Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Senin, 15 Juni 2026

Essai 7 belajar di TPST Talang Gulo jambi

 Modernisasi Pengelolaan Sampah: Catatan Kunjungan Lapangan dan Analisis Manajemen di TPST Talang Gulo Kota Jambi

Nama : Lisa Sugiarty

NIM  : 24310410230 

Nama Mata Kuliah: Psikologi Lingkungan 

Tugas Ke-: 7

Nama Tugas: Esai Belajar di TPST Talang Gulo Jambi 

Nama Dosen Pengampu: Ibu Arundati Sinta 

Bulan & Tahun Terbit: Juni 2026

Kelas: Karyawan 






Pendahuluan

Pertumbuhan penduduk dan pesatnya aktivitas ekonomi di Kota Jambi berdampak langsung pada lonjakan volume limbah domestik harian. Berdasarkan data lapangan, produksi sampah kota ini berkisar antara 350 hingga 400 ton setiap harinya, sebuah angka yang berpotensi memicu krisis lingkungan jika tidak dikelola lewat manajemen sistematis. Untuk memahami alur penanganan limbah secara nyata, saya melakukan kunjungan lapangan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sekaligus TPST Talang Gulo yang terletak di Jalan Kebersihan, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi. Kunjungan ini bertujuan mengamati langsung bagaimana sistem manajemen pengelolaan sampah modern di tingkat daerah diimplementasikan untuk mereduksi tumpukan sampah yang kian menggunung.

Sistem Manajemen dan Teknologi Pengolahan di Talang Gulo

Aspek paling mendasar yang membedakan TPST Talang Gulo dengan tempat pembuangan konvensional lainnya adalah penerapan metode sanitary landfill. Sistem pengolahan ini berjalan secara terukur melalui penimbunan sampah dalam cekungan yang dilapisi membran kedap air guna mencegah kebocoran air lindi (leachate) ke dalam lapisan tanah warga sekitar. Alur kerja manajemen di lokasi dimulai ketika puluhan truk pengangkut menurunkan muatan. Petugas kebersihan yang dilengkapi alat pelindung diri (APD) lengkap segera memilah sampah secara manual dan mekanis berdasarkan karakteristiknya.

Sampah organik yang mendominasi sekitar 65% dari total muatan harian dialokasikan khusus menuju fasilitas komposting. Melalui proses dekomposisi terkontrol, sisa-sisa organik ini diubah menjadi pupuk kompos berkualitas tinggi yang siap didistribusikan untuk menyuburkan ruang terbuka hijau kota dan perkebunan sawit. Sementara itu, sampah anorganik bernilai ekonomis seperti botol plastik dan kaleng bekas dipadatkan menggunakan mesin hidrolik khusus untuk dikirim ke industri daur ulang. Menariknya, Pemerintahan Provinsi Jambi kini juga tengah bertransformasi penuh mengadopsi teknologi terbarukan, termasuk proyek pengolahan sampah berbasis kemitraan teknologi modern yang menargetkan kapasitas reduksi hingga 1.000 ton sampah per hari.

Tantangan Manajemen dan Permasalahan yang Dihadapi

Kendati pengelolaan di TPST Talang Gulo tergolong salah satu yang terbaik di Indonesia, kunjungan ini menyingkap sejumlah tantangan nyata di lapangan. Masalah utama yang dirasakan adalah kuatnya aroma menyengat yang tercium begitu memasuki area pemrosesan, yang membuktikan bahwa pemilahan awal di tingkat rumah tangga masih sangat minim. Sampah yang datang masih dalam kondisi tercampur aduk, sehingga memperlambat efisiensi kerja para petugas pemilah di lokasi. Selain itu, keterbatasan armada alat berat dan kapasitas lahan seluas 31,3 hektar menuntut adanya akselerasi teknologi pengolahan akhir yang lebih cepat agar sisa residu tidak lekas memenuhi kapasitas tampung landfill.

Kesimpulan

Kunjungan ke TPST Talang Gulo membuktikan bahwa manajemen sampah modern memerlukan sinergi mutlak antara infrastruktur pemerintah dan kesadaran masyarakat. Keberadaan sistem sanitary landfilldan fasilitas komposting di Talang Gulo sangat krusial dalam menekan emisi gas rumah kaca dan pencemaran lingkungan di Kota Jambi. Pengolahan berskala besar ini tidak akan pernah mencapai titik optimal apabila pola pikir masyarakat hilir belum berubah. Oleh karena itu, edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik dari lingkup rumah tangga harus terus digalakkan demi memperpanjang umur operasional TPST sekaligus mewujudkan tata kelola kota yang sehat dan berkelanjutan.

Essai prestasi membantu saudara disaat kemalangan

 Bantuan Keluarga di Saat Tertimpa Musibah Kematian Orang Tua

Kematian merupakan suatu peristiwa yang pasti akan dialami oleh setiap manusia. Namun, ketika musibah tersebut datang kepada anggota keluarga, terutama kehilangan orang tua, duka yang dirasakan sering kali sangat mendalam. Orang tua adalah sosok yang memiliki peran penting dalam kehidupan anak-anaknya, baik sebagai sumber kasih sayang, pelindung, maupun pembimbing. Oleh karena itu, kehilangan orang tua tidak hanya menimbulkan kesedihan emosional, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi sosial, ekonomi, dan psikologis keluarga yang ditinggalkan. Dalam situasi seperti ini, bantuan dan dukungan dari keluarga besar menjadi sangat penting untuk membantu keluarga yang berduka melewati masa-masa sulit tersebut.

Ketika kabar duka datang, keluarga besar biasanya menjadi pihak pertama yang memberikan bantuan. Kehadiran mereka di rumah duka memberikan kekuatan moral bagi anggota keluarga yang sedang berduka. Dukungan emosional berupa kata-kata penghiburan, doa, dan kehadiran secara langsung dapat membantu mengurangi perasaan sedih dan kesepian yang dirasakan oleh keluarga yang kehilangan. Sering kali, kehadiran sanak saudara membuat keluarga yang berduka merasa tidak sendirian dalam menghadapi cobaan yang berat.

Selain dukungan emosional, keluarga besar juga berperan dalam membantu persiapan dan pelaksanaan proses pemakaman. Dalam budaya masyarakat Indonesia, khususnya yang masih menjunjung tinggi nilai gotong royong, keluarga dan kerabat biasanya bekerja sama mengurus berbagai keperluan, mulai dari mempersiapkan tempat persemayaman, menghubungi pihak terkait, menyiapkan perlengkapan pemakaman, hingga menerima para pelayat yang datang. Bantuan ini sangat berarti karena keluarga inti sering kali berada dalam kondisi syok dan belum mampu mengurus seluruh kebutuhan secara mandiri.

Dukungan finansial juga menjadi salah satu bentuk bantuan yang sering diberikan oleh keluarga. Tidak dapat dipungkiri bahwa proses pemakaman dan berbagai kegiatan setelahnya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dalam beberapa kasus, keluarga yang ditinggalkan mengalami kesulitan ekonomi sehingga bantuan dana dari saudara atau kerabat sangat membantu meringankan beban yang ada. Bantuan tersebut biasanya diberikan secara sukarela sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap anggota keluarga yang sedang mengalami musibah.

Selain membantu selama proses pemakaman, keluarga besar juga memiliki peran penting dalam mendampingi keluarga yang berduka setelah acara pemakaman selesai. Masa setelah kehilangan sering kali menjadi periode yang paling berat karena keluarga harus mulai menyesuaikan diri dengan kondisi baru tanpa kehadiran orang tua. Pada saat inilah dukungan berkelanjutan sangat diperlukan. Kunjungan keluarga, komunikasi yang rutin, serta perhatian terhadap kebutuhan sehari-hari dapat membantu proses pemulihan emosional anggota keluarga yang ditinggalkan.

Bagi anak-anak yang kehilangan orang tua, dukungan keluarga menjadi semakin penting. Anak-anak sering kali belum mampu memahami dan menerima kenyataan kehilangan dengan baik. Mereka membutuhkan perhatian, kasih sayang, serta pendampingan agar tidak merasa kehilangan arah dalam menjalani kehidupan. Kakek, nenek, paman, bibi, atau saudara lainnya dapat berperan sebagai figur pendukung yang membantu memenuhi kebutuhan emosional dan sosial anak-anak tersebut. Dengan adanya perhatian yang cukup, anak-anak akan lebih mudah beradaptasi dan melanjutkan kehidupannya dengan baik.

Dalam perspektif sosial, bantuan keluarga saat terjadi musibah kematian mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, empati, dan gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Musibah yang dialami oleh satu anggota keluarga dianggap sebagai duka bersama sehingga seluruh keluarga turut memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Nilai-nilai ini perlu terus dipertahankan karena dapat memperkuat hubungan kekeluargaan dan menciptakan lingkungan sosial yang saling mendukung.

Kesimpulannya, bantuan keluarga ketika seseorang mengalami musibah kematian orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam membantu meringankan beban yang dirasakan. Bantuan tersebut dapat berupa dukungan emosional, tenaga, materi, maupun pendampingan setelah masa pemakaman. Kehadiran keluarga tidak hanya membantu mengatasi berbagai kebutuhan praktis, tetapi juga memberikan kekuatan dan harapan bagi mereka yang sedang berduka. Melalui rasa solidaritas dan kepedulian yang tinggi, keluarga dapat menjadi sumber kekuatan utama bagi anggota yang sedang menghadapi kehilangan besar dalam hidupnya. Dengan demikian, nilai kebersamaan dalam keluarga menjadi salah satu modal penting untuk menghadapi dan melewati masa-masa sulit akibat kehilangan orang yang dicintai.

Lisa Sugiarty_24310410230_Psikologi Lingkungan_Essai Prestasi_kelas karyawan_Dosen Ibu Arundati Sinta 




Essai Prestasi panitia pelaksanaan kurban

 PelaksanaanKurban Hari Raya Idul Adha di RT 30 Talang Banjar Jambi 



Hari Raya Iduladha merupakan salah satu hari besar dalam agama Islam yang memiliki makna mendalam tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Setiap tahun, umat Islam memperingati hari raya ini dengan melaksanakan salat Iduladha dan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Di lingkungan RT 30 Talang Banjar, Kota Jambi, pelaksanaan kurban menjadi kegiatan yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.

Pelaksanaan kurban di RT 30 Talang Banjar dimulai dengan pembentukan panitia kurban beberapa minggu sebelum Hari Raya Iduladha. Panitia terdiri atas tokoh masyarakat, pengurus RT, pemuda, dan warga yang secara sukarela bersedia membantu. Mereka bertugas mengoordinasikan pengumpulan dana, pendataan peserta kurban, pembelian hewan kurban, hingga pengaturan teknis penyembelihan dan distribusi daging. Melalui musyawarah yang dilakukan secara terbuka, seluruh proses persiapan dapat berjalan dengan lancar dan mendapat dukungan dari masyarakat.

Pada Hari Raya Iduladha, warga terlebih dahulu melaksanakan salat Id di masjid atau lapangan terdekat. Setelah itu, kegiatan penyembelihan hewan kurban dilakukan sesuai dengan syariat Islam. Hewan yang dikurbankan umumnya berupa sapi dan kambing yang telah memenuhi syarat kesehatan dan usia. Sebelum penyembelihan, panitia memastikan bahwa hewan dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurbankan. Pemeriksaan kesehatan hewan juga menjadi bagian penting untuk menjamin keamanan dan kualitas daging yang akan dibagikan kepada masyarakat.

Proses penyembelihan dilakukan oleh petugas yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam tata cara penyembelihan hewan kurban. Kegiatan ini disaksikan oleh warga sebagai bentuk transparansi sekaligus sarana edukasi mengenai pelaksanaan ibadah kurban yang benar. Setelah hewan disembelih, panitia bersama para relawan melakukan proses pengulitan, pemotongan, dan penimbangan daging. Seluruh pekerjaan dilakukan secara gotong royong sehingga dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan efisien.

Semangat kebersamaan sangat terlihat selama kegiatan berlangsung. Kaum bapak biasanya bertugas dalam proses penyembelihan dan pemotongan daging, sedangkan ibu-ibu membantu menyiapkan konsumsi bagi panitia dan relawan. Para pemuda juga turut berperan dalam pengemasan dan distribusi daging kurban. Keterlibatan berbagai kelompok masyarakat ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kurban tidak hanya menjadi tanggung jawab panitia, tetapi merupakan kegiatan bersama yang melibatkan seluruh warga.

Distribusi daging kurban dilakukan secara merata kepada warga yang berhak menerima, terutama keluarga kurang mampu, lansia, janda, dan masyarakat yang membutuhkan. Panitia telah menyiapkan kupon atau daftar penerima sebelumnya agar pembagian dapat berlangsung tertib dan adil. Selain dibagikan kepada warga RT 30, sebagian daging kurban juga dapat disalurkan kepada masyarakat di sekitar lingkungan yang membutuhkan. Dengan demikian, manfaat kurban dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.

Pelaksanaan kurban di RT 30 Talang Banjar tidak hanya memberikan manfaat dalam bentuk pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai sosial dan keagamaan. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama. Warga yang mampu berbagi rezeki melalui ibadah kurban, sementara warga yang menerima merasakan kebahagiaan dan perhatian dari lingkungan sekitarnya.

Secara keseluruhan, pelaksanaan kurban Hari Raya Iduladha di RT 30 Talang Banjar, Jambi, mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat. Melalui kerja sama yang harmonis antara panitia dan warga, seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan sesuai syariat Islam. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, tradisi kurban yang dilaksanakan setiap tahun patut dipertahankan dan terus dikembangkan sebagai salah satu wujud nyata pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Lisa Sugiarty_24310410230_psikologi lingkungan_essai prestasi_ibu Arundati Sinta_kelas karyawan 


Essai Prestasi (2) Berpartisipasi Pada Acara Suroan Adat Kejawen

 

MENGIKUTI ACARA SUROAN ADAT KEJAWEN

DAN MEMBANTU MEMBERSIHKAN SAMPAH SETELAH ACARA 

 

BINTAR TRI ATMAJI

25310430003

Kelas Psikologi Lingkungan-B

Tugas Esai Prestasi (2)

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

 

 

          Di tempat tinggal saya, desa Adiraja Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap menganut ajaran Islam Kejawen. Pada hari Jum’at tanggal 12 Juni 2026 dilaksanakan acara Suroan Kejawen yang artinya adalah tradisi untuk menyambut dan memperingati tahun baru dalam penanggalan Jawa (tanggal 1 Suro), yang bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah. Tradisi ini memadukan nilai spiritual Kejawen dengan ajaran Islam. Acara bertempat di dekat Gunung Srandil tepatnya di Padepokan Kaendran desa Karangbenda, Kecamatan Adipala Cilacap.

   

 

          Masyarakat adat kejawen membawa makanan dari rumah selanjutnya di bawa ke Padepokan Kaendran yang berisi ; Nasi Tumpeng & Ingkung Ayam (Nasi berbentuk kerucut yang disajikan dengan ayam jantan utuh) Jajan Pasar dan Hasil Bumi berbagai kue tradisional, umbi-umbian, dan buah-buahan sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan keselamatan untuk tahun yang baru. Pakaian yang dipakai laki-laki wajib menggunakan blangkon, sarung khas batik dan untuk perempuan memakai kebaya serta jarit. Setelah acara selesai saya berpartisipasi merapihkan tikar yang dipakai pada saat duduk dan membersihkan sampah sisa makanan.

 

 

 

 

Essai Prestasi (1) Berpartisipasi Menjadi Panitia Perpisahan Sekolah

 

BERPARTISIPASI MENJADI PANITIA PERPISAHAN

KELAS IX SMP NEGERI 1 ADIPALA CILACAP

BINTAR TRI ATMAJI

25310430003

Kelas Psikologi Lingkungan-B

Tugas Esai Prestasi (1)

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

 

              SMP Negeri 1 Adipala Cilacap, menyelenggarakan kegiatan pelepasan siswa kelas IX Angkatan 43 bertempat di lapangan outdoor SMP Negeri 1 Adipala, Selasa 2 Juni 2026. Kegiatan mengangkat tema "Satu Cerita Sejuta Kenangan", tema ini sendiri bisa diartikan sejuta kenangan (indah) tercipta selama mengenyam pendidikan di sekolah ini. Para pelajar begitu antusias mengikuti prosesi pelepasan kelas IX. Wajah-wajah gembira jelas terpancar. Terlihat dari kehadiran siswa siswi dengan penampilan yang elegan dan menawan. Siswa laki-laki semua kompak memakai jas warna hitam, sepatu formal dan berdasi dan yang perempuan memakai kebaya dibalut dengan selendang.

          Seremoni pelepasan siswa kelas IX ini ditandai dengan pengalungan medali kelulusan oleh Kepala Sekolah didampingi wali kelas. Pengalungan bergilir sesuai urutan kelas dan daftar hadir siswa. Seperti halnya wisuda di perguruan tinggi, para siswa dipanggil satu persatu namanya untuk naik ke panggung, lalu kepala sekolah mengalungkan medali kelulusan sesuai nama siswa dan kelas. Acara berlangsung meriah dan mendapat respons positif dari orangtua siswa.

          Pada kesempatan ini saya sebagai wali murid dan menjadi salah satu panitia perpisahan ini sangat mendukung acara ini, walaupun awalnya perpisahan ini ada pro dan kontra dikarenakan pihak sekolah tidak diperkenankan oleh Dinas P dan K Kabupaten Cilacap untuk mengadakan acara perpisahan dalam bentuk apapun apalagi sampai memungut iuran kepada siswa. Oleh karena itu akhirnya nama panitia perpisahan semua di handle oleh wali murid dan terbentuklah panitia. Seperti biasa dimanapun acara selesai pasti sampah berserakan, saya berinisiatif memungut dan  memilah sampah-sampah tersebut, selanjutnya saya taruh di Bank Sampah yang sudah ada di SMP Negeri 1 Adipala.