Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Kamis, 18 Juni 2026

ESSAY 7: BELAJAR KELOLA SAMPAH DI TPS3R

ESSAY 7: BELAJAR KELOLA SAMPAH DI TPS3R NITIKAN 2

Nama  : Wulan Rahmawati

NIM    : 24310410236

Kelas   : B

Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.

Tugas  : Essay 7 Belajar di TPS3R 

Belajar sistem pengelolaan sampah di TPS3R Nitikan 2

Kegiatan belajar mengenal pengelolaan sampah saya lakukan pada tanggal 18 Mei 2026 di TPS3R Nitikan 2 kota Yogyakarta. Saya didampingi oleh narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang menjadi mandor sekaligus yang memberikan pengarahan terkait pengelolaan sampah di TPS ini. Kegiatan berlangsung kurang lebih satu jam dari pukul 16.30 hingga 17.30. Selanjutnya sesi saya bagi menjadi dua yaitu pertama terdapat wawancara singkat dengan mandor pengelola dari DLH kemudian saya lanjutkan dengan observasi secara langsung di TPS3R, dimana pada waktu saya berkunjung kegiatan pengelolaan sampah sedang berlangsung di lokasi, jadi saya bisa mengamati dengan baik setiap prosesnya.

Berdasar hasil wawancara didapatkan beberapa informasi dimana TPS3R Nitikan 2 didirikan pemerintah kota Yogyakarta sebagai tempat pengelolaan sampah yang ada di Yogyakarta dan lembaga yang mengelola adalah langsung dari DLH. Pengelolaan sampah yang ada di TPS3R Nitikan ini dimulai dari pengumpulan, pemilahan dan terakhir ada pengolahan sampahnya itu sendiri. Pada proses ini masyarakat sekitar juga memiliki peran andil dalam memilah sampah sebelum masuk ke TPS meskipun belum semua masyarakat sadar untuk memilah sampah.

Pada proses pengumpulan sampah narasumber memberikan informasi bahwa pertama yang dilakukan yaitu mengambil sampah dari masyarakat dari rumah ke rumah lalu dibawa ke TPS dengan menggunakan gerobak sampah. Selanjutnya setelah sampai di TPS3R Nitikan 2 dilakukan penimbangan berat sampah kemudian sampah dimasukkan ke mesin conveyor untuk dipilah dan masuk ke mesin gibrig untuk menjadi sampah organik dan anorganik. Setelah terpisah, sampah organik akan diolah menjadi pupuk, sedangkan untuk sampah anorganik masuk ke mesin RDF dan dibawa ke Cilacap untuk dijadikan bahan bakar sebuah pabrik.

Banyak pembelajaran yang didapat setelah melakukan observasi secara langsung tentang proses pengelolaan sampah yang ada di TPS3R Nitikan 2 dari mulai proses pengumpulan, pemilahan sampai pengolahan sampah. Semua proses berjalan secara terstruktur dan efektif karena dibantu sarana dan prasarana yang memadai. Keberhasilan peranan dalam pengelolaan sampah di TPS3R Nitikan 2 tidak lepas juga dari dukungan warga sekitar yang ikut membantu dalam proses awal yaitu memilah sampah organik dan anorganik sebelum dibawa ke TPS3R meskipun belum semua warga melakukannya. Kita semua tahu bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab kita bersama sehingga peran masyarakat juga diperlukan agar lebih peduli terhadap lingkungan.

Selasa, 16 Juni 2026

ESAI 10: PARTISIPASI LOMBA

 PARTISIPASI LOMBA SEBAGAI LANGKAH PENGUATAN MOTIVASI INTERNAL (MENGIKUTI LOMBA LARI DAN LOMBA MENULIS PUISI)

Reni Prabandari
24310410221
Kelas Psikologi Lingkungan-B
Tugas Esai 10 (Partisipasi Lomba)
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


Partisipasi dalam suatu lomba sering kali dipandang hanya sebagai ajang untuk meraih juara atau penghargaan. Namun, di balik itu semua keterlibatan dalam berbagai kompetisi sebenarnya memiliki peran yang jauh lebih dalam, yaitu sebagai sarana untuk menguatkan motivasi internal seseorang. Motivasi internal atau motivasi intrinsik adalah dorongan yang berasal dari dalam diri individu untuk melakukan sesuatu karena merasa tertarik, puas atau ingin berkembang, bukan karena tekanan atau iming-iming hadiah semata.

Ketika seseorang mengikuti lomba, Ia akan dihadapkan pada proses persiapan yang menuntut kedisiplinan, konsistensi dan kerja keras. Proses ini secara tidak langsung mendorong individu untuk mengenali kemampuan dirinya sendiri, termasuk kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.

Saya pun juga ingin lebih mengenali kemampuan diri Saya dengan mengikuti berbagai jenis lomba. Dari kecil kebetulan saya hobby lari dan menulis. Oleh karena itu, Saya memutuskan mengikuti event lari dan juga lomba menulis.

1. Mengikuti Event Lari Tidar Borobudur 10 K

Saya sudah sering mengikuti beberapa event lari sebelumnya dan kali ini Saya mengikuti event lari di daerah tempat tinggal Saya di Magelang. Event lari itu bertajuk Tidar Borobudur 10 K yang diselenggarakan pada hari Minggu, 24 Mei 2026 mulai start pukul 05.30 WIB dengan lokasi start dan finish di alun-alun Kota Magelang dengan rute lari mengelilingi Kota Magelang. Alhamdulillah, Saya bisa finish sehat dengan waktu 1 jam 10 menit.

Dengan mengikuti event lari, mengajarkan Saya untuk bisa lebih mengenali kemampuan diri Saya. Bisa lebih melatih ketahanan fisik dan juga mental. Bisa juga untuk mengurasi stres dan menambah relasi atau pengalaman. Yang paling penting adalah membiasakan diri hidup sehat.

  

 


2. Mengikuti Lomba Menulis Puisi Secara Online

Dulu waktu masih sekolah, Saya beberapa kali ikut lomba menulis cerpen dan juga puisi karena dengan menulis Saya bisa menuangkan ide-ide di dalam kepala dalam bentuk tulisan. Mengikuti lomba menulis puisi bukan hanya tentang mencari kemenangan, tetapi juga menjadi sarana penting untuk mengembangkan diri. Kegiatan ini memberikan banyak manfaat, baik dalam hal kemampuan bahasa, emosi maupun kepribadian.

Menulis puisi bisa lebih mengasah kemampuan berbahasa, meningkatkan kreativitas, melatih ekspresi emosi dan meningkatkan kepercayaan diri.

Saya memutuskan mengikuti lomba menulis puisi secara online yang diselenggarakan oleh ruangcintakarya. Lomba ini bertajuk lomba cipta puisi dan cerpen tingkat nasional 2026 dengan tema lomba tentang rindu yang tak pernah usai.





Partisipasi dalam lomba bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang perjalanan membangun diri. Melalui proses latihan, pengalaman dan refleksi, individu dapat memperkuat motivasi internal yang menjadi dasar penting dalam mencapai kesuksesan jangka panjang. Oleh karena itu, mengikuti lomba seharusnya dipandang sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan diri, bukan semata-mata ajang untuk memperoleh kemenangan.


Daftar Pustaka:

Santrock, J.W. (2018). Educational Psychology. New York: McGraw-Hill Education.

Sardiman A. M. (2016). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.





ESAI 6: EKSPERIMEN TENTANG SAMPAH

 EKSPERIMEN TENTANG SAMPAH (MEMBUAT KOMPOS DAN ECO ENZYM)

Reni Prabandari
24310410221
Kelas Psikologi Lingkungan-B
Tugas Esai 6 (Eksperimen tentang Sampah)
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


Sampah organik dari rumah tangga seperti sisa sayuran, buah-buahan dan daun kering sering kali dibuang begitu saja. Padahal sampah tersebut dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat seperti kompos dan eco enzym. Melalui eksperimen tentang sampah organik yang Saya lakukan, akan dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menghasilkan produk yang berguna.

Saat dilaksanakannya eksperimen tentang sampah di rumah Dosen, Saya tidak bisa hadir dan Saya melakukan eksperimen sendiri di rumah dibantu oleh keluarga. Eksperimen tersebut adalah:

1. Membuat Kompos

Kompos adalah hasil penguraian bahan-bahan organik melalui proses alami yang melibatkan mikroorganisme. Pembuatan kompos merupakan salah satu cara sederhana dan ramah lingkungan untuk mengurangi jumlah sampah rumah tangga. Selain itu, kompos juga memiliki manfaat besar bagi kesuburan tanah karena mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman.

Proses pembuatan kompos dapat dilakukan dengan mudah menggunakan bahan-bahan yang tersedia di rumah. Dalam kesempatan ini Saya mencoba membuat kompos dari daun pisang dirajang kecil-kecil. Rajangan daun pisang kemudian diletakkan di ember. Rajangan daun pisang dicampur dengan dedak, kapur tani, POC, rajangan daun sirih, bubuk kayu, rajangan sampah kebun, tetes tebu dan EM4. Kemudian dicampur sampai rata. Kita siapkan wadah (gentong) bersih dan campuran tersebut dimasukkan ke dalam ember.




2. Membuat Eco Enzym

Salah satu cara mengurangi sampah organik adalah dengan mengolahnya menjadi eco enzym. Eco enzym adalah cairan alami yang dihasikan dari proses fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayuran, gula merah dan air matang dalam jangka waktu tertentu, biasanya sekitar tiga bulan. Cairan ini mengandung berbagai senyawa hasil fermentasi yang bermanfaat bagi lingkungan.

Eco enzym dapat digunakan sebagai pembersih alami, pupuk cair untuk tanaman, penghilang bau serta membantu mengurangi jumlah sampah organik rumah tangga.

Langkah-langkah membuat eco enzym adalah: siapkan 90 gram gula merah+270 gram kulit buah (jeruk)+900 gram air matang (450 gram air+450 gram air) dengan perbandingan 1:3:10. Gula merah ditimbang, dirajang, direbus dengan 450 gram air. Masukkan ke jerigen yang sudah bersih. Rajang kulit buah, timbang dan masukkan ke jerigen dengan torong khusus. Masukkan sisa air 450 gram ke jerigen. Siapkan 1 botol plastik yang sudah ada selang kecil. Isi botol tersebut dengan air mentah. 1 jerigen kecil diisi dengan 2 porsi, sedangkan jerigen besar 4 porsi. Fermentasi minimal 3 bulan.



Pengolahan sampah melalui pembuatan kompos dan eco enzym merupakan cara yang efektif untuk mengurangi jumlah sampah organik yang dibuang ke lingkungan. Melalui proses ini, limbah organik seperti sisa sayuran dan kulit buah dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat, yaitu kompos sebagai pupuk alami dan eco enzym sebagai cairan serbaguna yang ramah lingkungan. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Dengan demikian, pemanfaatkan sampah organik menjadi kompos dan eco enzym dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat dan berkelanjutan.






ESSAY 6 : EKSPERIMEN TENTANG SAMPAH

YOSY TEGAR SEPTIAN

NIM: 24310410242

PSIKOLOGI LINGKUNGAN (B)

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A.

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

 

    Memproduksi sampah secara bertanggung jawab adalah sikap dan perilaku individu maupun kelompok dalam menghasilkan, menggunakan, dan membuang sampah dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan, dan kehidupan sosial.

    Pada minggu tanggal 17 Mei 2026 mahasiswa melaksanakan praktek pengelolaan sampah dengan bijak. Para mahasiswa berkumpul dirumah dosen Dr. Arundati Shinta M.A. di sekitaran jalan kaliurang. Cerita saya, rumah beliau adalah sangat bersih di setiap ujung tempatnya tidak ternodahi sedikit sampah dan kami para mahasisiwa merasakan kesejukan di rumah beliau ini.

 

                                                                                                                    



MATERI 1. BELAJAR BERTANGGUNGJAWAB TERHADAP SAMPAHNYA SENDIRI

Mahasiswa diminta membawa 2 macam kue (dibungkus daun pisang + dibungkus plastik). Setelah makan, bungkus diletakkan ke tempatnya. Bungkus plastik selanjutnya dibawa ke bank sampah.

 

MATERI 2A. MEMBUAT KOMPOS

1.      Daun pisang dipotong kecil-kecil. Sampah kebun dirajang dengan mesin.Rajangan daun pisang dicampur dengan: dedak + dolomit / kapur tani + POC + rajangan daun sirih + bubuk kayu + rajangan sampah kebun + tetes tebu + EM4. Campur sampai rata.Masukkan campuran tadi ke dalam gentong, yang sudah ada bantal kompos.

 

MATERI 2B. MEMANEN KOMPOS

 

1.      Memindahkan kompos yang sudah jadi yang ada di ember logam ke gentong penyimpanan kompos. Pilih gentong yang komposnya sudah matang dan siap panen. Kompos disaring. Kompos yang halus ada di ember logam, sedang kompos kasar di letakkan di tanaman.

 

MATERI 3. MEMBUAT ECO-ENZYM

1 porsi ecoenzym= 90 gram gula merah + 270 gram kulit buah-buahan + 900 gram air matang (450 gram air + 450 gram air). Terkenal dengan perbandingan 1 : 3 : 10.

Gula merah direbus dengan 450 gram air. Masukkan ke jerigen yang sudah bersih. Rajang kulit buah, masukkan ke jerigen. Masukkan sisa air 450 gram ke jerigen. Siapkan 1 botol plastik yang sudah ada selang kecil. Isi botol tersebut dengan air mentah. Satu jerigen kecil diisi dengan 2 porsi, sedangkan jerigen besar 4 porsi. Fermentasi minimal 3 bulan.

 

MATERI 3B. PANEN ECO ENZYM + FERMENTASI KEDUA

1.      Siapkan tempat panen (ember plastik).

2.      Pilih jerigen dengan ecoenzym yang sudah usia minimal 3 bulan.

3.      Saring eco-enzym dengan saringan besar plastik.

4.      Masukkan ampas ezo enzym ke ember POC.

5.      Masukkan cairan eco enzym ke dalam botol plastik, isinya 75% saja.

6.      potong lerak + sereh, masukkan ke botol plastik.

Fermentasi minimal 1 bulan.

 

 

MATERI 4. MEMBUAT SABUN ECO ENZYM.

- Bahan-bahannya: 200 gram metyl etyl sulfonat + 150 gram garam + 10 gram EDTA + 90 gram aminon + 26 gram gliserin + 1 tetes pewarna + 3,5 liter air.

- 200 gram mess diaduk-aduk bersama air mendidih sampai 30 menit.

- Larutkan 150 gram dalam 1 lt air mendidih.

Tuangkan bumbu-bumbu ke dalam cairan mess. Cairan garam yang paling akhir.

- Diamkan semalam.

- Esok harinya, cairan mess yang sudah dingin +450 ml cairan eco enzym fermentasi kedua yang sudah disaring + aroma jeruk. Aduk-aduk sampai rata.

Sabun cair Siap digunakan.

Essai Prestasi 4 gotong royong bersama membersihkan rumah ibadah

 Menjaga Tradisi dan Kesucian: Gotong Royong Warga RT 30 Talang Banjar di Langgar Baiturahim




Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggal masih tertanam kuat di tengah masyarakat Kota Jambi. Hal ini dibuktikan secara nyata oleh warga RT 30, Kelurahan Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi. Pada hari Minggu pagi yang cerah, puluhan warga dari berbagai usia berkumpul dengan satu tujuan yang mulia, yaitu melaksanakan aksi gotong royong membersihkan tempat ibadah kebanggaan mereka, Langgar Baiturahim.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini diinisiasi oleh ketua RT setempat bersama para tokoh agama dan pemuda. Bagi warga RT 30 Talang Banjar, Langgar Baiturahim bukan sekadar bangunan fisik tempat menunaikan ibadah salat lima waktu. Tempat ini merupakan jantung aktivitas sosial, pusat silaturahmi, dan ruang bagi anak-anak sekitar untuk belajar mengaji. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kesucian langgar sudah menjadi tanggung jawab moral bersama yang melekat di hati setiap warga.

Sebelum aksi bersih-bersih dimulai, warga berkumpul di halaman langgar untuk melakukan pembagian tugas agar kerja bakti berjalan efektif. Pembagian kerja dilakukan secara adil tanpa memandang usia. Kelompok bapak-bapak dan para pemuda mendapat tugas berat untuk membersihkan bagian luar bangunan. Mereka membersihkan parit di sekitar tempat wudu, memangkas rumput liar yang mulai meninggi di halaman, serta mengecat ulang beberapa bagian pagar yang warnanya sudah mulai pudar.

Sementara itu, kelompok ibu-ibu bergerak lincah di area interior langgar. Dengan penuh ketelitian, mereka menyapu dan mengepel lantai utama, mengelap kaca jendela yang berdebu, serta mencuci mukena, sarung, dan sejadah inventaris langgar. Tidak ketinggalan, bagian langit-langit yang kerap menjadi sarang laba-laba dibersihkan menggunakan sapu panjang hingga benar-benar resik. Suasana gotong royong ini terasa sangat hangat, diselingi dengan canda tawa khas warga yang membuat rasa lelah sama sekali tidak terasa.

Tidak hanya tenaga, partisipasi warga juga terlihat dari kontribusi logistik. Di sudut halaman, beberapa ibu rumah tangga sibuk menyiapkan konsumsi. Mereka secara sukarela membawa aneka penganan tradisional seperti pempek, pisang goreng, serta kopi dan teh hangat untuk menyemangati warga yang sedang bekerja. Kehadiran hidangan sederhana ini semakin menambah kekompakan dan rasa kekeluargaan di antara tetangga.

Menjelang waktu salat Zuhur, kegiatan gotong royong ini akhirnya selesai. Langgar Baiturahim kini tampil dengan wajah baru yang jauh lebih bersih, rapi, dan harum. Karpet-karpet sajadah yang telah divakum dan dijemur kembali digelar, memberikan kenyamanan ekstra bagi siapa saja yang akan beribadah di dalamnya. Halaman luar yang bersih dari sampah dan rumput liar juga memberikan pemandangan yang menyejukkan mata bagi setiap pengendara yang melintas di kawasan RT 30 Talang Banjar.

Aksi gotong royong di Langgar Baiturahim ini menjadi sebuah refleksi penting bahwa nilai-nilai luhur kebersamaan bangsa Indonesia belum pudar di era modern. Kegiatan ini tidak hanya berhasil mengembalikan keasrian tempat ibadah, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk mempererat tali silaturahmi antargenerasi di lingkungan RT 30. Dengan langgar yang bersih dan suci, warga kini dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan nyaman.

Lisa Sugiarty_24310410230_kelas karyawan_psikologi lingkungan_essai prestasi_ibu Arundati Sinta_up45