Rabu, 22 April 2026

ESSAI 1: MERINGKAS JURNAL PENGELOLAAN SAMPAH



 Pengelolaan Sampah Desa Gudang Tengah Melalui Manajemen Bank Sampah

Reni Prabandari

24310410221

Kelas Psikologi Lingkungan-B

Tugas Essai I

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.

Fakultas Psikologi Universtas Proklamasi 45 Yogyakarta




Topik

 

Pengelolaan Sampah, Manajemen Bank Sampah, Desa Gudang Tengah.

Sumber

 

Ariefahnoor,D.,Hasanah,N.,&Surya,A.(2020). Pengelolaan Sampah Desa Gudang Tengah Melalui Manajemen Bank Sampah. Jurnal Kacapuri, 3 (1).


Permasalahan

 

Belum sadarnya masyarakat di Desa Gudang Tengah tentang arti kebersihan lingkungan dan adanya dampak ekonomi langsung apabila mampu mengolah sampah di Pasar Desa Gudang Tengah dan juga belum adanya bank sampah di Desa Gudang Tengah.

 

Tujuan Penelitian

 

Untuk mengetahui mengapa selama ini masyarakat Desa Gudang Tengah belum sadar tentang arti kebersihan lingkungan dan adanya dampak ekonomi langsung apabila mampu mengolah sampah di Pasar Desa Gudang Tengah dan mengapa selama ini belum ada bank sampah di Desa Gudang Tengah.

 

Isi

 

Bank sampah dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya terdapat beberapa tahap, mulai dari pengumpulan, pemilahan hingga pencatatan. Proses tersebut meliputi: 1. Pemilahan sampah rumah tangga oleh nasabah bank sampah; 2. Penyetoran sampah ke bank sampah oleh nasabah bank sampah; 3. Penimbangan, sampah yang sudah ditimbang kemudian ditimbang sesuai dengan kesepakatan minimal; 4. Pencatatan, pencatatan bobot bank sampah setelah penimbangan; 5. Hasil sampah dilaporkan kedalam buku tabungan nasabah bank sampah; 6. Sampah dimanfaatkan untuk dibuat produk kreasi sampah.

Kendala-kendala dalam pengelolaan sampah Desa Gudang Tengah melalui Manajemen Bank Sampah Yang menjadi kendala-kendala dalam Penerapan Bank Sampah di Desa Gudang Tengah (dalam diskusi dan wawancara) yaitu : 1. Belum sadarnya masyarakat arti kebersihan lingkungan dan adanya dampak ekonomi langsung apabila mampu mengolah sampah Pasar Desa Gudang Tengah. 2. Belum adanya Bank Sampah, baru proses pembentukan struktur organisasi Bank Sampah, diharapkan bisa bersinergi bersama-sama dengan diterapkannya Konsep 3 R dan Teknologi Lingkungan. 3. Belum memahami konsep manajemen Bank Sampah. Strategi pengelolaan sampah Desa Gudang Tengah melalui manajemen Bank Sampah.

 

Metode

 

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif. Metode deskriptif-kualittatif analisis dilakukan dengan cara mendeskripsikan, dengan maksud untuk menemukan unsur-unsurnya kemudian dianalisis bahkan juga diperbandingkan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode deskriptif adalah sebuah cara atau teknik yang dilakukan untuk memaparkan suatu permasalahan sehingga dapat dengan jelas dianalisis dan ditarik kesimpulan.

 

Hasil

 

Masyarakat sangat antusias dan menginginkan pengelolaan sampah pasar yang baik berwawasan lingkungan melalui konsep 3 R dan teknologi lingkungan yang diterapkan agar lingkungan pasar menjadi bersih dan nyaman serta mendatangkan nilai ekonomis.

Masyarakat akan segera membentuk Bank Sampah Desa Gudang Tengah untuk mengurus segala sesuatu berkenaan sampah desa termasuk didalamnya sampah pasar dan sampah rumah tangga.

Dengan konsep Manajemen Bank Sampah dapat diterapkan dengan baik, menyadarkan masyarakat bahwa sampah bisa mendatangkan nilai ekonomis dengan menukarkan sampah plastik dengan rupiah per kg melalui Bank Sampah.

 

Diskusi

 

Perlu kedepannya diberikan pelatihan manajemen organisasi bank sampah untuk meningkatkan produksi (pengumpulan jenis sampah yang bernilai ekonomis) dan penjualan (pengempul sampah yang memberikan daftar harga sampah) yang efektif serta menguntungkan bagi masyarakat.

 










0 komentar:

Posting Komentar