Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Jumat, 01 Mei 2026

ESAI 4 MEMBUAT KOMITMEN TENTANG SAMPAH

 KOMITMEN TENTANG SAMPAH (PERILAKU PRO LINGKUNGAN HIDUP)

Reni Prabandari
24310410221
Kelas Psikologi Lingkungan-B
Tugas Esai 4
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta



Sampah adalah masalah yang sering dianggap sepele, padahal dampaknya sangat besar bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Setiap hari, kita menghasilkan sampah dari aktivitas sederhana seperti makan, minum, hingga berbelanja. Tanpa kesadaran dan komitmen yang kuat, sampah-sampah tersebut akan terus menumpuk dan mencemari lingkungan.

Ketika Saya berkomitmen terhadap pengelolaan sampah berarti Saya bersedia untuk bertanggung jawab atas sampah yang Saya hasilkan. Hal ini Saya mulai dari langkah kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah antara sampah organik dan anorganik, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Meskipun terlihat sederhana, kebiasaan ini memiliki dampak besar jika dilakukan secara konsisten oleh banyak orang.

Selain itu, komitmen yang Saya buat ini juga mencerminkan kepedulian terhadap masa depan. Lingkungan yang bersih akan menciptakan kehidupan yang sehat, sementara lingkungan yang tercemar dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti banjir, penyakit, dan kerusakan ekosistem. Oleh karena itu, menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab bersama sebagai masyarakat.

Pada akhirnya, Saya berkomitmen bahwa komitmen Saya terhadap sampah bukan sekadar tindakan sesaat, melainkan kebiasaan yang akan Saya tanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kesadaran dan tindakan nyata, Saya akan berusaha menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk generasi sekarang maupun yang akan datang.


Link Video Komitmen Tentang Sampah (Pro Lingkungan Hidup):

https://youtube.com/shorts/hasL0jnJLJA?si=McCYvLcgvjqyc2yC

KOMITMEN TERHADAP SAMPAH . . . Sampah kecil… dampaknya besar. Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi? Mulai dari hal sederhana: buang sampah pada tempatnya, kurangi plastik, jaga lingkungan kita. Hari ini kita memilih. Peduli… atau abai. Yuk berkomitmen, mulai sekarang. 🌱 #psikologilingkungan #psikologi #psikologiup45 Video Pendek By Reni Prabandari, NIM 24310410221, Mahasiswa Psikologi UP 45 Yogyakarta https://www.instagram.com/reel/DXysz0jz9z3/?igsh=MTJqYjloZzZ0a2c1bg==   


Daftar Pustaka:

Indonesia, 2008. Undang - Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Lembaran Negara RI Tahun 2008 Nomor 69, Tambahan Lembaran RI Nomor 4851. Sekretariat Negara. Jakarta.

Asti, Surahma. Dkk. 2011. Kebijakan Pemerintah dalam Pengelolaan Sampah Domestik. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol. 8, No 8, Mei.

Husin, Sukanda. 2014. Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia. Sinar Grafika. Jakarta. 






ESSAY 2 - PLOGGING

ESSAY 2 : PLOGGING DI DUA LOKASI BERBEDA

YOSY TEGAR SEPTIAN
NIM: 24310410242
PSIKOLOGI LINGKUNGAN (B)
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A.
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

 Plogging adalah aktivitas olahraga populer yang menggabungkan jogging (lari santai) atau jalan cepat dengan memungut sampah di sepanjang rute yang dilalui. Istilah ini berasal dari Bahasa Swedia "plocka upp" (mengambil) dan "jogga" (jogging).

Kali ini saya melakukan plogging di wilayah tempat tinggal saya di daerah Condongcatur terdapat 2 tempat kegiatan yaitu di lokasi pertama saya melaksanakan di jl. Cempaka Condong catur, pada hari Rabu tanggal 29 April 2026 pukul 05.00 – 06.00 wib, dan lokasi kedua saya melaksanakan di jl. Anggrek, Condong catur, pada hari Kamis tanggal 30 April 2026 pukul 16.00 – 17.00 wib. Pengalaman ini merupakan pengalaman pertama bagi saya, memberikan ilmu yang sangat luarbiasa dengan mengedepankan kebersihan lingkungan sekaligus mensehatkan badan. 
Rute yang saya lalui pertama merupakan jalan yang ramai dan padat penduduk. Sepanjang perjalanan, terlihat cukup sedikit sampah yang tersebar di pinggir jalan, didominasi oleh botol plastik serta beberapa kantong plastik. Kondisi ini menunjukkan masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus memperlihatkan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih baik di kawasan tersebut. Rute ini memiliki jarak sekitar 1km, sampah yang saya dapatkan tidak begitu banyak.

Selanjutnya Rute ke-2 yang saya lalui juga merupakan jalan yang ramai dan padat penduduk seperti rute 1. Sepanjang perjalanan, terlihat cukup banyak sampah yang tersebar di pinggir jalan, didominasi oleh plastik dan sampah dedaunan yang tidak di sapu atau mungkin karena itu sore hari ya. Saya memperhatikan dilingkungan sekitar tersebut jarang sekali ada tempat sampah di depan rumah, Kondisi ini menunjukkan masih kurangnya kesadaran masyarakat ataupun RT RW tersebut dalam menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus memperlihatkan kurang pentingnya pengelolaan sampah.

Diwaktu yang sama saya membawa hasil plogging sampah yang sudah di pilah ini ke tempat Pengelolaan Sampah Mandiri KASTURI, yang bertempat di Karangasem, Gempol, Condong Catur, Ngaglik, Sleman, DIY. Saya memilih tempat ini karena dekat dengan saya tinggal. KASTURI merupakan bank sampah / kelompok pengelolaan sampah mandiri berbasis masyarakat. Program ini dibentuk untuk menangani sampah rumah tangga dengan pendekatan partisipatif warga. KASTURI menerapkan prinsip 3R yaitu Reduce, Reuse, Recycle. Keberadaan Bank Sampah ini berdampah baik terhadap masyarakat meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat. 

KESIMPULAN : 
Dengan melihat dari 2 tempat tersebut wilayah tersebut perlu adanya penyediaan tempat sampah secara pribadi di rumah masing masing ataupun secara kelompok masyarakat agar masyarakat memiliki tanggung jawab yang bijak dalam pengelolaan sampah. Selanjutnya kegiatan Plogging ini perlu di tingkatkan di masyarakat agar dapat bermanfaat dan sekaligus menjadi kampanye tentang kebersihan lingkungan terutama di sepanjang jalan. 

ESAI 3 KEGIATAN BEFORE - AFTER

 KEGIATAN BEFORE - AFTER
MEMBERSIHKAN FASILITAS UMUM DARI SAMPAH

Reni Prabandari
24310410221
Kelas Psikologi Lingkungan-B
Tugas Esai 3
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


Pendahuluan

Lingkungan adalah tempat kita hidup, belajar, dan tumbuh setiap hari. Namun, masih banyak area di sekitar kita yang dipenuhi sampah akibat kurangnya kesadaran untuk menjaga kebersihan. Kondisi ini tidak hanya merusak keindahan, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan kelestarian alam.

Melalui kegiatan membersihkan sampah dengan konsep before–after, Saya ingin menunjukkan bahwa perubahan nyata bisa dimulai dari langkah sederhana. Dengan mendokumentasikan kondisi sebelum dan sesudah pembersihan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian kecil dapat menghasilkan dampak besar.

Saya percaya bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan. Dengan semangat menjadi “hero lingkungan”, kegiatan ini tidak hanya bertujuan membersihkan area yang kotor, tetapi juga menginspirasi orang lain untuk ikut peduli dan bertindak. Karena pada akhirnya, menjadi pahlawan lingkungan bukan tentang kekuatan besar, melainkan tentang aksi nyata yang dilakukan secara konsisten.


Kegiatan yang Dilakukan

Kegiatan 1


Kegiatan membersihkan fasilitas publik pertama yang Saya lakukan adalah pada hari Jumat, 01 Mei 2026 sekitar pukul 15.15 WIB s/d pukul 16.15 WIB yang berlokasi di Halte Trans Jateng Kutoarjo. 

Di tempat publik yang seharusnya bersih dan rapi tersebut ternyata masih banyak ditemukan sampah berserakan khususnya botol plastik bekas, kertas karcis bus Trans Jateng, bungkus makanan dan tisu bekas. Kemungkinan sampah - sampah tersebut berasal dari para penumpang bus Trans Jateng yang akan naik maupun turun dari halte tersebut. Padahal di dekat halte tersebut sudah disediakan tempat sampah organik dan anorganik. Masyarakat masih sering abai dengan kebersihan lingkungan.

Saya membersihkan sampah - sampah yang berserakan tersebut dan kemudian membuangnya ke tempat sampah yang telah disediakan. Saat itu saya berhasil mengumpulkan sekitar satu kilogram sampah yang didominasi botol plastik bekas.


Kegiatan 2


Kegiatan membersihkan fasilitas publik kedua yang Saya lakukan adalah pada hari Jumat, 01 Mei 2026 sekitar pukul 16.30 WIB s/d pukul 17.30 WIB yang berlokasi di trotoar sekitar Stasiun Kutoarjo.  

Di tempat publik yang seharusnya bersih dan rapi tersebut ternyata masih banyak ditemukan sampah berserakan khususnya botol plastik bekas, bungkus makanan dan tisu bekas. Kemungkinan sampah - sampah tersebut berasal dari para pejalan kaki yang hendak ke stasiun. Padahal di sekitar tempat tersebut sudah disediakan tempat sampah organik dan anorganik. Masyarakat masih sering abai dengan kebersihan lingkungan.

Saya membersihkan sampah - sampah yang berserakan tersebut dan kemudian membuangnya ke tempat sampah yang telah disediakan. Saat itu saya berhasil mengumpulkan sekitar 1,5 kilogram sampah yang didominasi botol plastik bekas.


Pembahasan

Dari dua kegiatan yang Saya lakukan tersebut, dapat Kita pahami bahwa kesadaran masyarakat Indonesia untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan masih rendah. Mereka masih sering membuang sampah di sembarang tempat.

Kebanyakan sampah tersebut adalah sampah anorganik yang sangat sulit terurai dan bisa memakan waktu ratusan tahun.

Melalui kegiatan membersihkan sampah dengan konsep before–after, Saya ingin menunjukkan bahwa perubahan nyata bisa dimulai dari langkah sederhana. Dengan mendokumentasikan kondisi sebelum dan sesudah pembersihan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian kecil dapat menghasilkan dampak besar.


Penutup

Dengan semangat menjadi “hero lingkungan”, kegiatan ini tidak hanya bertujuan membersihkan area yang kotor, tetapi juga menginspirasi orang lain untuk ikut peduli dan bertindak. Karena pada akhirnya, menjadi pahlawan lingkungan bukan tentang kekuatan besar, melainkan tentang aksi nyata yang dilakukan secara konsisten.


Kesimpulan dan Saran

Lingkungan adalah tempat kita hidup, belajar, dan tumbuh setiap hari. Namun, masih banyak area di sekitar kita yang dipenuhi sampah akibat kurangnya kesadaran untuk menjaga kebersihan. Kondisi ini tidak hanya merusak keindahan, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan kelestarian alam.

Dengan semangat menjadi "hero lingkungan" dan sebagai seorang mahasiswa psikologi lingkungan, hendaknya Kita bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk ikut peduli terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan.






ESSAY PLOGGING FITRI_24310410222

 


Nama : Fitri Oktafia
NIM : 24310410222

PLOGGING SEBAGAI GAYA HIDUP SEHAT DAN PEDULI LINGKUNGAN

          Ploging atau plogging adalah aktivitas yang menggabungkan olahraga lari (jogging) dengan kegiatan memungut sampah di sepanjang jalan, Kata ini berasal dari Swedia, yaitu gabungan dari “jogging” dan “plocka upp” yang berarti “mengambil”. Aktivitas ini semakin populer di berbagai negara karena memberikan manfaat ganda, yaitu menjaga kesehatan tubuh sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

          Salah satu manfaat utama ploging adalah dampaknya terhadap lingkungan. Sampah yang berserakan, terutama plastik, menjadi masalah besar di banyak tempat, termasuk di kota maupun pedesaan. Dengan melakukan ploging, seseorang secara langsung membantu mengurangi jumlah sampah di jalan, taman, atau area publik lainnya. Jika dilakukan secara rutin dan oleh banyak orang, kegiatan ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.

          Selain bermanfaat bagi lingkungan, ploging juga baik untuk kesehatan tubuh. Aktivitas ini tidak hanya melibatkan lari, tetapi juga gerakan tambahan seperti membungkuk dan mengangkat sampah. Hal ini membuat tubuh bekerja lebih aktif dibandingkan jogging biasa. Otot-otot tubuh seperti kaki, tangan, dan perut ikut terlatih sehingga kebugaran fisik meningkat.

          Ploging juga memiliki manfaat sosial dan edukatif. Kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Ketika dilakukan bersama-sama dalam komunitas atau sekolah, ploging dapat mempererat kerja sama dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan kebiasaan baik dalam mengelola sampah.

            




          Karena saya jarang sekali untuk jogging pagi di karenakan aktivitas pekerjaan saya, dan saya hanya bisa berolahraga di gym center maka kegiatan peduli lingkungan ini saya lakukan di malam hari sembari berjalan jalan menikmati dingin nya malam atau sekedar mencari makan dan angin di malam hari.
          Kegiatan ini saya lakukan sebagai tugas dari dosen dan juga kesadaran diri akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar.



ESSAY 3-BEFORE-AFTER

 

Hero Lingkungan: Membersihkan Pedesaan Dari Sampah


Nama                          : Banun Havifah Cahyo Khosiyono

NIM                            : 24310440002

Kelas                           : B

Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.

Tugas : Esai 3 (Lakukan before-and-after)

Menjadi “hero” dalam bidang lingkungan bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata yang dapat memberi teladan di masyarakat. Saya melaksanakan kegiatan membersihkan tempat publik sebanyak dua kali di lokasi berbeda, masing-masing berdurasi satu jam.

Kegiatan Pertama

  • Tanggal & Waktu: 18 April 2026, pukul 08.00–09.00 WIB
  • Lokasi: RT 01, Sribitan, Bangunjiwo
  • Permasalahan: Sampah plastik dan kertas mercon pasca perayaan.
  • Hasil: Terkumpul ± 12 kg sampah plastik campuran.
  • Solusi: Sampah dipilah, plastik disalurkan ke bank sampah.

Kegiatan Kedua

  • Tanggal & Waktu:  25 April 2026, pukul 16.00–17.00 WIB
  • Lokasi: RT 02 Sribitan, Bangunjiwo
  • Permasalahan: sampah anorganik (botol, kaleng, plastik makanan).
  • Hasil: Terkumpul ± 15 kg sampah anorganik.
  • Solusi: Botol dan kaleng dijual ke pengepul, plastik dikirim ke bank sampah.

Kedua kegiatan ini saya dokumentasikan dengan foto before-after (2 foto sebelum, 2 foto sesudah) sebagai bukti perubahan nyata. Perbedaan dengan plogging adalah fokus pada lokasi tetap dengan intensitas pembersihan mendalam, bukan sekadar mengumpulkan sampah sambil berolahraga.

Refleksi Psikologi Lingkungan

Permasalahan utama yang saya temukan adalah persepsi masyarakat terhadap sampah. Banyak orang menganggap sampah sebagai hal sepele, padahal dampaknya serius terhadap kesehatan dan estetika lingkungan. Dengan turun langsung, saya belajar bahwa coping behavior kolektif (kerja bersama) lebih efektif daripada sekadar mengeluh. Selain itu, kegiatan ini membuka peluang karier di bidang Corporate Social Responsibility (CSR). Perusahaan membutuhkan figur yang mampu menjadi model perubahan lingkungan. Dengan pengalaman nyata membersihkan ruang publik, saya dapat menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan, sekaligus memperkaya portofolio karier.

Kesimpulan

Kreativitas manusia memang bisa merusak lingkungan bila hanya berorientasi pada manfaat jangka pendek. Namun, dengan mengarahkan kreativitas pada aksi pro-lingkungan seperti kompos, ecoenzim, bank sampah, dan pembersihan publik, kita bisa menjadi agen perubahan. Melalui kegiatan ini, saya belajar bahwa menjadi “hero lingkungan” bukan hanya tugas akademik, tetapi juga investasi sosial dan karier jangka panjang.