Pages - Menu

Pages - Menu

Jumat, 03 Mei 2024

Ken Gelis Widiahapsari-22310410063-SP-Artikel 2

“PERILAKU HISTRIONIK, MENELAAH GANGGUAN ABNORMALITAS GANGGUAN SOMATOFORM”

 

Nama                   : Ken Gelis Widiahapsari

NIM                     : 22310410063

Mata Kuliah         : Psikologi Abnormalitas

Dosen Pengampu : FX. Wahyu Widiantoro S.Psi.,MA

Usia masa dewasa madya bukanlah usia muda lagi dimana usia masa dewasa madya ini  kisaran antara 40-60 tahun. Dimana pada usia ini beberapa lansia menunjukan sikap Histrionik atau bisa dikatakan sebagai perilaku dimana para lansia mencari perhatian lebih terhadap keluhan fisik yang dirasakannya sebagai masalah yang serius. Keluhan yang dirasakan meliputi nyeri,pusing,meriang,mual,sakit perut ,kelelahan serta gangguan pernafasan. Perilaku Histrionik juga bisa dikatakan sebagai keluhan simton palsu dimana para lansia mengeluh sakit meskipun secara medis tidak terdapat adanya sakit fisik.

Gangguan Abnormalitas Somatoform merupakan Somatic symptom disorder (SSD) atau gangguan somatoform adalah kondisi psikologis yang membuat seseorang merasakan masalah secara fisik seperti sakit perut, nyeri, atau gangguan pernapasan. Namun, saat dilakukan pemeriksaan secara medis, tidak ditemukan sumber masalah dari keluhan fisik tersebut. Dokter sebenarnya tidak akan mendiagnosis seseorang dengan SSD semata-mata karena keluhan fisik yang tidak diketahui penyebabnya. Lebih jauh, kondisi ini lebih menekankan bagaimana keluhan fisik tersebut membuat seseorang merasa cemas berlebihan dengan kondisi tubuhnya. Pengidap somatic symptom disorder terkadang tidak menyadari bahwa keluhan fisik yang mereka rasakan didasari oleh gangguan mental. Gangguan somatoform lebih banyak ditemukan pada wanita dibandingkan pria.

Penderita Somatoform mengalami beberapa perubahan perilaku dan perubahan emosi seperti terlalu takut dan memiliki kekhawatiran yang tinggi serta menganggap gangguan fisik ringan mereka merupakan penyakit serius, kemudain selalu melakukan shopping dokter dimana penderita memeriksakan diri ke beberapa layanan rumah sakit karena tidak memercayai hasil yang menyatakan bahwa kondisi fisiknya tidak bermasalah serta selalu membatasi aktifitasnya karena mereka terlalu over terhadap fisiknya. Penyebab Somatoform disebabkan oleh banyak faktor tidak hanya trauma namun juga faktor lingkungan,psikologis bahkan biologisnya. Gangguan somatoform dapat berimbas pada menurunnya libido,dismorfik tubuh serta hipokondriosis jika tidak segera ditangan dengan benar maka si penderita kemungkinan besar dapat mengalami depresio ataupun gangguan distress.

Ada beberapa cara pengobatan gangguan somatoform yaitu pemberian obat didasari dengan kandungan antidepresan, berikuitnya dengan cara terapis perilaku kognitifdibantu untuk mengurangi fokus terhadap gejala fisik dirasakan.

Selain itu, hipnosis juga bisa digunakan sebagai alternatif terapi lainnya. Terapi ini akan dilakukan dengan membuat kondisi tubuh menjadi fokus dan rileks sehingga Anda dapat menerima sugesti positif yang diberikan. . Dukungan dan apresiasi juga menjadi bagian penting untuk proses penyembuhan.

Jadi kesimpulannya setiap manusia juga akan mengalami fase masa perkembangan dimana yang tua pernah merasakan muda dan yang muda akan merasakan tua, Gangguan somatoform dapat dikatakan gangguan yang kemungkinan akan terjadi di setiap manusia yang memasuki masa tua atau masa dewasa madya. Dengan ini segala bentuk gangguan abnormalitas juga tidak bisa dianggap remeh karena bisa mempengaruhi Kesehatan penderita maka dari itu para lansia diusahakan bagaimana caranya agar tidak merasa sendirian menghadapi masa tuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar