MERANCANG KEBERUNTUNGAN MELALUI LOMBA FUN RUN NUTRIFLAKES 5K DAN BALI VIRTUAL RUN 11K
PSIKOLOGI INOVASI
E4-MENGIKUTI KOMPETISI LOMBA LARI
|
|
|
|
|
|
DOSEN PENGAMPU: Dr., Dra. ARUNDATI SHINTA, MA.
MAULANA NOR IKHSAN
22310410083
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA
12/2024
Pendahuluan
Merancang keberuntungan dalam kehidupan sehari-hari adalah konsep penting dalam psikologi inovasi. Hal ini melibatkan kesadaran untuk menciptakan peluang yang mengarah pada pengalaman bermakna dan transformasi pribadi. Sebagai aplikasi dari konsep ini, saya memutuskan untuk berpartisipasi dalam dua lomba lari, yaitu Fun Run Nutriflakes 5K (10 September 2024) dan Bali Virtual Run 11K (24 September 2024). Esai ini akan mengulas proses persiapan, tantangan, pengalaman lomba, serta kaitannya dengan psikologi inovasi.
Proses Kreativitas dan Latihan
Persiapan dimulai sejak awal Agustus 2024. Saya merancang program latihan yang mencakup lari 3 kali seminggu dengan jarak bertahap, dimulai dari 2 km dan meningkat hingga 10 km menjelang lomba Bali Virtual Run. Untuk menjaga motivasi, saya menggunakan aplikasi lari untuk melacak jarak dan waktu tempuh. Selain itu, playlist musik favorit menjadi teman setia saat latihan.
Tantangan terbesar adalah konsistensi. Dalam beberapa kesempatan, rasa malas dan cuaca yang tidak mendukung hampir membuat saya menyerah. Namun, saya mengatasinya dengan membuat jadwal latihan fleksibel serta berlari di treadmill saat cuaca buruk.
Pengalaman Lomba
Fun Run Nutriflakes 5K menjadi pengalaman lari pertama saya di acara formal. Saya menyelesaikan lomba dalam waktu 35 menit, melampaui target awal 40 menit. Kegembiraan saat melewati garis finis memberi dorongan kepercayaan diri untuk lomba berikutnya.
Dua minggu kemudian, Bali Virtual Run 11K menjadi tantangan yang lebih besar. Karena dilakukan secara virtual, saya harus mengatur sendiri rute lari di sekitar kota. Dengan persiapan yang matang, saya berhasil menyelesaikan 11 km dalam waktu 1 jam 25 menit. Meski terasa melelahkan, perasaan bangga menyelesaikan tantangan ini tak tergantikan.
Permasalahan dan Hubungan dengan Psikologi Inovasi
Permasalahan utama yang saya hadapi adalah keraguan pada kemampuan diri sendiri. Namun, konsep psikologi inovasi membantu saya mengubah pola pikir. Saya belajar bahwa keberuntungan bukan semata-mata keberhasilan tanpa usaha, melainkan hasil dari tindakan kreatif yang konsisten.
Melalui kedua lomba ini, saya mengembangkan self-efficacy dan resilience. Kepercayaan diri meningkat seiring dengan pencapaian target, sementara ketahanan mental terbangun dari pengalaman menghadapi tantangan fisik dan emosional. Hal ini selaras dengan gagasan bahwa inovasi pribadi dapat dimulai dari hal sederhana, seperti olahraga yang terstruktur.
Kesimpulan
Berpartisipasi dalam Fun Run Nutriflakes 5K dan Bali Virtual Run 11K adalah pengalaman yang membuktikan bahwa keberuntungan dapat dirancang melalui usaha dan kreativitas. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga mengajarkan pentingnya inovasi pribadi dalam menghadapi tantangan hidup.
Kedua lomba ini mengingatkan saya bahwa setiap langkah kecil dapat membawa perubahan besar jika dilakukan dengan konsistensi dan kesadaran. Dalam konteks psikologi inovasi, partisipasi ini menjadi bukti bahwa merancang keberuntungan bukanlah impian, melainkan kenyataan yang bisa kita ciptakan.
Daftar Pustaka
Bandura, A. (1997). Self-Efficacy: The Exercise of Control. W.H. Freeman.
Duckworth, A. (2016). Grit: The Power of Passion and Perseverance. Scribner.
(Foto kegiatan lomba, sertifikat, dan medali akan dilampirkan bersama esai ini.)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar