Selasa, 16 Juni 2026

Essai Prestasi 4 gotong royong bersama membersihkan rumah ibadah

 Menjaga Tradisi dan Kesucian: Gotong Royong Warga RT 30 Talang Banjar di Langgar Baiturahim




Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggal masih tertanam kuat di tengah masyarakat Kota Jambi. Hal ini dibuktikan secara nyata oleh warga RT 30, Kelurahan Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi. Pada hari Minggu pagi yang cerah, puluhan warga dari berbagai usia berkumpul dengan satu tujuan yang mulia, yaitu melaksanakan aksi gotong royong membersihkan tempat ibadah kebanggaan mereka, Langgar Baiturahim.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini diinisiasi oleh ketua RT setempat bersama para tokoh agama dan pemuda. Bagi warga RT 30 Talang Banjar, Langgar Baiturahim bukan sekadar bangunan fisik tempat menunaikan ibadah salat lima waktu. Tempat ini merupakan jantung aktivitas sosial, pusat silaturahmi, dan ruang bagi anak-anak sekitar untuk belajar mengaji. Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kesucian langgar sudah menjadi tanggung jawab moral bersama yang melekat di hati setiap warga.

Sebelum aksi bersih-bersih dimulai, warga berkumpul di halaman langgar untuk melakukan pembagian tugas agar kerja bakti berjalan efektif. Pembagian kerja dilakukan secara adil tanpa memandang usia. Kelompok bapak-bapak dan para pemuda mendapat tugas berat untuk membersihkan bagian luar bangunan. Mereka membersihkan parit di sekitar tempat wudu, memangkas rumput liar yang mulai meninggi di halaman, serta mengecat ulang beberapa bagian pagar yang warnanya sudah mulai pudar.

Sementara itu, kelompok ibu-ibu bergerak lincah di area interior langgar. Dengan penuh ketelitian, mereka menyapu dan mengepel lantai utama, mengelap kaca jendela yang berdebu, serta mencuci mukena, sarung, dan sejadah inventaris langgar. Tidak ketinggalan, bagian langit-langit yang kerap menjadi sarang laba-laba dibersihkan menggunakan sapu panjang hingga benar-benar resik. Suasana gotong royong ini terasa sangat hangat, diselingi dengan canda tawa khas warga yang membuat rasa lelah sama sekali tidak terasa.

Tidak hanya tenaga, partisipasi warga juga terlihat dari kontribusi logistik. Di sudut halaman, beberapa ibu rumah tangga sibuk menyiapkan konsumsi. Mereka secara sukarela membawa aneka penganan tradisional seperti pempek, pisang goreng, serta kopi dan teh hangat untuk menyemangati warga yang sedang bekerja. Kehadiran hidangan sederhana ini semakin menambah kekompakan dan rasa kekeluargaan di antara tetangga.

Menjelang waktu salat Zuhur, kegiatan gotong royong ini akhirnya selesai. Langgar Baiturahim kini tampil dengan wajah baru yang jauh lebih bersih, rapi, dan harum. Karpet-karpet sajadah yang telah divakum dan dijemur kembali digelar, memberikan kenyamanan ekstra bagi siapa saja yang akan beribadah di dalamnya. Halaman luar yang bersih dari sampah dan rumput liar juga memberikan pemandangan yang menyejukkan mata bagi setiap pengendara yang melintas di kawasan RT 30 Talang Banjar.

Aksi gotong royong di Langgar Baiturahim ini menjadi sebuah refleksi penting bahwa nilai-nilai luhur kebersamaan bangsa Indonesia belum pudar di era modern. Kegiatan ini tidak hanya berhasil mengembalikan keasrian tempat ibadah, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk mempererat tali silaturahmi antargenerasi di lingkungan RT 30. Dengan langgar yang bersih dan suci, warga kini dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan nyaman.

Lisa Sugiarty_24310410230_kelas karyawan_psikologi lingkungan_essai prestasi_ibu Arundati Sinta_up45


0 komentar:

Posting Komentar