Pages - Menu

Pages - Menu

Jumat, 03 Mei 2024

Ken Gelis Widiahapsari-22310410063-SP-Artikel 1

 

 “SUDUT PANDANG PSIKOLOGI TERHADAP KASUS PEMBUNUHAN AKIBAT ADANYA GANGGUAN ABNORMALITAS PADA PELAKU”

 

Nama                  : Ken Gelis Widiahapsari

NIM                    : 22310410063

Mata Kuliah        : Psikologi Abnormalitas

Dosen Pengampu : FX. Wahyu Widiantoro S.Psi.,MA



Didalam kehidupan kita selalu ada persaingan, entah itu untuk berlomba lomba dalam mencari kekayaan,keadilan ,kebahagian ataupun nama baik masing masing manusia. Namun juga ada kenyataan bahwa di dalam persaingan tersebut harus ada pertumpah darahan, seperti kasus yang akhir akhir ini mengemparkan masyarakat Indonesia yaitu kasus pembunuhan yang dilakukan karyawan terhadap anak dan istri bosnya dikarenakan semena mena dan menunda gaji karyawan.

Kejadian ini tidak menjadi rahasia umum lagi karena semua media menyoroti kasus ini, Pembunuhan di lakukan pelaku terhadap anak dan istri korban untuk membalaskan dendamnya tidak hanya itu akibat dari peristiwa ini meninggalkan luka batin serta psikis yang amat dalam terhadap anak ke dua korban atau adik korban yang menjadi saksi pembunuhan kakak dan ibunya tersebut serta duka mendalam bagi suami dan keluarga yang di tinggalkan.

Meskipun korban salah namun tindakan tersangka tidak dibenarkan karena telah menghilangkan nyawa. Tindakan pembunuhan yang dilakukan pelaku terkadang memiliki faktor dari segi gangguan psikologisnya yang menyebabkan pelaku tidak bisa mengontrol tindakan dan emosinya. Secara segi pandang psikologi pelaku bisa dikatakan  mengalami Depresi atau  juga bisa dikaitkan dengan gangguan abnormalitas seperti Skizofrenia Paranoid. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Depresi dan Skizofrenia Paranoid.

Depresi adalah gangguan kesehatan mental yang dapat memengaruhi perasaan, cara berpikir, serta perilaku seseorang. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang memiliki perasaan sedih yang mendalam hingga kehilangan minat untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan tindakan yang membahayakan. Sedangkan Skizofrenia paranoid merupakan jenis skizofrenia yang paling umum terjadi, di mana beberapa gejala utamanya adalah delusi dan halusinasi terhadap ketakutan tertentu. Penderita kondisi ini sering kali memiliki kecurigaan berlebih pada orang-orang di sekitarnya sehingga sulit mengendalikan emosi atau keinginannya.

Pemicu Depresi yang dialami para individu karena Ketidakseimbangan zat kimia neurotransmitter pada otak, termasuk serotonin dan dopamin, menjadi penyebab seseorang mengalami depresi. Neurotransmitter adalah zat kimia alami dalam otak yang berperan dalam depresi. Selain itu, perubahan dalam keseimbangan hormon tubuh bisa memicu depresi tidak hanya itu tekanan dan tuntutan juga bisa mengakibatkan seseorang mengalami Depresi. Jika seseorang pengidap Depresi tidak bisa mengontrol diri bisa menyebabkan perilaku yang fatal yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain. Sedangkan Skizofrenia Paranoid adalah salah satu tipe skizofrenia ketika pengidapnya mengalami delusi bahwa orang lain ingin melawan dirinya atau anggota keluarganya dan bahkan menganggap orang tersebut sebagai ancaman baginya. Sementara itu pemicu gangguan Skizofrenia Paranoid yaitu, faktor lingkungan seperti infeksi virus atau kekurangan nutrisi saat di kandungan, juga hidup di lingkungan yang penuh tekanan serta tuntutan sehingga mengalami stres berat dapat memicu seseorang mengidap skizofrenia.

Bagaimana cara untuk mengatasi masalah gangguan abnormalitas tersebut untuk mengatasi gangguan depresi dapat dilakukan dengan terapi Cognitive behavior therapy (CBT). Terapi ini bertujuan untuk membantu pengidap melepaskan pikiran dan perasaan negatif serta menggantinya dengan respon positif. Ataupun dengan Problem-solving therapy (PST), terapi yang dapat membantu meningkatkan kemampuan pengidap menghadapi pengalaman yang memicu rasa tertekan. Penanganan untuk Skizofrenia dengan cara Obat-obatan untuk mengatasi halusinasi dan delusi yang dialami, dokter biasanya akan meresepkan obat antipsikotik dalam dosis yang rendah selanjutnya dengan cara Terapi Elektrokonvulsi merupakan metode yang paling efektif untuk meredakan keinginan bunuh diri bahkan membunuh orang lain mengatasi gejala depresi berat, dan menangani psikosis serta beberapa terapi seperti  Terapi perilaku kognitif, yang bertujuan untuk mengubah perilaku dan pola pikir pada pengidap. Terapi remediasi kognitif, yaitu terapi yang mengajarkan pengidap cara memahami lingkungan sosial, serta meningkatkan kemampuan dalam memperhatikan atau mengingat sesuatu, dan mengendalikan pola pikirnya.

Dari fenomena kasus yang ada dapat di simpulkan bahwa setiap orang pasti punya gangguan mental dan kepribadian di dalam dirinya masing masing bahkan orang yang merdeka sekali pun pasti juga mengalami gangguan mental. Namun hal ini tidak bisa kita anggap remeh jika sudah menganggu aktifitas dan kepribadian diri. Meskipun banyak penanganan yang bisa mengatasi gangguan  Abnormalitas akan tetapi  dukungan keluarga dan support dari orang terdekat sangat diperlukan untuk mempermudah jalan dan rintangan demi kesembuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar