Selasa, 28 April 2026

Essai 2 - Plogging

 KEGIATAN PLOGGING

    Rahardian Wicaksono

24310410218

Kelas Psikologi Lingkungan - B

Tugas Essai 2

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.

April 2026

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta


    Sebelum memulai kegiatan plogging, saya telah merencankan proses akhir sampah-sampah yang saya kumpulkan. Saya memilih lebih dulu sampah-sampah yang masih bisa diolah dan sampah yang sudah tidak dapat diolah secara mandiri. Sampah seperti botol atau gelas plastik saya olah menjadi pot bunga kecil, sementara sampah yang sudah tidak dapat diolah secara mandiri oleh saya akan saya sisihkan dan menitipkanya ke pengepul atau pemulung sampah untuk ia jual. Adanya keterbatasan keterampilan dan waktu saya untuk secara langsung mengolah seluruh sampah yang saya kumpulkan dan menyalurkan secara mandiri ke TPS, tidak mengurangi semangat saya untuk membersihkan lingkungan sekitar saya dengan membersihkan sampah-sampah di ruang publik seperti jalan raya maupun pemukiman warga sekitar tempat saya biasa berolahraga (jogging).

    Saya melakukan plogging pertama pasa Selasa 21 April 2026 selama kurang lebih satu jam mulai pukul 16.00 - 17.00 dengan menempuhu jarak sekitar 3 km. Saya melakukan plogging pertama ini di daerah Kayen, Wedomartani, Sleman. Di lokasi pertama ini jenis sampah yang mendominasi adalah plastik kemasan dan botol plastik.

 
   
     Lalu, kegiatan plogging kedua saya lakukan pada Jumat 24 April 2026 selama kurang lebih satu jam mulai sekitar pukul 16.30 - 18.00 dengan jarak sekitar 3 km. Saya melakukan plogging kedua ini di daerah Paingan, Sleman. Saya menemukan jenis sampah yang sama dengan lokasi pertama, yaitu kantong plastik dan kemasan makanan ringan (plastik kemasan). Jika ditotal, berat sampah yang berhasil saya kumpulkan dari dua kali kegiatan plogging di dua tempat berbeda mencapai sekitar 40 - 60 gram sampah plastik.

    Jika dikaitkan dengan prinsip operant conditioning, tugas ini dapat membentuk perilaku bahwa berinteraksi dengan sampah bukanlah hal yang menjijikkan, melainkan menjadi sesuatu yang menyenangkan dan memuaskan. Sehingga hal tersebut dapat membentuk adanya perilaku baru. Setiap sampah yang saya kumpulkan memberikan kepuasan (positive reinforcement), karena melihat lingkungan menjadi bersih dan rasa lelah fisik tergantikan dengan perasaan senang atau puas telah berkontribusi pada pelestarian kebersihan lingkungan.

    Melalui kegiatan Plogging ini, saya menyadari bahwa perubahan perilaku terhadap lingkungan dapat dilakukan melalui penggabungan antara aktivitas olahraga dan kebersihan yang membuat kegiatan memungut sampah tidak lagi dipersepsikan sebagai tugas yang kotor atau tidak menyenangkan. Kegiatan ini juga membuktikan bahwa ilmu psikologi dapat diterapkan secara nyata dalam menangani isu-isu lingkungan, dimulai dari langkah kaki kita sendiri.


0 komentar:

Posting Komentar