Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Klinik Psikologi

Sabtu, 20 Juni 2026

ESSAY PRESTASI (EPRES)

ESSAY PRESTASI (EPRES)

Nama : Wulan Rahmawati

NIM : 24310410236

Kelas   : B

Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.

Tugas  : Essay Prestasi

Bulan/Tahun Terbit: Juni 2026


Tiga Prestasi dalam Kegiatan Pelayanan Masyarakat 

Terlibat dalam beberapa kegiatan pelayanan masyarakat yang ada di lingkungan tempat tinggal merupakan suatu kebanggaan bagi saya. Kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata kepedulian, tanggung jawab dan kebersamaan kita dalam menjaga lingkungan sekitar yang berdampak menjaga hubungan sosial yang baik antara tetangga. Saya belajar bahwa prestasi tidak selalu berupa penghargaan besar tetapi juga kontribusi untuk membantu orang lain dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan I

Kegiatan pelayanan masyarakat saya yang pertama yaitu mengikuti kegiatan bersih-bersih taman bersama di KWT Sehati PKK RT 19 Baturetno pada tanggal 7 Juni 2026, pukul 06.00–07.30. Kegiatan ini dilakukan rutin setiap hari Minggu bersama ibu-ibu PKK untuk membersihkan lingkungan dan menjaga kebersihan taman wilayah RT 19. Dalam kegiatan ini peran saya adalah ikut aktif sebagai anggota PKK di wilayah Baturetno dengan membantu membersihkan area taman, menyiram tanaman, mengangkat sampah dan merapikan lingkungan agar terlihat nyaman dan sehat. Saya merasa kegiatan ini sangat penting karena taman yang bersih dapat menciptakan suasana yang indah dan mendukung kesehatan warga. Kegiatan ini juga mengajarkan saya untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dan bekerja sama dengan warga lain. 

Kegiatan II

Kegiatan kedua yaitu keterlibatan saya dalam acara Dawis 1 pada tanggal 5 Juni 2026 selama 2 jam dari pukul 16.00–18.00. Dalam kegiatan rutin bulanan ini beberapa hal penting yang dibahas seperti lomba lingkungan sehat, agenda pembersihan taman sehat, serta pembentukan pengurus KWT yang baru. Sebagai anggota Dawis saya ikut hadir dan berpartisipasi aktif dalam diskusi. Peran saya dalam kegiatan ini adalah menjadi bagian dari masyarakat yang mendengarkan informasi, memberikan dukungan, dan ikut menjaga kelancaran acara. Selain itu pada kegiatan Dawis juga menjadi sarana penyampaian informasi mengenai posyandu lansia dan anak setiap bulan, sehingga saya merasa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mendukung kebutuhan warga. Dari kegiatan ini saya belajar pentingnya komunikasi, tanggung jawab, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan lingkungan.

Kegiatan III

Selanjutnya pada kegiatan saya yang ketiga yaitu mengikuti kegiatan bersih-bersih makam pada 16 Juni 2026 atau bertepatan dengan 1 muharram sekitar pukul 16.00. Kegiatan ini dilakukan bersama beberapa warga kampung dalam agenda rutin bulanan untuk membersihkan lingkungan makam dan kampung. Peran saya dalam kegiatan ini adalah membantu mencabut rumput yang tumbuh di atas makam, membersihkan area makam, serta memastikan tempat tersebut tetap rapi dan terawat. Walaupun terlihat sederhana tetapi menurut saya kegiatan ini memiliki makna yang besar karena menjaga kebersihan makam merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman. Saya merasa kegiatan ini melatih rasa tanggung jawab, kebersamaan, dan kepedulian sosial di sekitar kita.



ESSAY 10: PARTISIPASI LOMBA

ESSAY 10: PARTISIPASI LOMBA

Nama : Wulan Rahmawati

NIM : 24310410236

Kelas   : B

Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.

Tugas  : Essay 10 Partisipasi Lomba

Bulan/Tahun Terbit: Juni 2026


Penguatan Motivasi Internal dalam Partisipasi Lomba Olimpiade dan Menulis Puisi

Partisipasi dalam lomba tidak hanya sekedar ajang untuk unjuk kemampuan ataupun memenangkan kompetisi melainkan manifestasi saya dalam penguatan motivasi internal. Fokus mengikuti kompetisi ini yaitu mengukur sejauh mana pikiran saya tetap tajam dan membuktikan kapasitas belajar tidak lekang oleh waktu meskipun sudah lulus sekolah. Saya berpartisipasi dalam dua lomba yaitu Olimpiade Nasional dan lomba menulis puisi dalam event Menulis Nasional. Kedua lomba ini tidak hanya mengasah kemampuan saya tetapi juga memperkuat motivasi internal saya.

Proses Pendaftaran Olimpiade

Lomba pertama yang saya ikuti yaitu Olimpiade Nasional yang mencakup jenjang dari SD hingga mahasiswa dan umum. Untuk kategori umum hanya beberapa materi saja yang boleh diikuti dan saya memilih Matematika dan Bahasa Inggris. Pilihan ini diambil karena sejak sekolah dari SD hingga SMA saya aktif mengikuti olimpiade sains dan matematika serta debat bahasa inggris. Pada saat SMP saya berhasil menang dalam lomba olimpiade Math hingga babak nasional di Jakarta. Pengalaman ini menjadi pemicu utama saya kembali mengikuti olimpiade. Dalam persiapan olimpiade saya merasa ada permasalahan yang muncul, dimana setelah lama tidak mengikuti olimpiade ada ketakutan apakah kemampuan analisis dan pemahaman materi masih setajam dulu, sehingga saya merasa hal ini harus segera diatasi agar tidak menghambat motivasi.

Motivasi internal saya berasal dari nostalgia akan kesuksesan masa lalu dan ingin membuktikan pada diri sendiri bahwa saya masih bisa selama ada usaha. Saya mempersiapkan diri dengan belajar kembali materi Matematika dan bahasa Inggris melalui buku dan dari internet untuk belajar materi-materi terbaru. Beberapa hari saya melakukan persiapan untuk mengikuti lomba ini, dari mulai mencari sumber informasi, kemudian pendaftaran hingga persiapan materi olimpiade. Adanya proses belajar ini yang memperkuat motivasi internal karena saya sadar bahwa kemampuan bisa dibangun kembali melalui usaha dan tidak hanya mengandalkan pengalaman masa lalu saja.


Proses pendaftaran Puisi

Lomba kedua yang saya ikuti adalah menulis puisi dalam Event Menulis Nasional dan saya memberikan judul pada puisi saya yaitu “Napas Bumiku yang Terluka”. Tema yang diberikan bebas sehingga saya memilih tema lingkungan hidup karena sesuai dengan mata kuliah yang saya ambil yaitu psikologi Lingkungan. Selain itu juga kita tahu saat ini bumi sedang tidak baik-baik saja, banyak sampah di mana-mana, hutan yang semakin gundul, dan udara yang tercemar. Saat mengikuti lomba ini saya juga merasa nostalgia akan masa lalu dimana saya suka menulis dan membaca puisi. Meskipun sama seperti lomba sebelumnya ada permasalahan yang muncul yaitu rasa kurang percaya diri terkait apakah saya masih bisa membuat puisi yang indah seperti itu, tetapi hal ini tidak membuat saya menyerah untuk terus berkarya. 


Proses Belajar Olimpiade dan Proses Lomba Menulis Puisi

Persiapan yang saya lakukan dalam lomba menulis puisi ini yaitu dengan membaca puisi-puisi lama dan baru untuk mencari inspirasi dan mengasah diksi dalam menulis. Kedua lomba ini membuat saya nostalgia dan percaya bahwa kita bisa terus berkembang dan mengasah kemampuan logika berpikir dan kemampuan artistik sampai kapanpun asal terus berusaha dan punya motivasi yang kuat. Sehingga mengikuti lomba tidak hanya tentang kemenangan tetapi juga proses memperkuat motivasi internal dalam menghadapi sebuah tantangan.


Daftar Pustaka:

Schunk, J. B., & Muennig, P. (2018). Motivation to Learn: Integrating Theory and Practice (7th ed.). Boston: Pearson Education.

Kamis, 18 Juni 2026

ESSAY 6: EKSPERIMEN ORGANIK DI RUMAH DOSEN

ESSAY 6: EKSPERIMEN ORGANIK DI RUMAH DOSEN 

Nama  : Wulan Rahmawati

NIM    : 24310410236

Kelas   : B

Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.

Tugas  : Essay 6 Eksperimen organik di rumah dosen

Bulan/Tahun Terbit: Juni 2026

 

Pengalaman Berharga Mengelola Sampah Organik di Rumah Dosen

Kegiatan yang saya lakukan kali ini yaitu mengelola sampah organik menjadi sesuatu yang berharga di rumah Ibu Dr. Arundati Shinta, M.A. selaku dosen pengampu mata kuliah Psikologi lingkungan. Kegiatan ini berlangsung pada hari minggu, tanggal 17 Mei 2026 dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB di rumah ibu Shinta daerah Nglanjaran, Sleman. Kuliah yang biasanya hanya teori saja tetapi disini tidak sekedar teori tetapi kita bisa langsung praktik mengelola sampah organik menjadi beberapa macam produk yang bermanfaat.

Pada kegiatan pertama kita diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap sampah kita sendiri. Kami diminta untuk membawa bekal makanan dan mengkonsumsi bekal tersebut yang terdiri dari satu kue dibungkus pisang dan satu lagi yang dibungkus plastik. Setelah makanan habis, selanjutnya yaitu bungkus makanan yaitu daun pisang dan plastik dipisahkan dan dipilah untuk dimasukkan ke bank sampah. Kegiatan ini mengajarkan saya bahwa tindakan kecil seperti memilah sampah dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan.

Kegiatan selanjutnya yaitu membuat kompos dan memanen kompos yang sudah kita buat. Pada proses membuat kompos kita menggunakan sampah organik yang sudah kita bawa sebelumnya yaitu daun pisang dan sampah kebun. Bahan-bahan itu dirajang kecil-kecil lalu dicampur dengan dedak, dolomit, POC, tetes tebu, dan EM4. Campuran itu kemudian dimasukkan ke dalam gentong untuk proses pengomposan. Dari proses membuat kompos saya memahami bahwa sampah organik masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna yaitu pupuk kompos untuk tanaman.

Setelah membuat kompos, kegiatan kita berlanjut dengan memanen kompos dimana kompos yang sudah matang kita pindahkan lalu disaring dan dipisahkan antara kompos halus dan kompos kasar. Kompos halus dicampur dengan bubuk kulit telur, abu gosok, dan arang halus, kemudian didiamkan selama dua hari sebelum digunakan. Panen kompos ini mengajarkan saya bahwa pengolahan sampah tidak berhenti pada pembuatan saja tetapi bagaimana kita juga bisa memanfaatkan hasilnya dengan sebaik mungkin.

Proses selanjutnya saya juga belajar membuat eco-enzyme yang dibuat dari gula merah, kulit buah-buahan, dan air dengan perbandingan tertentu. Bahan-bahan itu kita fermentasi selama minimal tiga bulan. Meskipun prosesnya cukup lama tetapi hasilnya sangat bermanfaat karena dapat kita gunakan untuk keperluan yang ramah lingkungan. Setelah membuat eco-enzyme selanjutnya kita bisa panen dan melakukan fermentasi kembali dengan lerak dan sereh untuk menghasilkan cairan yang lebih bermanfaat.

Kegiatan terakhir yang dilakukan yaitu membuat sabun eco-enzyme dari campuran bahan seperti mess, garam industri, EDTA, aminon, gliserin, air, dan eco-enzyme hasil fermentasi kedua. Pada proses mengajarkan saya bahwa bahan-bahan alami dapat diolah menjadi produk rumah tangga yang berguna. Saya merasa kegiatan yang dilakukan di rumah ibu Shinta sangat bermanfaat karena memberikan pelajaran penting dari mulai belajar bertanggung jawab atas sampah sendiri, kemudian mengolah sampah organik hingga bisa menghasilkan produk yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Selanjutnya kegiatan ini mendorong saya untuk lebih bijak dalam menyikapi dan mengelola sampah dan belajar menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.


ESSAY 5: EKSPERIMEN ANORGANIK DI RUMAH DOSEN

ESSAY 5: EKSPERIMEN ANORGANIK DI RUMAH DOSEN 

Nama  : Wulan Rahmawati

NIM : 24310410236

Kelas   : B

Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.

Tugas  : Essay 5 Eksperimen anorganik di rumah dosen

Bulan/Tahun Terbit: Juni 2026


Pengalaman Berharga Mengelola Sampah Anorganik Menjadi Produk Cantik

Kegiatan eksperimen kedua yang saya lakukan di rumah dosen yaitu mengelola sampah anorganik menjadi produk yang berguna. Kegiatan berlangsung pada tanggal 31 mei 2026 di rumah ibu Shinta di Sleman dari pukul pukul 09.00 sampai 11.00 WIB. Disini kita akan belajar bahwa sampah anorganik tidak untuk dibuang tetapi bisa kita manfaatkan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai seni.

Kegiatan pertama kita diajarkan untuk melatih kreativitas dan diajarkan untuk mengasah seni dengan melukis goodie bag serta tempat aksesoris. Bahan yang kita gunakan dalam melukis ini yaitu dari kertas sampah dupleks. Perlahan kita imajinasikan berbagai hal yang ada dalam benak dan kita tuang dalam lukisan. Kita diajarkan untuk melatih ketelitian, kesabaran dan ide kreatif untuk membuat hasil karya yang cantik. Dari kegiatan ini saya belajar bahwa barang bekas bisa diubah menjadi sesuatu yang indah dan memiliki nilai jual.


Kegiatan kedua yang saya lakukan yaitu membuat gantungan kunci dari bahan yang berasal dari sampah kain dan sebagian lagi menggunakan bahan baru. Gantungan kunci yang dibuat terlihat unik dan berbeda dari gantungan kunci biasanya. Pada proses ini saya belajar bahwa sampah kain dapat diolah menjadi sesuatu yang menarik. Gantungan kunci yang sudah dibuat saya gunakan pada tas kerja dan terlihat sangat cantik. Setelah membuat gantungan kunci pertama terdapat limbah sisa, sehingga kita manfaatkan kembali limbah sisa untuk membuat gantungan kunci yang kedua. Disini saya belajar bahwa sekecil apapun limbah yang dihasilkan masih bisa kita gunakan asal mau berpikir kreatif untuk memanfaatkan bahan yang bisa kita daur ulang.


Selanjutnya pada kegiatan terakhir kita membuat piring cantik dari bahan limbah tekstil. Pada proses ini saya membantu untuk memberikan lem pada bagian piring dan kain bekas kemudian dijemur dibawah sinar matahari. Prosesnya diulang beberapa kali hingga pada akhirnya piring dan kain bekas tersebut menjadi karya yang indah dan unik. Saya belajar bahwa kita bisa menjaga lingkungan dimulai dari hal kecil seperti memanfaatkan kembali barang bekas dan hal ini bisa mengurangi sampah di sekitar kita. Semua eksperimen anorganik dirumah ibu Shinta memberikan saya pengalaman berharga bahwa kreativitas dapat membantu mengurangi limbah sampah dan menghasilkan barang yang berguna dan memiliki nilai.

ESSAY 7: BELAJAR KELOLA SAMPAH DI TPS3R

ESSAY 7: BELAJAR KELOLA SAMPAH DI TPS3R NITIKAN 2

Nama  : Wulan Rahmawati

NIM    : 24310410236

Kelas   : B

Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.

Tugas  : Essay 7 Belajar di TPS3R 

Bulan/Tahun Terbit: Juni 2026

Belajar sistem pengelolaan sampah di TPS3R Nitikan 2

Kegiatan belajar mengenal pengelolaan sampah saya lakukan pada tanggal 18 Mei 2026 di TPS3R Nitikan 2 kota Yogyakarta. Saya didampingi oleh narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang menjadi mandor sekaligus yang memberikan pengarahan terkait pengelolaan sampah di TPS ini. Kegiatan berlangsung kurang lebih satu jam dari pukul 16.30 hingga 17.30. Selanjutnya sesi saya bagi menjadi dua yaitu pertama terdapat wawancara singkat dengan mandor pengelola dari DLH kemudian saya lanjutkan dengan observasi secara langsung di TPS3R, dimana pada waktu saya berkunjung kegiatan pengelolaan sampah sedang berlangsung di lokasi, jadi saya bisa mengamati dengan baik setiap prosesnya.

Berdasar hasil wawancara didapatkan beberapa informasi dimana TPS3R Nitikan 2 didirikan pemerintah kota Yogyakarta sebagai tempat pengelolaan sampah yang ada di Yogyakarta dan lembaga yang mengelola adalah langsung dari DLH. Pengelolaan sampah yang ada di TPS3R Nitikan ini dimulai dari pengumpulan, pemilahan dan terakhir ada pengolahan sampahnya itu sendiri. Pada proses ini masyarakat sekitar juga memiliki peran andil dalam memilah sampah sebelum masuk ke TPS meskipun belum semua masyarakat sadar untuk memilah sampah.

Pada proses pengumpulan sampah narasumber memberikan informasi bahwa pertama yang dilakukan yaitu mengambil sampah dari masyarakat dari rumah ke rumah lalu dibawa ke TPS dengan menggunakan gerobak sampah. Selanjutnya setelah sampai di TPS3R Nitikan 2 dilakukan penimbangan berat sampah kemudian sampah dimasukkan ke mesin conveyor untuk dipilah dan masuk ke mesin gibrig untuk menjadi sampah organik dan anorganik. Setelah terpisah, sampah organik akan diolah menjadi pupuk, sedangkan untuk sampah anorganik masuk ke mesin RDF dan dibawa ke Cilacap untuk dijadikan bahan bakar sebuah pabrik.

Banyak pembelajaran yang didapat setelah melakukan observasi secara langsung tentang proses pengelolaan sampah yang ada di TPS3R Nitikan 2 dari mulai proses pengumpulan, pemilahan sampai pengolahan sampah. Semua proses berjalan secara terstruktur dan efektif karena dibantu sarana dan prasarana yang memadai. Keberhasilan peranan dalam pengelolaan sampah di TPS3R Nitikan 2 tidak lepas juga dari dukungan warga sekitar yang ikut membantu dalam proses awal yaitu memilah sampah organik dan anorganik sebelum dibawa ke TPS3R meskipun belum semua warga melakukannya. Kita semua tahu bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab kita bersama sehingga peran masyarakat juga diperlukan agar lebih peduli terhadap lingkungan.