Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Perkotaan
(Community Behavior in Household Waste Management in Urban Areas)
Yufika Dwi Rezeki
25310440003
Kelas Psikologi Lingkungan – B
Dosen
Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.
Fakultas
Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Topik:
Pengelolaan sampah rumah tangga, perilaku masyarakat, kesadaran lingkungan, 3R.
Sumber:
Salsabilla, H., Hutahayan, H. R., Sulhas, S., & Saputra, B. (2025). Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Perkotaan. Jurnal Edu Research, Vol 6(4), 829–839.
Permasalahan:
Jurnal ini membahas perilaku masyarakat perkotaan dalam mengelola sampah rumah tangga yang masih belum efektif. Banyak masyarakat masih terbiasa membakar sampah, membuang sampah sembarangan, dan belum memilah sampah dari rumah. Selain itu, keterbatasan fasilitas seperti TPS dan layanan pengangkutan sampah membuat pengelolaan sampah belum berjalan dengan baik. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan sampah bukan hanya soal volume sampah, tetapi juga berkaitan dengan kebiasaan masyarakat sehari-hari.
Tujuan
Penelitian:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, serta faktor-faktor yang memengaruhinya.
Isi:
Jurnal ini menjelaskan bahwa persoalan sampah rumah tangga di perkotaan tidak hanya berkaitan dengan jumlah sampah, tetapi juga dengan kebiasaan masyarakat sehari-hari. Di Kecamatan Kuranji, sebagian masyarakat masih mengelola sampah dengan cara dibakar atau dibuang ke tempat terbuka karena dianggap lebih praktis dan cepat. Padahal, kebiasaan tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa masyarakat masih jarang memilah sampah organik dan anorganik dari rumah. Kebiasaan mencampur sampah membuat proses pengelolaan menjadi lebih sulit. Selain itu, keterbatasan fasilitas seperti TPS, sarana pengelolaan, dan pengangkutan sampah membuat masyarakat cenderung memilih cara yang paling mudah dalam membuang sampah.
Metode:
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif untuk melihat gambaran perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.
Hasil:
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku masyarakat dalam mengelola sampah masih didominasi cara tradisional, terutama membakar sampah. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah juga masih rendah. Namun, sebagian kecil masyarakat mulai menunjukkan perubahan dengan membuang sampah ke TPS, memilah sampah sederhana, dan mengolah sampah organik menjadi kompos.
Diskusi:
Dari sudut pandang psikologi lingkungan, perilaku masyarakat terhadap sampah terbentuk dari kebiasaan yang terus diulang dan dianggap wajar di lingkungan sekitar. Kebiasaan membakar sampah akhirnya menjadi perilaku yang dianggap normal. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh kebiasaan sosial, lingkungan fisik, dan fasilitas yang tersedia.
Kesimpulan:
Jurnal
ini menunjukkan bahwa masalah sampah rumah tangga di perkotaan masih
dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat, rendahnya kesadaran lingkungan, dan
keterbatasan fasilitas. Karena itu, pengelolaan sampah tidak cukup hanya
mengandalkan kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan perubahan kebiasaan
masyarakat agar tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan
berkelanjutan.





.jpeg)



.jpeg)
.jpeg)





