Heni Dwi Anggreani
25310440001
Kelas Psikologi Lingkungan - B
Tugas Essai 3
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
PENGARUH KONDISI LINGKUNGAN TERHADAP PERILAKU MEMBUANG SAMPAH (Before-After : di Area Pertokoan dan Lapangan )
(Jenis sampah yang dikumpulkan plastik dan botol plastik seberat ± 1kg yang disumbangkan ke Bank Sampah)
Sebelum melakukan kegiatan pembersihan sampah, saya memandang kondisi lingkungan yang kotor sebagai sesuatu yang biasa dan tidak terlalu menjadi perhatian. Persepsi saya saat itu menganggap bahwa sampah hanyalah bagian dari aktivitas sehari-hari yang wajar ditemui, terutama di tempat umum. Pengalaman ini berubah ketika saya melakukan observasi dan melakukan pembersihan pada dua lokasi berbeda.
Lokasi 1 ” Pasar shoping/ pertokoan yang
dekat dengan Pasar
Pada hari Jum’at tanggal 24 April 2026, sekitar pukul 16.00 sore – 17.30 WIB saya mengamati daerah pertokoan yang berada di dekat Pasar Shoping Salatiga, saya melihat dan menemukan beberapa sampah plastik dan botol minuman yang berserakan di depan toko/ kios tersebut, ada juga beberapa yang sudah dibungkus plastik namun masih diletakkan di depan toko, dan saya tidak menemukan adanya kranjang atau tong sampah disekitaran pertokoan tersebut, sehingga saya berpikir mengapa jalanan banyak sekali sampah berserakan dan terlihat kotor/ kumuh hal tersebut salah satunya karena ketidaktersediaan tempat sampah yang memadai untuk tempat membuang sampah dan pada akhirnya saya beranggapan jika mungkin saja tempat tersebut “dipersepsikan” sebagai tempat yang tidak memiliki aturan jelas terkait pembuangan sampah. Beberapa orang yang lewat di area tersebut , termasuk juga para -pedagang yang berada disekitaran area tersebut, merasa bahwa membuang sampah sembarangan adalah hal yang dapat diterima/ wajar.
Kemudian sekitar 1 jam’an, setelah saya melakukan pembersihan (after), terdapat perubahan yang nampak terhadap area /lingkungan sekitar, dimana menjadi lebih rapi dan bersih. Perubahan ini membuat saya menyadari bahwa keadaan lingkungan secara nyata dapat memengaruhi persepsi seseorang. Lingkungan yang bersih cenderung mendorong kita untuk mempertahankan kebersihan tersebut.
Lokasi kedua : Lapangan di dekat SDN
02 Kumpulrejo dan Kelurahan Kumpulrejo Kota Salatiga
Pada hari Minggu tanggal 26 April 2026, sekitar pukul 16.30 WIB sampai dengan 17.30 WIB saya melakukan pengamatan / observasi terhadap lokasi kedua yaitu lapangan Kumpulrejo yang berada di depan SDN 03 Kumpulrejo dan Kelurahan Kumpulrejo Kota Salatiga, saya menemukan banyak sampah kecil yang tersisa berupa plastik, tali rafia, botol minuman dan sobekan kertas kecil yang bertuliskan undian, kertas-kertas tersebut berasal dari kegiatan yang dilakukan dilapangan tersebut pada hari Sabtu pagi. Saya melihat ada beberapa tempat sampah yang berada di depan kelas SDN 03 Kumpulrejo dan yang ada didepan Kelurahan Kumpulrejo atau kedua tempat sampah tersebut tidak jauh dari lapangan. Namun pada kenyataannya, sampah tetap berserakan hingga keesokan harinya, dimana saya sengaja menunggu sampai hari minggu karena beranggapan jika mungkin dari panitia acara atau petugas kebersihan ada yang membersihkan lapangan tersebut, namun sampai hari minggu, keadaan tetap sama. Beradasarkan pengamatan yang saya lakukan dari hari jumat dan sabtu, di hari Jum’at ada beberapa sampah yang berserakan namun di Jum’at sore tenda mulai dipasang dan kondisi lapangan tampak bersih, namun sayangnya selesai acara berakhir yaitu Sabtu siang, ada sampah yang mulai tercecer atau ada beberapa sampah yang berserakan.
Kemudian saya memulai membersihkan lapangan tersebut (after), kondisi sekitar tampak jauh lebih rapi dan bersih dibandingkan sebelumnya. Sampah-sampah kecil seperti plastik, kertas undian, dan botol plastik yang sebelumnya tersebar sudah tidak terlihat lagi. Lapangan tampak terlihat seperti sebelum digunakan untuk kegiatan, sehingga memberikan kesan lingkungan sekitar lapangan terawat.
Permasalahan
Permasalahan yang ada pada kedua lokasi adalah terbentuknya kebiasaan membuang sampah sembarangan yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Dilokasi pertama, kurangnya fasilitas tempat sampah membuat orang cenderung membuang sampah di sembarang tempat. Sementara di lokasi kedua, meskipun sudah tersedia tempat sampah, sampah tetap berserakan dan hal tersebut salah satunya disebabkan karena kurangnya kepedulian atau kesadaran seseorang untuk menjaga lingkungan tetap bersih serta kurangnya rasa tanggung jawab bersama dan adanya anggapan bahwa orang lain akan membersihkannya. Selain itu, kondisi lingkungan yang sudah kotor membuat perilaku tersebut semakin dianggap hal yang wajar dan terus berulang.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil
pengamatan before-after di dua lokasi,
dapat saya simpulkan jika keadaan lingkungan berperan penting dalam membentuk
perilaku dan persepsi seseorang terhadap kebersihan. Dimana lingkungan yang
kotor, cenderung menciptakan anggapan bahwa membuang sampah sembarangan adalah
hal yang wajar, sedangkan lingkungan yang bersih mendorong kita untuk tetap menjaga kebersihan tersebut. Permasalahan
lingkungan yang kotor terkait membuang sampah sembarangan bukan saja disebabkan
oleh faktor keadaan lingkungan tersebut namun juga oleh norma sosial dan rasa
tanggungjawab, dimana pada lokasi pertama keterbatasan fasilitas memicu perilaku membuang sampah sembarangan sedangkan pada lokasi kedua, meskipun
ada fasilitas tersedia, sampah tetap berserakan dan hal ini karena kurangnya tanggungjawab
secara bersama dan adanya kecenderungan untuk mengandalkan pihak lain dalam menjaga kebersihan. Dengan demikian,
perubahan kondisi lingkungan melalui pembersihan dapat memberikan dampak
positif, namun hanya bersifat sementara jika tidak didukung oleh fasilitas yang memadai, norma sosial yang
kuat dan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan.





.jpeg)

.jpeg)



.jpeg)
.jpeg)





