Rabu, 10 Juni 2026

ESSAY VI: EKSPERIMEN TENTANG SAMPAH

 

MEMPRODUKSI SAMPAH SECARA BERTANGGUNG JAWAB

DAN MENGATASI RASA MALAS




KUS WITA WARDANI

25310430002

Psikologi Lingkungan/ Kelas Karyawan (B)

Tugas: Essai VI Eksperimen tentang sampah

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.

Bulan/ tahun terbit: Juni/ 2026

 

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PROKLAMASI 45

YOGYAKARTA


HARI/TANGGAL PELAKSANAAN KEGIATAN        : Minggu/ 17 Mei 2026
TEMPAT PELAKSANAAN                                           : Kediaman Ibu Arundati Shinta M.A.
LOKASI                                                                          : Jalan Nglanjaran, Candi Winangun,  
                                                                                           Sleman, Yogyakarta 55581


TUJUAN KEGIATAN:

Kegiatan ini bertujuan agar bisa secara nyata belajar untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang kita produksi dan mengatasi rasa malas untuk berinteraksi terhadap sampah. Selain memperluas pandangan kita tentang bertanggung jawab dan berinteraksi dengan sampah, dalam kegiatan ini kita dapat secara langsung belajar/ praktek membuat kompos, sabun cair, dan Eco Enzym. Kegiatan mengelola sampah ini sangat penting untuk berbagai aspek kehidupan, dalam kehidupan keluarga pengelolaan sampah yang baik akan memberikan manfaat kepada kesehatan seluruh anggta keluarga, menanamkan rasa cinta lingkungan dan disiplin serta kerjasama, dalam karier pengelolaan sampah yang baik dapat menumbuhkan efisiensi dan kepatuhan terhadap peraturan lingkungan, serta di masyarakat pengolahan sampah yang baik dapat mengurangi pencemaran lingkungan sehingga menciptakan lingkungan sekitar yang nyaman dan sehat.

 

PENDAHULUAN 

Tanpa kita sadari, kita (manusia) adalah produsen utama sampah. Terlepas dari bentuk sampah yang dihasilkan manusia, bagi manusia sampah adalah sesuatu yang kotor dan harus kita singkirkan secepatnya. Kurangnya kepedulian tentang sampah dan kurangnya kesadaran kita untuk mengelola sampah yang kita produksi membuat masalah sampah tidak pernah kunjung teratasi.

Kegiatan kali ini tidak hanya dihadiri oleh para mahasiswa psikologi lingkungan, tetapi juga para aktivis lingkungan hidup dan masyarakat umum. Kami mendapatkan pendahuluan/pengantar mengenai pentingnya bertanggung jawab terhadap sampah, dari mulai bagaimana kita meminimalisai hal-hal yang berbau konsumtif yang dapat meningkatkan produksi sampah kita sampai dengan bagaimana kita mengubah organik sampai menjadi sesuatu yang lebih berguna/ bermanfaat bagi lingkungan.Pada kesempatan kali ini, setiap mahasiswa ditugaskan untuk membawa satu buah kue berbungkus plastik dan satu buah kue berbungkus daun pisang. Kami diharapkan membawa makanan seperti yang tercantum dalam tugas. Setelah makanan habis dikomsumsi, sampah plastik (anorganik) dibersihkan dan dipisahkan, ditempatkan pada tempat khusus (jadi satu dengan sampah anorganik lainnya) sedangkan sampah daun pisang (organik) akan diolah untuk dijadikan bahan pembuatan kompos.


PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama, semua berpartisipasi dengan tugasnya masing masing untuk efektivitas waktu. Dalam kesempatan itu saya ikut membantu dalam membuat pupuk kompos, saya membantu untuk memotong sampah daun pisang dari semua peserta dibantu dengan rekan yang lainnya, dimana potongan sampah daun pisang ini akan dijadikan bahan dalam pembuatan kompos organik. Dalam pembuatan kompos organik bahan lain yang diperlukan adalah dedak, dolomit/ kapur tani, POC, potongan daun sirih, bubuk kayu, potongan sampah kebun, tetes tebu, dan EM 4, dimana semua bahan ini akan diaduk rata menjadi satu dan dimasukkan ke dalam tempat/ gentong. Setelah dimasukkan ke dalam wadah/ gentong, campuran tadi diberi topping kompos yang sudah jadi.

Selain membantu dalam pembuatan kompos, saya ikut berpartisipasi dalam pembuatan eco enzyme, disini saya membantu mempersiapkan bahan-bahannya, seperti menimbang gula merah dan memasak gula merah dengan campuran air. Pembuatan eco enzym dengan perbandingan 1: 3: 10, yang terdiri dari 90 gr gula merah, 270 gr kulit buah-buahan, dan 900 gr air matang (450 gr air + 450 gr air). Setelah bahan-bahan dimasukkan ke dalam diregent, kita harus betul-betul memperhatikan posisi dan ujung selang, fermentasi ini minimal 3 bulan baru dapat dipanen hasilnya.

Selain berpartisipasi dalam mempersiapkan bahan pembuatan kompos organik dan membantu dalam pembuatan eco enzym, saya juga berpartisipasi dalam pembuatan sabun eco enzym. Walau dalam kegiatan ketuga ini saya tidak terlalu terlibat hanya membantu mempersiapkan bahan-bahan, menimbang dan memasukan sabun eco enzym ke dalam botol-botol yang telah disediakan. Walaupun tidak terlibat dalam proses pembuatannya, tetapi saya memperhatikan setiap detail cara pembuatannya sekaligus mencermati bahan-bahan yang dipakai dalam pembuatan sabun eco enzyme tersebut. Dalam pembuatan sabun eco enzyme, bahan-bahan yang digunakan adalah mess (metyl etyl sulfonat), garam industri, garam EDTA, pewarna, dan air.

  
      Ket: memotong daun pisang untuk                       Ket: membantu dalam pembuatan eco enzym                           Ket: pembuatan sabun eco enzym
      
             pembuatan kompos                                                                                                                                                   

KESIMPULAN

Eksperimen yang telah saya lakukan ini mengajarkan kepada saya pentingnya untuk bertindak lebih bijak dan bertanggung jawab dalam melakukan tindakan/kegiatan konsumtif, kerena setiap barang yang kita beli dan konsumsi akan berpengaruh terhadap jumlah/ volume sampah yang kita hasilkan setiap harinya. Selain menumbuhkan kesadaran kita mengenai pola tanggung jawab terhadap sampah, saya juga belajar bagaimana mengurangi rasa malas untuk berinteraksi dengan sampah dengan cara melakukan pemilahan kepada sampah yang kita produksi (sampah organik dan sampah anorganik) sebelum membuang sampah pada tempatnya, selain itu memanfaatkan kembali sampah organik menjadi sesuatu yang dapat bermanfaat bagi lingkungan. 

Untuk bertanggung jawab terhadap produksi sampah yang kita hasilkan dan mengatasi rasa malas dibutuhkan kesadaran untuk mencintai sampah, komitmen yang kuat, konsistensi, dan stimulus untuk melakukan itu semua agar dapat dilakukan secara jangka panjang/ long term. Tetaplah berproses untuk mencintai lingkungan, langkah kecil yang konsisten akan berdampak nyata pada lingkungan.

0 komentar:

Posting Komentar