TUGAS MERINGKAS JURNAL SAMPAH
Nama : Ferdy Antoro
NIM : 24310410240
Masalah sampah adalah salah satu isu lingkungan yang selalu meningkat diberbagai
negara. Upaya penting pengelolaan sampah adalah perilaku memilah sampah dari seumbernya.
Jurnal (Marbun et al., 2024) yang berjudul "menggali perspektif lintas budaya: analisis
perbandingan perilaku memilah sampah di indonesia dan jerman" membahas tentang budaya yang
memengaruhi perilaku memilah sampah di masyarakat indonesia dan jerman. Permasalahan
penelitian yang dikaji yaitu sedikit sekali masyrakat di indonesia yang memilah sampah dibanding
masyarakat jerman. Oleh karena itu, perilaku memilah sampah adalah variabel dependen dalam
penelitian ini.
Penelitian ini memakai metode kajian liberatur dengan pendekatan psikologi lintas budaya.
Analisa jurnal ini dijalankan berdasarkan tiga dimensi budaya Hofstade, yaitu menghindari
ketidakpastian, jarak kekuasaan, individualisme-kolektivisme. Tiga dimensi ini digunakan agar
dapat menjelaskan apa saja perbedaan perilaku masyarakat indonesia dan jerman dalam memilah
sampah dan mengelolanya.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa indonesia mempunyai budaya jarak kekuasaan
yang cukup tinggi akibatnya masyarakat lebih membutuhkan teladan dari pimpinan, tokoh
masyarakat, atau lembaga pemerintahan dalam menerapkan perilaku pro-lingkungan. Tetapi
masyrakay jerman justru sebaliknya mereka memiliki jarak kekuasaan yang lebih kecil sehingga
angka partisipasi dan inisatif individu dalam memilah dan mengelola sampah lebih besar. Di
Jerman juga mempunyai tingkat kepatuhan terahadap peraturan juga lebih tinggi. Pada dimenensi
individualisme- kolektivisme, indonesia juga merupakan negara yang lebih kolektivis. Oleh karena
itu, perilaku memilah sampah lebih ringan jika dikerjakan bersama-sama melalui kegiatan
kelompok, seperti program bank sampah dan kegiatan lingkungan lainya dimasyarakat. Namun,
dijerman tingkat individualismenya cukup tinggi sehingga lebih menekankan tanggungjawab
pribadi pada pengelolaan dan pemilahan sampah. Oleh sebab itu, mereka lebih mandiri untuk
mengerjakan aktivitas tersebut sehingga menjadi kebiasaan seharu-hari mereka. Pada dimensi
menghindari ketidak pastian, Jerman mempunyai aturan yang jelas, sistem pengawasan yang ketat,
serta sanksi yang tegas bagi para pelanggar dalam pengelolaan sampah. Dengan kondisi seperti ini
sangat membantu dalam membentuk perilaku disiplin dalam memilah sampah. Namun, berbeda
hal dengan indonesia. Masih banyak hambatan, contohnya minimnya fasilitas, kesadaran
masyarakat, dan tidak tegas untuk penerapan peraturan pengelolaan sampah. Dengan berdasarkan
hasil kajian ini. Dapat dijelaskan bahwa perilaku memilah sampah bukan hanya dipengaruhi oleh
pengetahuan individu, namun ada pengaruh lainya seperti budaya, kebijakan, dan bagaiman
lingkungan sosialnya. Menurut sudut pandang psikologi, perilaku memilah dan mengelola sampah
adalah suatu bentuk perilaku pro-lingkungan yang bisa dibentuk melalui kebiasaan, penguatan,
dan keteladanan dilngkungan yang bersumber dari lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, peningkatan
edukasi pro-lingkungan, penerapan aturan yang tegas, serta menyediakan fasitlitas yang memadai
agar lebih meningkatkan perilaku memilah sampah di indonesia tercinta ini.
Daftar Pustaka :
Marbun, Y. R., Akbar, T., & Yunanto, R. (2024). Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan
Budaya ( Journal of Social and Cultural Anthropology ) Menggali Perspektif Lintas Budaya :
Analisis Perbandingan Perilaku Memilah Sampah di Indonesia dan Jerman Exploring Cross-
Cultural Perspectives : A Comparative Analysis of Waste Sorting Behavior in Indonesia and
Germany. 9(2), 64–80.







0 komentar:
Posting Komentar