Minggu, 19 April 2026

Essai 1- Meringkas Jurnal Pengelolaan Sampah

 

RESUME JURNAL dengan JUDUL:

FAKTOR PENGHAMBAT NIAT DAN PERILAKU DALAM KEGIATAN BANK SAMPAH

Studi Kasus di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta

KUS WITA WARDANI
25310430002
Psikologi Lingkungan/ Kelas: Karyawan (B)
Tugas Essai 1 – Meringkas Jurnal Sampah
Dosen Pengampu   : Dr. Arundati Shinta M.A.

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PROKLAMASI 45

YOGYAKARTA

Topik:

Bank Sampah, perilaku, Structural Equation Modelling.

Sumber:

Reni Dwi Astuti, Ganjar Brian Prakoso, Wandhasari Sekar Jatiningrum. Volume 10 No 1 Februari 2023, Jumlah halaman: 13 halaman. JISI: Jurnal Intergritas Sistem Industri.

Doi: file:///E:/Users/Administrator/Downloads/12901-Article%20Text-43212-1-10-20230306.pdf

Permasalahan:

Masih rendahnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah dan minimnya partisipasi aktif di Bank Sampah. Program Bank Sampah yang merupakan program/upaya pemerintah untuk mengurangi volume sampah yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir dinilai kurang optimal dalam menyelesaikan masalah sampah, khususnya di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan salah satu daerah yang memiliki volume sampah yang cukup tinggi.

Tujuan Penelitian:

Mengetahui pengaruh faktor sikap, ketidaktahuan, situasional nasabah, dan situasional Bank Sampah dalam menghambat niat dan perilaku masyarakat untuk ikut dalam kegiatan Bank Sampah.

Isi:

§ Program Bank Sampah adalah salah satu upaya pemerintah dalam hal penanganan dan pengurangan sampah yang berbasis masyarakat. Pengelolaan sampah berbasis masyarakat adalah pelibatan masyarakat secara aktif dalam hal pengelolaan sampah, dari mulai perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi (Undang-Undang Republik Indonesia No 18 Tahun 2008, 2008). Dalam pelaksanaannya, kebijakan pengelolaan sampah melalui Bank Sampah ini masih belom mampu menyelesaikan masalah sampah, hal ini terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan (dalam artian masih rendahnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah).Berdasarkan Data Bank Sampah dan Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) yang dikeluarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman tahun 2020, total timbulan sampah di Kecamatan Depok mencapai 78,84 ton/hari dan Kecamatan Ngaglik mencapai 62,67 ton/hari. Kedua wilayah tersebut merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi diantara 17 kecamatan yang ada, yang diikuti dengan total timbulan sampah tertinggi juga.

Metode:

§ Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Sructural Equation Modelling (SEM) dengan bantuan software AMOS 22.00 Penelitian ini menggunakan variabel niat, sikap, ketidaktahuan, situasional nasabah, situasional Bank Sampah, dan perilaku dengan metode angket/ kuesioner sebanyak 268 yang disebarkan terhadap masyarakat yang ada di Kecamatan Depok dan Ngaglik.

§ Teknik Sampling, adapun teknik sampling yang digunakan yaitu non probability sampling dengan teknik purposive sampling dan Teknik wawancara.

Hasil: 

§ Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh besarnya koefisien regresi sikap terhadap niat, sebesar -0,526 dengan tingkat signifikansi 0,000. Hal ini menunjukan bahwa arah hubungan sikap terhadap niat adalah negatif. Niat masyarakat tidak mempengaruhi perilaku masyarakat dalam keikutsertaan kegiatan Bank Sampah di Kecamatan Depok dan Ngaglik. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan Theory of Planned Behavior, dimana dinyatakan bahwa perilaku seseorang terbentuk dari niat yang muncul di benaknya.

§ Selain itu pengaruh variabel lain seperti ketidaktahuan, variabel situasional nasabah, variabel situasional Bank Sampah tidak terbukti secara simultan menghambat niat warga untuk berpartisipasi di Bank Sampah dengan koefisien determinasi sebesar 0,679.

 Diskusi:

§ Situasional nasabah seperti kurangnya pemahaman pengetahuan, kemalasan dalam memilah sampah, tidak adanya waktu dalam memilah sampah, kurangnya fasilitas penunjang untuk bisa aktif di Bank Sampah perlu ditekan. Oleh karena itu pemerintah, khususnya DLH perlu melakukan penambahan fasilitas serta menunjukkan sejumlah bukti yang menggambarkan manfaat dan dampak positif yang bisa didapatkan melalui Program Bank Sampah.

§ Peran pemerintah sebagai fasilitator belom dapat memberikan pengaruh yang signifikan dalam mendorong masyarakat Depok dan Ngaglik untuk partisipasi aktif dalam Bank Sampah, oleh karena itu, diperlukan penambahan fasilitas penunjang kegiatan Bank Sampah.

§ Penambahan waktu operasional Bank Sampah diharapkan dapat lebih menstimulus/mendorong masyarakat agar lebih aktif  berpartispasi dalam Program Bank Sampah. 



0 komentar:

Posting Komentar