SUKA DAN DUKA BEROLAHRAGA SECARA RUTIN SELAMA 8 MINGGU: REFLEKSI PERUBAHAN DIRI
PSIKOLOGI INOVASI
E5- ESAI PERUBAHAN DIRI
|
|
|
|
|
|
DOSEN PENGAMPU: Dr., Dra. ARUNDATI SHINTA, MA.
MAULANA NOR IKHSAN
22310410083
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA
12/2024
Pendahuluan
Kegiatan olahraga sering dianggap sepele oleh sebagian orang, padahal dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental sangat signifikan. Selama delapan minggu terakhir, saya menjalani program olahraga rutin minimal satu jam per minggu. Olahraga yang saya pilih adalah jogging di sekitar kompleks perumahan. Setiap minggunya, saya mencatat jarak tempuh sebagai parameter kemajuan. Program ini dimulai pada minggu pertama September 2024 dan berlangsung hingga November 2024. Artikel ini tidak hanya menceritakan suka dan duka menjalani program ini, tetapi juga membahas perubahan yang saya alami dalam perspektif psikologi inovasi.
Kegiatan Olahraga dan Perkembangan Mingguan
Saya memulai dengan jarak tempuh 2 km di minggu pertama pada tanggal 31 September 2024. Awalnya, tubuh terasa kaku, dan napas mudah tersengal. Namun, seiring waktu, saya merasakan peningkatan stamina. Berikut perkembangan jarak tempuh dan waktu /pace per kilometernya saya menjngkat pesat selama delapan minggu. Rata-rata peningkatan jarak tempuh adalah 5 km per minggu. Selain itu, saya mencatat penurunan waktu tempuh dari 20 menit per kilometer di minggu pertama menjadi 12 menit per kilometer di minggu terakhir.
Suka dan Duka
Suka menjalani program ini meliputi perasaan bugar, tidur yang lebih nyenyak, serta suasana hati yang lebih stabil. Olahraga menjadi momen refleksi sekaligus waktu untuk menjernihkan pikiran. Namun, dukanya juga ada. Rasa malas sering menyerang, terutama setelah hari yang panjang. Terkadang, cuaca tidak mendukung, seperti hujan deras, sehingga saya harus menyesuaikan jadwal.
Permasalahan yang Dialami
Permasalahan utama adalah konsistensi. Di minggu ketiga, saya merasa ingin menyerah karena tubuh terasa lelah. Namun, saya mengingat tujuan jangka panjang dan mencoba memotivasi diri dengan melihat hasil yang sudah dicapai. Dukungan dari keluarga dan teman-teman juga membantu saya untuk tetap semangat.
Hubungan dengan Psikologi Inovasi
Olahraga rutin ini sejalan dengan konsep psikologi inovasi, khususnya dalam hal perubahan perilaku. Inovasi personal yang saya lakukan adalah mengintegrasikan kebiasaan baru ke dalam rutinitas sehari-hari. Melalui proses adaptasi ini, saya belajar pentingnya self-regulation dan self-efficacy.
Dalam psikologi, self-regulation adalah kemampuan untuk mengendalikan pikiran, emosi, dan tindakan untuk mencapai tujuan. Setiap minggu, saya harus menetapkan target yang realistis, mengevaluasi hasil, dan menyesuaikan strategi agar lebih efektif. Selain itu, self-efficacy—keyakinan bahwa saya mampu menyelesaikan tantangan—terus meningkat seiring pencapaian mingguan saya.
Kesimpulan
Delapan minggu menjalani olahraga rutin memberikan banyak pelajaran berharga. Selain peningkatan fisik, saya juga merasakan perubahan mental yang positif. Program ini menunjukkan bahwa dengan disiplin dan inovasi diri, kita dapat menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik.
Olahraga bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan sarana untuk melatih diri menghadapi tantangan dan beradaptasi dengan perubahan. Dalam konteks psikologi inovasi, perubahan ini menjadi bukti bahwa intervensi sederhana dapat memberikan dampak besar terhadap kehidupan seseorang.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Foto kegiatan olahraga akan dilampirkan bersama dengan esai ini.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
||||||
|
|
|
|
|
|
|
||||||
|
|
|||||||||||
|
|
|||||||||||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar