Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Selasa, 05 Mei 2026

ESSAI V- EKSPERIMEN ANORGANIK

 Pemanfaatan Sendok Plastik Bekas Menjadi Lampion Hias Ramah Lingkungan

Kinanthi Kembang Asmoro

24310410224

Kelas Psikologi Lingkungan B

Tugas Essai V

Dosen pengampu Dr. Arundati Shinta, M.A.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta




Sampah anorganik merupakan salah satu masalah lingkungan yang sampai sekarang masih sulit untuk diatasi. Berbeda dengan sampah organik yang mudah terurai, sampah anorganik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk hancur secara alami. Salah satu jenis sampah anorganik yang paling sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari adalah plastik. Plastik banyak digunakan karena praktis, ringan, dan mudah didapatkan. Namun, penggunaan plastik sekali pakai yang terlalu sering dapat menyebabkan penumpukan sampah dan mencemari lingkungan. Salah satu contohnya adalah sendok plastik bekas yang biasanya digunakan dalam kegiatan rapat, acara kantor, seminar, maupun kegiatan makan bersama. Setelah digunakan, sendok plastik tersebut sering langsung dibuang begitu saja. Padahal, jika dimanfaatkan dengan kreativitas, barang bekas tersebut masih bisa diolah menjadi kerajinan yang menarik dan berguna. Oleh karena itu, saya mencoba memanfaatkan sendok plastik bekas menjadi lampion hias sebagai bentuk upcycling sampah anorganik.

Ide membuat lampion dari sendok plastik ini muncul ketika saya melihat banyak sendok plastik sisa kegiatan yang masih dalam kondisi baik. Saya merasa sayang jika sendok-sendok tersebut hanya menjadi sampah dan akhirnya mencemari lingkungan. Dari situ saya mulai berpikir untuk mengubah barang bekas tersebut menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Selain membantu mengurangi sampah plastik, kegiatan ini juga dapat menjadi sarana untuk melatih kreativitas dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Proses pembuatan lampion ini sebenarnya cukup sederhana, tetapi membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Langkah pertama yang saya lakukan adalah mengumpulkan sendok plastik bekas lalu mencucinya hingga bersih agar tetap higienis dan nyaman digunakan kembali. Setelah dicuci dan dikeringkan, bagian gagang sendok dipotong menggunakan gunting sehingga hanya tersisa bagian kepala sendoknya saja. Setelah itu, saya menyiapkan botol plastik bekas sebagai dasar atau badan lampion. Kepala sendok kemudian ditempelkan satu per satu pada permukaan botol menggunakan lem panas hingga seluruh bagian botol tertutup dengan rapi. Susunan sendok tersebut membentuk pola menyerupai sisik atau buah nanas sehingga terlihat unik dan menarik. Pada bagian atas botol, saya menambahkan hiasan daun dari plastik hijau agar lampion terlihat lebih cantik dan kreatif. Setelah semua selesai, bagian dalam botol dapat dipasang lampu kecil sehingga lampion bisa menyala dan digunakan sebagai hiasan ruangan.

Dalam proses pembuatannya, saya merasa cukup tertantang karena harus menempelkan sendok satu per satu dengan hati-hati agar hasilnya rapi. Jika kurang teliti, susunan sendok bisa terlihat tidak rata dan hasil akhirnya menjadi kurang bagus. Walaupun membutuhkan waktu yang cukup lama, saya merasa senang dan bangga karena berhasil membuat kerajinan dari barang bekas. Saya juga merasa puas ketika melihat hasil akhirnya yang ternyata terlihat cantik dan unik. Lampion tersebut bisa

digunakan sebagai dekorasi kamar, hiasan ruang tamu, ataupun pajangan sederhana yang menarik perhatian.

Melalui kegiatan ini, saya belajar bahwa menjaga lingkungan tidak harus selalu dilakukan dengan cara yang besar. Hal-hal kecil seperti memanfaatkan barang bekas ternyata juga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan. Dengan mendaur ulang sendok plastik bekas, kita dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang sulit terurai. Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan saya untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna dan nilai seni.

Menurut saya, kegiatan upcycling seperti ini sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh anak muda. Banyak orang masih menganggap sampah sebagai barang yang tidak berguna, padahal jika diolah dengan baik, sampah bisa berubah menjadi karya yang menarik dan bermanfaat. Selain membantu menjaga lingkungan, kegiatan membuat kerajinan dari barang bekas juga dapat menjadi hobi yang menyenangkan dan bahkan memiliki nilai ekonomi.

Kesimpulannya, pemanfaatan sendok plastik bekas menjadi lampion hias merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Dari kegiatan ini saya belajar bahwa barang bekas tidak selalu menjadi sampah yang harus dibuang, tetapi bisa diubah menjadi kerajinan yang indah dan berguna. Saya berharap semakin banyak orang yang sadar pentingnya mendaur ulang dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk generasi mendatang.

Senin, 04 Mei 2026

ESSAI IV- Membuat Komitmen ttg sampah

 Membuat komitmen tentang sampah

Menjaga Lingkungan Mulai Hal Kecil di Lingkungan Kos

Kinanthi Kembang Asmoro

24310410224

Kelas Psikologi Lingkungan B

Tugas Essai IV

Dosen pengampu Dr. Arundati Shinta, M.A.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

link youtube: https://youtube.com/shorts/uBgEASEawoM?si=6z9lvQ2I4cQFG0fD

Lingkungan yang bersih merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga oleh setiap orang. Namun, pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan di sekitarnya. Sampah sering dibuang sembarangan, menumpuk di selokan, bahkan mencemari area tempat tinggal. Sebagai mahasiswa yang tinggal di lingkungan kos, saya menyadari bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukanlah hal yang mudah. Kondisi lingkungan kos yang terkadang kurang mendukung membuat sebagian orang memilih untuk bersikap cuek terhadap sampah. Walaupun demikian, saya tetap ingin memiliki komitmen untuk terus berperilaku pro-lingkungan hidup dimulai dari kebiasaan kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut saya, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tugas petugas kebersihan ataupun pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat. Lingkungan yang bersih dapat menciptakan suasana yang nyaman, sehat, dan indah dipandang. Sebaliknya, jika sampah dibiarkan menumpuk, maka dapat menyebabkan berbagai masalah seperti bau tidak sedap, banjir, dan munculnya berbagai penyakit. Oleh karena itu, saya berusaha membiasakan diri untuk selalu membuang sampah pada tempatnya serta mengurangi penggunaan barang sekali pakai yang dapat menambah jumlah sampah plastik.

Sebagai anak kos, saya sering menemukan kondisi lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya. Masih ada orang yang membuang sampah sembarangan atau mencampurkan sampah organik dan anorganik menjadi satu. Selain itu, fasilitas tempat sampah yang terbatas juga membuat lingkungan sekitar terlihat kurang bersih. Walaupun begitu, saya tidak ingin mengikuti kebiasaan buruk tersebut. Saya tetap berusaha menjaga kebersihan kamar dan lingkungan sekitar kos agar tetap nyaman untuk ditempati.


Komitmen yang saya lakukan dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, memisahkan sampah plastik dan sampah makanan, serta mengurangi penggunaan kantong plastik. Saya juga mulai menggunakan botol minum sendiri agar tidak terlalu sering membeli minuman kemasan. Selain itu, ketika melihat lingkungan sekitar kos kotor, saya berusaha membersihkannya meskipun hanya dengan memungut sampah yang berserakan. Walaupun terlihat sederhana, saya percaya bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus-menerus dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Saya juga menyadari bahwa menjaga lingkungan membutuhkan kesadaran dan konsistensi. Terkadang rasa malas muncul, terutama ketika melihat orang lain tidak peduli terhadap kebersihan. Namun, saya mencoba mengingat bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Jika saya terus memberikan contoh yang baik, maka mungkin orang lain juga akan ikut sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Selain menjaga kebersihan diri sendiri, saya juga ingin mengajak teman-teman di sekitar kos untuk lebih peduli terhadap sampah. Misalnya dengan saling mengingatkan agar tidak membuang sampah sembarangan atau melakukan kerja bakti bersama. Menurut saya, lingkungan yang bersih akan tercipta jika semua orang memiliki rasa tanggung jawab dan kepedulian yang sama.

Melalui esai ini, saya ingin menunjukkan komitmen untuk terus berperilaku pro-lingkungan hidup meskipun berada di lingkungan yang kurang mendukung. Saya percaya bahwa menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dan dari hal-hal kecil. Dengan menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan baik, kita turut menjaga kesehatan serta masa depan bumi agar tetap bersih dan nyaman bagi generasi mendatang.

 

Esai 3 – Kegiatan Before – After  

Tugas                    : Esai 3 – Kegiatan Before – After  

Nama MK            : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.

Kelas                    : Karyawan (online)

Titik Muti’ah       (24310440004)                                  

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta 


Topik

Kegiatan membersihkan tempat public dilokasi yang berbeda 1) kerja bakti lingkungan rumah Bulusan Ngaglik (Minggu 3 Mei jam 6.30-7.30) 2) Science Park di Sidorejo Nganggring Girikerto Turi (Minggu, 3 Mei jam 9 -10 pagi) membuat Biopori sampah organik (sisa makanan dan daun-daun).

Kegiatan

Bersih-bersih di lingkungan saya tinggal dimana banyak sampah daun berserakan dan juga di lingkungan Science Park yang biasa digunakan beraktivitas anak-anak SD sekitar area Sidorejo berlatih Bahasa English setiap hari Sabtu.

Kegiatan dilakukan dengan menyapu, menyabut rumput dan menyendirikan sampah plastik yang ditemukan. Kemudian merapikan rumput yang sudah agak tinggi sehinggan tidak rapi.

Kegiatan dilakukan diarea terbuka yang digunakan aktivitas warga dimana banyak terdapat daun kering dan dimana terdapat sampah campuran.

Dalam kegiatan ini memiliki misi bagi masyarakat sekitar meningkatkan kesadaran terhadap kebersihan, mengelola sampah (organic) melalui pembuatan Biopori.

Before 1

Sampah kebanyakan daun kering berserakan, lingkungan nampak kotor dan tidak bersih/rapi sehingga mengganggu kenyaman warga yang jalan pagi/bersepeda.

  
      

Before 2

Sampah juga kebanyakan daun kering guguran dari opepohonan yang ada disekitarnya. Dan (2) kamar mandi yang nampak tidak bersih. Kadang ada botol plastic yang berserakan.

     


After 1

Sebagian besar sampah sudah dibersihkan, tepi jalan Nampak lebih rapi dan nyaman.

    

After 2

Area sudah Nampak bersih secara menyeluruh, daun ditumpuk dibiarkan membusuk menjadi humus. Lingkungan tampaj lebih hijau, rapi dan sehat untuk berkegiatan anak-anak natinya.

 

Analisis

Pada sampah organic sisa makanan dan daun sebagaian dibuat biopori atau daun kering tijadikan satu tempat ditumpuk.

Hal ini memiliki manfaat meningkatkan resapan air, menangani sampah organik dan menghasilkan kompos alami untuk tanaman yang ada.

Sampah organik berupa daun-daun kering banyak ditemukan diarea terbuka. Kegiatan yang dilakukan menjadiakan lingkungan lebih bersih meskipun harus dilakukan secara rutin.

Biopori dan penumpukan daun kering sebagai humus cukup efektif sebagai solusi pengolahan sampah organic.

Pembahasan & saran

Kegiatan ini menunjukkan perilaku perduli lingkungan, yaitu tindakan individu dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Sehingga nantinya terbentuk kesadaran dan norma sosial masyarakat di lingkungan sekitar. Kegiatan kerja bakti juga akan meningkatkan kerjasama sosial, tanggungjawab kolektif dan keperdulian lingkungan.


Minggu, 03 Mei 2026

Esai 2– Kegiatan Plooging

 


Nama MK            : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.

Kelas                    : Karyawan (online)

Titik Muti’ah (243010440004)                                  

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta 


Bentuk Kegiatan

Plogging 1x dari rumah ke pasar rejodani dengan jarak 2.5km @1 jam


      
Plogging 1x dari rumah ke pasar gentan  dengan jarak 1.5km @1 km (pulang-balik dengan rute yang berbeda)  

Tujuan  

Meningkatkan kesadaran diri atas lingkungan sekitar, meidentifikasi sampah untuk mengurangi sampah.

Berjalan sambil memungut sampah yang didapatkan dan nantianya akan dibawa ke Sedekah Sampah di Masjid Ahmad Dahlan Rejodani

Metode kegiatan

Melakukan jalan kaki santai sambil memungut sampah selama kurang lebih 1 jam dan sekitar pasar.

     

Memasukkan sampah dalam kantong yang sudah disiapkan, setelah sampai rumah sampah saya pilah berdasarkan jenisnya dan ditimbang banyaknya sampah yang didapat.

 Hasil kegiatan

Jenis sampah plastic 50pc sekitar 0.8 kg, kertas cukup banyak selitsr 2 kg, kaleng/besi  2kg, organic 0,7kg

Kendala

Selama berjalan sampah plastik yang paling dominan saya temukan. Sampah yang kita temukan kadang sudah menyatu dengan tanah atau sudah campur un-organik dengan organik, agak basah dan susah kita ambil apalagi dipilah. Terkadang ada orang yang membuang sampah campur dipinggir jalan, sudah terbuka basah, membusuk, berulat dan menjijikkan. Saya tidak berani mengambilnya karena saya hanya jalan kaki.  

Pembahasan & Dskusi

Area pinggir/dekat jalan desa saya temukan banyak sampah dibanding area pemukinan. Jumlah sampah yang kedua relative lebih sedikit dari pada yang pertama karena melewati perumahan penduduk. Tingginya sampah plastik sebagai indikasi rendah/kurangnya kesadaran masyarakat akan penggunaan plastic sekali pakai atau membeli banyak produk plastik (botol, bungkus, dll). Juga masih rendahnya kedisiplinan masyarakat membuang sampah pada tempat sampah yang ada dan perilakunya biasa membuang sampah sembarangan. Padahal perilaku tidak perduli sampah akan menyebabkan banyak masalah bagi masyarakat diantaranya; pencemaran lingkungan dan potensi gangguan Kesehatan.

Kesimpulan & Saran  

Kegiatan plogging ini efektif menumbuhkan sikap dan perilaku perduli lingkungan sekaligus mengurangi sampah, dimana sampah plastic menjadi masalah utama dan perlu perhatian khusus dari berbagai pihak.


ESSAY 4- Membuat komitmen tentang sampah

 Komitmen Pro-Lingkungan Hidup di Desa Bangunjiwo



Nama                        : Banun Havifah Cahyo Khosiyono

NIM                          : 24310440002

Kelas                        : B

Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.

Tugas : Esai 4 - Membuat Komitmen Tentang Sampah



Hidup di lingkungan perumahan  sering kali menghadirkan keterbatasan dalam menjaga perilaku pro-lingkungan. Ruang sempit, fasilitas minim, dan lingkungan fisik yang kurang mendukung membuat pengelolaan sampah terasa sulit. Namun, komitmen sejati diuji justru dalam kondisi seperti ini. Saya bertekad untuk tetap konsisten berperilaku pro-lingkungan, baik di kos maupun di rumah Desa Bangunjiwo.

Di lingkungan rumah, saya berkomitmen untuk memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik saya olah menjadi kompos sederhana untuk tanaman pekarangan, sementara sampah anorganik saya kumpulkan dan serahkan ke bank sampah desa. Dengan langkah kecil ini, saya ingin menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk tanggung jawab moral terhadap Bumi.

Permasalahan yang saya hadapi adalah rendahnya kesadaran masyarakat sekitar. Banyak warga masih membuang sampah sembarangan, bahkan membakar sampah plastik yang berbahaya bagi kesehatan. Namun, saya percaya bahwa perilaku individu dapat menjadi teladan. Dengan konsistensi, saya berharap dapat menginspirasi tetangga dan teman kos untuk ikut peduli.

Sebagai mahasiswa Psikologi, saya memahami bahwa perilaku pro-lingkungan tidak hanya berdampak pada ekologi, tetapi juga pada psikologi. Mengelola sampah memberi rasa kontrol, mengurangi stres akibat lingkungan kotor, dan menumbuhkan kebanggaan diri. Komitmen ini saya teguhkan melalui orasi publik di YouTube, agar disaksikan banyak orang. Dengan publikasi esai di Klinik Psikologi dan video yang tidak akan dihapus, saya ingin memastikan bahwa komitmen ini bukan sekadar janji, melainkan tindakan nyata yang berkelanjutan.

Link Video: https://youtu.be/U8VmRVmnReA