Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Kamis, 21 Mei 2026

ESSAY PRESTASI (2)

YOSY TEGAR SEPTIAN

NIM: 24310410242

PSIKOLOGI LINGKUNGAN (B)

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A.

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA


JUDUL : MELAKUKAN KERJABAKTI MEMBERSIHKAN MAKAM & MEMBANTU ACARA TETANGGA (REWANG) 


(kegiatan 1)

Kegiatan masyarakat merupakan aktivitas yang dilakukan bersama oleh warga masyarakat, untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis. Kegiatan membersihkan makam ini biasanya dilakukan secara sukarela sebagai bentuk kepedulian sosial, penghormatan kepada leluhur, serta upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan pemakaman. Selain itu, gotong royong membersihkan kuburan juga dapat mempererat hubungan antarwarga dan menumbuhkan rasa kebersamaan dalam masyarakat. 

Gotong royong membrsihkan makam ini dilaksanakan guna menyambut hari raya idul adha. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 17 Mei 2026. Kami melaksanakan selama 2 jam, Makam yang dibersihkan adalah makam Ngrandu yang berada di dusun Ngrandu, Triharjo, Wates, KP. Kegiatan ini diawali dengan kesepakatan pelaksanaan gotong royong dan esekusinya. Pelaksanaan dilakukan dengan lancar aman dan tertib.

Manfaat membersihkan makam yaitu 

1. Sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang telah meninggal

2. Menjaga kebersihan lingkungan

3. Mempererat hubungan sosial

4. Bernilai ibadah dan amal kebaikan

5. Melestarikan tradisi dan budaya masyarakat.




(kegiatan 2)

Selain itu, salah satu contoh kegiatan masyarakat yaitu Rewang. Kegiatan rewang adalah tradisi tolong-menolong dalam masyarakat, khususnya di daerah Jawa, di mana warga saling membantu dalam pelaksanaan suatu acara atau hajatan, seperti pernikahan, khitanan, syukuran, atau kegiatan adat lainnya. Saya bertugas membantu menyiapkan makanan, memasak, menata tempat, melayani tamu, hingga membersihkan lokasi acara secara sukarela tanpa mengharapkan imbalan. Kegiatan ini menciptakan kebersamaan antara sesama, memberikan kemakmuran masyarakat juga menumbuhkan rasa peduli dan tanggung jawab. 

Konsekuensi jika masyarakat semgaja tidak ikut gotong royong :

1. Dipandang kurang peduli terhadap lingkungan atau masyarakat

2. Hubungan sosial menjadi kurang harmonis

3. Mengurangi rasa solidaritas masyarakat

Tetapi bisa dimaklumi jika memiliki alasan tertentu.

Pada kesempatan kali ini kami melakukan kegiatan Rewang dengan membantu tetangga yang sedang melaksanakan yasinan 7 hari meninggal dunia,  pada tanggal 15 Mei 2026 Pukul 19.00- 22.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah tetangga saya.  Kegiatan berjalan dengan lancar aman dan selamat. Tetangga merasa terbantu dan kami juga merasa senang  bisa saling membantu.




Berdasarkan kegiatan yang saya lakukan, kegiatan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun lingkungan sosial yang positif, aman, dan harmonis. Kegiatan seperti gotong royong tidak hanya menjadi sarana pembelajaran agama, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, serta rasa tanggung jawab pada masyarakat. Dan yang paling utama adalah rasa saling membantu kerjasama. 


 

Tugas                    : Esai 6 – Eksperimen organik di rumah dosen 

Nama MK            : Psikologi Lingkungan 

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A. 

Kelas                    : Karyawan (online)

Titik Muti’ah       (243010440004)  

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta 

KUNJUNGAN: 

Hari/Tanggal :  Minggu 17 Mei 2026

Waktu :            09.00 -11.30 

Tempat :          Rumah DR. Arundati Shinta, M.A. 


                                                                                                   
Pagi itu, halaman rumah Arundati Shinta yang terletak di daerah sekitar belakang kampus UII yang sangat asri, rapi tertata dan bersih. Beliau dikenal dosen gigih menyuarakan isu lingkungan, pengelolaan sampah, dll.  Beliau menyulap halaman belakang menjadi laboratorium alam yang asri dengan banyak tanaman. Hari ini, rumahnya menjadi titik temu dua generasi yang memiliki keresahan serupa terhadap bumi: sekelompok ibu-ibu tangguh dari Bank Sampah dan belasan mahasiswa bimbingan beliau yang penuh energi. Mereka berkumpul bukan untuk berteori, melainkan melakukan aksi nyata menyulap sampah domestik menjadi produk bernilai guna. 
Mahasiswa diminta membawa makanan 2 macam kue bekalnya (1 kue dibungkus daun pisang + 1 kue dibungkus plastik). Makanan harus habis – perilaku reduce. Setiap mahasiswa wajib menghabiskan makanannya, belajar bertanggungjawab. 
Eksperimen dimulai dengan membagi peserta ke dalam beberapa pos kerja. Di sudut kanan, para mahasiswa memotong kecil daun bungkus makanan yang kami bawa. Mahasiswa berekperimen pada limbah organic. Mereka mempraktikkan metode komposting yang cepat dan tidak berbau. Rajangan daun pisang dicampur dengan: dedak + dolomit / kapur tani + POC + rajangan daun sirih + bubuk kayu + rajangan sampah kebun + tetes tebu + EM4. Campur sampai rata, selanjutnya kompos bisa dipanen.  
Sebagian memasukkan sisa/kulit buah segar—seperti jeruk, nanas, dll yang juga sudah diiris kecil-kecil dengan air dan molase ke dalam wadah plastik besar untuk difermentasi menjadi eco-enzyme tahap pertama. Eco enzyme  tahap dua dicampur dengan sereh dan lerak yang sudah dipotong kecil, sedangkan eco-enzyme tahap ke tiga (3 bulan difermentasi) dicaring dimasukkan ke larutan saben cuci piring  dan bisa dikemas sebagai produk yang bisa digunakan. 
Selain itu mahasiswa juga diminta membuat saben eco enzym bahannya cukup beraneka ragam, ada 7 bahan yang masingmasing dicampurkan dan diaduk terus menerus. Campuran tadi didiamkan semalam, setelah dingin dicampur dengan eco enzym fermentasi kedua, diaduk sampai rata baru dikemas dalam botol sebagai poduk sabun cair. 
Aktivitas yang berlangsung hingga siang hari ini bukan sekadar eksperimen daur ulang. Rumah sang dosen telah menjadi ruang dialektika yang hidup, di mana pengalaman praktis ibu-ibu bank sampah berpadu sempurna dengan idealisme akademis mahasiswa. Dari halaman rumah ini, mereka membuktikan bahwa pengelolaan sampah berbasis komunitas bukan hal yang mustahil, dimulai dari pemilahan di dapur sendiri demi bumi yang lebih bersih.

   






Rabu, 20 Mei 2026

Essai 4 : Komitmen Pro Lingkungan

 Komitmen Pro Lingkungan 

Sucianingsih M Rivai 

24310410209 

Kelas Psikologi Lingkungan - B 

Tugas Essai : 4 

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A.


Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta 

Link Video : https://youtu.be/iVu1J0TQ6y0?si=zWKqt8iLOXQGA6vi

 Pentingnya Menjaga Lingkungan dengan Membuang Sampah Pada Tempatnya 


Lingkungan yang bersih merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan kehidupan yang sehat dan nyaman. Namun, pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama dalam hal membuang sampah. Banyak orang masih membuang sampah sembarangan meskipun tempat sampah sudah tersedia di sekitar mereka. Kebiasaan ini terlihat sepele, tetapi sebenarnya dapat menimbulkan dampak yang besar bagi lingkungan dan kehidupan manusia. 

Sampah yang dibuang di jalan, selokan, atau sungai dapat menyumbat aliran air sehingga menyebabkan banjir ketika hujan turun. Selain itu, sampah yang menumpuk juga dapat mencemari lingkungan, menimbulkan bau tidak sedap, dan menjadi sumber penyakit. Jika masyarakat terus mengabaikan kebersihan lingkungan, maka kerusakan alam akan senakin sulit untuk dikendalikan. 

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan masih perlu ditingkatkan. Banyak orang menganggap bahwa membuang sampah pada tempatnya adalah hal kecil yang tidak terlalu penting. Padahal, kebiasaan sederhana tersebut dapat memberikan dampak besar jika dilakukan oleh semua orang. Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana yang nyaman, sehat dan indah untuk ditempati. Selain itu, kebersihan juga akan mencerminkan kepedulian dan tanggung jawab seseorang terhadap lingkungan sekitarnya. 

Saya menegaskan bahwa membuang sampah pada tempatnya sebenarnya tidak membutuhkan banyak waktu maupun tenaga. Seseorang hanya perlu berjalan beberapa langkah menuju tempat sampah yang telah disediakan. Tindakan sederhana ini tidak akan merugikan siapa pun, justru dapat membantu menjaga lingkungan tetap bersih dan terhindar dari berbagai masalah. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk tetap membuang sampah sembarangan. 

Menjaga kebersihan lingkungan seharusnya menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas kebersihan atau pemerintah. Setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik. Kebiasaan kecil seperti membuang sampah pada tempatnya perlu dibiasakan sejak dini agar menjadi budaya yang positif di masyarakat. 

Membuang sampah pada tempatnya merupakan tindakan sederhana yang memiliki manfaat besar bagi lingkungan. Jika masyarakat memiliki kesadaran dan kepedulian yang tinggi terhadap kebersihan, maka berbagai masalah lingkungan seperti banjir dan pencemaran dapat dikurangi. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan demi kehidupan yang lebih sehat, nyaman, dan aman di masa depan. 

Essai 2 Berbagi rezeki bukan dalam hal yang dipikir tidak berguna

BERBAGI REZEKI BUKAN DALAM HAL YANG DI PIKIR TIDAK BERGUNA 

Sampah dapat diubah menjadi rezeki (cuan) dan berkah melalui pengelolaan yang tepat, seperti bank sampah, daur ulang menjadi kerajinan, atau kompos. Sampah organik dapat dikonversi menjadi energi biomassa, sementara anorganik seperti plastik dan kertas bernilai jual tinggi. Konsep ini mendukung ekonomi sirkular dan membuka peluang usahaMengubah sampah menjadi rezeki bukan lagi sekadar slogan, melainkan sebuah konsep ekonomi sirkularnyata yang mampu menghasilkan uang sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Plastik bekas makanan, minuman, maupun produk lainnya terkadang sering dibuang begitu saja oleh pemakainya. Plastik-plastik yang telah dibuang tersebut tak bisa diurai oleh organisme tanah yang akhirnya menjadi salah satu penyebab pencemaran lingkungan. Padahal, jika mau kreatif dan bersusah payah sedikit, palstik-plastik bekas tadi bisa menghasilkan pundi-pundi uang yang menguntungkan.

Jarang mendapatkan perhatian publik, nyatanya sampah bisa menjadi salah satu peluang bisnis yang menguntungkan. Bahkan mendengar istilah ‘sampah’ saja sudah membuat banyak orang enggan untuk membahasnya. Tapi siapa sangka, dari suatu barang sisa yang tidak digunakan lagi yang dianggap sampah itu, bisa mendatangkan cuan.

Di tempat saya tinggal, tempatnya di provinsi jambisebagian besar Bank Sampah itu tidak berfungsi dengan baik. Bank sampah di gunakan pada saat adackunjungan kerja atau kegiatan pemerintahan saja yang hanya untuk dokumentasi kelengkapan acara tersebut. Saya dsini mencoba berbagi sampah yang ada dirumahsaya dengan pemulung yang ada lewat di depan rumah saya. Biasanya saya mengumpulkan dan memisahkan sampah plastik, kardus atau pun barang pecah belah yang tidak layak lagi digunakan. Kemudian saya dengan suka rela memberikan kepada pemulung itu untuk mereka jual lagi di pengepul. M,ungkin sedikit membantu perekonomian mereka dari sampah yang tidak berguna bagi sebagian orang bisa berguna untuk pemulung yang memang merupakan sumber khidupanmereka. 

Tahukah Sobat bahwa sampah yang dihasilkan banyak orang bisa didaur ulang untuk dibuat berbagai macam barang yang dapat dijual kembali untuk mendapatkan rupiah. Belajar dari Ovy Sabrina dan Novita Tan pendiri Rebrick Indonesia, perusahaan yang menawarkan solusi dengan cara mengubah kantong kresek dan kemasan shampoo menjadi paving block atau bahan bangunan lainnya

Sampah yang biasa saya berikan itu botol bekas air mineral,  kotak kardus dari tisu, kardus botol air mineral atau pun kardus dari saya berbelanja sembako di supermarket. Ada sebagian supermarket di kota jambi, jika tidak membawa kantong belanja mereka memberikan secara gratis kardus untuk menjadi tempat kantung belanja. Jadi dr hal-hal kecil itulah saya lakukan biar bermanfaat bagi yang membutuhkan. Kantong makanan yang menggunakan kotak-kotak kecil ataupun snack jajanan anak-anak pun saya kumpulkan menjadi satu. 

Kehidupan menjadi pemulung itu sangatlah beratsebagian orang berpikir kalau sampai itu kotor, busuk,bau dan jijik tapi jika kita bisa mengelolah sampai dengan benar akan menghasilkan uang asal rajin dan tekun.Samph jika dilihat memang sangat tidak menarik dan memang harus diniatkan untuk mengelolanya. 

Saya tertarik dengan sampah sejak mengikut mata kuliah Psikologi Lingkungan yang memberi pelajaran bagaimana padangan tentang sampah itu, banyak hal penting yang dapat kita lakukan dari sampah. Walau saya belum dapat melakukan hal yang besar, minimal saya bisa membantu hal kecil dengan berbagi sampah pemulung. Sampah rumah tangga jika dikelola dengan baik akan sangat bermanfaat. Sampah kering dan plastik bisa kita berikan kepada pemulung. Sedangkan sampah basah bisa dikelola menjadi pupuk kompos. Saya baru mulai mengerti bagaimana mengolah sampah agar bisa berguna. Selama ini saya hanya mengumpulkan sampah tanpa memisahkannya dan langsung dibuang ditempat pembuangan sampah tidak melakukan proses pemisahan, apa sampah itu sampah kering atau sampah basah. Pemanfaatan sampah ini



membuktikan bahwa dengan kreativitas dan pengelolaan yang benar, limbah dapat memberikan berkah dan tambahan penghasilan bagi masyarakat

Keterengan

BERBAGI REZEKI BUKAN DALAM HAL YANG DI PIKIR TIDAK BERGUNA_Psikologi Lingkungan_Essaike 2_Flogging_ Arundati Shinta_ B _mei 2026_Lisa Sugiarty_24310410230

Tempat dilakukan flogging di rumah sendiri ( memisahkan sampah kering, plastik dan basah, 06.00-08.00) dan saya melakukan jogging di perkantoran Poltabes ( 16.00-18.00) 

 

Selasa, 19 Mei 2026

ESSAI PRESTASI PELAYANAN MASYARAKAT

Semangat Gotong Royong Pemuda Desa Dalam Pelayanan Mayarakat 

Kinanthi Kembang Asmoro

24310410224

Tugas Essai Prestasi

Dosen pengampu Dr. Arundati Shinta, M.A.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta



Pemuda desa mempunyai peran penting dalam kehidupan masyarakat. Anak muda bukan cuma jadi generasi penerus, tapi juga jadi penggerak kegiatan yang membuat desa lebih hidup dan kompak. Salah satu contohnya adalah saat mengadakan acara bersama seperti syawalan, halal bihalal, pengajian, atau acara kumpul warga lainnya. Dengan semangat gotong royong, acara yang awalnya biasa saja bisa jadi meriah dan penuh kebersamaan seperti pada gambar di atas.

Biasanya, sebelum acara dimulai, para pemuda sudah sibuk mempersiapkan semuanya. Ada yang membantu memasang dekorasi, menata kursi, mengatur lampu, menyiapkan panggung, sampai membersihkan tempat acara. Walaupun capek, mereka tetap semangat karena semua dilakukan bersama-sama. Suasana kerja jadi seru karena sambil bercanda dan ngobrol bareng teman-teman. Dari situ terlihat kalau kekompakan pemuda desa masih sangat kuat.

Selain itu, pemuda juga ikut membantu saat acara berlangsung. Ada yang jadi panitia, bagian konsumsi, dokumentasi, keamanan, bahkan ada yang mengatur jalannya acara supaya tetap tertib. Kerja sama seperti ini membuat acara berjalan lancar dan masyarakat jadi nyaman. Banyak warga yang merasa senang dan bangga melihat anak-anak muda yang aktif membantu kegiatan desa.

Kegiatan seperti ini sebenarnya termasuk bentuk pelayanan masyarakat. Walaupun terlihat sederhana, dampaknya sangat besar bagi warga desa. Dengan adanya acara bersama, hubungan antarwarga jadi lebih dekat dan suasana desa terasa lebih hangat. Orang-orang yang jarang bertemu jadi bisa berkumpul dan saling bercanda bersama. Hal seperti ini penting untuk menjaga rasa persaudaraan dan kekeluargaan di lingkungan desa.

Gotong royong juga mengajarkan banyak hal positif kepada para pemuda. Mereka belajar bekerja sama, bertanggung jawab, menghargai pendapat orang lain, dan saling membantu. Tidak semua pekerjaan bisa selesai sendiri, jadi dibutuhkan kekompakan agar semuanya berjalan lancar. Dari kegiatan seperti ini, pemuda jadi lebih peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Di zaman sekarang, banyak anak muda yang lebih sering sibuk bermain gadget atau media sosial. Karena itu, kegiatan gotong royong seperti ini menjadi hal yang sangat bagus untuk dipertahankan. Selain menambah pengalaman, kegiatan bersama juga bisa mempererat pertemanan antar pemuda desa. Mereka jadi punya kenangan dan pengalaman seru yang tidak bisa didapat hanya dari bermain handphone.

Acara desa yang meriah juga tidak lepas dari dukungan masyarakat. Orang tua, bapak-bapak, ibu-ibu, dan pemuda saling membantu demi kesuksesan acara. Ada yang menyumbang tenaga, makanan, bahkan peralatan yang dibutuhkan. Semua bekerja sama tanpa memikirkan keuntungan pribadi. Inilah yang membuat suasana desa terasa nyaman dan penuh kebersamaan.

Dari kegiatan seperti pada gambar, kita bisa melihat bahwa semangat gotong royong masih hidup di kalangan pemuda desa. Dengan kerja sama dan rasa peduli terhadap masyarakat, mereka mampu membuat acara yang meriah dan berkesan. Semangat seperti ini harus terus dijaga supaya hubungan antarwarga tetap harmonis dan kehidupan desa menjadi lebih kompak, ramai, dan penuh rasa kekeluargaan.