Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Senin, 13 Juli 2026

ESSAI 10 - MENGIKUTI 2 LOMBA KREATIF

MAT.KUL : Psikologi Lingkungan 

DOSEN PENGAMPU : Dr. ARUNDATI SHINTA M.A.

NAMA         : AYOM PURWANINGSIH

NIM : 24310410227

NIM                                    : 24310410227FAKULTAS         : PSIKOLOGI ( KELAS B) 

Universitas Proklamasi 45


KREATIFITAS MENGIKUTI LOMBA MADING 3D DAN BUKET SNACK MINIMALIS YANG BERUJUNG MANFAAT MENAMBAH PENGHASILAN



Pendahuluan


Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026, Hotel Hyatt Regency Yogyakarta mengadakan lomba Mading Kartini dan lomba Membuat  Buket Minimalis. Kebetulan sekali karena dari sejak usia Sekolah Dasar (SD) saya suka membuat dan mengikuti lomba Mading. Sewaktu di bangku SMA saya juga aktif dalam organisasi kepenulisan. Keaktifan di organisasi ini mengasah kemampuan dan membangun jiwa kepedulian saya mengenai lingkungan sekitar dengan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Pelaksanaan lomba Mading Kartini yang diadakan oleh Hotel Hyatt Regency Yogyakarta adalah pada hari Selasa, 21 April 2026. Dan pelaksanaan lomba Membuat Buket Minimalis adalah pada Hari Senin, 27 April 2026.

Isi

Tujuan utama lomba mading ini adalah untuk mengasah kreativitas dan kerjasama, meningkatkan budaya literasi atau minat baca-tulis, juga menjadi sarana edukatif agar generasi muda dapat meneladani dan menghayati semangat perjuangan R.A. Kartini. Dalam pelaksanaan lomba mading tersebut saya dan tim yang terdiri dari 6 orang juga menggunakan bahan dasar sampah dari kardus bekas dan kertas kado bekas sebagai isian hiasannya. Penggunaan sampah upcycling pada mading ini bertujuan untuk memberikan manfaat ekologis dan estetis yang sangat besar karena bisa mengurangi limbah, melestarikan alam, eksplorasi mading 3 dimensi, melatih pemecahan masalah, meningkatkan estetika yang unik dan meminimalkan pengeluaran. 

 Untuk lomba kedua yang saya ikuti adalah Lomba Membuat Buket Minimalis. Dengan persyaratan lomba yaitu menggunakan bahan baku seharga di bawah 100 ribu rupiah. Bahan baku yang saya gunakan juga tetap ada yang menggunakan upcycling sampah kardus, kertas, dan styrofoam. Seni kerajinan buket Snack  sepertinya sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat. Buket snack telah menjadi bisnis dan hadiah unik yang mulai viral di era milenial yang digandrungi oleh banyak kalangan.


Selama berproses dalam kegiatan ini terdapat banyak sekali pelajaran yang dapat saya peroleh, di antaranya adalah manajemen waktu dan bersosialisasi dengan pihak-pihak luar sebagai bentuk penerapan ilmu pengetahuan juga. Alhamdulillah dari kedua perlombaan yang saya ikuti tersebut saya beserta tim bisa mendapatkan juara. Untuk lomba mading, kami mendapatkan juara 1 dari jumlah peserta 7 tim. Dan untuk lomba membuat buket snack harga minimalis, kami mendapatkan juara 3 dari jumlah peserta 10 tim. Benar-benar membuat saya senang dan bangga atas pencapaian ini. Karena selain ilmu, teman baru, dan ketenangan  jiwa serta raga saat mengolah mading dan bucket tersebut dapat benar-benar saya rasakan. Manfaat dan keuntungan yang dapat saya rasakan yaitu modal awal yang relatif kecil dan mudah dikelola, potensi keuntungan tinggi, tidak mudah basi, proses belajar cepat dan pasaran yang terbilang luas.

Rasa syukur saya panjatkan kepada Tuhan karena banyak juga manfaat yang saya terima setelah mengikuti lomba membuat buket snack tersebut. Sampai bulan ini syukur alhamdulillah saya jadi sering dapat orderan membuat buket baik itu snack, bunga, maupun uang. Paling banyak yaitu orderan buket snack. Berbisnis buket snack menawarkan modal awal yang sangat terjangkau, fleksibilitas tinggi karena bisa dikerjakan dari rumah, dan pasar yang luas. Hadiah ini sangat diminati untuk berbagai perayaan seperti wisuda, ulang tahun, hingga hari kasih sayang karena bentuknya yang kreatif, estetik, dan isiannya bisa dinikmati atau dimakan.

Kesimpulan

Saat ini, saya sedang menempuh pendidikan sarjana psikologi saya. Dan saya juga sangat senang mengikuti mata kuliah Psikologi Lingkungan, karena di mata kuliah tersebut saya bisa mendapatkan ilmu tentang bagaimana cara mengolah sampah dengan benar. Saya juga belajar lebih mendalam mengenai bidang saya untuk bisa lebih berguna dan dapat diaplikasikan di hari esok. Saya memiliki mimpi besar untuk menjadi seorang psikolog yang juga mempunyai usaha dalam pengolahan sampah. Dengan pengolahan sampah yang tepat, selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat, saya sangat bersyukur juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk uang jajan saya dan anak-anak Karena cerdas dan beradab itu adalah bekal bagi kita untuk menjalani kehidupan di masa mendatang. Orang yang cerdas namun tidak beradab dapat merugikan orang lain. Sedangkan orang yang cerdas dan beradab dapat memberikan manfaat dengan mempertimbangkan kesejahteraan banyak pihak.

ESSAI 8 - UPCYCLING ESTETIK

MAT.KUL : Psikologi Lingkungan 

DOSEN PENGAMPU : Dr. ARUNDATI SHINTA M.A.

NAMA         : AYOM PURWANINGSIH

NIM : 24310410227

FAKULTAS         : PSIKOLOGI ( KELAS B) 

Universitas Proklamasi 45



MENGUBAH SAMPAH MENJADI UPCYCLING POT BUNGA ESTETIK PENUH BERKAH




Pendahuluan


Upcycling hadir sebagai solusi kreatif yang mengubah barang bekas menjadi produk baru dengan nilai guna dan estetika yang lebih tinggi. Berbeda dengan recycling (daur ulang) yang meleburkan material menjadi bahan mentah, upcycling mempertahankan bentuk asli barang sambil memberikan fungsi baru. Praktik ini kini menjadi garda terdepan dalam melawan budaya konsumerisme. Karena tingkat konsumsi masyarakat modern telah menghasilkan timbunan sampah yang mengancam kelestarian lingkungan. Selama ini, solusi yang paling umum digunakan adalah recycling (daur ulang), yang seringkali memerlukan proses industri berskala besar untuk mengurai material. Alternatif yang lebih kreatif dan ramah lingkungan, yaitu upcycling. Berbeda dengan daur ulang, upcycling adalah proses mengubah barang bekas atau limbah menjadi produk baru yang memiliki nilai estetika dan nilai ekonomi lebih tinggi dari barang aslinya.



Isi


Penerapan upcycling membawa dampak positif yang signifikan bagi lingkungan dan ekonomi. Dari sisi lingkungan, metode ini memperpanjang siklus hidup suatu produk sehingga mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dari sisi ekonomi, upcycling mendorong lahirnya prinsip ekonomi sirkular. Material yang dianggap tidak berharga dapat disulap menjadi barang bernilai jual tinggi, seperti tas dari sisa kain perca, furnitur dari palet kayu bekas, atau karya seni dari limbah plastik.


Pendekatan ini memiliki beberapa dampak positif. Pertama, upcycling menekan jumlah limbah yang mencemari lingkungan. Kedua, ini mendorong ekonomi kreatif di tingkat lokal. Pengrajin atau individu dapat menciptakan produk bernilai seni dengan modal material yang sangat minim. Upcycling menumbuhkan kesadaran kita tentang konsumsi yang bertanggung jawab. Kita diajarkan untuk lebih menghargai barang sebelum membuangnya.


Praktik ini memberikan dampak positif yang signifikan. Dari aspek lingkungan, upcycling membantu mengurangi volume sampah secara drastis sekaligus menekan jejak karbon karena meminimalkan energi yang dibutuhkan untuk memproduksi barang baru dari nol. Dari aspek ekonomi, ini membuka peluang bisnis kreatif yang bernilai ekonomi tinggi. Selain itu, upcycling juga melatih kreativitas individu untuk melihat potensi dari barang-barang yang awalnya dianggap tidak berguna.



Kesimpulan


Upcycling bukan sekadar tren sesaat dalam mengolah sampah, melainkan langkah penting menuju ekonomi sirkular. Dengan mengubah paradigma kita dari "buang" menjadi "manfaatkan kembali secara kreatif", upcycling membuktikan bahwa barang tak terpakai pun dapat memiliki kehidupan kedua yang jauh lebih berharga. Upcycling bukan sekadar tren sesaat, melainkan sebuah kebutuhan moral dan gaya hidup masa depan. Praktik ini mengajarkan kita untuk lebih menghargai sumber daya dan melihat potensi dari barang-barang di sekitar kita. Dengan mengubah pola pikir dari konsumen pasif menjadi kreator yang peduli lingkungan, kita tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi sampah, tetapi juga membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.



Sabtu, 11 Juli 2026

ESSAY 8 : MELAKUKAN UPCYCLING SAMPAH ANORGANIK & MERINTIS SEBAGAI PENGUSAHA EKONOMI SIRKULER

 

YOSY TEGAR SEPTIAN

NIM: 24310410242

PSIKOLOGI LINGKUNGAN (B)

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A.

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

 Upcycling sampah anorganik merupakan proses mengolah limbah seperti botol plastik, kaleng, kaca, kain bekas, ban, atau kemasan menjadi produk baru yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi lebih tinggi tanpa melalui proses penghancuran bahan secara menyeluruh.

Untuk merintis usaha ekonomi sirkuler, langkah-langkah yang dapat dilakukan meliputi mengidentifikasi jenis sampah anorganik yang mudah diperoleh, menentukan produk yang akan dibuat sesuai kebutuhan pasar, mengembangkan desain yang kreatif dan berkualitas, menghitung biaya produksi serta harga jual, memasarkan produk melalui media sosial, marketplace, bazar, atau pameran UMKM, dan terus melakukan inovasi agar produk memiliki daya saing.

Tidak hanya memperoleh peluang usaha dan tambahan pendapatan, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi timbunan sampah, meningkatkan kesadaran lingkungan, serta mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat diubah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat

 

PEMBUATAN PRODUK


 




Nama produk : Lampion

Bahan utama : galon bekas merk LE MINERAL

 

Alat dan Bahan

  • 1 galon plastik bekas Le Minerale yang sudah dicuci bersih
  • Cutter atau pisau
  • Gunting
  • Penggaris
  • Spidol
  • Cat semprot atau cat akrilik (opsional)
  • Lem tembak
  • Tali atau kawat untuk gantungan
  • Lampu LED kecil atau lampu hias (hindari menggunakan lilin)

Langkah-langkah

1. Bersihkan galon

2. Buat pola dengan spidol dan penggaris, gambar garis-garis vertikal pada badan galon. 

3. Potong badan galon menggunakan cutteer

4. Bentuk lampion agar dapat melengkung.

5. Rapikan

6. Hias lampion sesuai warna yang diinginkan.

7. Masukkan lampu LED ke dalam galon.

8. Pasang gantungan sesuai dengan yang ingin di pasang.

 

Hasil Akhir

Lampion siap digantung di teras rumah, taman, ruang kelas, atau digunakan sebagai dekorasi pada acara tertentu.

 

PENJUALAN

Saya menjualkan produk lampion ini melalui sosial media yaitu instagram, dengan mengaplud postingan sekaligus story instagram agar dapat dilihat dan dibeli oleh banyak orang.

Link postingan penjualan : https://www.instagram.com/p/DaqM7oLk8TQImUYjjCq3zoaePtXRIboRBnY0sU0/?igsh=dm9vMndyOWdiYXA3

Foto postingan 

 

 


 

Jumat, 10 Juli 2026

ESSAY 5 : EKSPERIMEN ANORGANIK DI RUMAH DOSEN

 YOSY TEGAR SEPTIAN

NIM: 24310410242

PSIKOLOGI LINGKUNGAN (B)

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A.

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

 




EKSPERIMEN ANORGANIK 

Mengubah sampah menjadi barang yang bermanfaat

    Kegiatan ini bertujuan agar kami, mahasiswa terampil melakukan upcycling dengan sampah anorganik. Karena sampah anorganik akan selalu mengikuti kehidupan seseorang dan ada kemungkinan bingung cara2 memperlakukannya secara ramah lingkungan.

Manfaat pembuatan kerajinan dari sampah :

  • Mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke lingkungan.
  • Meningkatkan kreativitas dan keterampilan.
  • Memiliki nilai ekonomi sehingga dapat dijual sebagai produk UMKM.
  • Mendukung penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).
  • Menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan kembali bahan yang masih bernilai.

 

Berikut adalah contoh cara membuat kerajinan dari bahan dasar sampah yang dapat diterapkan dalam kegiatan daur ulang maupun program pemberdayaan masyarakat.


1.      Membuat Gantungan Kunci

  • Tutup botol plastik bekas atau kain perca
  • Gantungan kunci (ring)
  • Lem tembak
  • Cat akrilik/spidol permanen
  • Hiasan (manik-manik, pita, dll.)

Cara membuat:

  1. Bersihkan tutup botol atau kain perca.
  2. Bentuk sesuai keinginan (bulat, bunga, karakter, dll.).
  3. Hias menggunakan cat atau tempelkan ornamen.
  4. Lubangi bagian atas.
  5. Pasang ring gantungan kunci.
  6. Biarkan lem mengering sebelum digunakan.

 

2.      Membuat Lilin

Bahan:

  • Sisa lilin bekas
  • Gelas kaca bekas atau kaleng kecil
  • Sumbu lilin
  • Pewarna atau pewangi (opsional)

Cara membuat:

  1. Kumpulkan dan bersihkan sisa lilin.
  2. Lelehkan dengan metode tim (double boiler).
  3. Letakkan sumbu di tengah wadah bekas.
  4. Tuang lilin cair ke dalam wadah.
  5. Diamkan hingga mengeras.
  6. Potong sumbu sesuai panjang yang diinginkan.

 

3.      Membuat Piring Cantik

Bahan:

  • Koran atau kertas bekas
  • Lem putih
  • Air
  • Cetakan mangkuk
  • Cat dan vernis

Cara membuat:

  1. Sobek koran menjadi potongan kecil.
  2. Campur lem dengan sedikit air.
  3. Tempelkan beberapa lapisan koran pada cetakan mangkuk.
  4. Jemur hingga benar-benar kering.
  5. Lepaskan dari cetakan.
  6. Cat sesuai motif yang diinginkan lalu lapisi vernis agar lebih awet.

4.      Membuat Parcel dan Bungkusnya

Bahan:

  • Kardus bekas
  • Kertas koran, majalah bekas, atau kertas kalender
  • Tali rami atau pita bekas
  • Lem
  • Daun kering atau bunga kering sebagai dekorasi

Cara membuat:

  1. Potong kardus menjadi ukuran yang diinginkan.
  2. Bentuk menjadi kotak parcel.
  3. Bungkus menggunakan koran atau kertas bekas yang masih layak.
  4. Hias dengan tali rami, pita bekas, atau bunga kering.
  5. Isi parcel dengan produk atau kerajinan daur ulang lainnya.
  6. Tambahkan kartu ucapan dari kertas bekas agar tampil lebih menarik.

 

 

Tugas                    : Esai 8 – Malakukan Revitalisasi Lahan Terkelola EDUPARK Merapi Valley   https://share.google/1EpS0bCVHy5FKyf8Y    

Nama MK            : Psikologi Lingkungan 

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A. 

Kelas                    : Karyawan (online)

Titik Muti’ah (243010440004)  

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta 

 

Merapi Valley (MV) Turi, Sleman, secara geografis masuk kawasan di lereng selatan Gunung Merapi, di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan ini terbentuk dari endapan lahar pasca-erupsi yang terbengkalai awalnya kita revitalisasi. Merapi Valley mencakup kelurahan Girikerto, kawasan yang unik, bertransformasi dari lahan terdampak lahar terbukti ada batuan yang berdiameter 2 meteran peninggalan 3000 tahun lalu (ada artikel jurnalnya) yang kita namakan Gajah Duduk. MV kita ubah menjadi kawasan pertanian, ekosistem buatan, dan wisata edukasi. Lanskap ini merupakan hasil restorasi alami pascaerupsi 2010, di mana vegetasi kembali tumbuh dan membentuk habitat baru selama 15 tahun terakhir (rist mahasiswa biologi UAD). Area ini sering menjadi lokasi penelitian biodiversitas, studi habitat, serta konservasi lingkungan bagi murid-murid TK, SD disekitaran MV hingga Mahasiswa. Suasana di área ini relatif udara masih bersih dan air gunung sangat sejuk menyegarkan berada di ketinggian sekitar lereng Merapi (700 m), Memiliki panorama Gunung Merapi yang terbuka terutama pada pagi hari yang dapat dilihat jelas dari Gardu Pandang MV, Lingkungannya masih tenang sehingga cocok untuk healing, retreat, gathering, maupun kegiatan edukasi, camping. 

Yang menarik, MERAPI VALLEY dikenal kawasan pendidikan, pelatihan, retreat, atau wisata berbasis komunitas. Merapi Valley sangat potensial dijadikan laboratorium lapangan (field laboratory) untuk penelitian sains hingga psikologi, pemberdayaan masyarakat, Penelitian yang pernah dilakukan terkait minyak atsiri, pasir merapi, biologi terkait burung elang jawa dan binatang lain, hingga mitigasi bencana dengan dibuatnya miniatur gunung merapa seperti gambar diatas. Beberapa tanaman tumbuh subur di MV seperti kopi, mrica, salak, kayumanis, sereh, nanas hingga edelweis. Sedangkan fasilitasnya listrik menggunakan solarcell, drone, wifi, 3 toilate dan dapur yang ada , oven-batuannya  untuk barbeqeu ala azalbaizan. 

Semua ini mempunyai misi back to nature for happiness. Kegiatan yang rutin dilakukan adalah aktivitas kelas bahasa Inggris untuk  anak SD sekitar merapi dan diakhir tahun selalu diadakan lomba telling-story Get Talent in English, reunian beberapa teman-teman, Juggle Golf untuk orang dewasa dan anak-anak SD, kadang ada komunitas yang Camping atau menginap di Cottage/rumah kayu (ala Firlandia). Produk MV yang sudah dipasarkan adalah kopi MV, minyak atsiri sere wangi dan isi ulang air RO sehat untuk lansia, Merapi Valley akan terus berbenah sehingga nyaman untuk aktivitas dan hunian bagi masyarakat.