Minggu, 07 Juni 2026

ESAI 5 EKSPERIMEN KE -2 DI RUMAH DOSEN PENGELOLAAN SAMPAH ANORGANIK

 

Heni Dwi Anggreani

25310440001

Kelas Psikologi Lingkungan - B

Esai  5

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

 

 

EKSPERIMEN DI RUMAH DOSEN : PENGELOLAAN SAMPAH ANORGANIK MELALUI UPCYCLING

Lokasi Kegiatan : Kediaman Ibu Dr. Arundati Shinta M.A.

Tanggal              : 31 Mei 2026

Pukul                  :  09.00 Wib  s/d 12.00  Wib

Peserta               : Mahasiswa Psikologi dalam mata kuliah Psikologi Lingkungan

 

Pada hari minggu, saya dan temna-teman lainnya yang mengambil mata kuliah psikologi lingkungan, kembali mengadakan eksperimen di kediaman dosen kami Ibu Arundati Shinta. Kegiatan eksperimen yang kedua kalinya ini (sesuai jadwal kegiatan), untuk mengikuti kegiatan praktik pengelolaan sampah anorganik yang dilaksanakan di rumah dosen. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 12.00 WIB. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengalaman langsung kepada kami, tentang pemanfaatan kembali sampah anorganik menjadi barang yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.

Dalam kegiatan tersebut, ada sekitar 7 orang Mahasiswa yang hadir dan 2 orang ibu-ibu yang juga ikut belajar dalam pengelolaan sampah anorganik. Keeudian kami dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama bertugas menghias piring kaca bekas dan paper bag dari kertas. Pada proses menghias piring, mahasiswa menggunakan kain batik atau kain bermotif lainnya yang sudah tidak dipakai sebagai bahan utama dekorasi. Kain tersebut ditempelkan pada permukaan piring menggunakan lem, kemudian dijemur hingga kering. Setelah itu, piring kembali dilapisi lem dan kain tambahan agar hasilnya lebih rapi dan kuat. Tahapan ini dilakukan sebanyak 2 x kemudian sisa kain yang tidak menempel dipiring digunting mengikuti pola pinggiran piring agar terlihat rapi, sehingga menghasilkan kerajinan yang menarik dan memiliki nilai seni.

Selain menghias piring, kelompok pertama juga menghias paper bag kertas menggunakan cat air. kami diberi kebebasan untuk berkreasi dan mengekspresikan ide melalui berbagai gambar, warna, dan motif sesuai dengan imajinasi masing-masing. Kegiatan ini sangat menyenangkan karena kami menuangkan ekspresi melalui gambar.

Sementara itu, kelompok kedua membuat gantungan kunci dari bahan-bahan bekas, seperti tali masker yang sudah tidak digunakan serta tali-tali sisa. Dengan kreativitas yang dimiliki, kami diajak oleh dosen kami untuk mengubah bahan yang awalnya dianggap tidak berguna menjadi gantungan kunci dengan bentuk yang unik dan menarik.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk penerapan upcycling, yaitu proses mengolah kembali barang-barang bekas menjadi produk baru yang memiliki nilai guna, nilai seni, dan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Melalui kegiatan ini, kami diajarkan untuk melihat sampah bukan hanya sebagai bahan sisa yang harus dibuang, melainkan sebagai barang yang masih dapat dimanfaatkan secara kreatif. Berbagai bahan bekas, seperti piring kaca, kertas yang digunakan untuk membuat paper bag, kain sisa, masker bekas, dan tali-tali bekas dimanfaatkan kembali menjadi produk yang menarik dan bermanfaat.

Apabila melihat dari perspektif Psikologi Lingkungan, kegiatan ini memberikan pengalaman langsung yang dapat meningkatkan kesadaran seseorang / individu terhadap pentingnya menjaga lingkungan melalui tindakan nyata. Kami sebagai mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dalam mengelola sampah secara kreatif. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang efektif dalam menumbuhkan kreativitas, kepedulian lingkungan, dan tanggung jawab sosial. Selain membantu mengurangi jumlah sampah, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa barang-barang bekas/ bahan sisa pakai dapat diubah menjadi produk yang bernilai guna, nilai seni dan nilai ekonomi, dan tentunya menciptakan lingkungan yang bersih secara berkelanjutan.

0 komentar:

Posting Komentar