KEGIATAN BEFORE - AFTER
MEMBERSIHKAN FASILITAS UMUM DARI SAMPAH
24310410221
Kelas Psikologi Lingkungan-B
Tugas Esai 3
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Pendahuluan
Lingkungan adalah tempat kita hidup, belajar, dan tumbuh setiap hari. Namun, masih banyak area di sekitar kita yang dipenuhi sampah akibat kurangnya kesadaran untuk menjaga kebersihan. Kondisi ini tidak hanya merusak keindahan, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan kelestarian alam.
Melalui kegiatan membersihkan sampah dengan konsep before–after, Saya ingin menunjukkan bahwa perubahan nyata bisa dimulai dari langkah sederhana. Dengan mendokumentasikan kondisi sebelum dan sesudah pembersihan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian kecil dapat menghasilkan dampak besar.
Saya percaya bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan.
Dengan semangat menjadi “hero lingkungan”, kegiatan ini tidak hanya bertujuan
membersihkan area yang kotor, tetapi juga menginspirasi orang lain untuk ikut
peduli dan bertindak. Karena pada akhirnya, menjadi pahlawan lingkungan bukan
tentang kekuatan besar, melainkan tentang aksi nyata yang dilakukan secara
konsisten.
Kegiatan yang Dilakukan
Kegiatan 1
Kegiatan membersihkan fasilitas publik pertama yang Saya lakukan adalah pada hari Jumat, 01 Mei 2026 sekitar pukul 15.15 WIB s/d pukul 16.15 WIB yang berlokasi di Halte Trans Jateng Kutoarjo.
Di tempat publik yang seharusnya bersih dan rapi tersebut ternyata masih banyak ditemukan sampah berserakan khususnya botol plastik bekas, kertas karcis bus Trans Jateng, bungkus makanan dan tisu bekas. Kemungkinan sampah - sampah tersebut berasal dari para penumpang bus Trans Jateng yang akan naik maupun turun dari halte tersebut. Padahal di dekat halte tersebut sudah disediakan tempat sampah organik dan anorganik. Masyarakat masih sering abai dengan kebersihan lingkungan.
Saya membersihkan sampah - sampah yang berserakan tersebut dan kemudian membuangnya ke tempat sampah yang telah disediakan. Saat itu saya berhasil mengumpulkan sekitar satu kilogram sampah yang didominasi botol plastik bekas.
Kegiatan membersihkan fasilitas publik kedua yang Saya lakukan adalah pada hari Jumat, 01 Mei 2026 sekitar pukul 16.30 WIB s/d pukul 17.30 WIB yang berlokasi di trotoar sekitar Stasiun Kutoarjo.
Di tempat publik yang seharusnya bersih dan rapi tersebut ternyata masih banyak ditemukan sampah berserakan khususnya botol plastik bekas, bungkus makanan dan tisu bekas. Kemungkinan sampah - sampah tersebut berasal dari para pejalan kaki yang hendak ke stasiun. Padahal di sekitar tempat tersebut sudah disediakan tempat sampah organik dan anorganik. Masyarakat masih sering abai dengan kebersihan lingkungan.
Saya membersihkan sampah - sampah yang berserakan tersebut dan kemudian membuangnya ke tempat sampah yang telah disediakan. Saat itu saya berhasil mengumpulkan sekitar 1,5 kilogram sampah yang didominasi botol plastik bekas.
Dari dua kegiatan yang Saya lakukan tersebut, dapat Kita pahami bahwa kesadaran masyarakat Indonesia untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan masih rendah. Mereka masih sering membuang sampah di sembarang tempat.
Kebanyakan sampah tersebut adalah sampah anorganik yang sangat sulit terurai dan bisa memakan waktu ratusan tahun.
Melalui kegiatan membersihkan sampah dengan konsep before–after, Saya ingin menunjukkan bahwa perubahan nyata bisa dimulai dari langkah sederhana. Dengan mendokumentasikan kondisi sebelum dan sesudah pembersihan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian kecil dapat menghasilkan dampak besar.
Penutup
Dengan semangat menjadi “hero lingkungan”, kegiatan ini tidak hanya bertujuan membersihkan area yang kotor, tetapi juga menginspirasi orang lain untuk ikut peduli dan bertindak. Karena pada akhirnya, menjadi pahlawan lingkungan bukan tentang kekuatan besar, melainkan tentang aksi nyata yang dilakukan secara konsisten.

.jpeg)






0 komentar:
Posting Komentar