Nama : Ken Gelis Widiahapsari
NIM : 22310410063
Mata
Kuliah : Psikologi Abnormalitas
Dosen
Pengampu : FX. Wahyu Widiantoro S.Psi.,MA
Didalam
kehidupan kita selalu ada persaingan, entah itu untuk berlomba lomba dalam
mencari kekayaan,keadilan ,kebahagian ataupun nama baik masing masing manusia. Namun
juga ada kenyataan bahwa di dalam persaingan tersebut harus ada pertumpah
darahan, seperti kasus yang akhir akhir ini mengemparkan masyarakat Indonesia
yaitu kasus pembunuhan yang dilakukan karyawan terhadap anak dan istri bosnya
dikarenakan semena mena dan menunda gaji karyawan.
Kejadian
ini tidak menjadi rahasia umum lagi karena semua media menyoroti kasus ini,
Pembunuhan di lakukan pelaku terhadap anak dan istri korban untuk membalaskan
dendamnya tidak hanya itu akibat dari peristiwa ini meninggalkan luka batin
serta psikis yang amat dalam terhadap anak ke dua korban atau adik korban yang
menjadi saksi pembunuhan kakak dan ibunya tersebut serta duka mendalam bagi
suami dan keluarga yang di tinggalkan.
Meskipun korban salah namun tindakan tersangka tidak dibenarkan karena telah menghilangkan nyawa. Tindakan pembunuhan yang dilakukan pelaku terkadang memiliki faktor dari segi gangguan psikologisnya yang menyebabkan pelaku tidak bisa mengontrol tindakan dan emosinya. Secara segi pandang psikologi pelaku bisa dikatakan mengalami Depresi atau juga bisa dikaitkan dengan gangguan abnormalitas seperti Skizofrenia Paranoid. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Depresi dan Skizofrenia Paranoid.
Depresi
adalah gangguan kesehatan mental yang dapat memengaruhi perasaan, cara
berpikir, serta perilaku seseorang. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang
memiliki perasaan sedih yang mendalam hingga kehilangan minat untuk melakukan
aktivitas sehari-hari dan tindakan yang membahayakan. Sedangkan Skizofrenia
paranoid merupakan jenis skizofrenia yang paling umum terjadi, di mana beberapa
gejala utamanya adalah delusi dan halusinasi terhadap ketakutan tertentu.
Penderita kondisi ini sering kali memiliki kecurigaan berlebih pada orang-orang
di sekitarnya sehingga sulit mengendalikan emosi atau keinginannya.
Pemicu
Depresi yang dialami para individu karena Ketidakseimbangan zat kimia
neurotransmitter pada otak, termasuk serotonin dan dopamin, menjadi penyebab
seseorang mengalami depresi. Neurotransmitter adalah zat kimia alami dalam otak
yang berperan dalam depresi. Selain itu, perubahan dalam keseimbangan hormon
tubuh bisa memicu depresi tidak hanya itu tekanan dan tuntutan juga bisa
mengakibatkan seseorang mengalami Depresi. Jika seseorang pengidap Depresi
tidak bisa mengontrol diri bisa menyebabkan perilaku yang fatal yang bisa
membahayakan diri sendiri dan orang lain. Sedangkan Skizofrenia Paranoid adalah
salah satu tipe skizofrenia ketika pengidapnya mengalami delusi bahwa orang
lain ingin melawan dirinya atau anggota keluarganya dan bahkan menganggap orang
tersebut sebagai ancaman baginya. Sementara itu pemicu gangguan Skizofrenia
Paranoid yaitu, faktor lingkungan seperti infeksi virus atau kekurangan nutrisi
saat di kandungan, juga hidup di lingkungan yang penuh tekanan serta tuntutan sehingga
mengalami stres berat dapat memicu seseorang mengidap skizofrenia.
Bagaimana
cara untuk mengatasi masalah gangguan abnormalitas tersebut untuk mengatasi gangguan
depresi dapat dilakukan dengan terapi Cognitive behavior therapy (CBT). Terapi
ini bertujuan untuk membantu pengidap melepaskan pikiran dan perasaan negatif
serta menggantinya dengan respon positif. Ataupun dengan Problem-solving
therapy (PST), terapi yang dapat membantu meningkatkan kemampuan pengidap
menghadapi pengalaman yang memicu rasa tertekan. Penanganan untuk Skizofrenia
dengan cara Obat-obatan untuk mengatasi halusinasi dan delusi yang dialami,
dokter biasanya akan meresepkan obat antipsikotik dalam dosis yang rendah
selanjutnya dengan cara Terapi Elektrokonvulsi merupakan metode yang paling
efektif untuk meredakan keinginan bunuh diri bahkan membunuh orang lain mengatasi
gejala depresi berat, dan menangani psikosis serta beberapa terapi seperti Terapi perilaku kognitif, yang bertujuan
untuk mengubah perilaku dan pola pikir pada pengidap. Terapi remediasi
kognitif, yaitu terapi yang mengajarkan pengidap cara memahami lingkungan
sosial, serta meningkatkan kemampuan dalam memperhatikan atau mengingat
sesuatu, dan mengendalikan pola pikirnya.
Dari
fenomena kasus yang ada dapat di simpulkan bahwa setiap orang pasti punya
gangguan mental dan kepribadian di dalam dirinya masing masing bahkan orang
yang merdeka sekali pun pasti juga mengalami gangguan mental. Namun hal ini
tidak bisa kita anggap remeh jika sudah menganggu aktifitas dan kepribadian
diri. Meskipun banyak penanganan yang bisa mengatasi gangguan Abnormalitas akan tetapi dukungan keluarga dan support dari orang
terdekat sangat diperlukan untuk mempermudah jalan dan rintangan demi
kesembuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar