Kamis, 11 Juni 2026

ESSAY V: EKSPERIMEN ANORGANIK di RUMAH DOSEN

 


EKSPERIMEN ANORGANIK DI RUMAH DOSEN

TERAMPIL MELAKUKAN UPCYCLING DENGAN SAMPAH ANORGANIK



KUS WITA WARDANI

25310430002

Psikologi Lingkungan/ Kelas Karyawan (B)

Tugas: Essai V Eksperimen anorganik di rumah dosen

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.

Bulan/ tahun terbit: Juni/ 2026

 

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PROKLAMASI 45

YOGYAKARTA


HARI/TANGGAL PELAKSANAAN KEGIATAN        : Minggu/ 31 Mei 2026

TEMPAT PELAKSANAAN                                           : Kediaman Ibu Arundati Shinta M.A.

LOKASI                                                                          : Jalan Nglanjaran, Candi Winangun,  

                                                                                           Sleman, Yogyakarta 55581


TUJUAN KEGIATAN:

Kegiatan eksperimen ini bertujuan agar kita bisa secara nyata belajar untuk lebih terampil melakukan upcyling dengan sampah anorganik (yaitu jenis sampah yang tidak berasal dari organisme hidup). Kegiatan ini adalah salah satu cara memperlakukan sampah anorganik dengan mengubah sampah/ limbah anorganik ke dalam bentuk lain yang lebih bermanfaat dan juga bernilai jual (bernilai ekonomi).

PENDAHULUAN

Pada kegiatan eksperimen kali ini ada dua hal yang menjadi point pembahasan utama, yaitu sampah anorganik dan kegiatan upcyling. Sampai saat ini parmasalahan dalam penanganan sampah anorganik masih jauh dari harapan, terdapat banyak sekali kendala/ tantangan yang dihadapi antara lain sampah anorganik ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk terurai secara alami, dan bahkan juga ada yang tidak dapat terurai. Selain kondisinya yang susah terurai, tantangan yang lain adalah penanganan limbah anorganik yang masih belum sepenuhnya terintegrasi dalam rutinitas harian. Peranan pemulung, pengepul dan juga keterlibatan berbagai industri untuk mengolah sampah tersebut tetap tidak dapat mengatasi permasalahan yang ada.

Upcyling atau juga yang kita sebut dengan daur guna ulang, adalah metode/ cara untuk mengubah sampah anorganik menjadi produk baru yang bernilai guna/ yang lebih fungsional. Kegiatan ini selain diharapkan dapat mengurangi sampah anorganik yang menumpuk di tempat pembuangan akhir, kegiatan ini juga dapat melatih kreativitas dan menghasilkan barang yang memiliki nilai jual.

 

PELAKSANAAN KEGIATAN

Dalam kegiatan kali ini, kami belajar membuat gantungan kunci, menghias piring, menggambar papper bag dari kertas bekas/ kalender. Dalam eksperimen kali ini partisipan tidak sebanyak eksperimen pertama, hanya beberapa mahasiwa yang hadir dan dua orang dari ibu-ibu kelompok pecinta lingkungan dalam kegiatan kali ini. Kelompok dibagi menjadi dua, yaitu kelompok membuat gantungan kunci dan kelompok lainnya bertugas menghias piring dan menggambar papper bag. Langkah-langkah dalam kegiatan menghias piring adalah menyiapkan bahan dan peralatan yang diperlukan (seperti gunting piring, lem dan kain perca/ kain motif yang sudah tidak terpakai), selanjutnya memberi lem pada lapisan luar piring dan melekatkan pada kain perca yang sudah disediakan, pastikan lem rata agar kain bisa menempel di permukaan piring dengan sempurna. Langkah selanjutnya adalah memotong kain sesuai pola piring, kemudian piring dijemur di bawah terik matahari untuk mempercepat proses pengeringan. Piring yang telah berhasil dihias, tampak lebih menarik dan bernilai seni.

Selain menghias piring, kegiatan lainnya adalah menggambar/ menghias tas papper bag dari bahan kertas bekas/ kalender bekas menggunakan cat akrilik. Pada kegiatan kali ini, terasa sangat menyenangkan dan sekaligus sebagai release stress, kami dapat menggambar sesuai kreasi dan imajenasi kami masing-masing, kami juga boleh memilih dan memadukan warna sesuai keinginan.

Kelompok lainnya, adalah kelompok yang bereksperimen untuk membuat gantungan kunci dari bahan bekas (tali masker), dan tali-tali sisa. Gantungan kunci yang kami buat ada 2 bentuk, langkah-langkah pembuatan gantungan kunci adalah sebagai berikut: tali tersebut dianyam dengan pola anyaman tertentu, diberi pengait kemudian diberi lem, selanjutnya masuk ke dalam proses finishing (proses penyisiran, proses spray, dan proses cutting). Dalam kesempatan kali ini, kami membawa hasil eksperimen berupa piring yang telah dihias, dan dua buah gantungan kunci. 


 

    Ket: pemaparan materi                Ket: menggambar/ melukis papper bag               Ket: menjemur piring yang telah
              oleh ibu Shinta                           berbahan kertas bekas/ kalender bekas                  dilem 
            

       
         Ket: diskusi seputar gantungan kunci                          Ket: foto bersama ibu Shinta, mahasiswa dan partispan 
             berbahan sampah anorganik                                      eksperimen anorganik beserta hasil eskeprimen

KESIMPULAN

Upcyling sampah anorganik adalah metode yang diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah di tempat pembuangan akhir sekaligus merupakan salah satu bentuk promosi kegiatan inovatif yang ramah lingkungan. Kegiatan ini memberikan pandangan kepada saya, bahwa dengan sedikit ide dan kreativitas kita dapat merubah sampah anorganik yang terlihat sia-sia menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, bernilai seni dan bernilai ekonomi.

0 komentar:

Posting Komentar