Senin, 13 April 2026

 


MERINGKAS JURNAL

Tugas                    : Esai 1 – Meringkas jurnal ttg pengelolaan sampah

Nama MK            : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.

Kelas                    : Karyawan (online)

Titik Muti’ah (243010440004)                                  

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

 

Topik

Eco-Teens Initiative: Pemberdayaan Remaja Melalui Pelatihan Pengelolaan Limbah Organik Untuk Meningkatkan Kesedaran Lingkungan Berkelanjutan

Sumber

Muzdalifah M. (2025), Jurnal PEDAMAS (Pengabdian Kepada Masyarakat) Volume 3, No. 6, November 2025. Hal 2330-2339

https://pekatpkm.my.id/index.php/JP/article/view/932

Perma- salahan

·   Isu degradasi kualitas lingkungan sebagai akibat akitifitas manusia yang tidak berwawasan lingkungan. Menurunnya kualitas air, udara, dan tanah yang tidak ramah lingkungan, menimbulkan tingginya proporsi limbah organic berkontribusi pada pencemaran dan emisi metana.

·   Remaja memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran lingkungan berkelanjutan sehingga perlu dibekali dengan edukasi dan keterampilan yang relevan.

Tujuan penelitian

Untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran lingkungan siswa melalui pelatihan dan praktik pengelolaan limbah organik berbasis komposting.

 Isi

·   Sampah organik sisa  makanan menyumbang 41,27 % dari total produksi sampah. Tanpa penanganan akan mengakibatkan pencemaran lingkungan dan memberikan dampak buruk bagi kehidupan manusia.  

·    Di 2024, dilaporan beberapa kota di negara-negara Global South, sampah organic mencapai 70 % dari total sampah perkotaan. Ditinjau dari proses kimiawi hal ini menjadi kontributor utama emisi metana karena proses pembusukannya sangat cepat. Jika di rata-ratakan per kapita setiap penduduk memproduksi 168 kg sampah per tahun.

·      Pengeloalaan limbah organik dikenal salah satu pendekatan yang efektif, sederhana, dan berkelanjutan dengan proses kompos/  komposting. Berkontribusi positif pelestarian lingkungan, mengubah limbah organik menjadi kompos kaya nutrisi, mengatasi krisis limbah global.

Metode

o   Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan pendekatan partisipatif (participatory approach). Subjek penelitian siswa SMPN

o   Program mengadaptasi Engaging Youth in Environmental Change, mengkombinasikan penyampaian materi, diskusi, dan praktik langsung agar partisipasi siswa meningkat secara optimal.

·       Metode wawancara tidak berstruktur dan dokumentasi, dengan tahapan 1) Identifikasi subjek dan Koordinasi dengan Pihak Sekolah 2) Pengumpulan Data Awal 3) Pelatihan, Workshop,  Pendampingan Praktik (pelatihan dan lokakarya pembuatan kompos).

·       Evaluasi Pasca Pelatihan dilakukan survei pengetahuan serta observasi perilaku siswa dalam mengelola limbah organik pasca pelatihan. Analisis deskriptif menggambarkan perubahan pengetahuan, keterampilan, dan tingkat keterlibatan siswa selama program berlangsung.

Hasil

·       Pelibatan Aktif Siswa Pengelolaan Limbah Organik, tingginya partisipasi siswa menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan rasa tanggung jawab dan kepedulian  terhadap isu lingkungan.

·       Peran Mahasiswa Fasilitator dan Penggerak Program, memberikan pengalaman langsung bagi remaja dalam menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis proyek service learning.   

·       Implementasi Praktik Pengomposan di Lingkungan Sekolah,  metode aerobik lubang tanah, dengan bahan utama berupa daun kering, rumput, serta sisa makanan dari kantin. Keberhasilan proses ini dapat diterapkan secara efektif dalam konteks sekolah dan sumber daya terbatas.   

·       Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Siswa, mengenai jenis-jenis limbah organik, manfaat kompos, serta teknik pengolahannya, lebih selektif dalam memilah sampah dan terlibat aktif dalam pengumpulan bahan kompos

·      Dampak Lingkungan dan Keberlanjutan Program, yang dihasilkan digunakan untuk menyuburkan tanaman di halaman sekolah, memberikan manfaat ekologis bagi lingkungan sekolah dan menumbuhkan budaya peduli lingkungan di kalangan siswa dan guru.

Dikusi

Kegiatan ini memberikan solusi sederhana bagi permasalahan penumpukan limbah organik di sekolah, juga menciptakan dampak berkelanjutan melalui terbentuknya kebiasaan baru pengelolaan sampah.

 

0 komentar:

Posting Komentar