“UPCYCLING KAIN PERCA YANG DISULAP MENJADI
BANTAL KURSI ESTETIK”
25310430002
Psikologi Lingkungan/ Kelas Karyawan
(B)
Tugas: Essai 8
Melakukan upcycling sampah anorganik dan merintis sebagai pengusaha ekonomi sirkuler
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta
M.A.
Bulan/ tahun terbit: Juli/ 2026
HARI/TANGGAL PELAKSANAAN KEGIATAN : Rabu/ 01 Juli 2026
TEMPAT PELAKSANAAN :
Rumah pribadi
LOKASI :
Jalan Kaliurang, Harjobinangun, Yogyakarta
TUJUAN KEGIATAN:
Melalui eksperimen ini,
secara langsung saya diajak untuk belajar merintis sebuah usaha ekonomi
sirkuler mulai dari hulu (produksi barang) sampai hilir (memasarkan barang).
Selain itu, kegiatan ini dilakukan untuk mengolah sampah anorganik (yaitu limbah
yang bukan berasal dari makhluk hidup) melalui metode upcycling, yang
diharapkan dapat menjadi salah satu solusi penanganan limbah anorganik.
Kegiatan upcycling adalah kegiatan dengan dengan cara mengubah sampah
anorganik menjadi bentuk baru yang lebih bermanfaat sekaligus memiliki nilai
jual di pasar.
PENDAHULUAN
Kegiatan
eksperimen ini berpusat pada dua poin penting: praktik upcycling
(daur guna ulang) dan ekonomi sirkuler. Upcycling yang hadir sebagai
metode alternatif untuk mengubah sampah menjadi produk baru yang bernilai guna.
Selain potensial mengurangi penumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA),
kegiatan ini juga berfungsi melatih kreativitas dan menciptakan barang yang
memiliki nilai jual. Ekonomi Sirkuler adalah model pendekatan sistem ekonomi
dengan cara mengoptimalkan kegunaan dan nilai suatu barang untuk menekan volume
limbah yang terbuang di TPA. Berbeda dengan model ekonomi linear, model ekonomi
sirkuler tidak mengusung konsep yang lurus tetapi lebih bersifat melingkar
melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Jikalau dalam model
ekonomi linier proses akhir produksinya adalah membuang (dispose), sedangkan
dalam model ekonomi sirkuler didesain dari product, use, end of life,
remanufacture (Valavanidis, 2018). Dimana hasil produksi atau sisa konsumsi
yang tidak lagi memiliki nilai akan diubah kembali menjadi produk yang memiliki
nilai, hal ini selain bermanfaaat dari sisi ekonomi juga membantu menjaga
kelestarian lingkungan.
Setelah
menghasilkan suatu produk dari proses upcycling, langkah selanjutnya
adalah memasarkan barang atau produk tersebut melalui media sosial. Dalam era
digitalisasi saat ini, pemanfaatan media sosial sebagai salah satu cara yang
cepat dan efisien untuk memasarkan suatu produk yang akan kita jual atau
pasarkan, banyaknya platform media sosial seperti TikTok, Instagram, Facebook
membuat kita semakin leluasa untuk memasarkan produk tersebut. Sebagai seorang
pemula dalam usaha ini, sebaiknya kita cermat dalam memanfaatan media sosial
sebagai sarana pemasaran produk, selain itu kita juga harus menjaga etika yang
baik dalam bermedia sosial (dalam arti sebagai seorang produsen/ seller)
kita harus memverifikasi dengan cermat dan teliti mengenai spesifikasi produk
yang kita jual, dan menjunjung tinggi kejujuran.
PELAKSANAAN KEGIATAN
Dalam kegiatan kali ini. saya melakukan kegiatan upcycling
dengan Judul “UPCYCLING KAIN PERCA YANG DISULAP MENJADI BANTAL KURSI
ESTETIK”. Banyaknya kain perca (yang bisa dikategorikan sebagai sampah
anorganik) yang ada di rumah yang menumpuk memberikan saya ide untuk
mengubahnya menjadi bantal kursi estetik.
Langkah-langkah
pembuatan bantal kursi dari kain perca adalah sebagai berikut:
1. Mempersiapkan
alat dan bahan
-
Bahan:
kain perca beberapa motif, dakron silicon
-
Alat:
mesin jahit, gunting, penggaris, pensil kain, benang jahit.
2. Mengukur
dan memotong kain perca yang digunakan sesuai dengan kebutuhan, disini saya
mengambil ukuran 33 x 33 cm dan 30 x 45 cm.
3. Menyatukan
potongan-potongan kain tersebut sesuai dengan ide/ kreasi masing-masing.
4. Menjahit
potongan-potongan kain tersebut di 3 sisi terlebih dahulu (sisakan satu sisi untuk memasukkan dakron silikon).
5. Memasukkan
dakron silikon kedalam kain yang telah dijahit tersebut, kemudian menjahit sisa
sisi bantal tersebut.
Setelah bantal kursi
selesai dijahit, saya melakukan sesi foto produk yang saya hasilkan yang
nantinya hasil foto terbaik akan saya pilih untuk melakukan penjualan di media
sosial. Dalam kegiatan kali ini, saya tidak menemukan kendala yang berarti
dalam proses produksi, tetapi ini adalah pertama kalinya saya menjual produk
hasil sendiri yang saya promosikan lewat media sosial, ini merupakan tantangan
baru buat saya. Persepsi rasa sedikit tidak percaya diri terhadap karya hasil
produksi sendiri dan penentuan harga jual merupakan kendala tersendiri bagi
saya.
Melalui metode upcycling
dan ekonomi sirkuler, diharapkan dapat mengurangi penumpukan sampah
anorganik di TPA seiring dengan meluasnya promosi gerakan kreatif yang ramah
lingkungan. Kegiatan ini menyadarkan kita bahwa dengan sedikit modal, ide dan
kreativitas mampu mengubah limbah anorganik yang terbengkalai menjadi karya
yang berdaya jual dan bernilai seni tinggi dan secara tidak langsung
mengajarkan kita untuk dapat merintis usaha sebagai pengusaha ekonomi sirkuler.
Kegiatan ini selain bermanfaaat dari sisi ekonomi juga dapat membantu menjaga
kelestarian dan keharmonisan ekosistem lingkungan.

















.jpeg)
.jpeg)












