EKSPERIMEN TENTANG SAMPAH (MEMBUAT KOMPOS DAN ECO ENZYM)
Sampah organik dari rumah tangga seperti sisa sayuran, buah-buahan dan daun kering sering kali dibuang begitu saja. Padahal sampah tersebut dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat seperti kompos dan eco enzym. Melalui eksperimen tentang sampah organik yang Saya lakukan, akan dapat mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menghasilkan produk yang berguna.
Saat dilaksanakannya eksperimen tentang sampah di rumah Dosen, Saya tidak bisa hadir dan Saya melakukan eksperimen sendiri di rumah dibantu oleh keluarga. Eksperimen tersebut adalah:
1. Membuat Kompos
Kompos adalah hasil penguraian bahan-bahan organik melalui proses alami yang melibatkan mikroorganisme. Pembuatan kompos merupakan salah satu cara sederhana dan ramah lingkungan untuk mengurangi jumlah sampah rumah tangga. Selain itu, kompos juga memiliki manfaat besar bagi kesuburan tanah karena mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
Proses pembuatan kompos dapat dilakukan dengan mudah menggunakan bahan-bahan yang tersedia di rumah. Dalam kesempatan ini Saya mencoba membuat kompos dari daun pisang dirajang kecil-kecil. Rajangan daun pisang kemudian diletakkan di ember. Rajangan daun pisang dicampur dengan dedak, kapur tani, POC, rajangan daun sirih, bubuk kayu, rajangan sampah kebun, tetes tebu dan EM4. Kemudian dicampur sampai rata. Kita siapkan wadah (gentong) bersih dan campuran tersebut dimasukkan ke dalam ember.
2. Membuat Eco Enzym
Salah satu cara mengurangi sampah organik adalah dengan mengolahnya menjadi eco enzym. Eco enzym adalah cairan alami yang dihasikan dari proses fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayuran, gula merah dan air matang dalam jangka waktu tertentu, biasanya sekitar tiga bulan. Cairan ini mengandung berbagai senyawa hasil fermentasi yang bermanfaat bagi lingkungan.
Eco enzym dapat digunakan sebagai pembersih alami, pupuk cair untuk tanaman, penghilang bau serta membantu mengurangi jumlah sampah organik rumah tangga.
Langkah-langkah membuat eco enzym adalah: siapkan 90 gram gula merah+270 gram kulit buah (jeruk)+900 gram air matang (450 gram air+450 gram air) dengan perbandingan 1:3:10. Gula merah ditimbang, dirajang, direbus dengan 450 gram air. Masukkan ke jerigen yang sudah bersih. Rajang kulit buah, timbang dan masukkan ke jerigen dengan torong khusus. Masukkan sisa air 450 gram ke jerigen. Siapkan 1 botol plastik yang sudah ada selang kecil. Isi botol tersebut dengan air mentah. 1 jerigen kecil diisi dengan 2 porsi, sedangkan jerigen besar 4 porsi. Fermentasi minimal 3 bulan.
Pengolahan sampah melalui pembuatan kompos dan eco enzym merupakan cara yang efektif untuk mengurangi jumlah sampah organik yang dibuang ke lingkungan. Melalui proses ini, limbah organik seperti sisa sayuran dan kulit buah dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat, yaitu kompos sebagai pupuk alami dan eco enzym sebagai cairan serbaguna yang ramah lingkungan. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Dengan demikian, pemanfaatkan sampah organik menjadi kompos dan eco enzym dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat dan berkelanjutan.


.jpeg)







0 komentar:
Posting Komentar