Nama : Sillvi Yunia Anggraeni
Nim : 22310410019
Prodi : Psikologi A1
Dosen Pengampu : Dr., Dra. ARUNDATI SHINTA, MA
STUDI
BANDING KE TPST RANDU ALAS
Studi banding ke TPST
Randu Alas merupakan pengalaman yang berharga bagi saya dan teman-teman Mahasiswa
Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta pada tanggal 24 Oktober 2023.
Kami mendapatkan kesempatan untuk mempelajari lebih lanjut tentang pengelolaan
sampah yang baik & benar dan lingkungan di TPST Randu Alas ini. Namun, dalam kunjungan kami, kami
juga menemui beberapa masalah yang perlu dibahas dan diatasi.
Salah satu masalah yang
kami temui adalah terbatasnya jumlah pelanggan TPST di Randu Alas. Pada awal
pendiriannya, hanya terdapat sekitar 20-25 pelanggan yang bersedia berlangganan
dengan TPST ini. Kesadaran masyarakat sekitar masih rendah mengenai pentingnya
pengolahan sampah yang baik, dan banyak dari mereka lebih memilih untuk membuang
sampah ke tempat pembuangan sampah tradisional daripada berlangganan dengan
TPST. Untuk mengatasi masalah ini, TPST Randu Alas perlu melakukan upaya dalam
meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat
pengolahan sampah yang baik, sehingga dapat menarik minat lebih banyak orang
untuk menjadi pelanggan TPST.
Selain masalah jumlah
pelanggan, TPST Randu Alas juga menghadapi kesulitan dalam mencari tenaga
kerja. Lingkungan kerja di TPST terbilang kotor dan kurang menarik bagi
kebanyakan orang. Masyarakat cenderung enggan untuk bekerja di tempat
pengolahan sampah. Hal ini membuat TPST kesulitan dalam mencari pegawai yang
berkualitas dan dapat diandalkan. Untuk mengatasi masalah ini, TPST dapat
mempertimbangkan untuk memberikan insentif kepada para pekerja, seperti gaji
yang lebih tinggi atau program pelatihan dan pengembangan keterampilan agar
mereka memiliki motivasi dan keinginan untuk bekerja di TPST Randu Alas.
Selanjutnya, TPST Randu
Alas perlu memperhatikan konflik yang sering terjadi di dalamnya. Konflik
tersebut melibatkan kekerasan yang dilakukan oleh pekerja TPST yang bertindak
sewenang-wenang terhadap pelanggan. Kejadian ini jelas merusak citra TPST dan dapat
membuat pelanggan ragu-ragu untuk menggunakan layanan mereka. TPST Randu Alas
perlu mengambil tindakan tegas terhadap pekerja yang melakukan kekerasan dan
mengedepankan pemahaman akan pentingnya pelayanan yang baik dan sikap ramah
kepada pelanggan.
Dalam upaya menjaga
keberlanjutan pengelolaan sampah di TPST Randu Alas, TPST juga harus terus
berinovasi. Salah satu inovasi yang telah dilakukan adalah pengolahan sampah
menjadi pupuk organik. TPST Randu Alas telah menjalankan kegiatan pengolahan
sampah menjadi pupuk dan menghasilkan uang dari penjualan pupuk tersebut.
Namun, TPST perlu melakukan pengembangan lebih lanjut dalam teknologi
pengolahan sampah yang lebih efektif dan efisien, seperti penggunaan teknologi
biogas atau pembuatan bahan bakar dari sampah. Dengan demikian, TPST Randu Alas
dapat menghasilkan lebih banyak manfaat dari pengolahan sampah dan mengurangi
dampak negatif terhadap lingkungan.
Secara keseluruhan, studi banding ke TPST Randu Alas memberikan wawasan yang berharga tentang pengelolaan sampah dan upaya menjaga lingkungan yang bersih dan sehat. Meskipun masih terdapat beberapa masalah yang perlu diatasi, TPST Randu Alas telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengelola sampah dan menghasilkan manfaat dari proses pengolahan. Diharapkan TPST Randu Alas dapat terus meningkatkan kualitas layanannya, mengembangkan inovasi yang lebih baik, dan meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar.








0 komentar:
Posting Komentar