Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Minggu, 21 Juni 2026

 


Tugas                    : Esai 9 – MENJADI NASABAH BANK SAMPAH ‘BUMIKU  LESTARI’ DAYU

Nama MK            : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.

Kelas                    : Karyawan (online)

Titik Muti’ah       (243010440004)                                       

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


 


Pengalaman yang sangat berharga menjadi anggota bank sampah di area jalan Damai Yogyakarta. Selain itu saya juga membawa sampah anorganik saya ke ‘Sodaqoh Sampah di Masjid Ahmad Dahlan di daerah Rejodani, jalan Palagan. Pengalaman menjadi nasabah bank sampah mengubah pandangan saya terhadap limbah, di mana sampah kering bernilai ekonomis. Saya secara rutin memilah sampah dari rumah dan menyetorkannya ke pengurus untuk dicatat menjadi saldo tabungan, yang hasilnya bisa dicairkan dalam bentuk uang tunai, ditukar dengan sembako.

Proses utama dan manfaat yang dirasakan sehari-hari diantaranya Pembersihan & Pemilahan; Sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, koran, dan kaleng harus dipilah dan dibersihkan dari sisa kotoran sebelum disetor agar memiliki nilai jual tinggi. Penimbangan & Pencatatan: Sampah yang dibawa akan ditimbang dan dicatat dalam buku tabungan atau aplikasi digital sesuai dengan jenis dan beratnya. Pencairan; Saldo yang terkumpul bisa ditarik sesuai jadwal yang disepakati (misalnya menjelang hari raya) atau langsung digunakan untuk membayar tagihan rutin. Langkah ini adalah salah satu cara paling nyata dalam mendukung lingkungan sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan dari rumah.

Sosialisasi ke masyarakat bahwa sampah itu bisa dikelola atau dipilah dari sumbernya tapi merubah mindset masyarakat memerlukan proses dan waktu. Dalam sosialisasi bagaimana cara menanganan sampah bagaimana kita memperlakukan sampah bagaimana juga kita pasca pengolahan sampah itu kenapa harus dipilah dan gimana caranya, makanya masih banyak kendala Sebenarnya kalau sampah sudah dipilah dari sumbernya itu lebih meringankan dan lebih untuk menghindari masalah. Sampah yang dikumpulkan oleh nasabah bank sampah nantinya akan dijual, dan hasilnya bisa ditabung atau langsung diterima dalam bentuk uang tunai. Adanya bank sampah ini, perekonomian masyarakat akan agak terbantu. Sampah yang biasanya dianggap sebagai masalah, sekarang menjadi sumber penghasilan tambahan,


 


Sabtu, 20 Juni 2026

 

Tugas                    : Esai 5 – Eksperimen Anorganik di rumah dosen

Nama MK            : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.

Kelas                    : Karyawan (online)

Titik Muti’ah       (243010440004)                                       

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

 

KUNJUNGAN:

Hari/Tanggal :  Minggu 31 Mei 2026

Waktu :            09.00 -11.30

Tempat :          Rumah DR. Arundati Shinta, M.A.



Pagi itu, kami mahasiswa kelas psikologi lingkungan berkumpul di rumah dosen ibu Shinta dari jam 9 pagi hingga 11.30 am. Beliau menyediakan halaman belakang menjadi laboratorium alam yang asri dengan banyak tanaman. Hari ini, rumahnya menjadi titik temu dua generasi mahasiswa dan ibu-ibu tangguh penggiat recycling sampah anorganik yang memiliki keresahan atas sampah atau limbah unorganik. Kita berkumpul bukan untuk berteori, melainkan melakukan aksi nyata menyulap sampah domestik menjadi produk bernilai guna dan bisa dijual memperoleh tambahan penghasilan.

Kegiatan yang menyenangkan ini tujuannya membuat beberapa produk dari limbah sampah unorganik. Kami merasa senang, terhibur dan menikmati dalam melakukannya dengan bimbingan dan arahan bu Shinta yang dengan sabar mencontohkan pada mahasiswanya. Beliau sangat trampil dan cepat dalam mencontohkan dan mengerjakan dikarenakan beliau telah melakukan berulang kali sendirian.

Beberapa disign kami kerjakan diantaranya 1) pembuatan piring cantik & unik dengan memanfaatkan kain perca batik atau motif apa saja. Piring ini dibuat dengan mebubuhkan lem di piring bagian belakang untuk menempelkan kain perca tadi tanpa berongga, kemudian dipanaskan agar kering dan menempel sempurna. Hasilnya ada dalam gambar diatas. 2) membuat gandungan kunci ada 2 design yang semuanya dibuat dari potongan-potongan benang sisa warna-warni. Benang dipotong sekitar 1meteran ada 2 wana menurut selera, diayam dengan rapi dan kuat hingga membentuk lingkaran sampai selesai dan dirapikan, diberi cantungan kunci dan terakhir dipanaskan diatas api agar lebih halus teksturnya. Model yang satu lagi, benang dipotong sekitar 15-20 cm, kemudian diayam melebar dibiarkan menjuntai ke kanan dan kiri, pemilihan warna menurut selera. Kemudian benang yang tersisa tadi dibuka/diurai, disisir agar halus hingga seperti gambar diatas, diberi gantungan kunci dan dipotong/dirapikan sisi kanan dan kirinya, bisa dibentuk sesuai selera.

Aktivitas yang berlangsung hingga siang hari ini bukan sekadar eksperimen daur ulang. Rumah sang dosen telah menjadi ruang dialektika yang hidup, di mana pengalaman praktis ibu-ibu penggiat dan perduli kingkungan berpadu sempurna dengan idealisme akademis mahasiswa. Dari halaman rumah ini, mereka mmbuktikan bahwa pengelolaan sampah berbasis komunitas bukan hal yang mustahil, dimulai dari pemilahan, memanage sampah anorganik demi bumi yang lebih bersih. 







ESSAY PRESTASI (EPRES)

ESSAY PRESTASI (EPRES)

Nama : Wulan Rahmawati

NIM : 24310410236

Kelas   : B

Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.

Tugas  : Essay Prestasi

Bulan/Tahun Terbit: Juni 2026


Tiga Prestasi dalam Kegiatan Pelayanan Masyarakat 

Terlibat dalam beberapa kegiatan pelayanan masyarakat yang ada di lingkungan tempat tinggal merupakan suatu kebanggaan bagi saya. Kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata kepedulian, tanggung jawab dan kebersamaan kita dalam menjaga lingkungan sekitar yang berdampak menjaga hubungan sosial yang baik antara tetangga. Saya belajar bahwa prestasi tidak selalu berupa penghargaan besar tetapi juga kontribusi untuk membantu orang lain dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan I

Kegiatan pelayanan masyarakat saya yang pertama yaitu mengikuti kegiatan bersih-bersih taman bersama di KWT Sehati PKK RT 19 Baturetno pada tanggal 7 Juni 2026, pukul 06.00–07.30. Kegiatan ini dilakukan rutin setiap hari Minggu bersama ibu-ibu PKK untuk membersihkan lingkungan dan menjaga kebersihan taman wilayah RT 19. Dalam kegiatan ini peran saya adalah ikut aktif sebagai anggota PKK di wilayah Baturetno dengan membantu membersihkan area taman, menyiram tanaman, mengangkat sampah dan merapikan lingkungan agar terlihat nyaman dan sehat. Saya merasa kegiatan ini sangat penting karena taman yang bersih dapat menciptakan suasana yang indah dan mendukung kesehatan warga. Kegiatan ini juga mengajarkan saya untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dan bekerja sama dengan warga lain. 

Kegiatan II

Kegiatan kedua yaitu keterlibatan saya dalam acara Dawis 1 pada tanggal 5 Juni 2026 selama 2 jam dari pukul 16.00–18.00. Dalam kegiatan rutin bulanan ini beberapa hal penting yang dibahas seperti lomba lingkungan sehat, agenda pembersihan taman sehat, serta pembentukan pengurus KWT yang baru. Sebagai anggota Dawis saya ikut hadir dan berpartisipasi aktif dalam diskusi. Peran saya dalam kegiatan ini adalah menjadi bagian dari masyarakat yang mendengarkan informasi, memberikan dukungan, dan ikut menjaga kelancaran acara. Selain itu pada kegiatan Dawis juga menjadi sarana penyampaian informasi mengenai posyandu lansia dan anak setiap bulan, sehingga saya merasa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mendukung kebutuhan warga. Dari kegiatan ini saya belajar pentingnya komunikasi, tanggung jawab, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan lingkungan.

Kegiatan III

Selanjutnya pada kegiatan saya yang ketiga yaitu mengikuti kegiatan bersih-bersih makam pada 16 Juni 2026 atau bertepatan dengan 1 muharram sekitar pukul 16.00. Kegiatan ini dilakukan bersama beberapa warga kampung dalam agenda rutin bulanan untuk membersihkan lingkungan makam dan kampung. Peran saya dalam kegiatan ini adalah membantu mencabut rumput yang tumbuh di atas makam, membersihkan area makam, serta memastikan tempat tersebut tetap rapi dan terawat. Walaupun terlihat sederhana tetapi menurut saya kegiatan ini memiliki makna yang besar karena menjaga kebersihan makam merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman. Saya merasa kegiatan ini melatih rasa tanggung jawab, kebersamaan, dan kepedulian sosial di sekitar kita.



ESSAY 10: PARTISIPASI LOMBA

ESSAY 10: PARTISIPASI LOMBA

Nama : Wulan Rahmawati

NIM : 24310410236

Kelas   : B

Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.

Tugas  : Essay 10 Partisipasi Lomba

Bulan/Tahun Terbit: Juni 2026


Penguatan Motivasi Internal dalam Partisipasi Lomba Olimpiade dan Menulis Puisi

Partisipasi dalam lomba tidak hanya sekedar ajang untuk unjuk kemampuan ataupun memenangkan kompetisi melainkan manifestasi saya dalam penguatan motivasi internal. Fokus mengikuti kompetisi ini yaitu mengukur sejauh mana pikiran saya tetap tajam dan membuktikan kapasitas belajar tidak lekang oleh waktu meskipun sudah lulus sekolah. Saya berpartisipasi dalam dua lomba yaitu Olimpiade Nasional dan lomba menulis puisi dalam event Menulis Nasional. Kedua lomba ini tidak hanya mengasah kemampuan saya tetapi juga memperkuat motivasi internal saya.

Proses Pendaftaran Olimpiade

Lomba pertama yang saya ikuti yaitu Olimpiade Nasional yang mencakup jenjang dari SD hingga mahasiswa dan umum. Untuk kategori umum hanya beberapa materi saja yang boleh diikuti dan saya memilih Matematika dan Bahasa Inggris. Pilihan ini diambil karena sejak sekolah dari SD hingga SMA saya aktif mengikuti olimpiade sains dan matematika serta debat bahasa inggris. Pada saat SMP saya berhasil menang dalam lomba olimpiade Math hingga babak nasional di Jakarta. Pengalaman ini menjadi pemicu utama saya kembali mengikuti olimpiade. Dalam persiapan olimpiade saya merasa ada permasalahan yang muncul, dimana setelah lama tidak mengikuti olimpiade ada ketakutan apakah kemampuan analisis dan pemahaman materi masih setajam dulu, sehingga saya merasa hal ini harus segera diatasi agar tidak menghambat motivasi.

Motivasi internal saya berasal dari nostalgia akan kesuksesan masa lalu dan ingin membuktikan pada diri sendiri bahwa saya masih bisa selama ada usaha. Saya mempersiapkan diri dengan belajar kembali materi Matematika dan bahasa Inggris melalui buku dan dari internet untuk belajar materi-materi terbaru. Beberapa hari saya melakukan persiapan untuk mengikuti lomba ini, dari mulai mencari sumber informasi, kemudian pendaftaran hingga persiapan materi olimpiade. Adanya proses belajar ini yang memperkuat motivasi internal karena saya sadar bahwa kemampuan bisa dibangun kembali melalui usaha dan tidak hanya mengandalkan pengalaman masa lalu saja.


Proses pendaftaran Puisi

Lomba kedua yang saya ikuti adalah menulis puisi dalam Event Menulis Nasional dan saya memberikan judul pada puisi saya yaitu “Napas Bumiku yang Terluka”. Tema yang diberikan bebas sehingga saya memilih tema lingkungan hidup karena sesuai dengan mata kuliah yang saya ambil yaitu psikologi Lingkungan. Selain itu juga kita tahu saat ini bumi sedang tidak baik-baik saja, banyak sampah di mana-mana, hutan yang semakin gundul, dan udara yang tercemar. Saat mengikuti lomba ini saya juga merasa nostalgia akan masa lalu dimana saya suka menulis dan membaca puisi. Meskipun sama seperti lomba sebelumnya ada permasalahan yang muncul yaitu rasa kurang percaya diri terkait apakah saya masih bisa membuat puisi yang indah seperti itu, tetapi hal ini tidak membuat saya menyerah untuk terus berkarya. 


Proses Belajar Olimpiade dan Proses Lomba Menulis Puisi

Persiapan yang saya lakukan dalam lomba menulis puisi ini yaitu dengan membaca puisi-puisi lama dan baru untuk mencari inspirasi dan mengasah diksi dalam menulis. Kedua lomba ini membuat saya nostalgia dan percaya bahwa kita bisa terus berkembang dan mengasah kemampuan logika berpikir dan kemampuan artistik sampai kapanpun asal terus berusaha dan punya motivasi yang kuat. Sehingga mengikuti lomba tidak hanya tentang kemenangan tetapi juga proses memperkuat motivasi internal dalam menghadapi sebuah tantangan.


Daftar Pustaka:

Schunk, J. B., & Muennig, P. (2018). Motivation to Learn: Integrating Theory and Practice (7th ed.). Boston: Pearson Education.

Kamis, 18 Juni 2026

ESSAY 6: EKSPERIMEN ORGANIK DI RUMAH DOSEN

ESSAY 6: EKSPERIMEN ORGANIK DI RUMAH DOSEN 

Nama  : Wulan Rahmawati

NIM    : 24310410236

Kelas   : B

Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.

Tugas  : Essay 6 Eksperimen organik di rumah dosen

Bulan/Tahun Terbit: Juni 2026

 

Pengalaman Berharga Mengelola Sampah Organik di Rumah Dosen

Kegiatan yang saya lakukan kali ini yaitu mengelola sampah organik menjadi sesuatu yang berharga di rumah Ibu Dr. Arundati Shinta, M.A. selaku dosen pengampu mata kuliah Psikologi lingkungan. Kegiatan ini berlangsung pada hari minggu, tanggal 17 Mei 2026 dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB di rumah ibu Shinta daerah Nglanjaran, Sleman. Kuliah yang biasanya hanya teori saja tetapi disini tidak sekedar teori tetapi kita bisa langsung praktik mengelola sampah organik menjadi beberapa macam produk yang bermanfaat.

Pada kegiatan pertama kita diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap sampah kita sendiri. Kami diminta untuk membawa bekal makanan dan mengkonsumsi bekal tersebut yang terdiri dari satu kue dibungkus pisang dan satu lagi yang dibungkus plastik. Setelah makanan habis, selanjutnya yaitu bungkus makanan yaitu daun pisang dan plastik dipisahkan dan dipilah untuk dimasukkan ke bank sampah. Kegiatan ini mengajarkan saya bahwa tindakan kecil seperti memilah sampah dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan.

Kegiatan selanjutnya yaitu membuat kompos dan memanen kompos yang sudah kita buat. Pada proses membuat kompos kita menggunakan sampah organik yang sudah kita bawa sebelumnya yaitu daun pisang dan sampah kebun. Bahan-bahan itu dirajang kecil-kecil lalu dicampur dengan dedak, dolomit, POC, tetes tebu, dan EM4. Campuran itu kemudian dimasukkan ke dalam gentong untuk proses pengomposan. Dari proses membuat kompos saya memahami bahwa sampah organik masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna yaitu pupuk kompos untuk tanaman.

Setelah membuat kompos, kegiatan kita berlanjut dengan memanen kompos dimana kompos yang sudah matang kita pindahkan lalu disaring dan dipisahkan antara kompos halus dan kompos kasar. Kompos halus dicampur dengan bubuk kulit telur, abu gosok, dan arang halus, kemudian didiamkan selama dua hari sebelum digunakan. Panen kompos ini mengajarkan saya bahwa pengolahan sampah tidak berhenti pada pembuatan saja tetapi bagaimana kita juga bisa memanfaatkan hasilnya dengan sebaik mungkin.

Proses selanjutnya saya juga belajar membuat eco-enzyme yang dibuat dari gula merah, kulit buah-buahan, dan air dengan perbandingan tertentu. Bahan-bahan itu kita fermentasi selama minimal tiga bulan. Meskipun prosesnya cukup lama tetapi hasilnya sangat bermanfaat karena dapat kita gunakan untuk keperluan yang ramah lingkungan. Setelah membuat eco-enzyme selanjutnya kita bisa panen dan melakukan fermentasi kembali dengan lerak dan sereh untuk menghasilkan cairan yang lebih bermanfaat.

Kegiatan terakhir yang dilakukan yaitu membuat sabun eco-enzyme dari campuran bahan seperti mess, garam industri, EDTA, aminon, gliserin, air, dan eco-enzyme hasil fermentasi kedua. Pada proses mengajarkan saya bahwa bahan-bahan alami dapat diolah menjadi produk rumah tangga yang berguna. Saya merasa kegiatan yang dilakukan di rumah ibu Shinta sangat bermanfaat karena memberikan pelajaran penting dari mulai belajar bertanggung jawab atas sampah sendiri, kemudian mengolah sampah organik hingga bisa menghasilkan produk yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Selanjutnya kegiatan ini mendorong saya untuk lebih bijak dalam menyikapi dan mengelola sampah dan belajar menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.