Sedekah
Sampah sebagai Bentuk Pengelolaan Sampah
Berbasis Masyarakat
24310410234
Kelas
Psikologi Lingkungan – B
Tugas
Essai 1
Dosen
Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.
Fakultas
Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Topik
Sedekah Sampah sebagai Bentuk Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat dan Aksi Pro-Lingkungan di Kampung Tegal Krapyak Yogyakarta.
Sumber
Jurnal
Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional
(SIPSN).
World
Bank. What a Waste 2.0: A Global Snapshot of Solid Waste Management.
UN Environment Programme. Global Waste Management Outlook.
Permasalahan
Sampah
merupakan masalah lingkungan yang dihadapi banyak daerah di Indonesia, termasuk
Yogyakarta. Bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya konsumsi masyarakat
menyebabkan volume sampah terus meningkat. Jika tidak dikelola dengan baik,
sampah dapat menimbulkan pencemaran, saluran air tersumbat, dan gangguan
kesehatan. Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari
rumah menjadi hambatan utama. Karena itu, dibutuhkan solusi yang melibatkan
partisipasi warga secara langsung. Salah satu upaya tersebut adalah program
sedekah sampah di Kampung Tegal Krapyak Panggungharjo Sewon Bantul.
Tujuan
Penelitian
Penelitian
ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan program sedekah sampah di Kampung
Tegal Krapyak, mengetahui manfaatnya bagi lingkungan, ekonomi, dan sosial
masyarakat, serta melihat peran gotong royong dalam memperkuat kebersamaan
warga. Penelitian ini juga menegaskan bahwa permasalahan sampah lebih banyak
dipengaruhi oleh perilaku masyarakat, seperti kebiasaan membuang, memilah, dan
mengelola sampah, daripada sekadar penggunaan teknologi. Oleh karena itu,
perubahan perilaku melalui partisipasi aktif warga menjadi kunci utama
keberhasilan pengelolaan sampah. Selain itu, penelitian ini diharapkan menjadi
contoh bagi wilayah lain dalam mengembangkan pengelolaan sampah berbasis
masyarakat.
Hasil
Penelitian
Hasil
kajian menunjukkan bahwa program sedekah sampah memberikan dampak positif
terhadap kebersihan lingkungan, penambahan kas desa, dan hubungan sosial
antarwarga. Kegiatan rutin setiap minggu serta gotong royong dua minggu sekali
berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan bersama.
Isi
Program
sedekah sampah di Kampung Tegal Krapyak merupakan gerakan masyarakat dalam
mengelola sampah rumah tangga agar lebih bermanfaat. Program ini telah berjalan
sekitar empat bulan dan diresmikan pada hari sabtu tanggal 18 April 2026. Peresmian dihadiri
oleh warga, lurah, dan perangkat desa, disertai Surat Keputusan (SK)
sebagai dasar pelaksanaan kegiatan.
Setiap
hari Minggu, warga mengumpulkan sampah rumah tangga yang sudah dipilah, seperti
plastik, kertas, dan botol. Sampah kemudian ditimbang dan dijual ke
pengepul. Hasil penjualannya dimasukkan ke kas desa untuk kegiatan sosial,
pembangunan fasilitas umum, dan kebutuhan masyarakat lainnya.
Selain
itu, warga juga mengadakan gotong royong setiap dua minggu sekali. Kegiatan ini
meliputi membersihkan selokan, mencabuti rumput liar, merapikan lingkungan, dan
memperbaiki fasilitas umum. Kegiatan tersebut menunjukkan masih kuatnya nilai
kebersamaan dan budaya guyup rukun di masyarakat.
Metode
Penelitian
ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi
lapangan, wawancara sederhana dengan warga dan pengurus kegiatan, serta
dokumentasi pelaksanaan program. Data kemudian dianalisis melalui tahap
pengumpulan, penyajian, dan penarikan kesimpulan.
Hasil
Program
sedekah sampah memberikan hasil yang baik bagi masyarakat. Pertama, warga
semakin sadar pentingnya membuang dan memilah sampah dengan benar. Kedua,
lingkungan kampung menjadi lebih bersih dan rapi karena sampah rumah tangga
tidak dibuang sembarangan. Ketiga, hasil penjualan sampah menambah kas desa
yang dapat digunakan untuk kepentingan bersama.
Selain
itu, kegiatan gotong royong membuat hubungan antarwarga semakin erat. Warga
dapat bekerja sama, saling berkomunikasi, dan menjaga lingkungan bersama-sama.
Program ini juga menumbuhkan kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan, baik
bagi orang dewasa maupun anak-anak.
Diskusi
Program
sedekah sampah membuktikan bahwa masalah lingkungan dapat diatasi melalui
partisipasi masyarakat. Ketika warga ikut terlibat, pengelolaan sampah tidak
hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.
Konsep
“sedekah” memberikan nilai sosial yang positif. Sampah yang sebelumnya dianggap
tidak berguna justru dapat memberikan manfaat ekonomi bagi desa. Dengan
demikian, program ini menggabungkan manfaat lingkungan, ekonomi, dan sosial
sekaligus.
Kegiatan
gotong royong juga menjadi bagian penting karena memperkuat solidaritas
antarwarga. Lingkungan yang bersih akan lebih mudah tercapai jika masyarakat
memiliki rasa peduli dan mau bekerja sama. Program seperti ini layak diterapkan
di wilayah lain dengan dukungan pemerintah dan edukasi yang berkelanjutan.
Kesimpulan
Program sedekah sampah di Kampung Tegal Krapyak Yogyakarta merupakan bentuk pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang efektif dan berkelanjutan. Program ini mampu meningkatkan kebersihan lingkungan, menambah kas desa, serta mempererat kebersamaan warga melalui gotong royong. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan harmonis. Oleh karena itu, program sedekah sampah layak dikembangkan di daerah lain di Indonesia.
.jpeg)






0 komentar:
Posting Komentar