Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Kamis, 09 Juli 2026

ESSAY PRESTASI 5: JENGUKAN BAYI DAN MEMBANTU TETANGGA ACARA TAHLILAN

 

JENGUKAN BAYI DAN MEMBANTU TETANGGA ACARA TAHLILAN


KUS WITA WARDANI

25310430002

Psikologi Lingkungan/ Kelas Karyawan (B)

Tugas: Essai Prestasi 5

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.

Bulan/ tahun terbit: Juli/ 2026

 

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PROKLAMASI 45


1.       JENGUKAN BAYI

Hari/ Tanggal         : Rabu/ 01 Juli 2026

Tempat                  : Jalan Dusun Mrisen, Jalan Kaliurang, Yogyakarta

Pukul                     : 15.00 – 16.30 wib

Tujuan kegiatan      :

Kelahiran anak merupakan hal yang sangat membahagiakan dan ditunggu-tunggu bagi pasangan suami istri. Setelah proses kehamilan selama 9 bulan, maka seorang calon ibu akan mengalami fase persalinan atau melahirkan, dimana pada fase itu serang calon ibu berjuang mempertaruhkan nyawanya untuk dapat melahirkan anak tercintanya dengan selamat. Dan setelah melahirkan masih banyak proses panjang menanti bagi orangtua untuk membesarkan dan mendidik anak-anak mereka tercinta. Pada kesempatan kali ini, saya melakukan jengukan ke seorang teman yang baru saja melahirkan bayi ke lima dengan selamat dan tidak kurang satu apapun, walaupun jengukan tersebut agak terlambat dikarenakan satu dua hal, tapi saya harap apa yang saya lakukan tidak mengurangi esensi dari kegiatan ini. Saya berharap dengan kedatangan saya, saya dapat memberikan support kepada teman saya dan mendoakan yang terbaik bagi kesehatan bayi dan orangtua sang bayi (khususnya pada ibu sang bayi). Dalam kegiatan itu, banyak hal yang saya dapatkan, selain silaturahmi saya juga mendapatkan beberapa insight mengenai perjuangan menjadi seorang ibu dengan anak yang terhitung cukup banyak bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan kesabaran, ketelitian dan memanajement/ pengelolaan waktu, emosi dan kasih sayang agar tidak ada yang merasa berat sebelah atau tidak adil bagi anak-anak yang lainnya. Saya berharap teman saya semakin behagia dan semakin merasa lengkap dalam kehidupan rumah tangganya, dan saya berharap semoga bayi yang baru dilahirkan tersebut kelak menajadi anak yang dapat berguna dan membanggakan bagi orangtuanya.  

Foto: Dok jengukan bayi


2.       MEMBANTU TETANGGA ACARA TAHLILAN

Hari/ Tanggal         : Jumat-Minggu / 03-05 Juli 2026

Tempat                  : Penen, Harjobinangun, Sleman, Yogyakarta

Pukul                     : 19.00 – 21.00 wib

Tujuan kegiatan      :

Kematian merupakan suatu hal yang sangat sedih dan membuat keluarga yang ditinggalkan membutuhkan semangat dan dukungan dari keluarga besar, tetangga, kerabat dan handai taulan. Dalam kegiatan kali ini, saya beserta tetangga lainnya membantu memberikan support baik tenaga dan support secara psikis kepada tetangga/ keluarga yang sedang berduka. Saya dan tetangga lainnya membantu keperluan dari mulai menerima tamu yang ingin melayat ke rumah duka, membantu konsumsi bagi keluarga yang berduka dan bagi para tamu yang hadir, sampai membantu acara tahlilan yang dilakukan secara tiga hari berturut-turut. Tahlilan adalah tradisi Islam yang dilakukan oleh keluarga yang ditujukan untuk mengenang dan mendoakan orang yang telah meninggal dunia. Tahlilan biasanya dihadiri oleh keluarga, orang terdekat, tetangga, handai taulan yang berkumpul di rumah almarhum, selama acara tahlilan tersebut biasanya dibacakan doa-doa dan ayat-ayat Al-Qur’an dan memohon ampunan Allah SWT. Selama acara dari hari pertama hingga hari ketiga berlangsung sangat lancar dan khidmat. Pada hari ketiga, Minggu 05 Juli 2026 adalah hari terakhir dari seluruh rangkaian acara, pada hari ketiga acara berlangsung lebih lama karena kerabat dan tetangga lebih banyak dari hari sebelumnya dan setelah selesai acara saya juga membantu menghantarkan bingkisan tahlilan kepada tetangga-tetangga sekitar yanh tidak dapat hadir atau berhalangan mengikuti acara tahlilan tersebut. Kerjasama yang baik antar tetangga sangat membantu jalannya acara hingga hari ketiga, diharapkan apa yang saya lakukan pada khususnya, dan apa yang dilakukan tetangga perumahan untuk keluarga yang sedang berduka tersebut dapat memberikan dukungan secara psikis dan memberikan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan. 

  

Foto: Dok packing bahan mentah/ sembako untuk keperluan tahlil 


             Foto: Dok membantu bagian konsumsi tahlilan      Foto: Dok Tahlilan hari ketiga, Minggu 05 Juli 2026







Rabu, 08 Juli 2026

Essai 10 - Partisipasi Lomba

 

Partisipasi Saya dalam Milo Active Indonesia Race 2026 Yogyakarta & Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional 2026

 

Pingkan Winahyuningtyas

24310410234

Kelas Psikologi Lingkungan – B

Tugas Essai 10

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

 

Lomba ke 1 : Milo Active Indonesia Race 2026 Yogyakarta

Pada hari Minggu, 26 April 2026 pukul 06.00 WIB, saya mengikuti Milo Active Indonesia Race 2026 yang diselenggarakan di Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Saya mengikuti kategori 5K Run dengan biaya pendaftaran sebesar Rp150.000 per orang.

Proses pendaftaran sangat mudah karena tiket dapat dibeli melalui Indomaret. Setelah melakukan pembayaran, saya mendapatkan informasi mengenai pengambilan race pack yang dilaksanakan sehari sebelum acara di Jogja Expo Center dengan membawa kartu identitas.

Sebelum perlombaan dimulai, seluruh peserta mengikuti sesi pemanasan bersama untuk mengurangi risiko cedera. Suasana pagi itu sangat meriah karena ribuan peserta berkumpul dengan semangat yang sama, yaitu berolahraga dan menjaga kesehatan. Hal tersebut membuat saya semakin antusias mengikuti event lari berskala besar ini.

Rute lari dimulai dari Jogja Expo Center, kemudian melewati Jalan Gedongkuning, Jalan Wonocatur, Jalan Nologaten, hingga Jalan Wonosari sebelum kembali ke area JEC sebagai garis akhir. Selama perjalanan, panitia menyediakan berbagai fasilitas seperti water station, pos medis, ambulans, penanda kilometer, petugas keamanan, marshal lomba, serta recovery zone di area finis sehingga peserta dapat berlari dengan nyaman dan aman.

Setelah menyelesaikan lari sejauh lima kilometer, setiap peserta memperoleh medali finisher, minuman, produk MILO, serta goodie bag yang berisi berbagai produk sponsor. Selain itu, terdapat beberapa stan yang menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis, permainan interaktif, dan hadiah menarik sehingga acara terasa semakin meriah.

Merchandise yang diberikan dalam acara ini menurut saya sangat menarik dan bermanfaat. jersey official event dapat saya gunakan kembali untuk olahraga sehari-hari, sedangkan medali finisher menjadi kenang-kenangan yang berharga karena mengingatkan saya pada pengalaman mengikuti lomba lari tersebut. Selain itu, adanya goodie bag dan produk sponsor membuat peserta merasa lebih diapresiasi oleh panitia penyelenggara.

Melalui kegiatan ini, saya merasakan banyak manfaat. Selain meningkatkan kebugaran tubuh, olahraga lari juga membantu menjaga kesehatan jantung, melatih daya tahan tubuh, mengurangi stres, dan membuat pikiran menjadi lebih segar. Saya juga bertemu dengan banyak peserta yang memiliki semangat hidup sehat, sehingga semakin termotivasi untuk rutin berolahraga dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.


Lomba ke 2 : Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional 2026

Selain mengikuti kegiatan olahraga, saya juga berpartisipasi dalam Lomba Cipta Puisi dan Cerpen Tingkat Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh akun Instagram @ruangcintakarya pada tanggal 13 – 23 Juni 2026. Lomba ini dilaksanakan secara daring, tidak dipungut biaya, dan di buka untuk umum.

Dalam lomba tersebut saya memilih kategori cipta puisi dengan judul "Rindu Yang Tak Pulang". Puisi ini terinspirasi dari pengalaman pribadi tentang kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidup saya, yaitu seorang kekasih yang telah menemani perjalanan hidup saya selama belasan tahun. Melalui puisi tersebut, saya menuangkan perasaan rindu, kesedihan, serta proses menerima kenyataan bahwa setiap pertemuan pada akhirnya dapat berakhir dengan perpisahan.

Bagi saya, menulis puisi bukan hanya sekadar menyusun kata-kata, tetapi juga menjadi media untuk mengungkapkan perasaan yang sulit disampaikan secara langsung. Menulis membantu saya mengenang, menerima, dan memberi makna baru terhadap pengalaman hidup yang pernah saya alami.

Keikutsertaan dalam lomba ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya belajar bahwa sebuah karya tulis dapat menjadi sarana untuk menyampaikan emosi, membangun empati, serta memberikan inspirasi kepada orang lain. Melalui proses menulis, saya juga belajar mengubah pengalaman hidup menjadi sebuah karya yang bermakna.

Meskipun belum berhasil meraih juara utama, saya merasa bangga karena puisi yang saya kirim berhasil masuk dalam kategori “Penulis Terpilih” dan “Penulis Terbaik”. Karya tersebut memperoleh kesempatan untuk diterbitkan dalam sebuah buku antologi bersama karya penulis lainnya, serta saya mendapatkan sertifikat dalam bentuk softfile. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus mengembangkan kemampuan menulis dan berani mengikuti berbagai lomba sastra di masa mendatang.

Panitia juga menyediakan tiga pilihan paket buku antologi beserta hadiah lainnya dengan harga mulai dari Rp85.000 hingga Rp165.000. Saya memilih Paket 3 seharga Rp165.000 yang berisi satu buku antologi, notebook, medali, piala, pagoda, bookmark, dan sertifikat cetak. Paket tersebut menggunakan sistem pre-order dan akan dikirim paling cepat pada akhir Juli 2026.

Saya membeli paket tersebut sebagai kenang-kenangan sekaligus bukti bahwa karya saya berhasil diterbitkan. Pengalaman ini membuat saya semakin percaya bahwa setiap pengalaman hidup dapat diubah menjadi karya yang bernilai. Bagi saya, keberhasilan bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga tentang keberanian untuk mencoba, terus belajar, dan terus berkarya.


Kesimpulan

Mengikuti Milo Active Indonesia Race 2026 Yogyakarta dan Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional 2026 memberikan pengalaman yang berbeda, tetapi sama-sama bermanfaat bagi diri saya. Kegiatan lari mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan, disiplin, semangat, dan membangun gaya hidup aktif. Sementara itu, lomba cipta puisi membantu saya mengembangkan kreativitas, kemampuan menulis, serta keberanian untuk mengekspresikan perasaan melalui karya sastra.

Kedua kegiatan tersebut membuat saya memahami bahwa mengembangkan diri tidak hanya dilakukan melalui kegiatan akademik, tetapi juga melalui aktivitas olahraga dan seni. Saya memperoleh pengalaman baru, meningkatkan rasa percaya diri, memperluas wawasan, serta belajar menghargai setiap proses yang saya jalani. Saya berharap dapat terus mengikuti berbagai kegiatan positif di masa mendatang agar dapat mengembangkan potensi diri sekaligus memberikan manfaat bagi orang lain.

 


Daftar Pustaka

American College of Sports Medicine's Guidelines for Exercise Testing and Prescription. (2021). Philadelphia, PA: Wolters Kluwer.

World Health Organization. (2022). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. Geneva: World Health Organization.

James Clear. (2022). Atomic Habits: Perubahan Kecil yang Memberikan Hasil Luar Biasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

William Zinsser. (2022). On Writing Well: The Classic Guide to Writing Nonfiction (30th Anniversary Edition). New York: HarperCollins.

Kelly McGonigal. (2019). The Joy of Movement: How Exercise Helps Us Find Happiness, Hope, Connection, and Courage. New York: Avery.

Essai 5 - Eksperimen Anorganik di Rumah

 

Pembuatan Piring Hias Melalui Teknik Decoupage dan Pembuatan Goodie Bag

 

Pingkan Winahyuningtyas

24310410234

Kelas Psikologi Lingkungan – B

Tugas Essai 5

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

 

Pada hari Selasa, 7 Juli 2026 mulai pukul 12.30 WIB, saya melakukan eksperimen anorganik dengan menghias piring bening menggunakan kain perca batik atau yang lebih dikenal dengan teknik decoupage. Kegiatan ini saya lakukan sebagai pengganti praktikum mata kuliah Psikologi Lingkungan karena pada hari Minggu, 31 Mei 2026, saya tidak dapat mengikuti kegiatan eksperimen yang dilaksanakan di rumah Ibu Dr.Arundati Shinta, M.A. selaku dosen pengampu mata kuliah Psikologi Lingkungan.

Eksperimen ini memberikan pengalaman baru bagi saya mengenai pentingnya memanfaatkan barang-barang yang masih memiliki nilai guna. Dengan sedikit kreativitas, kain perca dapat diolah menjadi kerajinan yang indah serta memiliki nilai seni bahkan nilai ekonomi. Melalui kegiatan ini saya belajar bahwa menjaga lingkungan tidak selalu dilakukan dengan cara yang besar, tetapi dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana.

Alat dan bahan yang saya gunakan dalam eksperimen pertama ini terdiri dari kain perca motif batik, kuas, lem, gunting, piring bening, wadah kecil, dan pernis. Langkah pertama yang saya lakukan adalah menuangkan lem ke dalam wadah kecil agar lebih mudah saat digunakan. Setelah itu, saya mengoleskan lem secara merata pada seluruh bagian belakang piring bening menggunakan kuas.

Setelah permukaan piring tertutup lem, saya mulai menempelkan kain perca batik secara perlahan sambil merapikannya agar tidak terdapat lipatan maupun gelembung udara. Setelah kain menempel dengan baik, saya kembali mengoleskan lem di atas permukaan kain agar kain melekat lebih kuat pada piring.

Selanjutnya, piring dijemur di bawah sinar matahari langsung hingga lem benar-benar kering. Setelah kering, saya menggunting sisa kain mengikuti bentuk piring sehingga hasilnya terlihat lebih rapi. Tahap berikutnya adalah mengoleskan pernis secara merata pada seluruh permukaan kain. Pernis berfungsi melindungi hasil kerajinan sekaligus memberikan tampilan yang lebih mengilap. Tahap akhir, piring kembali dijemur hingga benar-benar kering.

Piring bening yang sebelumnya tampak biasa kini berubah menjadi kerajinan  yang unik dan menarik. Saya menyadari bahwa kreativitas mampu mengubah barang sederhana menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih. Piring tersebut saya gunakan sebagai hiasan rumah.

Pada hari berikutnya, yaitu Rabu, 8 Juli 2026 mulai pukul 16.00 WIB, saya kembali melakukan eksperimen anorganik dengan membuat goodie bag dari kalender bekas. Kalender bekas merupakan salah satu jenis sampah yang sering menumpuk di rumah setelah pergantian tahun. Melalui eksperimen ini saya belajar bahwa kalender bekas dapat dimanfaatkan kembali menjadi sebuah goodie bag yang menarik dan memiliki fungsi baru.

Alat dan bahan yang digunakan dalam eksperimen kedua ini adalah kalender bekas, tali, penggaris, pensil, cat air, wadah cat air, perforator, dan double tape. Langkah pertama yang saya lakukan adalah melipat kalender bekas melalui beberapa tahapan hingga membentuk pola seperti goodie bag dan merekatkan bagian bawah serta sudut kanan kiri nya menggunakan double tape.

Setelah goodie bag terbentuk, saya mulai membuat pola gambar menggunakan pensil dan penggaris. Saya memilih pola batik yang sederhana. Tahap berikutnya adalah mewarnai pola tersebut menggunakan cat air. Proses mewarnai menjadi bagian yang paling menyenangkan karena saya bebas berkreasi dengan berbagai warna sesuai selera. Setelah selesai diwarnai, tunggu beberapa saat hingga cat benar-benar kering.

Tahap terakhir adalah melubangi kedua sisi bagian atas menggunakan perforator sebagai tempat pegangan. Setelah lubang selesai dibuat, saya memasang tali sehingga goodie bag siap digunakan. Hasil akhirnya cukup memuaskan. Kalender bekas yang sebelumnya tidak terpakai kini berubah menjadi tas kecil yang unik, menarik, dan dapat digunakan sebagai tempat untuk membawa barang-barang ringan.

Melalui dua eksperimen tersebut, saya memperoleh banyak pengalaman dan pelajaran yang sangat bermanfaat. Saya menyadari bahwa barang-barang yang sering dianggap sebagai sampah sebenarnya masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali apabila diolah dengan kreativitas. Kegiatan ini juga melatih ketelitian, kesabaran, kreativitas, serta kemampuan saya dalam mengikuti setiap tahapan kerja dengan baik.

Kegiatan ini memberikan pemahaman bahwa perilaku manusia memiliki pengaruh besar terhadap kelestarian lingkungan. Salah satu bentuk perilaku positif adalah memanfaatkan kembali limbah atau barang bekas menjadi produk yang memiliki nilai guna. Dengan melakukan daur ulang sederhana seperti menghias piring menggunakan kain perca batik dan membuat goodie bag dari kalender bekas, kita turut membantu mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan. Selain itu, kegiatan seperti ini juga dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan mengajarkan bahwa menjaga bumi dapat dimulai dari tindakan kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Selasa, 07 Juli 2026

ESSAY 9: NASABAH BANK SAMPAH

 

MENJADI NASABAH BANK SAMPAH SEMBADA


KUS WITA WARDANI

25310430002

Psikologi Lingkungan/ Kelas Karyawan (B)

Tugas: Essay 9 – Nasabah Bank Sampah

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.

Bulan/ tahun terbit: Juli/ 2026

 

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PROKLAMASI 45


HARI/TANGGAL PELAKSANAAN KEGIATAN      : Sabtu dan Selasa/ 04 Juli 2026  dan 07 Juli 2026

TEMPAT PELAKSANAAN                                         : Bank Sampah SEMBADA

LOKASI                                                                        : Donokerto, Kec. Turi, Kab Sleman, DIY

 

TUJUAN KEGIATAN:

Kegiatan ini bertujuan agar kita bisa secara nyata mengelola sampah anorganik melalui bank sampah, sehingga kita bisa mengetahui bahwa sampah bisa dijual menjadi uang. Selain itu kegiatan ini dapat dilakukan sebagai stimulus pembentukan perilaku bertanggung jawab dan menghormati sampah.

 

PENDAHULUAN

Banyak dari masyarakat umum belom mengetahui apa yang dimaksud dengan bank sampah. Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai konsep bank sampah dan manfaaatnya, terlebih dahulu kita mempelajari sejarah singkat mengenai bank sampah. Bank sampah didirikan oleh Bambang Suwerda pada tahun 2008 di Desa Badegan Kabupaten Bantul, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan nama Bank Sampah Gemah Ripah.

Menurut Bambang Suwerda, bank sampah merupakan sistem pengelolaan sampah dari bagian hulu (rumah tangga) dengan pemilahan sampah. Konsep pengelolaan sampah seperti bank memberikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam bank sampah. Selain manfaat di bidang ekonomi (sampah dapat ditukarkan ke dalam bentung uang berupa tabungan), bank sampah juga sebagai salah satu aktivitas atau tindakan penyelamatan lingkungan dimana dari bank sampah ini masyarakat belajar untuk memilah sampah rumah tangga mereka, sampah organik dijadikan kompos dan sampah anorganik yang tidak dapat didaur ulang di rumah tangga dan memiliki nilai jual disetorkan ke bank sampah.

 

PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan ini saya laksanakan pada hari selasa, 7 Juli 2026 di salah satu bank sampah yang ada di Sleman Yogyakarta, yaitu Bank Sampah Sembada. Bank Sampah Sembada sendiri berdiri sejak tahun 2018 dan berlokasi di Jetis, Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bank Sampah Sembada ini berada di bawah naungan dari pendiri Bank Sampah Indonesia, bapak Bambang Suweda dan operasional lapangan dikelola langsung oleh bapak Agus Robanadi. Bank Sampah Sembada adalah salah satu bank sampah yang dalam aktivitas operasionalnya selain menggunakan pencatatan konvensional juga menggunakan sistem digitalisasi, saldo awal minimal untuk dapat buku tabungan adalah sebesar Rp. 5.000, - jikalau tidak sampai pada saldo minimal pada awal setoran, maka hanya dicatatkan pada slip setoran dan selanjutkan akan dicatat di buku besar. Pengambilan atau penarikan uang dapat dilakukan setiap saat (tidak ada ketentuan khusus), tetapi hendaknya nasabah yang ingin melakukan penarikan diharapkan mengkonfirmasi pihak Bank Sampah Sembada H-2 sebelum pengembilan, tetapi secara umum nasabah di Bank Sampah Sembada ini melakukan penarikan setiap satu tahun sekali menjelang Idul Fitri.  

Ini merupakan kedatangan saya yang kedua kali, sebelumnya saya datang di hari sabtu, 4 Juli 2026 tetapi tidak langsung menyetorkan atau menabung, pada kedatangan pertama saya di Bank Sampah Sembada saya bertemu dengan Pak Agus Robanadi selaku pengelola dari Bank Sampah Sembada. Pada kesempatan itu, Pak Agus Robanadi memberikan informasi secara detail mengenai sejarah berdirinya Bank Sampah Indonesia, Bank Sampah Sembada (kendala dan tantangannya), tata cara menabung di bank sampah, dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan bank sampah. Jadi dalam tugas kali ini fokus saya tidak hanya menjadi nasabah bank sampah, tetapi saya juga sangat tertarik untuk mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan bank sampah agar apa yang saya lakukan bisa saya dapatkan esensinya secara menyeluruh.

Pada kesempatan ini, sampah anorganik yang akan saya setorkan sudah saya pilah terlebih dahulu berdasarkan jenisnya dan saya juga memastikan semua sampah organik yang akan saya setorkan itu dalam keadaan yang bersih. Sampah yang saya setorkan kali ini mulai dari sampah anorganik yang berbahan plastik, kardus, kertas duplex, dan aqua galon. Pada kesempatan kali ini saya diterima langsung oleh Pak Agus Robanadi, selanjutnya saya diminta untuk mengisi Formulir Pendaftaran Nasabah Baru Bank Sampah Sembada, setelah itu langkah selanjutnya sampah ditimbang berdasarkan jenisnya. Setelah semua sampah selesai ditimbang maka akan dihitung dan dicatat. Semua sampah yang saya setorkan kali ini dihargai sebesar Rp. 8.250, - (yang terdiri dari 5 galon air mineral, 2 kg kertas duplex, 2 kg kardus, dan beberapa botol minyak goreng dan beberapa sampah plastik kemasan kopi sachet, kemasan makanan kucing, kemasan pengharum dan kemasan detergent cair). Dikarenakan saldo awal saya lebih dari saldo minimum, maka pencatatannya dilakukan ke dalam buku tabungan, dan selanjutnya buku tabungan tersebut disimpan oleh pihak bank sampah tersebut.

 

           
Foto: Dok kedatangan pertama                     Foto: Dok sampah anorganik yang akan ditabung                           Foto: Dok sampah anorganik yang ditimbang

  
Foto: Dok bersama Bapak Agus Robanadi saat menjelaskan dan melakukan pencatatan dalan buku tabungan bank sampah Sembada

KESIMPULAN

Bagi saya pribadi, kegiatan kali ini merupakan pengetahuan baru yang cukup menarik, Dimana selain sebagai salah satu tugas mata kuliah psikologi lingkungan, dalam kegiatan ini saya secara nyata melakukan kegiatan memilah dan membersihkan sampah, mengantarkan sampah anorganik yang sudah saya pilah tersebut ke bank sampah, dan secara langsung belajar proses cara menabung dan proses menabung di bank sampah. Kegiatan ini secara umum memiliki esensi untuk memiliki sikap tanggung jawab dan menghormati sampah yang kita produksi. Diharapkan melalui kegiatan ini, saya dapat semakin mencintai lingkungan serta dapat terus konsisten dalam melakukan kegiatan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan diharapkan apa yang saya lakukan tersebut bisa menjadi contoh kepada orang lain, dimulai dari keluarga kecil saya sendiri. Karena saya percaya setiap langkah kecil yang kita lakukan sangat membantu untuk lingkungan hidup.

 

… TERUSLAH BERPROSES …


Esai 8 - Upcycling Kain Perca Menjadi Dompet & Tas

 

Upcycling Kain Perca Menjadi Dompet & Tas

Banun Havifah Cahyo Khosiyono (24310440002)– Mahasiswa Psikologi UP45, Mata Kuliah Psikologi Lingkungan, Dosen: Dr. Arundati Shinta, M.A. Kelas B.


Selama April–Juli 2026, saya merintis usaha kecil berbasis ekonomi sirkuler dengan memanfaatkan kain perca dari penjahit sekitar kos. Kain perca sering dianggap limbah anorganik yang tidak berguna, padahal dengan sedikit kreativitas bisa diubah menjadi dompet dan tas unik. Proses kreatif ini berangkat dari keprihatinan psikologis: banyak konsumen muda mengalami FOMO fashion sehingga membeli produk baru terus-menerus, sementara limbah tekstil menumpuk. Dengan upcycling, saya ingin menawarkan alternatif ramah lingkungan sekaligus mengurangi rasa bersalah konsumen terhadap sampah.

 Proses Produksi

Langkah pertama adalah mengumpulkan kain perca dari penjahit lokal. Hambatan muncul karena ukuran kain tidak seragam, sehingga saya harus menyusun pola patchwork. Kedua, saya menggunakan mesin jahit sederhana untuk menyatukan potongan, menambahkan lapisan kain bekas sprei sebagai lining agar lebih kuat. Ketiga, saya memasang resleting dan tali dari bahan daur ulang. Hambatan terbesar adalah ketahanan produk, beberapa kali jahitan lepas. Saya mengatasinya dengan memperkuat bagian sambungan menggunakan teknik zig-zag.

 Proses Pemasaran

Produk saya dipublikasikan di Instagram pribadi dengan harga Rp35.000 untuk dompet dan Rp75.000 untuk tas. Dari sisi psikologi konsumen, saya menekankan nilai emosional: membeli produk ini berarti ikut berkontribusi pada lingkungan. Dari sisi psikologi lingkungan, saya menekankan bahwa setiap pembelian adalah bentuk coping kolektif terhadap krisis sampah tekstil.

Hasil & Refleksi

Selama periode promosi, produk belum banyak terjual, namun ada beberapa DM yang masuk menanyakan detail. Hambatan pemasaran adalah stigma barang daur ulang dianggap murahan. Saya mengatasinya dengan menampilkan foto estetik dan narasi “eco-fashion untuk Gen Z”. Walau belum laku, saya merasa usaha ini berhasil membangun kesadaran bahwa kain perca bisa menjadi produk berguna dan bernilai jual.

Kesimpulan

Upcycling kain perca menjadi dompet dan tas bukan hanya solusi kreatif terhadap limbah, tetapi juga langkah awal merintis usaha ekonomi sirkuler. Dari hulu (produksi) hingga hilir (pemasaran), saya belajar bahwa wirausaha berkelanjutan membutuhkan ketekunan, inovasi, dan strategi komunikasi psikologis agar konsumen mau menerima produk ramah lingkungan.

Link Instagram:  https://www.instagram.com/p/Dag6S-yiavv/?igsh=b3pucmZ4ODA1cXhk