Nama : Sillvi Yunia Anggraeni
Nim : 22310410019
Prodi : Psikologi A1
Dosen Pengampu : Dr., Dra. ARUNDATI SHINTA, MA
Persepsi
Masyarakat dalam Menghadapi UU No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengolahan Sampah dan
Peran Unilever dalam Pembinaan Bank Sampah
Pada era modern ini,
permasalahan sampah menjadi isu yang mendesak di banyak kota besar di
Indonesia, termasuk Yogyakarta. Meskipun sudah ada upaya dari Pemerintah Daerah
melalui pendirian Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Tempat Pengolahan Sampah
Terpadu (TPST), masalah sampah tetap merajalela. Salah satu faktor penyebabnya
adalah perilaku masyarakat yang enggan mematuhi perintah Undang-Undang No. 18
Tahun 2008 Tentang Pengolahan Sampah.
Persepsi Merupakan Faktor
Terkait dengan Perilaku Masyarakat terhadap UU No. 18 Tahun 2008 Tentang
Pengolahan Sampah. Perilaku masyarakat yang sering membangkang perintah UU No.
18 Tahun 2008 Tentang Pengolahan Sampah dapat dikaitkan dengan persepsi mereka
terhadap perilaku tersebut. Persepsi merupakan proses subyektif yang melibatkan
penilaian dan interpretasi seseorang terhadap lingkungannya. Dalam konteks
pengolahan sampah, persepsi masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan
keterlibatan individu dalam upaya pengurangan sampah menjadi faktor penting
yang memengaruhi perilaku mereka.
Persepsi terhadap
lingkungan meliputi pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan, kesehatan,
dan kelestarian lingkungan. Hal ini berkaitan erat dengan perilaku seseorang
terhadap sampah yang dihasilkan. Dalam kasus ini, masyarakat yang sering
membangkang perintah UU No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengolahan Sampah mungkin
memiliki persepsi yang kurang atau tidak peduli terhadap konsekuensi negatif
yang diakibatkan oleh pembuangan sampah yang tidak teratur. Mereka mungkin
menganggap pengelolaan sampah sebagai tanggung jawab pemerintah semata, tanpa
merasa memiliki peran dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Bagaimana cara menjelaskan persepsi dalam bentuk
skema? Berikut adalah skema persepsi yang dikemukakan oleh Paul A. Bell dan
kawan-kawan (dalam Sarwono, 1995)
Persepsi masyarakat
terhadap aturan dan regulasi pengolahan sampah juga dapat dipengaruhi oleh
faktor sosial budaya. Dalam budaya masyarakat Indonesia, keterlibatan bersama
dalam menjaga kebersihan lingkungan tidak selalu menjadi prioritas utama.
Terlebih lagi, jika tidak ada kesadaran kolektif dan dukungan sosial yang kuat,
upaya pengolahan sampah yang baik akan sulit dilaksanakan. Persepsi negatif
terhadap tindakan menjaga kebersihan lingkungan juga dapat muncul akibat
kurangnya edukasi dan pemahaman mengenai pentingnya pengolahan sampah yang
benar.
Melalui pendekatan
Piramida Carroll, dimana dimensi tanggung jawab sosial perusahaan dikelompokkan
menjadi empat tingkatan yaitu ekonomi, hukum, etika, dan filantropi, dapat
dilihat bahwa Unilever berperan dalam tingkatan etika dan filantropi. Dalam hal
pembinaan bank sampah, Unilever tidak hanya mematuhi peraturan dan hukum yang
berlaku, tetapi juga berusaha membangun kesadaran dan mengajak masyarakat untuk
ikut berperan aktif dalam pengelolaan sampah.
Pada tingkatan etika,
Unilever sadar akan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh limbah yang
dihasilkan oleh produk-produknya. Mereka berkomitmen untuk mengelola sampah
dengan cara yang bertanggung jawab, termasuk melalui pembinaan bank sampah.
Dalam hal ini, Unilever tidak hanya memprioritaskan keuntungan ekonomi, tetapi
juga menjunjung tinggi nilai-nilai etika dalam menjaga keberlanjutan
lingkungan.
Di tingkatan filantropi,
Unilever berusaha untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dengan membina bank
sampah. Melalui bank sampah, masyarakat diajarkan untuk memilah dan mendaur
ulang sampah, sehingga limbah dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber ekonomi
yang bernilai.
Daftar Pustaka:
Carroll, A. B. (1979). A
Three-Dimensional Conceptual Model of Corporate Performance. The Academy of Management Review, 4(4), 497-505.
Fauzi, A., Sunarsih, E.,
& Hendrawati, H. (2021). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilahan Sampah Sebagai Upaya Pengurangan
Jumlah Sampah di Kota Palangka Raya.
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik, 11(2), 166-176.
Mardati, K. N., &
Muhson, M. (2019). Peran Bank Sampah Dalam Pengelolaan Sampah di Kota Bogor. Jurnal Sumatera Ekonomika,
8(3), 253-262.
Priyarsono, D., &
Widianingsih, N. L. (2020). Pengaruh Persoalan Sampah Terhadap Kesehatan dan Lingkungan serta Dampaknya
Pada Perekonomian Masyarakat. Jurnal Akuntansi
dan Keuangan, 16(2), 106-118.
Shinta, A. (2013). Persepsi
Terhadap Lingkungan. Diakses melalui http://kupasiana.psikologiup45.com/2013/04/persepsi-terhadap-lingkungan.html
pada tanggal 27 Desember 2023.
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengolahan Sampah



Tidak ada komentar:
Posting Komentar