Heni
Dwi Anggreani
25310440001
Kelas
Psikologi Lingkungan - B
Tugas
Essai 1
Dosen
Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.
Fakultas
Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Judul Jurnal: “Memberdayakan
Rumah Tangga untuk Pengolahan Sampah Berkelanjutan: Studi Kesadaran Masyarakat
di Kota Semarang”
oleh Agung Kurniawan Jurusan Sosiologi FISIP
Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, dan Ashlikhatul Fuaddah Jurusan
Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto (Volume
7, Issue 2, October 2024
DOI: http://dx.doi.org/10.30742/jus.v1i2.3494 )
Penelitian ini membahas tentang
bagaimana pengelolaan sampah di Kota Semarang yang dipengaruhi oleh pertumbuhan
penduduk dan perkembangan ekonomi. Semakin banyak jumlah penduduk dan semakin
tinggi tingkat konsumsi masyarakat, maka semakin banyak juga sampah yang
dihasilkan, baik dari makanan maupun barang-barang lainnya. Namun, peningkatan
jumlah sampah ini belum diimbangi dengan sistem pengelolaan yang baik.
Permasalahan utama yang
ditemukan adalah rendahnya kesadaran masyarakat, terutama dalam lingkup rumah
tangga. Banyak sampah yang belum dipilah dengan baik antara sampah organik dan
anorganik, sehingga pengolahannya menjadi tidak maksimal. Hal ini juga
berkaitan dengan kebiasaan dan pola konsumsi masyarakat sehari-hari.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah pendekatan survei yang didukung dengan data kualitatif dan kuantitatif.
Data diperoleh melalui data primer seperti kuesioner, survei, dan wawancara
langsung dengan masyarakat, serta data sekunder dari berbagai sumber pendukung
lainnya.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan peningkatan jumlah sampah memiliki
hubungan yang saling mempengaruhi. Artinya, semakin tinggi aktivitas ekonomi
masyarakat, maka semakin besar juga potensi timbunan sampah. Oleh karena itu,
diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya di tingkat rumah tangga,
dalam mengelola sampah dengan baik.
Kesimpulannya, Pemerintah Kota
Semarang menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah, terutama akibat
pertumbuhan ekonomi yang pesat dan jumlah penduduk yang tinggi. Kondisi ini
secara langsung meningkatkan volume sampah, khususnya sampah rumah tangga yang
berasal dari aktivitas konsumsi sehari-hari. Meskipun pemerintah telah
menerapkan berbagai kebijakan, seperti program bank sampah dan penggunaan
kantong plastik berbayar, upaya tersebut belum sepenuhnya efektif. Hal ini
disebabkan oleh masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah,
terutama dalam hal pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari rumah. Oleh
karena itu, untuk menjaga kelestarian lingkungan, diperlukan peningkatan
kesadaran masyarakat melalui edukasi dan pembiasaan dalam memilah sampah, baik
organik maupun anorganik. Selain itu, partisipasi aktif dari seluruh lapisan
masyarakat, termasuk rumah tangga, menjadi kunci utama dalam keberhasilan
program pengelolaan sampah berkelanjutan.
Dengan demikian, keberhasilan pengelolaan
sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga sangat
ditentukan oleh kepedulian dan keterlibatan masyarakat secara langsung dalam
kehidupan sehari-hari.







0 komentar:
Posting Komentar