Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Senin, 04 Mei 2026

 

Esai 3 – Kegiatan Before – After  

Tugas                    : Esai 3 – Kegiatan Before – After  

Nama MK            : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.

Kelas                    : Karyawan (online)

Titik Muti’ah       (24310440004)                                  

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta 


Topik

Kegiatan membersihkan tempat public dilokasi yang berbeda 1) kerja bakti lingkungan rumah Bulusan Ngaglik (Minggu 3 Mei jam 6.30-7.30) 2) Science Park di Sidorejo Nganggring Girikerto Turi (Minggu, 3 Mei jam 9 -10 pagi) membuat Biopori sampah organik (sisa makanan dan daun-daun).

Kegiatan

Bersih-bersih di lingkungan saya tinggal dimana banyak sampah daun berserakan dan juga di lingkungan Science Park yang biasa digunakan beraktivitas anak-anak SD sekitar area Sidorejo berlatih Bahasa English setiap hari Sabtu.

Kegiatan dilakukan dengan menyapu, menyabut rumput dan menyendirikan sampah plastik yang ditemukan. Kemudian merapikan rumput yang sudah agak tinggi sehinggan tidak rapi.

Kegiatan dilakukan diarea terbuka yang digunakan aktivitas warga dimana banyak terdapat daun kering dan dimana terdapat sampah campuran.

Dalam kegiatan ini memiliki misi bagi masyarakat sekitar meningkatkan kesadaran terhadap kebersihan, mengelola sampah (organic) melalui pembuatan Biopori.

Before 1

Sampah kebanyakan daun kering berserakan, lingkungan nampak kotor dan tidak bersih/rapi sehingga mengganggu kenyaman warga yang jalan pagi/bersepeda.

  
      

Before 2

Sampah juga kebanyakan daun kering guguran dari opepohonan yang ada disekitarnya. Dan (2) kamar mandi yang nampak tidak bersih. Kadang ada botol plastic yang berserakan.

     


After 1

Sebagian besar sampah sudah dibersihkan, tepi jalan Nampak lebih rapi dan nyaman.

    

After 2

Area sudah Nampak bersih secara menyeluruh, daun ditumpuk dibiarkan membusuk menjadi humus. Lingkungan tampaj lebih hijau, rapi dan sehat untuk berkegiatan anak-anak natinya.

 

Analisis

Pada sampah organic sisa makanan dan daun sebagaian dibuat biopori atau daun kering tijadikan satu tempat ditumpuk.

Hal ini memiliki manfaat meningkatkan resapan air, menangani sampah organik dan menghasilkan kompos alami untuk tanaman yang ada.

Sampah organik berupa daun-daun kering banyak ditemukan diarea terbuka. Kegiatan yang dilakukan menjadiakan lingkungan lebih bersih meskipun harus dilakukan secara rutin.

Biopori dan penumpukan daun kering sebagai humus cukup efektif sebagai solusi pengolahan sampah organic.

Pembahasan & saran

Kegiatan ini menunjukkan perilaku perduli lingkungan, yaitu tindakan individu dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Sehingga nantinya terbentuk kesadaran dan norma sosial masyarakat di lingkungan sekitar. Kegiatan kerja bakti juga akan meningkatkan kerjasama sosial, tanggungjawab kolektif dan keperdulian lingkungan.


Minggu, 03 Mei 2026

Esai 2– Kegiatan Plooging

 


Nama MK            : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.

Kelas                    : Karyawan (online)

Titik Muti’ah (243010440004)                                  

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta 


Bentuk Kegiatan

Plogging 1x dari rumah ke pasar rejodani dengan jarak 2.5km @1 jam


      
Plogging 1x dari rumah ke pasar gentan  dengan jarak 1.5km @1 km (pulang-balik dengan rute yang berbeda)  

Tujuan  

Meningkatkan kesadaran diri atas lingkungan sekitar, meidentifikasi sampah untuk mengurangi sampah.

Berjalan sambil memungut sampah yang didapatkan dan nantianya akan dibawa ke Sedekah Sampah di Masjid Ahmad Dahlan Rejodani

Metode kegiatan

Melakukan jalan kaki santai sambil memungut sampah selama kurang lebih 1 jam dan sekitar pasar.

     

Memasukkan sampah dalam kantong yang sudah disiapkan, setelah sampai rumah sampah saya pilah berdasarkan jenisnya dan ditimbang banyaknya sampah yang didapat.

 Hasil kegiatan

Jenis sampah plastic 50pc sekitar 0.8 kg, kertas cukup banyak selitsr 2 kg, kaleng/besi  2kg, organic 0,7kg

Kendala

Selama berjalan sampah plastik yang paling dominan saya temukan. Sampah yang kita temukan kadang sudah menyatu dengan tanah atau sudah campur un-organik dengan organik, agak basah dan susah kita ambil apalagi dipilah. Terkadang ada orang yang membuang sampah campur dipinggir jalan, sudah terbuka basah, membusuk, berulat dan menjijikkan. Saya tidak berani mengambilnya karena saya hanya jalan kaki.  

Pembahasan & Dskusi

Area pinggir/dekat jalan desa saya temukan banyak sampah dibanding area pemukinan. Jumlah sampah yang kedua relative lebih sedikit dari pada yang pertama karena melewati perumahan penduduk. Tingginya sampah plastik sebagai indikasi rendah/kurangnya kesadaran masyarakat akan penggunaan plastic sekali pakai atau membeli banyak produk plastik (botol, bungkus, dll). Juga masih rendahnya kedisiplinan masyarakat membuang sampah pada tempat sampah yang ada dan perilakunya biasa membuang sampah sembarangan. Padahal perilaku tidak perduli sampah akan menyebabkan banyak masalah bagi masyarakat diantaranya; pencemaran lingkungan dan potensi gangguan Kesehatan.

Kesimpulan & Saran  

Kegiatan plogging ini efektif menumbuhkan sikap dan perilaku perduli lingkungan sekaligus mengurangi sampah, dimana sampah plastic menjadi masalah utama dan perlu perhatian khusus dari berbagai pihak.


ESSAY 4- Membuat komitmen tentang sampah

 Komitmen Pro-Lingkungan Hidup di Desa Bangunjiwo



Nama                        : Banun Havifah Cahyo Khosiyono

NIM                          : 24310440002

Kelas                        : B

Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.

Tugas : Esai 4 - Membuat Komitmen Tentang Sampah



Hidup di lingkungan perumahan  sering kali menghadirkan keterbatasan dalam menjaga perilaku pro-lingkungan. Ruang sempit, fasilitas minim, dan lingkungan fisik yang kurang mendukung membuat pengelolaan sampah terasa sulit. Namun, komitmen sejati diuji justru dalam kondisi seperti ini. Saya bertekad untuk tetap konsisten berperilaku pro-lingkungan, baik di kos maupun di rumah Desa Bangunjiwo.

Di lingkungan rumah, saya berkomitmen untuk memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik saya olah menjadi kompos sederhana untuk tanaman pekarangan, sementara sampah anorganik saya kumpulkan dan serahkan ke bank sampah desa. Dengan langkah kecil ini, saya ingin menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk tanggung jawab moral terhadap Bumi.

Permasalahan yang saya hadapi adalah rendahnya kesadaran masyarakat sekitar. Banyak warga masih membuang sampah sembarangan, bahkan membakar sampah plastik yang berbahaya bagi kesehatan. Namun, saya percaya bahwa perilaku individu dapat menjadi teladan. Dengan konsistensi, saya berharap dapat menginspirasi tetangga dan teman kos untuk ikut peduli.

Sebagai mahasiswa Psikologi, saya memahami bahwa perilaku pro-lingkungan tidak hanya berdampak pada ekologi, tetapi juga pada psikologi. Mengelola sampah memberi rasa kontrol, mengurangi stres akibat lingkungan kotor, dan menumbuhkan kebanggaan diri. Komitmen ini saya teguhkan melalui orasi publik di YouTube, agar disaksikan banyak orang. Dengan publikasi esai di Klinik Psikologi dan video yang tidak akan dihapus, saya ingin memastikan bahwa komitmen ini bukan sekadar janji, melainkan tindakan nyata yang berkelanjutan.

Link Video: https://youtu.be/U8VmRVmnReA 



ESSAI III - BEFORE AFTER





 KEGIATAN BEFORE AFTER

MEMBERSIHKAN FASILITAS  UMUM DARI SAMPAH DAN RUMPUT LIAR

Kinanthi Kembang Asmoro

2431010224

Kelas Psikologi Lingkungan-B

Tugas Essai III

Dosen pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.a.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta


Lingkungan yang bersih merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Lingkungan yang terawat dapat membuat suasana menjadi nyaman, sehat, dan enak dipandang. Namun, pada kenyataannya masih banyak orang yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama di area pinggir jalan. Banyak lahan kosong yang dipenuhi rumput liar, daun kering, dan sampah berserakan. Kondisi tersebut membuat lingkungan terlihat kumuh dan tidak nyaman bagi pengguna jalan maupun masyarakat sekitar. Oleh karena itu, saya melakukan kegiatan pembersihan lahan di pinggir jalan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan ini dilakukan pada hari Jumat, tanggal 1 Mei 2026 pukul 07.00–08.00 WIB di area pinggir jalan Blok O Sebelum kegiatan dimulai, kondisi lahan terlihat cukup kotor. Di sekitar area terdapat rumput liar yang tumbuh tinggi, daun kering yang menumpuk, serta beberapa sampah plastik dan bungkus makanan yang berserakan. Selain itu, tanah di sekitar lokasi juga terlihat tidak terawat sehingga membuat pemandangan di pinggir jalan menjadi kurang baik.


Sebelum melakukan kegiatan pembersihan, saya menyiapkan beberapa alat yang diperlukan, seperti sapu, cangkul, alat pemotong rumput, dan kantong sampah besar. Saya juga menentukan bahwa sampah yang terkumpul akan dipisahkan berdasarkan jenisnya. Sampah organik seperti daun dan rumput akan dibuang ke tempat pembuangan sampah organik, sedangkan sampah plastik akan dikumpulkan secara terpisah agar dapat didaur ulang.

Saat kegiatan dimulai, saya membersihkan area secara bertahap. Pertama, saya mencabut dan memotong rumput liar yang tumbuh di sekitar lahan. Setelah itu, saya mengumpulkan daun-daun kering dan sampah yang berada di sekitar jalan. Proses pembersihan dilakukan dengan hati-hati agar area menjadi lebih rapi dan bersih. Sampah yang berhasil dikumpulkan terdiri dari rumput liar, daun kering, plastik bekas makanan, bungkus minuman, dan sampah kecil lainnya dengan total berat sekitar 5 kilogram.

Kegiatan pembersihan ini membutuhkan tenaga dan kesabaran karena kondisi lahan cukup kotor dan banyak rumput yang sulit dibersihkan. Meskipun begitu, saya merasa senang karena dapat melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Selama kegiatan berlangsung, beberapa pengguna jalan juga melihat kegiatan yang saya lakukan dan memberikan respon yang positif.

Setelah kegiatan selesai, kondisi lahan berubah menjadi jauh lebih bersih dan rapi dibandingkan sebelumnya. Area yang tadinya dipenuhi rumput liar dan sampah menjadi lebih terbuka dan nyaman dipandang. Lingkungan sekitar jalan juga terlihat lebih terawat sehingga memberikan kesan yang lebih baik bagi masyarakat yang melewati area tersebut.

Melalui kegiatan ini, saya belajar bahwa menjaga kebersihan lingkungan harus dimulai dari diri sendiri. Walaupun kegiatan yang dilakukan terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan secara rutin dapat memberikan dampak yang besar bagi lingkungan sekitar. Saya juga menyadari bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi tanggung jawab semua orang. Saya berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk digunakan bersama.



Dokumentasi Before After Kegiatan






ESSAI 3: BEFORE - AFTER

  “Before-After: transformasi sebelum dan sesudah,
Hero” lingkungan dalam mengembalikan fungsi dan wajah tempat publik “

 

KUS WITA WARDANI
25310430002
Psikologi Lingkungan/ Kelas Karyawan (B)
Tugas: Essai 3 – BEFORE- AFTER
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.
Bulan/ tahun terbit: Mei/ 2026
 
FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA



PENDAHULUAN

Kegiatan before-after, yang berarti kegiatan sebelum dan sesudah kali ini menyusur tempat-tempat publik. Pada kesempatan kali ini, tempat publik yang akan menjadi objek aktivitas before-after yang saya lakukan adalah tempat publik pertama adalah Makam/Maqam Nyai/Ratu Cempa dan Nyai Agung Serang, untuk tempat publik kedua adalah Pantai Glagah.

Kegiatan ini dilakukan agar kita bisa secara nyata melakukan pembersihan sampah di tempat-tempat umum, sehingga kita secara tidak langsung menjadi model atau “hero” di masyarakat dalam bidang lingkungan. Diharapkan apa yang kita lakukan bisa menjadi stimulus individu lainnya untuk melakukan hal yang sama. Sehingga masyarakat tergerak dan berperilaku lebih perduli terhadap kebersihan lingkungan (khususnya saat mereka berada di tempat publik).

 

PELAKSANAAN BEFORE-AFTER

Before-after tempat publik 1

Foto 1 : Before- Prosess-After


Tempat publik 1:
Makam/Maqam Nyai/Ratu Cempa dan Nyai Agung Serang

Lokasi               : Candikarang (se-Candi lama), Sardonoharjo, Nganglik, Sleman, Yogyakarta

Hari/ Tanggal   : Sabtu, 2 Mei 2026

Pukul               : 15.00 wib-16.30 wib

Makam/Maqam Nyai/Ratu Cempa dan Nyai Agung Serang merupakan salah satu warisan budaya sekaligus kawasan religi yang berdaya guna secara sosial dan budaya. Pada tempat ini sampah yang saya jumpai adalah sampah daun-daun kering yang berserakan, tetapi disini saya tidak menemukan adanya sampah plastik. Sampah yang terkumpul saya buang ke tempat khusus yang sudah disediakan di kawasan tersebut.


Before-after tempat publik 2


Foto 2: Before-Process-After
Foto : Hasil pengumpulan sampah


Tempat publik 2: Pantai Glagah

Lokasi                : Glagah, Kec.Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta

Hari/Tanggal      : Minggu, 3 Mei 2026              

Pukul                  : 13.00 wib-15.00 wib


Pantai Glagah adalah salah satu tempat publik/ objek wisata yang terkenal di Kabupaten Kulon Progo. Pantai Glagah adalah pantai yang dikenal memiliki laguna dan dermaga panjang dengan tetrapod beton yang berfungsi sebagai pemecah ombak dengan hamparan pasir berwarna hitam. Tetapi cukup disayangkan keistimewaan Pantai Glagah sedikit terusik dengan banyaknya sampah di kawasan tersebut. Sampah yang saya temui di sepanjang pesisir pantai berupa plastik cup minuman, snack plastik, daun-daun kering, kardus bekas, mainan bekas, cup mie instant, tas plastik bekas pakai, potongan/pecahan kayu, botol minuman, kaleng minuman, baterai bekas, dan beberapa jenis sampah lainnya. Walaupun fasilitas seperti bak sampah sudah disediakan di beberapa titik, tetapi tetap saja sampah terlihat bertebaran di mana-mana, bahkan yang disayangkan tempat sampah yang disediakan malah tidak digunakan pengunjung sebagai mana fungsinya. Untuk kegiatan before-after kedua ini, sampah yang terkumpul mencapai 3 kg, sampah yang sudah terkumpul nantinya akan dipilah dan akan saya bawa ke bank sampah. 

PEMBAHASAN

Permasalahan sampah di tempat umum merupakan permasalahan yang kompleks, hampir di setiap daerah juga mengalami dilema yang sama. Hal-hal dasar seperti kurangnya fasilitas, kurangnya edukasi masyarakat mengenai pentingnya peduli terhadap kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya, dan memilah sampah berdasarkan jenisnya, perilaku konsumtif yang tinggi dari masyarakat, dan lemahnya sanksi hukum mengenai pembuangan sampah sembarangan merupakan faktor-faktor penyebab sulitnya penanganan sampah di tempat umum.

Kegiatan before-after ini merupakan salah satu langkah nyata dalam kegiatan pengurangan sampah di tempat umum. Kegiatan ini selain dapat membantu kebersihan lingkungan, mengembalikan fungsi dan wajah tempat publik, selain itu juga dapat memperkaya karir dalam Corporate Social Responsibility (CSR). Dimana Corporate Social Responsibility (CSR) adalah salah satu bentuk tanggung jawab sosial suatu perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat, mengembalikan ruang publik 


KESIMPULAN dan SARAN

    Tempat publik adalah sarana/ ruang umum yang bisa digunakan bersama-sama atau bisa diartikan sarana yang dibangun/ diselenggarakan baik oleh pemerintah, swasta, atau perorangan yang digunakan untuk kegiatan umum/ masyarakat. Sebaiknya timbul kesadaran dari masyarakat/ pengunjung untuk merawat tempat publik agar keberlangsungan fasilitas umum lebih terjaga.

Dibutuhkan peran dari pemerintah dan masyarakat, dimana pemerintah sebagai fasilitator dan regulator (pemberian saksi yang lebih tegas untuk masalah pembuangan sampah, memperbanyak fasilitas untuk tempat pembuangan dan pengelolaan sampah, memperbanyak ruang edukasi kepada masyarakat mengenai sampah dan pentingnya lingkungan yang bersih). Masyarakat umum sebagai pengguna (persepsi dan tindakan harus lebih pro lingkungan). Diharapkan adanya hubungan yang bersinergi dan kerjasama dari pemerintah dan masyarakat mengenai kebersihan tempat publik dapat mengurangi jumlah/volume sampah, mengembalikan fungsi dan wajah tempat publik sehingga tercipta lingkungan publik yang ideal.