Selasa, 28 April 2026

Essai 1 : Meringkas Jurnal Sampah

 

Sedekah Sampah sebagai Bentuk Pengelolaan Sampah

Berbasis Masyarakat


Pingkan Winahyuningtyas

24310410234

Kelas Psikologi Lingkungan – B

Tugas Essai 1

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

 

Topik

Sedekah Sampah sebagai Bentuk Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat dan Aksi Pro-Lingkungan di Kampung Tegal Krapyak Yogyakarta.

Sumber Jurnal

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN).

World Bank. What a Waste 2.0: A Global Snapshot of Solid Waste Management.

UN Environment Programme. Global Waste Management Outlook.

Permasalahan

Sampah merupakan masalah lingkungan yang dihadapi banyak daerah di Indonesia, termasuk Yogyakarta. Bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya konsumsi masyarakat menyebabkan volume sampah terus meningkat. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah dapat menimbulkan pencemaran, saluran air tersumbat, dan gangguan kesehatan. Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari rumah menjadi hambatan utama. Karena itu, dibutuhkan solusi yang melibatkan partisipasi warga secara langsung. Salah satu upaya tersebut adalah program sedekah sampah di Kampung Tegal Krapyak Panggungharjo Sewon Bantul.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan program sedekah sampah di Kampung Tegal Krapyak, mengetahui manfaatnya bagi lingkungan, ekonomi, dan sosial masyarakat, serta melihat peran gotong royong dalam memperkuat kebersamaan warga. Penelitian ini juga menegaskan bahwa permasalahan sampah lebih banyak dipengaruhi oleh perilaku masyarakat, seperti kebiasaan membuang, memilah, dan mengelola sampah, daripada sekadar penggunaan teknologi. Oleh karena itu, perubahan perilaku melalui partisipasi aktif warga menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah. Selain itu, penelitian ini diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Hasil Penelitian

Hasil kajian menunjukkan bahwa program sedekah sampah memberikan dampak positif terhadap kebersihan lingkungan, penambahan kas desa, dan hubungan sosial antarwarga. Kegiatan rutin setiap minggu serta gotong royong dua minggu sekali berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan bersama.

Isi

Program sedekah sampah di Kampung Tegal Krapyak merupakan gerakan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga agar lebih bermanfaat. Program ini telah berjalan sekitar empat bulan dan diresmikan pada hari sabtu tanggal 18 April 2026. Peresmian dihadiri oleh warga, lurah, dan perangkat desa, disertai Surat Keputusan (SK) sebagai dasar pelaksanaan kegiatan.

Setiap hari Minggu, warga mengumpulkan sampah rumah tangga yang sudah dipilah, seperti plastik, kertas, dan botol. Sampah kemudian ditimbang dan dijual ke pengepul. Hasil penjualannya dimasukkan ke kas desa untuk kegiatan sosial, pembangunan fasilitas umum, dan kebutuhan masyarakat lainnya.

Selain itu, warga juga mengadakan gotong royong setiap dua minggu sekali. Kegiatan ini meliputi membersihkan selokan, mencabuti rumput liar, merapikan lingkungan, dan memperbaiki fasilitas umum. Kegiatan tersebut menunjukkan masih kuatnya nilai kebersamaan dan budaya guyup rukun di masyarakat.

Metode

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara sederhana dengan warga dan pengurus kegiatan, serta dokumentasi pelaksanaan program. Data kemudian dianalisis melalui tahap pengumpulan, penyajian, dan penarikan kesimpulan.

Hasil

Program sedekah sampah memberikan hasil yang baik bagi masyarakat. Pertama, warga semakin sadar pentingnya membuang dan memilah sampah dengan benar. Kedua, lingkungan kampung menjadi lebih bersih dan rapi karena sampah rumah tangga tidak dibuang sembarangan. Ketiga, hasil penjualan sampah menambah kas desa yang dapat digunakan untuk kepentingan bersama.

Selain itu, kegiatan gotong royong membuat hubungan antarwarga semakin erat. Warga dapat bekerja sama, saling berkomunikasi, dan menjaga lingkungan bersama-sama. Program ini juga menumbuhkan kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak.

Diskusi

Program sedekah sampah membuktikan bahwa masalah lingkungan dapat diatasi melalui partisipasi masyarakat. Ketika warga ikut terlibat, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.

Konsep “sedekah” memberikan nilai sosial yang positif. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna justru dapat memberikan manfaat ekonomi bagi desa. Dengan demikian, program ini menggabungkan manfaat lingkungan, ekonomi, dan sosial sekaligus.

Kegiatan gotong royong juga menjadi bagian penting karena memperkuat solidaritas antarwarga. Lingkungan yang bersih akan lebih mudah tercapai jika masyarakat memiliki rasa peduli dan mau bekerja sama. Program seperti ini layak diterapkan di wilayah lain dengan dukungan pemerintah dan edukasi yang berkelanjutan.

Kesimpulan

Program sedekah sampah di Kampung Tegal Krapyak Yogyakarta merupakan bentuk pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang efektif dan berkelanjutan. Program ini mampu meningkatkan kebersihan lingkungan, menambah kas desa, serta mempererat kebersamaan warga melalui gotong royong. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan harmonis. Oleh karena itu, program sedekah sampah layak dikembangkan di daerah lain di Indonesia.





0 komentar:

Posting Komentar