Selasa, 14 April 2026

ESSAI 1 MERINGKAS JURNAL

 




 


Heni Dwi Anggreani

25310440001

Kelas Psikologi Lingkungan - B

Tugas Essai 1

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

 

Judul Jurnal: “Memberdayakan Rumah Tangga untuk Pengolahan Sampah Berkelanjutan: Studi Kesadaran Masyarakat di Kota Semarang”

oleh Agung Kurniawan Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, dan Ashlikhatul Fuaddah Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto (Volume 7, Issue 2, October 2024

 DOI: http://dx.doi.org/10.30742/jus.v1i2.3494 )

 

Penelitian ini membahas tentang bagaimana pengelolaan sampah di Kota Semarang yang dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi. Semakin banyak jumlah penduduk dan semakin tinggi tingkat konsumsi masyarakat, maka semakin banyak juga sampah yang dihasilkan, baik dari makanan maupun barang-barang lainnya. Namun, peningkatan jumlah sampah ini belum diimbangi dengan sistem pengelolaan yang baik.

Permasalahan utama yang ditemukan adalah rendahnya kesadaran masyarakat, terutama dalam lingkup rumah tangga. Banyak sampah yang belum dipilah dengan baik antara sampah organik dan anorganik, sehingga pengolahannya menjadi tidak maksimal. Hal ini juga berkaitan dengan kebiasaan dan pola konsumsi masyarakat sehari-hari.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan survei yang didukung dengan data kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui data primer seperti kuesioner, survei, dan wawancara langsung dengan masyarakat, serta data sekunder dari berbagai sumber pendukung lainnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan peningkatan jumlah sampah memiliki hubungan yang saling mempengaruhi. Artinya, semakin tinggi aktivitas ekonomi masyarakat, maka semakin besar juga potensi timbunan sampah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya di tingkat rumah tangga, dalam mengelola sampah dengan baik.

Kesimpulannya, Pemerintah Kota Semarang menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah, terutama akibat pertumbuhan ekonomi yang pesat dan jumlah penduduk yang tinggi. Kondisi ini secara langsung meningkatkan volume sampah, khususnya sampah rumah tangga yang berasal dari aktivitas konsumsi sehari-hari. Meskipun pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan, seperti program bank sampah dan penggunaan kantong plastik berbayar, upaya tersebut belum sepenuhnya efektif. Hal ini disebabkan oleh masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, terutama dalam hal pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari rumah. Oleh karena itu, untuk menjaga kelestarian lingkungan, diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat melalui edukasi dan pembiasaan dalam memilah sampah, baik organik maupun anorganik. Selain itu, partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk rumah tangga, menjadi kunci utama dalam keberhasilan program pengelolaan sampah berkelanjutan.

 

Dengan demikian, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga sangat ditentukan oleh kepedulian dan keterlibatan masyarakat secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

0 komentar:

Posting Komentar