Selasa, 26 Desember 2023

Essay 5 Psikologi Lingkungan TPST Randu Alas_Sillvi Yunia Anggraeni

Nama : Sillvi Yunia Anggraeni

Nim : 22310410019

Prodi : Psikologi A1

Dosen Pengampu : Dr., Dra. ARUNDATI SHINTA, MA

STUDI BANDING KE TPST RANDU ALAS


Studi banding ke TPST Randu Alas merupakan pengalaman yang berharga bagi saya dan teman-teman Mahasiswa Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta pada tanggal 24 Oktober 2023. Kami mendapatkan kesempatan untuk mempelajari lebih lanjut tentang pengelolaan sampah yang baik & benar dan lingkungan di TPST Randu Alas ini. Namun, dalam kunjungan kami, kami juga menemui beberapa masalah yang perlu dibahas dan diatasi.

Salah satu masalah yang kami temui adalah terbatasnya jumlah pelanggan TPST di Randu Alas. Pada awal pendiriannya, hanya terdapat sekitar 20-25 pelanggan yang bersedia berlangganan dengan TPST ini. Kesadaran masyarakat sekitar masih rendah mengenai pentingnya pengolahan sampah yang baik, dan banyak dari mereka lebih memilih untuk membuang sampah ke tempat pembuangan sampah tradisional daripada berlangganan dengan TPST. Untuk mengatasi masalah ini, TPST Randu Alas perlu melakukan upaya dalam meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat pengolahan sampah yang baik, sehingga dapat menarik minat lebih banyak orang untuk menjadi pelanggan TPST.

Selain masalah jumlah pelanggan, TPST Randu Alas juga menghadapi kesulitan dalam mencari tenaga kerja. Lingkungan kerja di TPST terbilang kotor dan kurang menarik bagi kebanyakan orang. Masyarakat cenderung enggan untuk bekerja di tempat pengolahan sampah. Hal ini membuat TPST kesulitan dalam mencari pegawai yang berkualitas dan dapat diandalkan. Untuk mengatasi masalah ini, TPST dapat mempertimbangkan untuk memberikan insentif kepada para pekerja, seperti gaji yang lebih tinggi atau program pelatihan dan pengembangan keterampilan agar mereka memiliki motivasi dan keinginan untuk bekerja di TPST Randu Alas.

Selanjutnya, TPST Randu Alas perlu memperhatikan konflik yang sering terjadi di dalamnya. Konflik tersebut melibatkan kekerasan yang dilakukan oleh pekerja TPST yang bertindak sewenang-wenang terhadap pelanggan. Kejadian ini jelas merusak citra TPST dan dapat membuat pelanggan ragu-ragu untuk menggunakan layanan mereka. TPST Randu Alas perlu mengambil tindakan tegas terhadap pekerja yang melakukan kekerasan dan mengedepankan pemahaman akan pentingnya pelayanan yang baik dan sikap ramah kepada pelanggan.

Dalam upaya menjaga keberlanjutan pengelolaan sampah di TPST Randu Alas, TPST juga harus terus berinovasi. Salah satu inovasi yang telah dilakukan adalah pengolahan sampah menjadi pupuk organik. TPST Randu Alas telah menjalankan kegiatan pengolahan sampah menjadi pupuk dan menghasilkan uang dari penjualan pupuk tersebut. Namun, TPST perlu melakukan pengembangan lebih lanjut dalam teknologi pengolahan sampah yang lebih efektif dan efisien, seperti penggunaan teknologi biogas atau pembuatan bahan bakar dari sampah. Dengan demikian, TPST Randu Alas dapat menghasilkan lebih banyak manfaat dari pengolahan sampah dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Secara keseluruhan, studi banding ke TPST Randu Alas memberikan wawasan yang berharga tentang pengelolaan sampah dan upaya menjaga lingkungan yang bersih dan sehat. Meskipun masih terdapat beberapa masalah yang perlu diatasi, TPST Randu Alas telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengelola sampah dan menghasilkan manfaat dari proses pengolahan. Diharapkan TPST Randu Alas dapat terus meningkatkan kualitas layanannya, mengembangkan inovasi yang lebih baik, dan meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar.


0 komentar:

Posting Komentar