KUS WITA WARDANI
25310430002
Psikologi Lingkungan
Kelas Karyawan (B)
Tugas Essai 2 – Plogging
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta M.A.
FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS
PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA
PENDAHULUAN
Plogging…
Mungkin dari kita banyak yang belom mengenal istilah "plogging". Kata plogging berasal dari gabungan 2 bahasa, yaitu Bahasa Swedia “plocka upp,” yang berarti “pick-up” atau mengambil, dengan kata “jogging,” yang berasal dari kata dalam bahasa Inggris yaitu berlari kecil/berlari santai. Jadi plogging dapat diartikan berlari santai sambil memungut sampah.
Pada kesempatan kali ini, secara sekilas saya akan membagikan aktifitas plogging yang saya lakukan. Aktifitas ini saya lakukan selain untuk memenuhi tugas Psikologi Lingkungan, saya juga ingin mencoba hal baru selain hanya olahraga/jogging semata. Aktifitas plogging ini adalah pengalaman baru buat saya, sebelum saya melakukan plogging saya terlebih dahulu mencari referensi apa saja yang perlu saya siapkan dan menentukan rute yang akan saya lalui dalam kegiatan plogging ini. Selain itu juga, kita perlu mempersiapkan perlengkapan plogging yang dibutuhkan dalam menunjang kegiatan pemungutan sampah seperti sarung tangan, plastik sampah yang akan digunakan untuk media tempat saat kita mengumpulkan sampah-sampah tersebut, dan juga pembersih tangan/ hand sanitizer (jika diperlukan).
PELAKSANAAN PLOGGING
Plogging 1
Kegiatan plogging pertama ini saya lakukan sendirian. Saya melakukan plogging di hari Jumat, 24 April 2026, sore hari sekitar pukul 15.00 WIB – 16.30 WIB yang berlokasi di area sekitar rumah, rute yang saya lalui adalah Jalan Palem Raya - Jalan Tugu Penen – Jalan Pandanaran, Desa Pelem, Harjobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta.
Plogging pertama ini saya lakukan dengan cukup antusias, ini pertama kalinya saya melakukan jogging dengan kegiatan memungut sampah di waktu yang bersamaan. Disepanjang rute yang saya lalui, saya cukup banyak menemukan botol plastik kemasan, cup minuman plastik, bungkus kemasan snack, botol kopi kemasan, tas plastik bekas pakai, baterai bekas, baju bekas,putung rokok, tisu bekas.

Foto plogging 1: Before - After
Plogging 2
Kegiatan plogging yang kedua
saya lakukan dengan konsep yang berbeda, kali ini saya mengajak anggota keluarga kecil
untuk ikut aktif dalam kegiatan ini, motif saya adalah memberikan informasi/
mengedukasi, mengajak sekaligus family time dengan style/
cara yang berbeda dalam satu waktu. Untuk kegiatan plogging yang kedua ini, kami lakukan pada pagi hari, Sabtu, 26 April 2026
sekitar pukul 06.00 WIB -08.00WIB. Untuk areanya, masih dalam area sekitar
rumah tetapi kali ini saya mengambil rute agak jauh. Rute kali ini adalah Jalan
Pandanaran – Jalan Dusun Mrisen -Jalan rejodani Desa Pelem, Harjobinangun,
Pakem, Sleman, Yogyakarta.
Plogging kedua ini dirasa memberikan tambahan
stimulus tersendiri, terasa sangat berbeda karena dilakukan bersama orang-orang tersayang. Bersama-sama saling belajar merubah persepsi tentang sampah yang
dikonotasikan dan dinilai buruk diubah menjadi sesuatu yang menyenangkan.
Di sepanjang rute kedua ini, sampah
yang saya temui kurang lebihnya masih sama seperti saat plogging pertama,
bahkan kami menemui juga di beberapa tempat ditemukan sampah basah yang diletakkan
tidak pada tempatnya, sehingga menimbulkan bau tidak sedap.
PEMBAHASAN
Hasil yang saya kumpulkan dari aktivitas plogging satu dan kedua yang sudah saya lakukan tidaklah banyak, karena langkah awal yang saya lakukan ini dimulai dengan langkah kecil dengan area yang tidak luas. Menurut pendapat saya pribadi, proses belajar tidak harus dilakukan dengan langkah dengan skala besar, tetapi langkah kecil dan nyata serta konsistensi jauh lebih efektif daripada hanya sekedar opini dan perencanaan tanpa tindakan nyata. Hasil plogging tersebut saya pilah berdasarkan jenis sampah (organik, anorganik, sampah B3) lalu saya bawa ke pengepul rongsok, ditimbang dan dihargai sebesar Rp.5200,-, memang tidak banyak dari segi hasil penjualan (motif ekonomi), tetapi disini saya (khususnya) dan anggota keluarga kecil mendapat manfaat yang lebih dari sekedar nominal/materi, dimana kita dapat merubah persepsi buruk mengenai sampah menjadi persepsi baik, bahwa berinteraksi dengan sampah itu menyenangkan dan sampah itu bermanfaat, selain itu kita dapat belajar lebih memperhatikan lingkungan sekitar (khususnya masalah sampah) sambil berolahraga.
Dari kegiatan plogging yang
saya lakukan ini dengan melihat banyaknya sampah fisik yang berserakan di
sepanjang jalan, dapat kita simpulkan bahwasanya minimnya edukasi dan kesadaran
masyarakat untuk membuang sampah di tempatnya, serta kurangnya kesadaran
masyarakat terhadap kepedulian lingkungan dan ekosistem sekitar.
KESIMPULAN dan SARAN
Permasalah mengenai sampah adalah permasalahan global yang tidak kunjung usai, plogging adalah salah satu dari sekian cara yang bisa kita lakukan untuk berkontribusi nyata untuk lingkungan sekitar. Dengan plogging kita dapat berperan secara nyata untuk ikut berpartisipasi menangani masalah sampah di sekitar kita dengan mengurangi jumlah sampah yang dibuang secara sembarangan. Dari kacamata ilmu psikologi, khususnya psikologi lingkungan, plogging tidak hanya memberikan manfaat secara fisik/ jasmani tetapi juga pada kesehatan mental dan juga meningkatkan kesadaran sosial kita untuk lebih mencintai lingkungan. Plogging selain dapat dilakukan secara sendiri, juga dapat dilakukan bersama keluarga, teman, kerabat, komunitas. Plogging yang dilakukan secara berkelompok memberikan tambahan manfaat seperti melatih kerjasama dan meningkatkan rasa solidaritas.
Sebagai masyarakat, dan juga sekaligus sebagai mahasiswa jurusan psikologi lingkungan, hendaknya kita lebih perduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya dengan aktivitas plogging dapat merubah persepsi atau cara pandang kita mengenai sampah ke arah yang positif dan dapat ikut aktif dalam kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan secara berkesinambungan/continue, dimulai dari diri sendiri dan berusaha untuk mengajak teman, keluarga, komunitas atau orang lain untuk bisa ikut aktif dalam aktivitas tersebut.
Langkah nyata kecil kita diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan ... Selamat Berproses ...







0 komentar:
Posting Komentar