Upaya Mengurangi Timbulan Sampah Plastik di Lingkungan
Kinanthi Kembang Asmoro
24310410224
Kelas Psikologi Lingkungan B
Tugas Essai 1
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
a. Abstrak
Pramiati Purwaningrum(2016). Upaya Mengurangi Timbulan Sampah Plastik di lingkungan.
b. Permasalahan:
Permasalahan sampah plastic di Indonesia saat ini berada pada kondisi yang menghawatirkan karena pengelolaan ditingkat Masyarakat dan Kawasan baru 5%, sehingga sebagian besar beban sampah beralih ke TPA yang lahannya semakin terbatas. Dengan komposisi sampah plastik mencapai 14% dari total timbulan, volume sampah plastic nasional diprediksi menyentuh angka 9,52 juta ton pada tahun 2019. Indonesia sebagai peringkat kedua dunia sebagai penyumbang plastic ke laut. Secara lingkungan, plastic sangat berbahaya karena sulit terurai sehingga membutuhkan waktu 20 sampai 500 tahun dan dapat merusak kesuburan tanah dengan membunuh mikroorganisme pengurai dan menghambat sirkulasi oksigen. Selain itu, pembakaran sampah plastic secara sembarangan melepaskan gas beracun seperti hidrogrn sianida dan karbon monoksida yang mengancam Kesehatan manusia serta berkontribusi pada permaslahan global. Secara ekologis, sampah plastic yang berakhir diperairan dan Sungai tidak hanya menyebabkan penyumbatan aliran yang memicu banjir, tetapi juga menjadi racun berantai dalam rantai makanan yang mematikan berbagai satwa laut seperti penyu dan lumba-lumba.
c. Tujuan penelitian:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengurangan timbulan smapah plastic melalui penerapan konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle). fokus utamanya Adalah mengevaluasi teknologi konversi sampah plastic menjadi bahan bakar minyak melalui proses cracking serta pemanfaatanya sebagai bahan baku karbon katif untuk mengolah limbah cair. Hal ini dilakukan guna menekan volume sampah yang berakhir di TPA dan meminimalisir dampak kersakan ekosistem.
d. Isi jurnal
Jurnal menjelaskan bahwa pengelolaan smapah di Indonesia menmasih menjadi maslah besar karena Tingkat pengurangan di Masyarakat hanya sekitar 5%. Sampah plastic merupakan komposisi terbesar ledua setelah sampah organic, yakni 14% dari total timbulan sampah nasional. Plastik memiliki dampak lingkungan y6ang serius karena sulit terurai, di mana dibutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk terdekomposisi sempurna, untuk mengatasi hal ini memerlukan konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle). termasuk teknologi konversi sampah plastic menjadi bahan bakar minyak melalui proses cracking. Selain itu, sampah jenis polyethylene dapat diolah menjadi karbon aktif untuk memproduksi kandungan polutas dalam limbah cair. Pemanfaatan Kembali sampah plastic melalui berbagai metode penelitian ini diharapkan dapat mengurangi volume timbulan sampah dilingkungan
e. Metode penelitian
Metode penelitian meliputi studi literatur terhadap data nasional dan hasil berbagai penelitian eksperimental mengenai pengeolahan limbah plastik. Pendekatan utamanya mencakup klasifikasi plastic berdasakan sifat termalnya untuk menentukan jenis yang dapat didaur ulang. Secara teknis metode yang dikaji Adalah proses Cracking (thermal, katalitik, dan hidro) untuk mengonversi polimer menjadi bahan bakar minyak. Selain itu, digunakan metode eksperimen adsorpsi dengan mengolah plastic jenis polyethylene menjadi karbon aktif guna menguji efisiensi penurunan kadar polutan fosfat dalam limbah cair.
f. Hasil
Hasil penelitan ini menunjukan bahwa sampah plastic memiliki nilai kalor tinggi, dengan jenis polyethylene (46,3 MJ/kg) dan Polypropylene (46,4 MJ/kg) yang melampaui nilai kalor bensin dan solar. Konversi sampah plastic menjadi bahan bakar (BBM) paling efektif dilakukan melalui proses catalytic cracking pada suhu 550˚C. selain itu, sampah plastic jenis polyethylene berhasil diolah menjadi karbon aktif yang mampu menurunkan kandungan fosfat dalam limbah cair dengan efisiensi hingga 54,75%. Secara keseluruhan, berbagai metode daur ulang konversi energi ini terbukti dapat mengurangi volume timbulan sampah plastic di lingukungan secara signifikan.













