Upcycling Anorganik dan Berperan sebagai Pelaku Ekonomi Sirkuler
Rahardian Wicaksono
24310410218
Kelas Psikologi Lingkungan - B
Tugas Essai 8
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.
Juli 2026
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Penumpukan sampah anorganik, khususnya botol plastik, merupakan salah satu isu lingkungan terbesar yang memerlukan intervensi nyata dari sudut pandang psikologi lingkungan. Dalam mengubah perilaku konsumtif menjadi sirkuler, pengolahan limbah menjadi produk bernilai guna tinggi (upcycling) dapat menstimulasi kesadaran pro-lingkungan masyarakat. Mengimplementasikan konsep ini, saya melakukan usaha mikro berbasis ekonomi sirkuler dengan memanfaatkan limbah botol plastik bekas dari sampah konsumsi pribadi untuk dikreasikan menjadi produk gantungan kunci selama periode Juni - Juli 2026.
Proses pembuatan produk ini mengedepankan kreativitas dan efisiensi material. Langkah pertama dimulai dengan mengumpulkan dan membersihkan botol plastik tersebut. Selanjutnya, bagian bawah botol plastik dipotong membentuk pola bunga yang menarik, kemudian dipanaskan secara aman agar permukaannya lebih halus dan kokoh. Potongan-potongan tersebut dipadukan dengan gantungan besi guna menghasilkan aksesori fungsional. Produk ini dipasarkan secara digital melalui media sosial dengan penawaran harga yang sangat terjangkau dan menarik bagi konsumen, yaitu Rp 3.000 untuk paket berisi 2 item gantungan kunci.
Pemasaran produk dimulai secara resmi pada tanggal 29 Juni 2026. Hingga tanggal 4 Juli 2026, respon awal pasar menunjukkan hasil yang cukup positif dengan berhasil menjual sebanyak 4 item produk. Dari perspektif psikologi konsumen, penetapan harga paket ekonomis ini berhasil memicu minat beli awal karena memberikan persepsi nilai keuntungan yang tinggi bagi pembeli. Namun, dalam proses pemasaran ini menghadapi hambatan situasional yaitu keterbatasan waktu dan tenaga yang saya miliki karena kesibukan pekerjaan utama. Keterbatasan waktu ini membatasi optimalisasi promosi, interaksi aktif dengan calon pelanggan di media sosial, serta konsistensi pembuatan konten kreatif digital. Jika dilihat dari psikologi lingkungan, upaya kecil berbasis ekonomi sirkuler ini membuktikan bahwa sampah anorganik memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan jika didukung oleh konsistensi yang optimal.
Link Media Sosial:
https://www.instagram.com/for.betterlifemerch?igsh=aHM5aWw1ZXVnYWRr








0 komentar:
Posting Komentar