisis identitas,Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan remaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.

b. Kontrol diri yang lemahRemaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku 'nakal'. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya

.2. Faktor Eksternala. Kurangnya perhatian dari orang tua, serta kurangnya kasih sayangKeluarga merupakan unit sosial terkecil yang memberikan fondasi primer bagi perkembangan anak. Sedangkan lingkungan sekitar dan sekolah ikut memberikan nuansa pada perkembangan anak. Karena itu baikburuknya struktur keluarga dan masyarakat sekitar memberikan pengaruh baik atau buruknya pertumbuhan kepribadian anak.Keadaan lingkungan keluarga yang menjadi sebab timbulnya kenakalan remaja seperti keluarga yang broken-home, rumah tangga yang berantakan disebabkan oleh kematian ayah atau ibunya, keluarga yang diliputi konflik keras, ekonomi keluarga yang kurang, semua itu merupakan sumber yang subur untuk memunculkan delinkuensi remaja.

Minimnya pemahaman tentang keagamaanDalam kehidupan berkeluarga, kurangnya pembinaan agama juga menjadi salah satu faktor terjadinya kenakalan remaja. Dalam pembinaan moral, agama mempunyai peranan yang sangat penting karena nilai-nilai moral yang datangnya dari agama tetap tidak berubah karena perubahan waktu dan tempat

. Pengaruh dari lingkungan sekitar,Pengaruh budaya barat serta pergaulan dengan teman sebayanya yang sering mempengaruhinya untuk mencoba dan akhirnya malah terjerumus ke dalamnya. Lingkungan adalah faktor yang paling mempengaruhi perilaku dan watak remaja. Jika dia hidup dan berkembang di lingkungan yang buruk, moralnya pun akan seperti itu adanya. Sebaliknya jika ia berada di lingkungan yang baik maka ia akan menjadi baik pula.Di dalam kehidupan bermasyarakat, remaja sering melakukan keonaran dan mengganggu ketentraman masyarakat karena terpengaruh dengan budaya barat atau pergaulan dengan teman sebayanya yang sering mempengaruhi untuk mencoba. Sebagaimana diketahui bahwa para remaja umumnya sangat senang dengan gaya hidup yang baru tanpa melihat faktor negatifnya, karena anggapan ketinggalan zaman jika tidak mengikutinya

 Tempat pendidikan,Tempat pendidikan, dalam hal ini yang lebih spesifiknya adalah berupa lembaga pendidikan atau sekolah. Kenakalan remaja ini sering terjadi ketika anak berada di sekolah dan jam pelajaran yang kosong. Belum lama ini bahkan kita telah melihat di media adanya kekerasan antar pelajar yang terjadi di sekolahnya sendiri. Ini adalah bukti bahwa sekolah juga bertanggung jawab atas kenakalan dan dekadensi moral yang terjadi di negeri ini

Tujuan penelitian

 

 

 

 

 

Dengan adanya penelitian ini,kita dapat mengukur sampai mana kenakalan remaja ini berlangsung tidak hanya itu tujuan penelitian ini dapat meminimalisir terjadinya kenakalan remaja yang terus bersambungan hingga saat ini dengan adanya teori dan anggapan para ahli kita dapat lebih mantap untuk menerapkan penanggulangan untuk memerangi kejahatan remaja saat ini yang masih merajalela

Isi

Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanakkanak, namun ia masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metoda coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Kesalahan yang dilakukannya sering menimbulkan kekuatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungannya, orangtuanya. Kesalahan yang diperbuat para remaja hanya akan menyenangkan teman sebayanya. Hal ini karena mereka semua memang sama-sama masih dalam masa mencari identitas. Kesalahan-kesalahan yangmenimbulkan kekesalan lingkungan inilah yang sering disebut sebagai kenakalan remaja.Remaja merupakan aset masa depan suatu bangsa. Di samping hal-hal yang menggembirakan dengan kegiatan remajaremaja pada waktu yang akhir-akhir ini dan pembinaan yang dilakukan oleh organisasiorganisasi pelajar dan mahasiswa, kita melihat pula arus kemorosotan moral yang semakin melanda di kalangan sebagian pemudapemuda kita, yang lebih terkenal dengan sebutan kenakalan remaja. Dalam surat kabarsurat kabar sering kali kita membaca berita tentang perkelahian pelajar, penyebaran narkotika, pemakaian obat bius, minuman keras, penjambret yang dilakukan oleh anakanak yang berusia belasan tahun, meningkatnya kasus-kasus kehamilan di kalangan remaja putri dan lain sebagainya.Hal tersebut adalah merupakan suatu masalah yang dihadapi masyarakat yang kini semakin marak, Oleh karena itu masalah kenakalan remaja seyogyanya mendapatkan perhatian yang serius dan terfokus untuk mengarahkan remaja ke arah yang lebih positif, yang titik beratnya untuk terciptanya suatu sistem dalam menanggulangi kenakalan di kalangan remaja.Akhir-akhir ini di beberapa media masa sering kita membaca tentang perbuatan kriminalitas yang terjadi di negeri yang kita cintai ini. Ada anak remaja yang meniduri ibu kandungnya sendiri, perkelahian antar pelajar, tawuran, penyalahgunaan narkoba dan minumminuman keras dan masih banyak lagi kriminalitas yang terjadi di negeri ini. Kerusakan moral sudah merebak di seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa serta orang yang sudah lanjut usia.Termasuk yang tidak luput dari kerusakan moral ini adalah remaja. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi dan pencarian jati diri, yang karenanya sering melakukan perbuatan-perbuatan yang dikenal dengan istilah kenakalan remaja.Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat. Beberapa ahli mendefinisikan kenakalan remaja ini sebagai berikut:

1. Kartono, ilmuwan sosiologi, Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang".

2. Santrock "Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal.

Pembinaan moral ataupun agama bagibremaja melalui rumah tangga perlu dilakukan sejak kecil sesuai dengan umurnya karena setiap anak yang dilahirkan belum mengerti mana yang benar dan mana yang salah, juga belum mengerti mana batas-batas ketentuan moral dalam lingkungannya. Karena itu pembinaan moral pada permulaannya dilakukan di rumah tangga dengan latihanlatihan, nasehat-nasehat yang dipandang baik.Maka pembinaan moral harus dimulai dari orang tua melalui teladan yang baik berupa hal-hal yang mengarah kepada perbuatan positif, karena apa yang diperolehdalam rumah tangga remaja akan dibawa ke lingkungan masyarakat. Oleh karena itu pembinaan moral dan agama dalam keluarga penting sekali bagi remaja untuk menyelamatkan mereka dari kenakalan dan merupakan cara untuk mempersiapkan hari depan generasi yang akan datang, sebab kesalahan dalam pembinaan moral akan berakibat negatif terhadap remaja itu sendiri.Pemahaman tentang agama sebaiknya dilakukan semenjak kecil, yaitu melalui kedua orang tua dengan cara memberikan pembinaan moral dan bimbingan tentang keagamaan, agar nantinya setelah mereka remaja bisa memilah baik buruk perbuatan yang ingin mereka lakukan sesuatu di setiap harinya.Kondisi masyarakat sekarang yang sudah begitu mengagungkan ilmu pengetahuan mengakibatkan kaidah-kaidah moral dan tata susila yang dipegang teguh oleh orang-orang dahulu menjadi tertinggal di belakang. Dalam masyarakat yang telah terlalu jauh dari agama, kemerosotan moral orang dewasa sudah lumrah terjadi. Kemerosotan moral, tingkah laku dan perbuatan – perbuatan orang dewasa yang tidak baik menjadi contoh atau tauladan bagi anak-anak dan remaja sehingga berdampak timbulnya kenakalan remaja

Akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kenakalan remaja antara lain:

1. Bagi diri remaja itu sendiri. Akibat dari kenakalan yang dilakukan oleh remaja akan berdampak bagi dirinya sendiri dan sangat merugikan baik fisik dan mental, walaupun perbuatan itu dapat memberikan suatu kenikmatan akan tetapi itu semua hanya kenikmatan sesaat saja. Dampak bagi fisik yaitu seringnya terserang berbagai penyakit karena gaya hidup yang tidak teratur. Sedangkan dampak bagi mental yaitu kenakalan remaja tersebut akan mengantarnya kepada mental-mental yang lembek, berfikir tidak stabil dan kepribadiannya akan terus menyimpang dari segi moral yang pada akhirnya akan menyalahi aturan etika dan estetika. Dan hal itu kan terus berlangsung selama remaja tersebut tidak memiliki orang yang membimbing dan mengarahkan.

2. Bagi keluarga

Anak merupakan penerus keluarga yang nantinya dapat menjadi tulang punggung keluarga apabila orang tuanya tidak mampu lagi bekerja. Apabila remaja selaku anak dalam keluarga berkelakuan menyimpang dari ajaran agama, akan berakibat terjadi ketidakharmonisan di dalam kekuarga dan putusnya komunikasi antara orang tua dan anak. Tentunya hal ini sangat tidak baik karena dapat mengakibatkan remaja sering keluar malam dan jarang pulang serta menghabiskan waktunya bersama teman-temannya untuk bersenang-senang dengan jalan minumminuman keras atau mengkonsumsi narkoba. Pada akhirnya keluarga akan merasa malu dan kecewa atas apa yang telah dilakukan oleh remaja. Padahal kesemuanya itu dilakukan remaja hanya untuk melampiaskan rasa kekecewaannya terhadap apa yang terjadi dalam keluarganya.

3. Bagi lingkungan masyarakat

Apabila remaja berbuat kesalahan dalam kehidupan masyarakat, dampaknya akan buruk bagi dirinya dan keluarga. Masyarakat akan menganggap bahwa remaja itu adalah tipe orang yang sering membuat keonaran, mabuk-mabukan ataupun mengganggu ketentraman masyarakat. Mereka dianggap anggota masyarakat yang memiliki moral rusak, dan pandangan masyarakat tentang sikap remaja tersebut akan jelek. Untuk merubah semuanya menjadi normal kembali membutuhkan waktu yang lama dan hati yang penuh keikhlasan.

Metode

Dari berbagai faktor dan permasalahan yang terjadi di kalangan remaja masa kini sebagaimana telah disebutkan di atas, maka tentunya ada beberapa solusi yang tepat dalam pembinaan dan perbaikan remaja masa kini. Kenakalan remaja dalam bentuk apapun mempunyai akibat yang negatif baik bagi masyarakat umum maupun bagi diri remaja itu sendiri. Tindakan penanggulangan kenakalan remaja dapat dibagi dalam:1. Tindakan PreventifUsaha pencegahan timbulnya kenakalan remaja secara umum dapat dilakukan melalui cara berikut:

Mengenal dan mengetahui ciri umum dan khas remaja

Mengetahui kesulitan-kesulitan yang secara umum dialami oleh para remaja. Kesulitan-kesulitan mana saja yang biasanya menjadi sebab timbulnya pelampiasan dalam bentuk kenakalan.Usaha pembinaan remaja dapat dilakukan melalui:

Menguatkan sikap mental remaja supaya mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapinya.Memberikan pendidikan bukan hanya dalam penambahan pengetahuan dan keterampilan melainkan pendidikan mental dan pribadi melalui pengajaran agama, budi pekerti dan etiket. Menyediakan sarana-sarana dan menciptakan suasana yang optimal demi perkembangan pribadi yang wajar.

Memberikan wejangan secara umum dengan harapan dapat bermanfaat.

Memperkuat motivasi atau dorongan untuk bertingkah laku baik dan merangsang hubungan sosial yang baik.Mengadakan kelompok diskusi dengan memberikan kesempatan mengemukakan pandangan dan pendapat para remaja dan memberikan pengarahan yang positif. Memperbaiki keadaan lingkungan sekitar, keadaan sosial keluarga maupun masyarakat di mana banyak terjadi kenakalan remaja.Sebagaimana disebut di atas, bahwa keluarga juga mempunyai andil dalam  membentuk pribadi seorang remaja. Jadi untuk

memulai perbaikan, maka harus mulai dari diri

sendiri dan keluarga. Mulailah perbaikan dari

sikap yang paling sederhana, seperti selalu

berkata jujur meski dalam gurauan, membaca

doa setiap melakukan hal-hal kecil,

memberikan bimbingan agama yang baik

kepada anak dan masih banyak hal lagi yang

bisa dilakukan oleh keluarga. Memang tidak

mudah melakukan dan membentuk keluarga

yang baik, tetapi semua itu bisa dilakukan

dengan pembinaan yang perlahan dan sabar.

Dengan usaha pembinaan yang terarah,

para remaja akan mengembangkan diri dengan

baik sehingga keseimbangan diri yang serasi

antara aspek rasio dan aspek emosi akan

dicapai. Pikiran yang sehat akan mengarahkan

para remaja kepada perbuatan yang pantas,

sopan dan bertanggung jawab yang diperlukan

dalam menyelesaikan kesulitan atau persoalan

masing-masing.

Usaha pencegahan kenakalan remaja

secara khusus dilakukan oleh para pendidik

terhadap kelainan tingkah laku para remaja.

Pendidikan mental di sekolah dilakukan oleh

guru, guru pembimbing dan psikolog sekolah

bersama dengan para pendidik lainnya. Usaha

pendidik harus diarahkan terhadap remaja

dengan mengamati, memberikan perhatian

khusus dan mengawasi setiap penyimpangan

tingkah laku remaja di rumah dan di sekolah.

2. Tindakan Represif

Usaha menindak pelanggaran normanorma sosial dan moral dapat dilakukan

dengan mengadakan hukuman terhadap setiap

perbuatan pelanggaran. Dengan adanya sanksi

tegas pelaku kenakalan remaja tersebut,

diharapkan agar nantinya si pelaku tersebut

“jera” dan tidak berbuat hal yang menyimpang

lagi. Oleh karena itu, tindak lanjut harus

ditegakkan melalui pidana atau hukuman

secara langsung bagi yang melakukan

kriminalitas tanpa pandang bulu.

Sebagai contoh, remaja harus mentaati

peraturan dan tata cara yang berlaku dalam

keluarga. Disamping itu perlu adanya

semacam hukuman yang dibuat oleh orangtua

terhadap pelanggaran tata tertib dan tata cara

keluarga. Pelaksanaan tata tertib harus

dilakukan dengan konsisten. Setiap

pelanggaran yang sama harus dikenakan sanksi

yang sama. Sedangkan hak dan kewajiban

anggota keluarga mengalami perubahan sesuai

dengan perkembangan dan umur.

Di lingkungan sekolah, kepala

sekolahlah yang berwenang dalam pelaksanan

hukuman terhadap pelanggaran tata tertib

sekolah. Dalam beberapa hal, guru juga berhak

bertindak. Akan tetapi hukuman yang berat

seperti skorsing maupun pengeluaran dari

sekolah merupakan wewenang kepala sekolah.

Guru dan staf pembimbing bertugas

menyampaikan data mengenai pelanggaran

dan kemungkinan-kemungkinan pelanggaran

maupun akibatnya. Pada umumnya tindakan

represif diberikan dalam bentuk memberikan

peringatan secara lisan maupun tertulis kepada

pelajar dan orang tua, melakukan pengawasan

khusus oleh kepala sekolah dan tim guru atau

pembimbing dan melarang bersekolah untuk

sementara waktu (skors) atau seterusnya

tergantung dari jenis pelanggaran tata tertib

sekolah.

3. Tindakan Kuratif dan Rehabilitasi

Tindakan ini dilakukan setelah

tindakan pencegahan lainnya dilaksanakan dan

dianggap perlu mengubah tingkah laku

pelanggar remaja itu dengan memberikan

pendidikan lagi. Pendidikan diulangi melalui

pembinaan secara khusus yang sering

ditangani oleh suatu lembaga khusus maupun

perorangan yang ahli dalam bidang ini.

Solusi internal bagi seorang remaja

dalam mengendalikan kenakalan remaja antara

lain:

 Kegagalan mencapai identitas peran

dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah

atau diatasi dengan prinsip

keteladanan. Remaja harus bisa

mendapatkan sebanyak mungkin figur

orang-orang dewasa yang telah

melampaui masa remajanya dengan

baik juga mereka yang berhasil

memperbaiki diri setelah sebelumnya

gagal pada tahap ini.

 Adanya motivasi dari keluarga, guru,

teman sebaya untuk melakukan point

pertama.

 Remaja menyalurkan energinya dalam

berbagai kegiatan positif, seperti

berolahraga, melukis, mengikuti event

perlombaan, dan penyaluran hobi.

 Remaja pandai memilih teman dan

lingkungan yang baik serta orangtua

memberi arahan dengan siapa dan di

komunitas mana remaja harus bergaul.

 Remaja membentuk ketahanan diri

agar tidak mudah terpengaruh jika

ternyata teman sebaya atau komunitas

yang ada tidak sesuai dengan harapan.

Jika berbagai solusi dan pembinaan di

atas dilakukan, diharapkan kemungkinan

terjadinya kenakalan remaja ini akan semakin

berkurang dan teratasi. Dari pembahasan

mengenai penanggulangan masalah kenakalan

remaja ini perlu ditekankan bahwa segala

usaha pengendalian kenakalan remaja harus

ditujukan ke arah tercapainya kepribadian

remaja yang mantap, serasi dan dewasa.

Remaja diharapkan akan menjadi orang

dewasa yang berpribadi kuat, sehat jasmani

dan rohani, teguh dalam kepercayaan (iman)

sebagai anggota masyarakat, bangsa dan tanah

air

 

 

0 komentar:

Posting Komentar