Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Rabu, 20 Mei 2026

Essai 4 : Komitmen Pro Lingkungan

 Komitmen Pro Lingkungan 

Sucianingsih M Rivai 

24310410209 

Kelas Psikologi Lingkungan - B 

Tugas Essai : 4 

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A.


Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta 

Link Video : https://youtu.be/iVu1J0TQ6y0?si=zWKqt8iLOXQGA6vi

 Pentingnya Menjaga Lingkungan dengan Membuang Sampah Pada Tempatnya 


Lingkungan yang bersih merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan kehidupan yang sehat dan nyaman. Namun, pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama dalam hal membuang sampah. Banyak orang masih membuang sampah sembarangan meskipun tempat sampah sudah tersedia di sekitar mereka. Kebiasaan ini terlihat sepele, tetapi sebenarnya dapat menimbulkan dampak yang besar bagi lingkungan dan kehidupan manusia. 

Sampah yang dibuang di jalan, selokan, atau sungai dapat menyumbat aliran air sehingga menyebabkan banjir ketika hujan turun. Selain itu, sampah yang menumpuk juga dapat mencemari lingkungan, menimbulkan bau tidak sedap, dan menjadi sumber penyakit. Jika masyarakat terus mengabaikan kebersihan lingkungan, maka kerusakan alam akan senakin sulit untuk dikendalikan. 

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan masih perlu ditingkatkan. Banyak orang menganggap bahwa membuang sampah pada tempatnya adalah hal kecil yang tidak terlalu penting. Padahal, kebiasaan sederhana tersebut dapat memberikan dampak besar jika dilakukan oleh semua orang. Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana yang nyaman, sehat dan indah untuk ditempati. Selain itu, kebersihan juga akan mencerminkan kepedulian dan tanggung jawab seseorang terhadap lingkungan sekitarnya. 

Saya menegaskan bahwa membuang sampah pada tempatnya sebenarnya tidak membutuhkan banyak waktu maupun tenaga. Seseorang hanya perlu berjalan beberapa langkah menuju tempat sampah yang telah disediakan. Tindakan sederhana ini tidak akan merugikan siapa pun, justru dapat membantu menjaga lingkungan tetap bersih dan terhindar dari berbagai masalah. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk tetap membuang sampah sembarangan. 

Menjaga kebersihan lingkungan seharusnya menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas kebersihan atau pemerintah. Setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik. Kebiasaan kecil seperti membuang sampah pada tempatnya perlu dibiasakan sejak dini agar menjadi budaya yang positif di masyarakat. 

Membuang sampah pada tempatnya merupakan tindakan sederhana yang memiliki manfaat besar bagi lingkungan. Jika masyarakat memiliki kesadaran dan kepedulian yang tinggi terhadap kebersihan, maka berbagai masalah lingkungan seperti banjir dan pencemaran dapat dikurangi. Oleh karena itu, sudah seharusnya kita bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan demi kehidupan yang lebih sehat, nyaman, dan aman di masa depan. 

Essai 2 Berbagi rezeki bukan dalam hal yang dipikir tidak berguna

BERBAGI REZEKI BUKAN DALAM HAL YANG DI PIKIR TIDAK BERGUNA 

Sampah dapat diubah menjadi rezeki (cuan) dan berkah melalui pengelolaan yang tepat, seperti bank sampah, daur ulang menjadi kerajinan, atau kompos. Sampah organik dapat dikonversi menjadi energi biomassa, sementara anorganik seperti plastik dan kertas bernilai jual tinggi. Konsep ini mendukung ekonomi sirkular dan membuka peluang usahaMengubah sampah menjadi rezeki bukan lagi sekadar slogan, melainkan sebuah konsep ekonomi sirkularnyata yang mampu menghasilkan uang sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Plastik bekas makanan, minuman, maupun produk lainnya terkadang sering dibuang begitu saja oleh pemakainya. Plastik-plastik yang telah dibuang tersebut tak bisa diurai oleh organisme tanah yang akhirnya menjadi salah satu penyebab pencemaran lingkungan. Padahal, jika mau kreatif dan bersusah payah sedikit, palstik-plastik bekas tadi bisa menghasilkan pundi-pundi uang yang menguntungkan.

Jarang mendapatkan perhatian publik, nyatanya sampah bisa menjadi salah satu peluang bisnis yang menguntungkan. Bahkan mendengar istilah ‘sampah’ saja sudah membuat banyak orang enggan untuk membahasnya. Tapi siapa sangka, dari suatu barang sisa yang tidak digunakan lagi yang dianggap sampah itu, bisa mendatangkan cuan.

Di tempat saya tinggal, tempatnya di provinsi jambisebagian besar Bank Sampah itu tidak berfungsi dengan baik. Bank sampah di gunakan pada saat adackunjungan kerja atau kegiatan pemerintahan saja yang hanya untuk dokumentasi kelengkapan acara tersebut. Saya dsini mencoba berbagi sampah yang ada dirumahsaya dengan pemulung yang ada lewat di depan rumah saya. Biasanya saya mengumpulkan dan memisahkan sampah plastik, kardus atau pun barang pecah belah yang tidak layak lagi digunakan. Kemudian saya dengan suka rela memberikan kepada pemulung itu untuk mereka jual lagi di pengepul. M,ungkin sedikit membantu perekonomian mereka dari sampah yang tidak berguna bagi sebagian orang bisa berguna untuk pemulung yang memang merupakan sumber khidupanmereka. 

Tahukah Sobat bahwa sampah yang dihasilkan banyak orang bisa didaur ulang untuk dibuat berbagai macam barang yang dapat dijual kembali untuk mendapatkan rupiah. Belajar dari Ovy Sabrina dan Novita Tan pendiri Rebrick Indonesia, perusahaan yang menawarkan solusi dengan cara mengubah kantong kresek dan kemasan shampoo menjadi paving block atau bahan bangunan lainnya

Sampah yang biasa saya berikan itu botol bekas air mineral,  kotak kardus dari tisu, kardus botol air mineral atau pun kardus dari saya berbelanja sembako di supermarket. Ada sebagian supermarket di kota jambi, jika tidak membawa kantong belanja mereka memberikan secara gratis kardus untuk menjadi tempat kantung belanja. Jadi dr hal-hal kecil itulah saya lakukan biar bermanfaat bagi yang membutuhkan. Kantong makanan yang menggunakan kotak-kotak kecil ataupun snack jajanan anak-anak pun saya kumpulkan menjadi satu. 

Kehidupan menjadi pemulung itu sangatlah beratsebagian orang berpikir kalau sampai itu kotor, busuk,bau dan jijik tapi jika kita bisa mengelolah sampai dengan benar akan menghasilkan uang asal rajin dan tekun.Samph jika dilihat memang sangat tidak menarik dan memang harus diniatkan untuk mengelolanya. 

Saya tertarik dengan sampah sejak mengikut mata kuliah Psikologi Lingkungan yang memberi pelajaran bagaimana padangan tentang sampah itu, banyak hal penting yang dapat kita lakukan dari sampah. Walau saya belum dapat melakukan hal yang besar, minimal saya bisa membantu hal kecil dengan berbagi sampah pemulung. Sampah rumah tangga jika dikelola dengan baik akan sangat bermanfaat. Sampah kering dan plastik bisa kita berikan kepada pemulung. Sedangkan sampah basah bisa dikelola menjadi pupuk kompos. Saya baru mulai mengerti bagaimana mengolah sampah agar bisa berguna. Selama ini saya hanya mengumpulkan sampah tanpa memisahkannya dan langsung dibuang ditempat pembuangan sampah tidak melakukan proses pemisahan, apa sampah itu sampah kering atau sampah basah. Pemanfaatan sampah ini



membuktikan bahwa dengan kreativitas dan pengelolaan yang benar, limbah dapat memberikan berkah dan tambahan penghasilan bagi masyarakat

Keterengan

BERBAGI REZEKI BUKAN DALAM HAL YANG DI PIKIR TIDAK BERGUNA_Psikologi Lingkungan_Essaike 2_Flogging_ Arundati Shinta_ B _mei 2026_Lisa Sugiarty_24310410230

Tempat dilakukan flogging di rumah sendiri ( memisahkan sampah kering, plastik dan basah, 06.00-08.00) dan saya melakukan jogging di perkantoran Poltabes ( 16.00-18.00) 

 

Selasa, 19 Mei 2026

ESSAI PRESTASI PELAYANAN MASYARAKAT

Semangat Gotong Royong Pemuda Desa Dalam Pelayanan Mayarakat 

Kinanthi Kembang Asmoro

24310410224

Tugas Essai Prestasi

Dosen pengampu Dr. Arundati Shinta, M.A.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta



Pemuda desa mempunyai peran penting dalam kehidupan masyarakat. Anak muda bukan cuma jadi generasi penerus, tapi juga jadi penggerak kegiatan yang membuat desa lebih hidup dan kompak. Salah satu contohnya adalah saat mengadakan acara bersama seperti syawalan, halal bihalal, pengajian, atau acara kumpul warga lainnya. Dengan semangat gotong royong, acara yang awalnya biasa saja bisa jadi meriah dan penuh kebersamaan seperti pada gambar di atas.

Biasanya, sebelum acara dimulai, para pemuda sudah sibuk mempersiapkan semuanya. Ada yang membantu memasang dekorasi, menata kursi, mengatur lampu, menyiapkan panggung, sampai membersihkan tempat acara. Walaupun capek, mereka tetap semangat karena semua dilakukan bersama-sama. Suasana kerja jadi seru karena sambil bercanda dan ngobrol bareng teman-teman. Dari situ terlihat kalau kekompakan pemuda desa masih sangat kuat.

Selain itu, pemuda juga ikut membantu saat acara berlangsung. Ada yang jadi panitia, bagian konsumsi, dokumentasi, keamanan, bahkan ada yang mengatur jalannya acara supaya tetap tertib. Kerja sama seperti ini membuat acara berjalan lancar dan masyarakat jadi nyaman. Banyak warga yang merasa senang dan bangga melihat anak-anak muda yang aktif membantu kegiatan desa.

Kegiatan seperti ini sebenarnya termasuk bentuk pelayanan masyarakat. Walaupun terlihat sederhana, dampaknya sangat besar bagi warga desa. Dengan adanya acara bersama, hubungan antarwarga jadi lebih dekat dan suasana desa terasa lebih hangat. Orang-orang yang jarang bertemu jadi bisa berkumpul dan saling bercanda bersama. Hal seperti ini penting untuk menjaga rasa persaudaraan dan kekeluargaan di lingkungan desa.

Gotong royong juga mengajarkan banyak hal positif kepada para pemuda. Mereka belajar bekerja sama, bertanggung jawab, menghargai pendapat orang lain, dan saling membantu. Tidak semua pekerjaan bisa selesai sendiri, jadi dibutuhkan kekompakan agar semuanya berjalan lancar. Dari kegiatan seperti ini, pemuda jadi lebih peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Di zaman sekarang, banyak anak muda yang lebih sering sibuk bermain gadget atau media sosial. Karena itu, kegiatan gotong royong seperti ini menjadi hal yang sangat bagus untuk dipertahankan. Selain menambah pengalaman, kegiatan bersama juga bisa mempererat pertemanan antar pemuda desa. Mereka jadi punya kenangan dan pengalaman seru yang tidak bisa didapat hanya dari bermain handphone.

Acara desa yang meriah juga tidak lepas dari dukungan masyarakat. Orang tua, bapak-bapak, ibu-ibu, dan pemuda saling membantu demi kesuksesan acara. Ada yang menyumbang tenaga, makanan, bahkan peralatan yang dibutuhkan. Semua bekerja sama tanpa memikirkan keuntungan pribadi. Inilah yang membuat suasana desa terasa nyaman dan penuh kebersamaan.

Dari kegiatan seperti pada gambar, kita bisa melihat bahwa semangat gotong royong masih hidup di kalangan pemuda desa. Dengan kerja sama dan rasa peduli terhadap masyarakat, mereka mampu membuat acara yang meriah dan berkesan. Semangat seperti ini harus terus dijaga supaya hubungan antarwarga tetap harmonis dan kehidupan desa menjadi lebih kompak, ramai, dan penuh rasa kekeluargaan.


Senin, 18 Mei 2026

Essai 1 Meringkas Jurnal Sampah

DAMPAK SAMPAH TERHADAP LINGKUNGAN DAN KESEHATAN BAGI MASYARAKAT KOTA JAMBI 

Penulis 

Lisa Sugiarty 

NIM 

24310410230

Kelas 

B ( kelas Karyawan ) 

Tugas 

Psikologi Lingkungan 

Dosen Pengampu 

Ibu Dr. Arundati Shinta M. A



Keyword : Masyarakat, Sampah, Lingkungan 

ABSTRACT

Masalah sampah perkotaan di lndonesia sudah menjadi masalah yang sangat serius. Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dan pola hidup konsumtif tentu diikuti meningkatnya produksi sampah. Di kota-kota besar sampah menimbulkan berbagai masalah yang rumit untuk diselesaikan (Damanik, 2020). Sampah dapat berdampak buruk bagi kehidupan manusia, diantaranya adalah sebagai sumber penyakit, seperti diare, tifus dan penyakit-penyakit infeksi, dan lain-lain, maka dari itu perlu dilakukannya penanganan sampah yang tepat (Adiprasetyo, 2019). Sampah  merupakan masalah lingkungan global yang memberikan dampak merusak, memicu berbagai krisis mulai dari pencemaran lingkungan hingga masalah kesehatan serius. Dengan pemahaman mendalam, diharapkan masyarakat dapat berperan aktif dalam solusi pencegahan yang efektif.

Masalah sampah terus menjadi perhatian utama di berbagai negara, termasuk Indonesia. Seiring dengan pertumbuhan populasi dan urbanisasi, jumlah sampah yang masyarakat hasilkan setiap hari semakin meningkat. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Sebuah studi menemukan hanya 9% dari 6,3 miliar metrik ton sampah plastik yang telah didaur ulang. Tentu saja hal itu dapat merusak lingkungan alam dan merugikan manusia.

Dilansir dari Data Indonesia.id, Indonesia menempati posisi kelima sebagai negara penyumbang sampah plastik ke lautan terbesar di dunia setelah Filipina, India, Malaysia, dan China. Tercatat jumlah sampah plastik dari Indonesia ke lautan mencapai 56.333 metrik ton setiap tahun.

Bank Dunia memperkirakan bahwa pada 2050, seluruh manusia di bumi akan menghasilkan 3,88 miliar ton sampah setiap tahun, meningkat 73% dari tahun 2020.

Kesadaran masyarakat terhadap sampah dan kebersihan lingkungan hidup masi sangat minim, karena masih banyak masyarakat yang belum memahami betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan hidup. Oleh karena itu, sampah saat ini adalah suatu masalah yang belum diatasi secara menyeluruh. Permasalahan sampah juga berdampak tidak baik bagi lingkungan hidup sehingga akan menimbulkan bahaya pada kesehatan makhluk hidup, kalau tidak diurus dengan sebaik-baiknya. Tingkat kesadaran masyarakat dan kepeduliannya terhadap sampah adalah salah satu penyebab dari manusia yang masih sering membuang sampah sembarangan pada tempatnya. Untuk mengatasi permasalahan sampah, pemerintah harus berusaha supaya dapat memberikan solusi yang tepat kepada masyarakat, dan juga berusaha merubah pandangan masyarakat yang masih menganggap bahwa sampah /adalah barang sisa yang tidak bisa berguna lagi, menjadi sampah yang ada bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan perekonomian, sehingga terbentuklah kehidupan masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Kita harus tahu manfaat tentang menjaga kebersihan lingkungan hidup, karena menjaga kebersihan lingkungan sangatlah berguna untuk kita semua karena dapat menciptakan kehidupan yang baik dan sehat.

Masalah sampah terus menjadi perhatian utama di berbagai negara, termasuk Indonesia dan khusus untuk propinsi jambi di tempat saya berdomisil. Seiring dengan pertumbuhan populasi dan urbanisasi, jumlah sampah yang masyarakat hasilkan setiap hari semakin meningkat. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Dalam penyelesaian tumpukan sampah dikota jambi tidak begitu ditanggapi dengan serius oleh pemerintah jambi. Diman-mana terjadi penumpukan sampah dan pengangkutan yang lambat membuat menimbulkan bau yang tidak sedap menjadikan udara yang tidak bersih. Fasilitas sampah yang tidak diberikan dengan layak sehingga sampah yang dibuang pun menjadi tumpukan di pinggir jalan sehingga mengganggu pengguna jalan. 

Kita sangat mengerti bahwa rasa peduli masyarakat yang rendah akan mengelola sampah menjadi bermanfaat itu sangat sedikit. Masyarakat lebih memilih membuang sampah menjadi satu tanpa memisahkan sampah plastik, sampah kering mau pun sampah basah. Sehinggaj hal itu sangat menggangu, akan tetapi dibalik kondisi yang kotor dan jijik serta bau tidak sedap, ada sebagian orang menggais rezeki dari hal itu. Mereka dengan suka rela melakukan tugas untuk membersihkan sampah. Antara pemulung dan tenaga harian lepas dari dinas kebersihan kota jambi yang membersihkannya. Jika hari hujan akan terjadi penumpukan sampah yang begitu banyak seperti gunung es. Mereka terkendala dengan truk pengangkut yang masih sedikit serta proses pemindahan sampah yang masih dilakukan secara manual membuat proses pembersihan itu lambat. 

References

Aulia, Alvionita risqi. Pengaruh kesadaran lingkungan terhadap perilaku masyarakat dalam mengurangi sampah plastik di kelurahan pondok labu.

Budiharjo. Pengaruh kesadaran masyarakat terhadap partisipasi penanganan kebersihan lingkungan di kelurahan menteng jakarta pusat, vol. vol,1 No. 2 (2017 ), p. 189.

Essai 2 - Plogging

 

Bintar Tri Atmaji

25310430003

Kelas Psikologi Lingkungan – B

Tugas Essai 2

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A

 

 

 

       Kegiatan Plogging ini saya lakukan pada hari Minggu, 17 Mei 2026 di daerah sekitar tempat tinggal saya Desa Adiraja, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Pada kegiatan plogging ini saya mengambil 2 lokasi tempat yang berbeda yaitu di sepanjang jalan raya jalur kabupaten dan di depan sekolah yang berada di jalur jalan raya provinsi. Saya mengambil dua tempat berbeda untuk mengetahui permasalahan yang ada. Pengalaman plogging ini baru pertama saya lakukan dan ini menjadi motivasi bagi saya sendiri setelah mengikuti perkuliahan psikologi lingkungan. Karena kegiatan semacam untuk memungut sampah, membersihkan sampah di lingkungan sekitar saya lakukan biasanya hanya pada saat kerja bakti di tingkat RT.  Pada kegiatan plogging yang artinya menggabungkan olahraga lari santai (jogging) selanjutnya kita melihat sekitar lingkungan dengan memungut sampah yang berserakan di sepanjang jalur yang kita lewati. Rencana sampah yang terkumpul akan saya serahkan sukarela ke Bank Sampah yang ada di lingkungan RT saya, kebetulan bank sampah sudah tersedia.

     Banyak sampah yang saya temui pada rute tempat pertama plogging saya di sepanjang jalur kabupaten dan saya sudah siap membawa tas kresek untuk mengambil sampah. Saya berfokus pada sampah plastik dan kaleng yang isinya seperti bekas cup gelas, botol air mineral, botol kaleng minuman. Pada rute ke dua, saya beralih ke lingkungan depan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang setiap hari pada saat istirahat sekolah dan pulang sekolah ramai orang berjualan. Banyak pedagang yang memakai bungkus dagangannya sekali buang, misal penjual pop ice, es teh, siomay, batagor dan lain sebagainya.

    Durasi pada saat plogging yang saya lakukan sekitar 2 jam dengan menempuh jarak sekitar 3 kilometer, lalu sampah yang saya kumpulkan selanjutnya saya berikan ke pengurus bank sampah dan ditimbang dengan total kurang lebih 2,5 kilogram dengan berbagai jenis sampah plastik. Sebetulnya secara bisnis di bank sampah bisa mendapatkan nilai rupiah sekitar Rp.3.000,-. karena harga sampah plastik yang saya kumpulkan nilai jualnya Rp.1.200,-/kg tapi saya berikan secara sukarela.

Saya menganalisa permasalahan sampah pada saat plogging yang saya lakukan terutama di depan sekolah antara lain :

   1. Penggunaan Kemasan Sekali Pakai : Mayoritas pedagang menggunakan kantong plastik, sedotan, sterofom, dan gelas plastik yang memicu penumpukan sampah anorganik sulit terurai.

2.     2. Minimnya Tempat Sampah: Kurangnya ketersediaan tempat sampah di sekitar area berjualan luar pagar sekolah membuat siswa dan pedagang kebingungan membuang sampah.

3.     3. Rendahnya Kesadaran Bersama: Kurangnya kepedulian dari beberapa oknum pedagang yang tidak membersihkan area lapaknya setelah selesai berjualan.

4.   4. Perilaku Konsumsi Siswa: Kebiasaan siswa membuang bungkus makanan atau minuman secara sembarangan di luar area sekolah selepas jam pulang sekolah.

    Demikian resume kegiatan plogging ini saya lakukan semoga bisa menjadi rutinitas pada hari libur kerja saya, dan tentunya bisa membawa manfaat kesehatan serta berdampak baik pada lingkungan karena kegiatan plogging ini efektif menumbuhkan sikap dan perilaku peduli lingkungan sekaligus mengurangi sampah.