Analisis Perilaku Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Desa Pulau Baguk Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil
Rahardian Wicaksono
24310410218
Kelas Psikologi Lingkungan - B
Tugas Essai 1
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Permasalahan sampah rumah tangga berhubungan dengan kehidupan manusia. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI No.14 Tahun 2021 tentang pengelolaan sampah, bahwa kegiatan pengelolaan sampah itu harus dilakukan secara bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat mempengaruhi lingkungan dan kesehatan masyarakat akibat pencemaran lingkungan dari sampah. Data Sampah Indonesia tahun 2022 menunjukkan bahwa Kabupaten Aceh Utara menjadi daerah dengan timbunan sampah tertinggi sejumlah 304,1 m3 sampah per hari dan di wilayah kerja Puskesmas Pulau Banyak hanya 253 dari 1.255 rumah yang melakukan pengelolaan sampah dengan baik dan memenuhi syarat kesehatan.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan pendekatan cross-sectional dengan jumlah 75 kepala keluarga diambil secara acak dari total 295 kepala keluarga. Kuesioner digunakan untuk memperoleh data terkait penerapan konsep 3R, perilaku membuang sampah, dan ketersediaan fasilitas yang kemudian diukur menggunakan Chi-Square untuk menentukan hubungan yang mempengaruhi antara variabel independen (pengetahuan, sikap, dan ketersediaan sarana) dan variabel dependen (perilaku pengelolaan sampah rumah tangga).
Hasil:
Hasil penelitian ini, ternyata masyarakat di Desa Pulau Baguk, Aceh menunjukkan sikap negatif karena 75 kepala keluarga. 61.3% masyarakat tidak memiliki perilaku pengelolaan sampah yang baik karena masih membuang sampah ke laut dan bakar sampah, 53,3% masyarakat masih kurang memahami dampak dari sampah yang dibuang sembarangan dan cara mengelola sampah dengan baik, 53,3% masih memiliki kurangnya kepedulian tentang pelestarian lingkungan yang membuat mereka malas untuk mengolah sampah (3R) , dan 57,3% merasa fasilitas yang kurang bisa diakses atau tidak dimiliki untuk mengelola sampah rumah tangga.
Diskusi:
Kurangnya sosialisasi membuat masyarakat Desa Pulau Baguk memiliki kesadaran lingkungan yang rendah. Tidak adanya kesadaran bahwa membuang sampah ke laut merugikan mereka secara ekonomi, seperti berkurangnya hasil tangkapan ikan dan sepinya kunjungan wisatawan ke pantai. Tidak adanya fasilitas pendukung, seperti sistem pengangkutan sampah membuat masyarakat memilih cara mudah dengan membakar sampah. Perlunya peningkatan edukasi, penyediaan tong sampah, dan larangan membakar sampah demi kesehatan lingkungan.






0 komentar:
Posting Komentar