Nama : Syahrul Rizqi
Nim : 22310410077
Kelas : Reguler A1
Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta MA
Anggota kelompok : depen trenggalen

Topik | Eksperimen Eco Enzym terbuat Dari Kulit Buah |
Permasalahan | Permasalahan di perkotaan tidak jauh dengan maslah sampah, seiring berjalanya waktu tempat pengelolaan atau pembuangan sampah sangat terbatas dan tidak bisa menampung dengan jumlah sampah yang sangat banyak. Sehingga mengakibatkan siklus pengelolaan atau pembuangan sampah menjadi masalah utama bagi masyarakat yang mengakibatkan kebersihan lingkungan kurang terjaga dan pencemaran. Dan masyarakat perlu memperhatikan dan menindaklanjuti permasalahan dalam mengelola sampah. |
Ringkasan | Pengelolaan sampah Salah satunya dengan kulit buah dan sayuran dapat di kelola menjadi cairan yang ada fungsinya.Pengolahan sampah organik menjadi ecoenzyme merupakan hasil fermentasi limbah organik dapur menjadi bahan yang mempunyai bahnyak manfaat untuk alam dan manusia. Manfaat ecoenzym Selain untuk meningkatkan kualitas air, ekoenzim juga dimanfaatkan sebagai filter udara, pestisida alami dan pupuk organik,Denganmemanfaatkan sampah organik sebagai bahan bakunya, kemudian dicampur dengan gula aren dan air, proses fermentasinya menghasilkan gas O3 (ozon) dan hasil akhirnya adalah cairan pembersih serta pupuk yang ramah lingkungan. |
Ringkasan lanjutan (Cara membuat) | Rasio yang kami pakai yaitu 1,3,10. 90gram gula merah, 270gram kulit buah, dan 900ml air(air gula & air matang). Ada beberapa hal yang perlu di siapkan untuk membuat Ecoenzym bahan dan alat, Bahan : gula merah, kulit buah pepaya nanas wortel jeruk, air, lerak. Alat : panci, saringan, botol besar 1500ml dan 600ml, solasi, selang dengan panjang 20-50cm, ember, Pembuatan EcoEnzym ini cukup rumit, karena baru pertama kali membuatnya akan tetapi di diajarkan dengan bu Shinta sehingga saya lebih mudah membuatnya. kemudian saya mempersiapkan bahan- bahan dan alat ,rebus air 900 ml dan pakai 450ml untuk melarutkan gula kemudian masukkan kulit buah ke dalam botol 1500ml gula yang tadi sudah di larutkan, kemudian di masukkan ke dalam botol dan tambahkan 450 ml air matang yang sudah di rebus. Setelah itu tutup botol dan harus lubangi botol agar selang bisa masuk kedalam botol hingga ujung selang terendam lalu ujung selang lainnya masukkan kedalam botol yang berisi ¾ air dengan ukuran botol 600ml, Solasi kedua tutup botol dan juga selangnya secara bersamaan sehingga tidak ada udara yang keluar masuk selain dari botol. Lalu simpan kedua botol tersebut di tempat yang tidak terkena sinar matahari, proses fermentasi akan berlangsung selama 90 hari / 3 bulan. Jika sudah 3 bulan berlalu maka Eco Enzym siap di olah ke tahap berikutnya. Tahap selanjutnya dari ecoenzym adalah menyaring air yang ada di dalam botol meninggalkan airnya saja di saring sampai bersih , lalu air yang sudah di saring di masukkan kedalam botol 600 ml isi sampai ¾ lalu iris iris 3 buah lerak kemudian masukkan kedalam botol dengan air saringan ecoenzym hanya irisan daging lerak tidak dengan bijinya. Kemudian di diamkan hingga ecoenzymnya mengendap dan menjadi bening ,dan ecoenzym akan di kelola dan siap di jadikan sabun cair. |
Diskusi | Mengelola sampah menjadi daya guna hal yang pertama kali saya lakukan. Sebelumnya tidak pernah terpikirkan sampah-sampah yang di anggap sepele bagi kita ternyata punya daya guna yang sangat efektif dan menjadikan barang yang sangat berguna bagi lingkungan. Ilmu yang baru bagi saya dan saya berharap mahasiswa dapat konsisten dalam melakukan pengelolaan sampah. |







0 komentar:
Posting Komentar