Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Selasa, 16 Juni 2026

ESSAY 6 : EKSPERIMEN TENTANG SAMPAH

YOSY TEGAR SEPTIAN

NIM: 24310410242

PSIKOLOGI LINGKUNGAN (B)

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A.

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

 

    Memproduksi sampah secara bertanggung jawab adalah sikap dan perilaku individu maupun kelompok dalam menghasilkan, menggunakan, dan membuang sampah dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan, dan kehidupan sosial.

    Pada minggu tanggal 17 Mei 2026 mahasiswa melaksanakan praktek pengelolaan sampah dengan bijak. Para mahasiswa berkumpul dirumah dosen Dr. Arundati Shinta M.A. di sekitaran jalan kaliurang. Cerita saya, rumah beliau adalah sangat bersih di setiap ujung tempatnya tidak ternodahi sedikit sampah dan kami para mahasisiwa merasakan kesejukan di rumah beliau ini.

 

                                                                                                                    



MATERI 1. BELAJAR BERTANGGUNGJAWAB TERHADAP SAMPAHNYA SENDIRI

Mahasiswa diminta membawa 2 macam kue (dibungkus daun pisang + dibungkus plastik). Setelah makan, bungkus diletakkan ke tempatnya. Bungkus plastik selanjutnya dibawa ke bank sampah.

 

MATERI 2A. MEMBUAT KOMPOS

1.      Daun pisang dipotong kecil-kecil. Sampah kebun dirajang dengan mesin.Rajangan daun pisang dicampur dengan: dedak + dolomit / kapur tani + POC + rajangan daun sirih + bubuk kayu + rajangan sampah kebun + tetes tebu + EM4. Campur sampai rata.Masukkan campuran tadi ke dalam gentong, yang sudah ada bantal kompos.

 

MATERI 2B. MEMANEN KOMPOS

 

1.      Memindahkan kompos yang sudah jadi yang ada di ember logam ke gentong penyimpanan kompos. Pilih gentong yang komposnya sudah matang dan siap panen. Kompos disaring. Kompos yang halus ada di ember logam, sedang kompos kasar di letakkan di tanaman.

 

MATERI 3. MEMBUAT ECO-ENZYM

1 porsi ecoenzym= 90 gram gula merah + 270 gram kulit buah-buahan + 900 gram air matang (450 gram air + 450 gram air). Terkenal dengan perbandingan 1 : 3 : 10.

Gula merah direbus dengan 450 gram air. Masukkan ke jerigen yang sudah bersih. Rajang kulit buah, masukkan ke jerigen. Masukkan sisa air 450 gram ke jerigen. Siapkan 1 botol plastik yang sudah ada selang kecil. Isi botol tersebut dengan air mentah. Satu jerigen kecil diisi dengan 2 porsi, sedangkan jerigen besar 4 porsi. Fermentasi minimal 3 bulan.

 

MATERI 3B. PANEN ECO ENZYM + FERMENTASI KEDUA

1.      Siapkan tempat panen (ember plastik).

2.      Pilih jerigen dengan ecoenzym yang sudah usia minimal 3 bulan.

3.      Saring eco-enzym dengan saringan besar plastik.

4.      Masukkan ampas ezo enzym ke ember POC.

5.      Masukkan cairan eco enzym ke dalam botol plastik, isinya 75% saja.

6.      potong lerak + sereh, masukkan ke botol plastik.

Fermentasi minimal 1 bulan.

 

 

MATERI 4. MEMBUAT SABUN ECO ENZYM.

- Bahan-bahannya: 200 gram metyl etyl sulfonat + 150 gram garam + 10 gram EDTA + 90 gram aminon + 26 gram gliserin + 1 tetes pewarna + 3,5 liter air.

- 200 gram mess diaduk-aduk bersama air mendidih sampai 30 menit.

- Larutkan 150 gram dalam 1 lt air mendidih.

Tuangkan bumbu-bumbu ke dalam cairan mess. Cairan garam yang paling akhir.

- Diamkan semalam.

- Esok harinya, cairan mess yang sudah dingin +450 ml cairan eco enzym fermentasi kedua yang sudah disaring + aroma jeruk. Aduk-aduk sampai rata.

Sabun cair Siap digunakan.

Essai Prestasi 4 gotong royong bersama membersihkan rumah ibadah

 Menjaga Tradisi dan Kesucian: Gotong Royong Warga RT 30 Talang Banjar di Langgar Baiturahim




Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggal masih tertanam kuat di tengah masyarakat Kota Jambi. Hal ini dibuktikan secara nyata oleh warga RT 30, Kelurahan Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi. Pada hari Minggu pagi yang cerah, puluhan warga dari berbagai usia berkumpul dengan satu tujuan yang mulia, yaitu melaksanakan aksi gotong royong membersihkan tempat ibadah kebanggaan mereka, Langgar Baiturahim.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini diinisiasi oleh ketua RT setempat bersama para tokoh agama dan pemuda. Bagi warga RT 30 Talang Banjar, Langgar Baiturahim bukan sekadar bangunan fisik tempat menunaikan ibadah salat lima waktu. Tempat ini merupakan jantung aktivitas sosial, pusat silaturahmi, dan ruang bagi anak-anak sekitar untuk belajar mengaji. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kesucian langgar sudah menjadi tanggung jawab moral bersama yang melekat di hati setiap warga.

Sebelum aksi bersih-bersih dimulai, warga berkumpul di halaman langgar untuk melakukan pembagian tugas agar kerja bakti berjalan efektif. Pembagian kerja dilakukan secara adil tanpa memandang usia. Kelompok bapak-bapak dan para pemuda mendapat tugas berat untuk membersihkan bagian luar bangunan. Mereka membersihkan parit di sekitar tempat wudu, memangkas rumput liar yang mulai meninggi di halaman, serta mengecat ulang beberapa bagian pagar yang warnanya sudah mulai pudar.

Sementara itu, kelompok ibu-ibu bergerak lincah di area interior langgar. Dengan penuh ketelitian, mereka menyapu dan mengepel lantai utama, mengelap kaca jendela yang berdebu, serta mencuci mukena, sarung, dan sejadah inventaris langgar. Tidak ketinggalan, bagian langit-langit yang kerap menjadi sarang laba-laba dibersihkan menggunakan sapu panjang hingga benar-benar resik. Suasana gotong royong ini terasa sangat hangat, diselingi dengan canda tawa khas warga yang membuat rasa lelah sama sekali tidak terasa.

Tidak hanya tenaga, partisipasi warga juga terlihat dari kontribusi logistik. Di sudut halaman, beberapa ibu rumah tangga sibuk menyiapkan konsumsi. Mereka secara sukarela membawa aneka penganan tradisional seperti pempek, pisang goreng, serta kopi dan teh hangat untuk menyemangati warga yang sedang bekerja. Kehadiran hidangan sederhana ini semakin menambah kekompakan dan rasa kekeluargaan di antara tetangga.

Menjelang waktu salat Zuhur, kegiatan gotong royong ini akhirnya selesai. Langgar Baiturahim kini tampil dengan wajah baru yang jauh lebih bersih, rapi, dan harum. Karpet-karpet sajadah yang telah divakum dan dijemur kembali digelar, memberikan kenyamanan ekstra bagi siapa saja yang akan beribadah di dalamnya. Halaman luar yang bersih dari sampah dan rumput liar juga memberikan pemandangan yang menyejukkan mata bagi setiap pengendara yang melintas di kawasan RT 30 Talang Banjar.

Aksi gotong royong di Langgar Baiturahim ini menjadi sebuah refleksi penting bahwa nilai-nilai luhur kebersamaan bangsa Indonesia belum pudar di era modern. Kegiatan ini tidak hanya berhasil mengembalikan keasrian tempat ibadah, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk mempererat tali silaturahmi antargenerasi di lingkungan RT 30. Dengan langgar yang bersih dan suci, warga kini dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan nyaman.

Lisa Sugiarty_24310410230_kelas karyawan_psikologi lingkungan_essai prestasi_ibu Arundati Sinta_up45


Senin, 15 Juni 2026

Essai 7 belajar di TPST Talang Gulo jambi

 Modernisasi Pengelolaan Sampah: Catatan Kunjungan Lapangan dan Analisis Manajemen di TPST Talang Gulo Kota Jambi

Nama : Lisa Sugiarty

NIM  : 24310410230 

Nama Mata Kuliah: Psikologi Lingkungan 

Tugas Ke-: 7

Nama Tugas: Esai Belajar di TPST Talang Gulo Jambi 

Nama Dosen Pengampu: Ibu Arundati Sinta 

Bulan & Tahun Terbit: Juni 2026

Kelas: Karyawan 






Pendahuluan

Pertumbuhan penduduk dan pesatnya aktivitas ekonomi di Kota Jambi berdampak langsung pada lonjakan volume limbah domestik harian. Berdasarkan data lapangan, produksi sampah kota ini berkisar antara 350 hingga 400 ton setiap harinya, sebuah angka yang berpotensi memicu krisis lingkungan jika tidak dikelola lewat manajemen sistematis. Untuk memahami alur penanganan limbah secara nyata, saya melakukan kunjungan lapangan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sekaligus TPST Talang Gulo yang terletak di Jalan Kebersihan, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi. Kunjungan ini bertujuan mengamati langsung bagaimana sistem manajemen pengelolaan sampah modern di tingkat daerah diimplementasikan untuk mereduksi tumpukan sampah yang kian menggunung.

Sistem Manajemen dan Teknologi Pengolahan di Talang Gulo

Aspek paling mendasar yang membedakan TPST Talang Gulo dengan tempat pembuangan konvensional lainnya adalah penerapan metode sanitary landfill. Sistem pengolahan ini berjalan secara terukur melalui penimbunan sampah dalam cekungan yang dilapisi membran kedap air guna mencegah kebocoran air lindi (leachate) ke dalam lapisan tanah warga sekitar. Alur kerja manajemen di lokasi dimulai ketika puluhan truk pengangkut menurunkan muatan. Petugas kebersihan yang dilengkapi alat pelindung diri (APD) lengkap segera memilah sampah secara manual dan mekanis berdasarkan karakteristiknya.

Sampah organik yang mendominasi sekitar 65% dari total muatan harian dialokasikan khusus menuju fasilitas komposting. Melalui proses dekomposisi terkontrol, sisa-sisa organik ini diubah menjadi pupuk kompos berkualitas tinggi yang siap didistribusikan untuk menyuburkan ruang terbuka hijau kota dan perkebunan sawit. Sementara itu, sampah anorganik bernilai ekonomis seperti botol plastik dan kaleng bekas dipadatkan menggunakan mesin hidrolik khusus untuk dikirim ke industri daur ulang. Menariknya, Pemerintahan Provinsi Jambi kini juga tengah bertransformasi penuh mengadopsi teknologi terbarukan, termasuk proyek pengolahan sampah berbasis kemitraan teknologi modern yang menargetkan kapasitas reduksi hingga 1.000 ton sampah per hari.

Tantangan Manajemen dan Permasalahan yang Dihadapi

Kendati pengelolaan di TPST Talang Gulo tergolong salah satu yang terbaik di Indonesia, kunjungan ini menyingkap sejumlah tantangan nyata di lapangan. Masalah utama yang dirasakan adalah kuatnya aroma menyengat yang tercium begitu memasuki area pemrosesan, yang membuktikan bahwa pemilahan awal di tingkat rumah tangga masih sangat minim. Sampah yang datang masih dalam kondisi tercampur aduk, sehingga memperlambat efisiensi kerja para petugas pemilah di lokasi. Selain itu, keterbatasan armada alat berat dan kapasitas lahan seluas 31,3 hektar menuntut adanya akselerasi teknologi pengolahan akhir yang lebih cepat agar sisa residu tidak lekas memenuhi kapasitas tampung landfill.

Kesimpulan

Kunjungan ke TPST Talang Gulo membuktikan bahwa manajemen sampah modern memerlukan sinergi mutlak antara infrastruktur pemerintah dan kesadaran masyarakat. Keberadaan sistem sanitary landfilldan fasilitas komposting di Talang Gulo sangat krusial dalam menekan emisi gas rumah kaca dan pencemaran lingkungan di Kota Jambi. Pengolahan berskala besar ini tidak akan pernah mencapai titik optimal apabila pola pikir masyarakat hilir belum berubah. Oleh karena itu, edukasi mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik dari lingkup rumah tangga harus terus digalakkan demi memperpanjang umur operasional TPST sekaligus mewujudkan tata kelola kota yang sehat dan berkelanjutan.

Essai prestasi membantu saudara disaat kemalangan

 Bantuan Keluarga di Saat Tertimpa Musibah Kematian Orang Tua

Kematian merupakan suatu peristiwa yang pasti akan dialami oleh setiap manusia. Namun, ketika musibah tersebut datang kepada anggota keluarga, terutama kehilangan orang tua, duka yang dirasakan sering kali sangat mendalam. Orang tua adalah sosok yang memiliki peran penting dalam kehidupan anak-anaknya, baik sebagai sumber kasih sayang, pelindung, maupun pembimbing. Oleh karena itu, kehilangan orang tua tidak hanya menimbulkan kesedihan emosional, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi sosial, ekonomi, dan psikologis keluarga yang ditinggalkan. Dalam situasi seperti ini, bantuan dan dukungan dari keluarga besar menjadi sangat penting untuk membantu keluarga yang berduka melewati masa-masa sulit tersebut.

Ketika kabar duka datang, keluarga besar biasanya menjadi pihak pertama yang memberikan bantuan. Kehadiran mereka di rumah duka memberikan kekuatan moral bagi anggota keluarga yang sedang berduka. Dukungan emosional berupa kata-kata penghiburan, doa, dan kehadiran secara langsung dapat membantu mengurangi perasaan sedih dan kesepian yang dirasakan oleh keluarga yang kehilangan. Sering kali, kehadiran sanak saudara membuat keluarga yang berduka merasa tidak sendirian dalam menghadapi cobaan yang berat.

Selain dukungan emosional, keluarga besar juga berperan dalam membantu persiapan dan pelaksanaan proses pemakaman. Dalam budaya masyarakat Indonesia, khususnya yang masih menjunjung tinggi nilai gotong royong, keluarga dan kerabat biasanya bekerja sama mengurus berbagai keperluan, mulai dari mempersiapkan tempat persemayaman, menghubungi pihak terkait, menyiapkan perlengkapan pemakaman, hingga menerima para pelayat yang datang. Bantuan ini sangat berarti karena keluarga inti sering kali berada dalam kondisi syok dan belum mampu mengurus seluruh kebutuhan secara mandiri.

Dukungan finansial juga menjadi salah satu bentuk bantuan yang sering diberikan oleh keluarga. Tidak dapat dipungkiri bahwa proses pemakaman dan berbagai kegiatan setelahnya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dalam beberapa kasus, keluarga yang ditinggalkan mengalami kesulitan ekonomi sehingga bantuan dana dari saudara atau kerabat sangat membantu meringankan beban yang ada. Bantuan tersebut biasanya diberikan secara sukarela sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap anggota keluarga yang sedang mengalami musibah.

Selain membantu selama proses pemakaman, keluarga besar juga memiliki peran penting dalam mendampingi keluarga yang berduka setelah acara pemakaman selesai. Masa setelah kehilangan sering kali menjadi periode yang paling berat karena keluarga harus mulai menyesuaikan diri dengan kondisi baru tanpa kehadiran orang tua. Pada saat inilah dukungan berkelanjutan sangat diperlukan. Kunjungan keluarga, komunikasi yang rutin, serta perhatian terhadap kebutuhan sehari-hari dapat membantu proses pemulihan emosional anggota keluarga yang ditinggalkan.

Bagi anak-anak yang kehilangan orang tua, dukungan keluarga menjadi semakin penting. Anak-anak sering kali belum mampu memahami dan menerima kenyataan kehilangan dengan baik. Mereka membutuhkan perhatian, kasih sayang, serta pendampingan agar tidak merasa kehilangan arah dalam menjalani kehidupan. Kakek, nenek, paman, bibi, atau saudara lainnya dapat berperan sebagai figur pendukung yang membantu memenuhi kebutuhan emosional dan sosial anak-anak tersebut. Dengan adanya perhatian yang cukup, anak-anak akan lebih mudah beradaptasi dan melanjutkan kehidupannya dengan baik.

Dalam perspektif sosial, bantuan keluarga saat terjadi musibah kematian mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, empati, dan gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Musibah yang dialami oleh satu anggota keluarga dianggap sebagai duka bersama sehingga seluruh keluarga turut memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Nilai-nilai ini perlu terus dipertahankan karena dapat memperkuat hubungan kekeluargaan dan menciptakan lingkungan sosial yang saling mendukung.

Kesimpulannya, bantuan keluarga ketika seseorang mengalami musibah kematian orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam membantu meringankan beban yang dirasakan. Bantuan tersebut dapat berupa dukungan emosional, tenaga, materi, maupun pendampingan setelah masa pemakaman. Kehadiran keluarga tidak hanya membantu mengatasi berbagai kebutuhan praktis, tetapi juga memberikan kekuatan dan harapan bagi mereka yang sedang berduka. Melalui rasa solidaritas dan kepedulian yang tinggi, keluarga dapat menjadi sumber kekuatan utama bagi anggota yang sedang menghadapi kehilangan besar dalam hidupnya. Dengan demikian, nilai kebersamaan dalam keluarga menjadi salah satu modal penting untuk menghadapi dan melewati masa-masa sulit akibat kehilangan orang yang dicintai.

Lisa Sugiarty_24310410230_Psikologi Lingkungan_Essai Prestasi_kelas karyawan_Dosen Ibu Arundati Sinta 




Essai Prestasi panitia pelaksanaan kurban

 PelaksanaanKurban Hari Raya Idul Adha di RT 30 Talang Banjar Jambi 



Hari Raya Iduladha merupakan salah satu hari besar dalam agama Islam yang memiliki makna mendalam tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial. Setiap tahun, umat Islam memperingati hari raya ini dengan melaksanakan salat Iduladha dan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Di lingkungan RT 30 Talang Banjar, Kota Jambi, pelaksanaan kurban menjadi kegiatan yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.

Pelaksanaan kurban di RT 30 Talang Banjar dimulai dengan pembentukan panitia kurban beberapa minggu sebelum Hari Raya Iduladha. Panitia terdiri atas tokoh masyarakat, pengurus RT, pemuda, dan warga yang secara sukarela bersedia membantu. Mereka bertugas mengoordinasikan pengumpulan dana, pendataan peserta kurban, pembelian hewan kurban, hingga pengaturan teknis penyembelihan dan distribusi daging. Melalui musyawarah yang dilakukan secara terbuka, seluruh proses persiapan dapat berjalan dengan lancar dan mendapat dukungan dari masyarakat.

Pada Hari Raya Iduladha, warga terlebih dahulu melaksanakan salat Id di masjid atau lapangan terdekat. Setelah itu, kegiatan penyembelihan hewan kurban dilakukan sesuai dengan syariat Islam. Hewan yang dikurbankan umumnya berupa sapi dan kambing yang telah memenuhi syarat kesehatan dan usia. Sebelum penyembelihan, panitia memastikan bahwa hewan dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurbankan. Pemeriksaan kesehatan hewan juga menjadi bagian penting untuk menjamin keamanan dan kualitas daging yang akan dibagikan kepada masyarakat.

Proses penyembelihan dilakukan oleh petugas yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam tata cara penyembelihan hewan kurban. Kegiatan ini disaksikan oleh warga sebagai bentuk transparansi sekaligus sarana edukasi mengenai pelaksanaan ibadah kurban yang benar. Setelah hewan disembelih, panitia bersama para relawan melakukan proses pengulitan, pemotongan, dan penimbangan daging. Seluruh pekerjaan dilakukan secara gotong royong sehingga dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan efisien.

Semangat kebersamaan sangat terlihat selama kegiatan berlangsung. Kaum bapak biasanya bertugas dalam proses penyembelihan dan pemotongan daging, sedangkan ibu-ibu membantu menyiapkan konsumsi bagi panitia dan relawan. Para pemuda juga turut berperan dalam pengemasan dan distribusi daging kurban. Keterlibatan berbagai kelompok masyarakat ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kurban tidak hanya menjadi tanggung jawab panitia, tetapi merupakan kegiatan bersama yang melibatkan seluruh warga.

Distribusi daging kurban dilakukan secara merata kepada warga yang berhak menerima, terutama keluarga kurang mampu, lansia, janda, dan masyarakat yang membutuhkan. Panitia telah menyiapkan kupon atau daftar penerima sebelumnya agar pembagian dapat berlangsung tertib dan adil. Selain dibagikan kepada warga RT 30, sebagian daging kurban juga dapat disalurkan kepada masyarakat di sekitar lingkungan yang membutuhkan. Dengan demikian, manfaat kurban dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.

Pelaksanaan kurban di RT 30 Talang Banjar tidak hanya memberikan manfaat dalam bentuk pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai sosial dan keagamaan. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama. Warga yang mampu berbagi rezeki melalui ibadah kurban, sementara warga yang menerima merasakan kebahagiaan dan perhatian dari lingkungan sekitarnya.

Secara keseluruhan, pelaksanaan kurban Hari Raya Iduladha di RT 30 Talang Banjar, Jambi, mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat. Melalui kerja sama yang harmonis antara panitia dan warga, seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan sesuai syariat Islam. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, tradisi kurban yang dilaksanakan setiap tahun patut dipertahankan dan terus dikembangkan sebagai salah satu wujud nyata pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Lisa Sugiarty_24310410230_psikologi lingkungan_essai prestasi_ibu Arundati Sinta_kelas karyawan