“PERILAKU HISTRIONIK, MENELAAH
GANGGUAN ABNORMALITAS GANGGUAN SOMATOFORM”
Nama : Ken Gelis Widiahapsari
NIM : 22310410063
Mata
Kuliah : Psikologi Abnormalitas
Dosen
Pengampu : FX. Wahyu Widiantoro S.Psi.,MA
Usia
masa dewasa madya bukanlah usia muda lagi dimana usia masa dewasa madya ini kisaran antara 40-60 tahun. Dimana pada usia
ini beberapa lansia menunjukan sikap Histrionik atau bisa dikatakan sebagai
perilaku dimana para lansia mencari perhatian lebih terhadap keluhan fisik yang
dirasakannya sebagai masalah yang serius. Keluhan yang dirasakan meliputi
nyeri,pusing,meriang,mual,sakit perut ,kelelahan serta gangguan pernafasan.
Perilaku Histrionik juga bisa dikatakan sebagai keluhan simton palsu dimana
para lansia mengeluh sakit meskipun secara medis tidak terdapat adanya sakit
fisik.
Gangguan
Abnormalitas Somatoform merupakan Somatic symptom disorder (SSD) atau
gangguan somatoform adalah kondisi psikologis yang membuat seseorang merasakan
masalah secara fisik seperti sakit perut, nyeri, atau gangguan pernapasan. Namun,
saat dilakukan pemeriksaan secara medis, tidak ditemukan sumber masalah dari keluhan
fisik tersebut. Dokter sebenarnya tidak akan mendiagnosis seseorang dengan SSD
semata-mata karena keluhan fisik yang tidak diketahui penyebabnya. Lebih jauh,
kondisi ini lebih menekankan bagaimana keluhan fisik tersebut membuat seseorang
merasa cemas berlebihan dengan kondisi tubuhnya. Pengidap somatic symptom
disorder terkadang tidak menyadari bahwa keluhan fisik yang mereka rasakan
didasari oleh gangguan mental. Gangguan somatoform lebih banyak ditemukan pada
wanita dibandingkan pria.
Penderita
Somatoform mengalami beberapa perubahan perilaku dan perubahan emosi seperti
terlalu takut dan memiliki kekhawatiran yang tinggi serta menganggap gangguan
fisik ringan mereka merupakan penyakit serius, kemudain selalu melakukan
shopping dokter dimana penderita memeriksakan diri ke beberapa layanan rumah
sakit karena tidak memercayai hasil yang menyatakan bahwa kondisi fisiknya
tidak bermasalah serta selalu membatasi aktifitasnya karena mereka terlalu over
terhadap fisiknya. Penyebab Somatoform disebabkan oleh banyak faktor tidak
hanya trauma namun juga faktor lingkungan,psikologis bahkan biologisnya.
Gangguan somatoform dapat berimbas pada menurunnya libido,dismorfik tubuh serta
hipokondriosis jika tidak segera ditangan dengan benar maka si penderita
kemungkinan besar dapat mengalami depresio ataupun gangguan distress.
Ada
beberapa cara pengobatan gangguan somatoform yaitu pemberian obat didasari
dengan kandungan antidepresan, berikuitnya dengan cara terapis perilaku
kognitifdibantu untuk mengurangi fokus terhadap gejala fisik dirasakan.
Selain
itu, hipnosis juga bisa digunakan sebagai alternatif terapi lainnya. Terapi ini
akan dilakukan dengan membuat kondisi tubuh menjadi fokus dan rileks sehingga
Anda dapat menerima sugesti positif yang diberikan. . Dukungan dan apresiasi
juga menjadi bagian penting untuk proses penyembuhan.
Jadi kesimpulannya setiap manusia juga akan mengalami fase masa perkembangan dimana yang tua pernah merasakan muda dan yang muda akan merasakan tua, Gangguan somatoform dapat dikatakan gangguan yang kemungkinan akan terjadi di setiap manusia yang memasuki masa tua atau masa dewasa madya. Dengan ini segala bentuk gangguan abnormalitas juga tidak bisa dianggap remeh karena bisa mempengaruhi Kesehatan penderita maka dari itu para lansia diusahakan bagaimana caranya agar tidak merasa sendirian menghadapi masa tuanya.







0 komentar:
Posting Komentar