Selasa, 26 Desember 2023

Essay 6 Nasabah Bank Sampah-Septi Iing Hijjriyah-22310410132-Psikologi Lingkungan SP

 

Menjadi Nasabah di Bank Sampah Gemah Ripah Bantul

Essay Demi Memenuhi Ujian Akhir Semester

Psikologi Lingkungan

Septi Iing Hijjriyah

22310410132

Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Mungkin sebagian warga Yogyakarta sudah tidak asing lagi dengan nama bank sampah satu ini. Jika kita memasukkan nama Gemah Ripah dalam pencarian Google, kita akan menemukan salah satunya suatu tempat layanan pengelolaan limbah yang terletak di daerah Bantul. Memiliki nama lengkap Bank Sampah Gemah Ripah Bantul, yang berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo Dk, Jalan Badegan No. RT 12, Bejen, Bantul, Kec. Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadikan tempat ini terbilang cukup jauh dari pusat kota.

Jika berbicara terkait sejarah singkatnya, tempat ini didirikan pertama kali pada 23 Februari 2008 silam oleh Dr. Bambang Suwerda SST yang kini menjabat sebagai direktur Gemah Ripah sekaligus menjadi seorang dosen pada salah satu universitas di Yogyakarta, jurusan Kesehatan Lingkungan. Ia tergerak mendirikan tempat ini pasca tragedi gempa dahsyat yang terjadi di Bantul, Yogyakarta 2006 lalu. Semula ia memperkenalkan dan menerapkan ilmu yang ia miliki terkait lingkungan dan pengelolaan sampah melalui kegiatan arisan yang dilakukan di lingkungan RT sekitar. Tentu, tempat ini dibangun dengan keringat dan perjuangan hingga bisa bertahan dan menebar kebermanfaatan di tengah masyarakat dan lingkungan sampai hari ini.

Pada 7 Desember 2023, saya datang untuk kali pertama ke Bank Sampah Gemah Ripah untuk mendaftar menjadi salah satu nasabah di sana. Menurut penuturan salah satu staff-nya, untuk menjadi nasabah sampah di sana cukup lah mudah. Kalian cukup membawa sampah untuk disetor ke sana, boleh yang sudah dipilah maupun belum, karena ternyata harga sampah pilah dengan yang belum akan punya nilai uang yang berbeda nantinya. Setelah itu, kalian cukup mengisi administrasi seperti yang saya lakukan di bawah ini.

Proses pengisian lembar administrasi.

Kemudian setelah mengisi administrasi seperti nama, alamat, nomor telepon, dan lain-lain, saya mulai menimbang sampah yang sudah saya bawa. Dikarenakan sebanyak tiga waktu saya datang ke Gemah Ripah, maka berikut penampakan proses penimbangan berat dari sampah yang saya setorkan.

Pada 7 Desember 2023, saya membawa sampah botol plastik dengan berat 0.30 kg dengan nilai uang Rp. 940.

Timbangan 7 Desember 2023

Kemudian pada 9 Desember 2023 saya kembali datang dengan membawa botol bekas minuman dengan berat 0.2 kg dan dibandrol dengan Rp. 240.

Timbangan 9 Desember 2023

Saat kali ketiga saya datang ke Gemah Ripah pada 12 Desember 2023, saya kembali membawa kemasan bekas skincare dengan berat 0.10 kg dan mendapat uang senilai Rp. 580.

Timbangan 12 Desember 2023

Jadi total uang yang saya dapatkan setelah tiga kali menimbang sampah sebanyak Rp. 1760. Harga yang ditetapkan juga disesuaikan dengan sampah yang ditimbang tadi sudah dipilah atau belum. Nominal yang akan didapatkan akan semakin besar jika kita membawa sampah yang sudah dipilah dan dalam keadaan sudah bersih. Kendati tidak dipilah pun tidak masalah ya, teman-teman.

Setelah melalui tiga kali proses penimbangan, yakni pada 7, 9, dan 12 Desember 2023 tadi, saya mendapat semacam invoice atau kertas bukti bahwa saya sudah terdaftar sebagai nasabah di Gemah Ripah.

Invoice yang diberikan.

Jika jumlah uang hasil menabung sampah tadi sudah mencapai nominal 5 ribu, maka  sang nasabah berhak mendapat buku tabungan dari pihak Gemah Ripah.

Cukup mudah bukan untuk tergabung sebagai nasabah di Gemah Ripah? Yuk, tunggu apa lagi, gabung sekarang demi mengambil aksi dalam manivestasi pelestarian lingkungan di masa yang akan datang.


0 komentar:

Posting Komentar