Kamis, 11 Juni 2026

Essat 1 - Meringkas Jurnal Pengelolaan Sampah

 TUGAS MERINGKAS JURNAL SAMPAH

Nama : Ferdy Antoro 

NIM : 24310410240


                          

Masalah sampah adalah salah satu isu lingkungan yang selalu meningkat diberbagai 

negara. Upaya penting pengelolaan sampah adalah perilaku memilah sampah dari seumbernya. 

Jurnal (Marbun et al., 2024) yang berjudul "menggali perspektif lintas budaya: analisis 

perbandingan perilaku memilah sampah di indonesia dan jerman" membahas tentang budaya yang 

memengaruhi perilaku memilah sampah di masyarakat indonesia dan jerman. Permasalahan 

penelitian yang dikaji yaitu sedikit sekali masyrakat di indonesia yang memilah sampah dibanding 

masyarakat jerman. Oleh karena itu, perilaku memilah sampah adalah variabel dependen dalam 

penelitian ini.

Penelitian ini memakai metode kajian liberatur dengan pendekatan psikologi lintas budaya. 

Analisa jurnal ini dijalankan berdasarkan tiga dimensi budaya Hofstade, yaitu menghindari 

ketidakpastian, jarak kekuasaan, individualisme-kolektivisme. Tiga dimensi ini digunakan agar 

dapat menjelaskan apa saja perbedaan perilaku masyarakat indonesia dan jerman dalam memilah 

sampah dan mengelolanya.

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa indonesia mempunyai budaya jarak kekuasaan 

yang cukup tinggi akibatnya masyarakat lebih membutuhkan teladan dari pimpinan, tokoh 

masyarakat, atau lembaga pemerintahan dalam menerapkan perilaku pro-lingkungan. Tetapi 

masyrakay jerman justru sebaliknya mereka memiliki jarak kekuasaan yang lebih kecil sehingga


angka partisipasi dan inisatif individu dalam memilah dan mengelola sampah lebih besar. Di 

Jerman juga mempunyai tingkat kepatuhan terahadap peraturan juga lebih tinggi. Pada dimenensi 

individualisme- kolektivisme, indonesia juga merupakan negara yang lebih kolektivis. Oleh karena 

itu, perilaku memilah sampah lebih ringan jika dikerjakan bersama-sama melalui kegiatan 

kelompok, seperti program bank sampah dan kegiatan lingkungan lainya dimasyarakat. Namun, 

dijerman tingkat individualismenya cukup tinggi sehingga lebih menekankan tanggungjawab 

pribadi pada pengelolaan dan pemilahan sampah. Oleh sebab itu, mereka lebih mandiri untuk 

mengerjakan aktivitas tersebut sehingga menjadi kebiasaan seharu-hari mereka. Pada dimensi 

menghindari ketidak pastian, Jerman mempunyai aturan yang jelas, sistem pengawasan yang ketat, 

serta sanksi yang tegas bagi para pelanggar dalam pengelolaan sampah. Dengan kondisi seperti ini 

sangat membantu dalam membentuk perilaku disiplin dalam memilah sampah. Namun, berbeda 

hal dengan indonesia. Masih banyak hambatan, contohnya minimnya fasilitas, kesadaran 

masyarakat, dan tidak tegas untuk penerapan peraturan pengelolaan sampah. Dengan berdasarkan 

hasil kajian ini. Dapat dijelaskan bahwa perilaku memilah sampah bukan hanya dipengaruhi oleh 

pengetahuan individu, namun ada pengaruh lainya seperti budaya, kebijakan, dan bagaiman 

lingkungan sosialnya. Menurut sudut pandang psikologi, perilaku memilah dan mengelola sampah 

adalah suatu bentuk perilaku pro-lingkungan yang bisa dibentuk melalui kebiasaan, penguatan, 

dan keteladanan dilngkungan yang bersumber dari lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, peningkatan 

edukasi pro-lingkungan, penerapan aturan yang tegas, serta menyediakan fasitlitas yang memadai 

agar lebih meningkatkan perilaku memilah sampah di indonesia tercinta ini.

Daftar Pustaka :

Marbun, Y. R., Akbar, T., & Yunanto, R. (2024). Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan 

Budaya ( Journal of Social and Cultural Anthropology ) Menggali Perspektif Lintas Budaya : 

Analisis Perbandingan Perilaku Memilah Sampah di Indonesia dan Jerman Exploring Cross-

Cultural Perspectives : A Comparative Analysis of Waste Sorting Behavior in Indonesia and 

Germany. 9(2), 64–80.

0 komentar:

Posting Komentar