Melakukan Plogging
Reni Prabandari24310410221Kelas Psikologi Lingkungan-BTugas Essai 2Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.Fakultas Psikologi Universtas Proklamasi 45 Yogyakarta
PENDAHULUAN
Plogging adalah kegiatan olahraga yang
menggabungkan lari (jogging) dengan memungut sampah di sepanjang
rute yang dilalui. Istilah ini berasal dari bahasa Swedia “plocka upp”
(memungut) dan jogging yang mulai popoler sekitar tahun 2016.
Di Indonesia
sendiri plogging mulai booming sekitar tahun 2018 yang dilakukan oleh komunitas
lari di Jakarta. Setelah itu, plogging semakin populer lewat acara publik seperti
car free day.
Yang
dilakukan saat plogging adalah berlari santai seperti jogging biasa dan sambil berlari
itu Kita berhenti untuk mengambil sampah yang terlihat di rute yang Kita lewati.
Sampah tersebut dikumpulkan dalam kantong yang Kita bawa.
KEGIATAN YANG DILAKUKAN
Plogging 1
Kegiatan plogging yang pertama ini Saya lakukan di hari Sabtu, tanggal 18 April 2026 sekitar pukul 16.00 WIB s/d pukul 17.15 WIB dengan jarak tempuh sekitar 5,2 kilometer dan berlokasi di jalanan sekitar tempat tinggal Saya di Desa Donorojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Di sepanjang rute yang Saya lewati tersebut, Saya menemukan banyak sampah di jalanan. Yang paling banyak Saya temui adalah sampah botol plastik, plastik bekas dan bungkus makanan kemasan anak - anak.
Sampah - sampah tersebut kemudian Saya pungut dan Saya masukkan dalam kantong plastik. Setelah selesai plogging, Saya kemudian membawa sampah tersebut ke penjual rongsok di dekat rumah Saya. Setelah ditimbang, jumlah sampah plastik yang berhasil Saya kumpulkan adalah 2,3 kilogram dan dihargai Rp.4.700,- oleh pengepul rongsok tersebut.
Plogging 2
Kegiatan plogging yang kedua ini Saya lakukan di hari Sabtu, tanggal 25 April 2026 sekitar pukul 15.30 WIB s/d pukul 16.35 WIB dengan jarak tempuh sekitar 5,0 kilometer dan berlokasi di lingkungan sekitar tempat tinggal Saya di Perumahan Pesona Kota Mungkid, Desa Donorojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Di lingkungan perumahan tempat tinggal Saya tersebut, Saya menemukan banyak botol plastik dan bungkus makanan kemasan anak - anak.
Sampah - sampah tersebut kemudian Saya pungut dan Saya masukkan dalam kantong plastik. Setelah selesai plogging, Saya kemudian membawa sampah tersebut ke penjual rongsok di dekat rumah Saya. Setelah ditimbang, jumlah sampah plastik yang berhasil Saya kumpulkan adalah 1,5 kilogram dan dihargai Rp.3.200,- oleh pengepul rongsok tersebut.
PEMBAHASAN
Dari kegiatan plogging yang Saya telah lakukan tersebut, dapat kita pahami bahwa di Indonesia ini kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan masih sangat rendah. Kebanyakan orang masih membuang sampah seenaknya.
Selain itu, kebanyakan sampah yang Saya temukan adalah sampah anorganik seperti botol plastik, kantong kresek bekas dan bungkus jajanan kemasan anak - anak yang notabene sangat sulit terurai bisa mencapai ratusan tahun.
Masyarakat di Indonesia pun masih sangat abai jika melihat banyak sampah berserakan di jalanan. Jarang yang dengan sadar mau memungut sampah - sampah tersebut dan membuangnya di tempat yang telah disediakan.
PENUTUP
Plogging adalah kegiatan olahraga yang menggabungkan lari (jogging) dengan memungut sampah di sepanjang rute yang dilalui.
Manfaat
plogging di antaranya adalah menyehatkan tubuh, menjaga lingkungan dengan membantu
mengurangi sampah di ruang publik dan juga meningkatkan kesadaran sosial.
KESIMPULAN DAN SARAN
Plogging adalah aktivitas yang efektif dan inovatif untuk merepresentasikan pro lingkungan sebagai seorang mahasiswa psikologi lingkungan karena plogging mengajarkan Kita bahwa kegiatan menjaga lingkungan dengan cara memungut sampah di jalanan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan.
Sebagai seorang mahasiswa piskologi lingkungan alangkah lebih baiknya jika Kita bisa lebih mempopulerkan plogging kepada masyarakat di Indonesia pada umumnya dan masyarakat di sekitar tempat tinggal Kita pada khususnya.
.jpeg)
.jpeg)






0 komentar:
Posting Komentar