Rabu, 01 Juli 2026

ESAI 8: MELAKUKAN UPCYLING SAMPAH ANORGANIK & MERINTIS SEBAGAI PENGUSAHA EKONOMI SIRKULER

 MELAKUKAN UPCYCLING SAMPAH ANORGANIK & MERINTIS SEBAGAI PENGUSAHA EKONOMI SIRKULER (MEMBUAT PIRING HIAS DENGAN KAIN PERCA DAN MENJUALNYA DI MEDIA SOSIAL)

Reni Prabandari
24310410221
Kelas Psikologi Lingkungan-B
Tugas Esai 8  (Membuat Piring Hias dari Kain Perca dan Menjualnya di Media Sosial)
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A,
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta




Kain perca merupakan sisa potongan kain dari proses menjahit yang sering kali tidak dimanfaatkan dan berakhir menjadi limbah. Padahal, kain perca masih dapat diolah menjadi berbagai kerajinan yang menarik dan bernilai guna. Salah satunya adalah membuat piring cantik sebagai hiasan. Dalam proses upcycling ini, kain perca diolah menjadi piring cantik yang memiliki nilai estetika serta membantu mengurangi limbah tekstil.

Saya membuat piring hias berbahan kain perca pada akhir bulan Juni 2026. Proses pembuatan piring hias dari kain perca (upcycling) tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Menyiapkan alat dan bahan, seperti piring bekas, kain perca bermotif, lem putih atau lem tembak, gunting dan kuas;
  2. Membersihkan permukaan piring agar bebas dari debu dan minyak sehingga lem dapat merekat dengan baik;
  3. Memotong kain perca menjadi beberapa bagian dengan bentuk tidak beraturan sesuai kebutuhan desain;
  4. Mengoleskan lem secara merata pada permukaan piring kemudian menempelkan potongan-potongan kain perca satu per satu hingga seluruh permukaan tertutup. Susunan warna dan motif dibuat bervariasi agar menghasilkan tampilan yang menarik;
  5. Merapikan bagian tepi dengan melipat atau memotong sisa kain sehingga hasil akhir terlihat lebih rapi;
  6. Setelah seluruh kain terpasang, piring didiamkan hingga lem benar-benar kering.

Akhirnya kita pun mendapatkan sebuah piring hias yang memiliki nilai estetika tinggi sekaligus menjadi contoh pemanfaatan limbah tekstil melalui proses upcycling, yaitu mengubah barang bekas menjadi produk baru yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Pembuatan piring hias dari kain perca tersebut merupakan salah satu contoh penerapan ekonomi sirkuler. Ekonomi sirkuler adalah sistem yang mengutamakan penggunaan kembali, perbaikan dan pengolahan barang agar tidak langsung menjadi limbah. Dalam konsep ini, barang bekas tidak dipandang sebagai sampah, tetapi sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai.

Kain perca yang sebelumnya hanya menjadi limbah diubah menjadi produk kerajinan yang unik, menarik dan bernilai jual. Selain mengurangi jumlah limbah, kegiatan ini juga membuka peluang berusaha kreatif.

Dalam kesempatan ini, Saya mencoba memasarkan produk piring hias dari kain perca tersebut di instagram. Saya memposting hasil pembuatan piring cantik tersebut mulai tanggal 01 Juli 2026 di akun instagram saya. Dalam postingan tersebut, Saya mengajak masyarakat untuk peduli pada lingkungan karena keunggulan produk piring hias tersebut adalah ramah lingkungan (upcycling). Selain itu, produk piring hias tersebut bernilai seni tinggi, unik dan memiliki motif yang berbeda-beda sehingga tidak ada piring yang bermotif sama. Piring hias tersebut cocok untuk dekorasi rumah, pajangan di ruang tamu dan bisa juga diberikan sebagai hadiah untuk teman atau keluarga.

Dalam merintis usaha pembuatan piring hias dari kain perca tersebut (upcycling), terdapat beberapa hambatan yang muncul dalam proses produksi dan pemasaran.

Hambatan dalam proses produksi antara lain adalah: ketersediaan bahan baku tidak konsisten, proses pembuatan membutuhkan ketelitian dan waktu, kualitas produk bisa berbeda-bedaa tergantung ukuran dan motif kain perca, dan juga masalah daya tahan produk. Sedangkan hambatan saat pemasaran antara lain adalah: kurangnya kesadaran masyarakat terhadap nilai produk upcycling sehingga masih menganggap barang dari limbah kurang bernilai, promosi di media sosial membutuhkan konsistensi, kesulitan membangun kepercayaan konsumen dan biaya dalam pengemasan dan pengiriman. 

Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut adalah: Kita sebagai pelaku usaha ekonomi sirkuler dapat menjalin kerja sama dengan penjahit atau konveksi sebagai pemasok kain perca, semakin meningkatkan keterampilan dalam proses produksi, menggunakan bahan perekat berkualitas, membuat konten promosi yang kreatif di media sosial dan menawarkan harga yang sesuai dengan kualitas produk. 

Kegiatan pembuatan piring hias berbahan kain perca tersebut bukan hanya bertujuan memperoleh keuntungan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Melalui penerapan ekonomi sirkuler, limbah dapat diubah menjadi produk yang bernilai, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kreativitas masyarakat dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Dengan demikian, usaha ini mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus manfaat secara sosial dan  lingkungan.

Link promosi di instagram: https://www.instagram.com/p/DaPesUzlOT1/?igsh=eXQwNnFsOWl6NHc=










0 komentar:

Posting Komentar