Selasa, 21 April 2026

Essay 1- Meringkas Jurnal Pengelolaan Sampah


ANALISIS PERILAKU MASYARAKAT DALAM MEMBUANG SAMPAH DI SUNGAI BEDADUNG KABUPATEN JEMBER


YOSY TEGAR SEPTIAN/ NIM: 24310410242

PSIKOLOGI LINGKUNGAN (B)

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A.

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

Topik :

Menganalisa perilaku masyarakat menggunakan metode deskriptif kualitatif.

Sumber :

Syarifah Y Nur Azizah, Sudarti (2023), Analisis Perilaku Masyarakat Dalam Membuang Sampah Di Sungai Bedadung Kabupaten Jember. Jurnal Ilmiah Publika.

Alamat : https://jurnal.ugj.ac.id/index.php/Publika/article/view/8202/3184Permasalahan. 

Permasalahan :

Sungai Bedadung di Kabupaten Jember merupakan salah satu sungai utama di Cekungan Bedadung. Sungai ini mempunyai fungsi strategis yaitu menyediakan air irigasi untuk persawahan serta menjadi salah satu penyedia sumber air bersih. Selain itu sungai Bedadung juga digunakan oleh masyarakat sebagai tempat kegiatan sehari-hari seperti mencuci, mandi dan kakus atau MCK. Indonesia berpenduduk 72.5 juta jiwa dengan sanitasi buruk, dimana 240 kota di antaranya memiliki masalah pengelolaan sampah. Sampah-sampah yang dihasilkan menggapai 130.000 ton/hari karena jumlah penduduk yang terus bertambah.

Tujuan penelitian :

Menganalisis  bagaimana  perilaku  masyarakat  dalam  membuang  dan  mengelola sampah  rumah  tangga. Melalui penelitian ini diharapkan masyarakat lebih memahami permasalahan yang timbul akibat membuang sampah sembarangan  di  bantaran  Sungai  Bedadung  Kabupaten  Jember.

Isi :

Sampah yang menumpuk di sungai Bedadung ini sebagian besar berasal dari sampah yang dihasilan dari kegiatan rumah tangga. Berupa sampah organik dan sampah anorganik. Di sungai ini didominasi oleh sampah-sampah plastik. Sampah yang menumpuk di sungai ini merupakan sampah buangan masyarakat di suatu lokasi tertentu di bantaran sungai dan dari pemukiman masyarakat sekitar sungai.

Metode :

Menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam mengumpulkan data primer menggunakan teknik wawancara dan observasi langsung. Penelitian ini menggunakan sampel responden sebanyak 15 rumah warga yang membuang sampah di bantaran Sungai Bedadung.

Hasil :

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan terhadap masyarakat mengenai tingkat pencemaran sungai Bedadung, bahwa total dari responden pada penelitian ini sebanyak 15 responden, diketahui sebanyak 12 responden (80%) berpendapat bahwa tingkat pencemaran sungai Bedadung sudah tergolong sangat tercemar. Sedangkan sebanyak 3 responden (20%) berpendapat bahwa tingkat pencemaran sungai Bedadung masih tergolong sangat. Sebanyak 10 responden (66,7%) berpendapat bahwa di lingkungan bantaran sungai Bedadung tidak tersedia sarana dan prasarana pembuangan sampah. Sedangkan sebanyak 5 responden (33,3%) berpendapat bahwa tersedia sarana dan prasarana pembuangan sampah namun tidak merata. sebanyak 8 responden (53,3%) belum melakukan pengelolaan terhadap sampah yang akan dibuang. Sedangkan sebanyak 7 responden (46,7%) telah melakukan pengelolaan sampah namun masih terbatas. hasil observasi terkait keadaan lingkungan di bantaran sungai Bedadung kabupaten Jember terlihat mencemaskan. Terlihat bahwa keadaan air sungai sudah berwarna coklat dengan banyak sampah yang mengambang di daerah DAM sungai. Selain itu aliran sungai terlihat tidak mengalir dikarenakan saluran yang tertutup oleh sampah.

Diskusi :

Melalui kegiatan observasi langsung di lokasi, didapatkan hasil bahwa faktor-faktor yang menyebabkan perilaku masyarakat membuang sampah di Sungai Bedadung yaitu kurangnya sarana dan prasarana pembuangan sampah, kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Sehingga perlu adanya sosialisai dan penyediaan sarana tempat pembuangan sampah atau TPA disekitar Sungai Bedadung.




0 komentar:

Posting Komentar