Menjadi Nasabah di Bank Sampah Gemah Ripah Bantul
Essay Demi Memenuhi Ujian Akhir Semester
Psikologi Lingkungan
Septi Iing Hijjriyah
22310410132
Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Mungkin sebagian warga Yogyakarta sudah tidak asing lagi dengan
nama bank sampah satu ini. Jika kita memasukkan nama Gemah Ripah dalam
pencarian Google, kita akan menemukan salah satunya suatu tempat layanan
pengelolaan limbah yang terletak di daerah Bantul. Memiliki nama lengkap Bank
Sampah Gemah Ripah Bantul, yang berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo Dk, Jalan
Badegan No. RT 12, Bejen, Bantul, Kec. Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah
Istimewa Yogyakarta menjadikan tempat ini terbilang cukup jauh dari pusat kota.
Jika berbicara terkait sejarah singkatnya, tempat ini didirikan pertama
kali pada 23 Februari 2008 silam oleh Dr. Bambang Suwerda SST yang kini
menjabat sebagai direktur Gemah Ripah sekaligus menjadi seorang dosen pada salah
satu universitas di Yogyakarta, jurusan Kesehatan Lingkungan. Ia tergerak
mendirikan tempat ini pasca tragedi gempa dahsyat yang terjadi di Bantul, Yogyakarta
2006 lalu. Semula ia memperkenalkan dan menerapkan ilmu yang ia miliki terkait
lingkungan dan pengelolaan sampah melalui kegiatan arisan yang dilakukan di
lingkungan RT sekitar. Tentu, tempat ini dibangun dengan keringat dan
perjuangan hingga bisa bertahan dan menebar kebermanfaatan di tengah masyarakat
dan lingkungan sampai hari ini.
Pada 7 Desember 2023, saya datang untuk kali pertama ke Bank Sampah
Gemah Ripah untuk mendaftar menjadi salah satu nasabah di sana. Menurut penuturan
salah satu staff-nya, untuk menjadi nasabah sampah di sana cukup lah mudah. Kalian
cukup membawa sampah untuk disetor ke sana, boleh yang sudah dipilah maupun
belum, karena ternyata harga sampah pilah dengan yang belum akan punya nilai
uang yang berbeda nantinya. Setelah itu, kalian cukup mengisi administrasi
seperti yang saya lakukan di bawah ini.
Kemudian setelah mengisi administrasi seperti nama, alamat, nomor
telepon, dan lain-lain, saya mulai menimbang sampah yang sudah saya bawa. Dikarenakan
sebanyak tiga waktu saya datang ke Gemah Ripah, maka berikut penampakan proses
penimbangan berat dari sampah yang saya setorkan.
Pada 7 Desember 2023, saya membawa sampah botol plastik dengan berat
0.30 kg dengan nilai uang Rp. 940.
Kemudian pada 9 Desember 2023 saya kembali datang dengan membawa botol bekas minuman dengan berat 0.2 kg dan dibandrol dengan Rp. 240.
Saat kali ketiga saya datang ke Gemah Ripah pada 12 Desember 2023, saya kembali membawa
kemasan bekas skincare dengan berat 0.10 kg dan mendapat uang senilai Rp. 580.
Jadi total uang yang saya dapatkan setelah tiga kali menimbang
sampah sebanyak Rp. 1760. Harga yang ditetapkan juga disesuaikan dengan sampah yang ditimbang tadi sudah dipilah atau belum. Nominal yang akan didapatkan akan semakin besar jika kita membawa sampah yang sudah dipilah dan dalam keadaan sudah bersih. Kendati tidak dipilah pun tidak masalah ya, teman-teman.
Setelah melalui tiga kali proses penimbangan, yakni pada 7, 9, dan
12 Desember 2023 tadi, saya mendapat semacam invoice atau kertas bukti
bahwa saya sudah terdaftar sebagai nasabah di Gemah Ripah.
Jika jumlah uang hasil menabung sampah tadi sudah mencapai nominal 5
ribu, maka sang nasabah berhak mendapat
buku tabungan dari pihak Gemah Ripah.
Cukup mudah bukan untuk tergabung sebagai nasabah di Gemah Ripah? Yuk, tunggu apa lagi, gabung sekarang demi mengambil aksi dalam manivestasi pelestarian lingkungan di masa yang akan datang.






0 komentar:
Posting Komentar