Merubah Kain Perca Menjadi Barang Bernilai Jual
Psikologi Inovasi
E3- Berperilaku Inovasi Berdasarkan Pikiraan Kreatif
Dosen Pengampu: Dr. Dra. Arundati Shinta, M.A
Nama: Oktaviana Wahyuningtyas
Nim: 22310410106
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Desember 2024
Menurut Yuan & Woodman (2010) perilaku inovasi adalah salah satu unsur panting dalam meningkatkan performa kerja. Inovasi adalah pengembangan dan penerapan ide baru oleh individu yang terlibat dalam interaksi pada suatu susunan organisasi (Van de Ven,1986). Sedangkan menurut West dan Farr (1990) inovasi yaitu pengenalan dan penerapan ide, proses, atau prosedur daru kedalam kelompok, organisasi atau masyarakat luas yang dimaksudkan untuk memberikan keuntungan pada kelompok, organisasi atau masyarakat luas tersebut. Perilaku inovasi sangat penting untuk dimiliki oleh seorang individu, prosesnya dari ide-ide baru dan kreatif yang di miliki individu.
Sampah merupakan sisa atau barang yang sudah tidak terpakai dan digunakan lagi oleh pemilikinya (Taufiq, 2015). Sampah di bedakan menjadi dua yaitu sampah organic dan sampah anorganik. Sampah organic merupakan sampah yang di peroleh dari sisa-sisa makhluk hidup yang dapat mengapami pembusukan dan bisa terurai dengan sendirinya. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan-bahan non-hayati bisa berupa sintetik maupun hasil proses teknologi pengelolahan bahan tembang atau sumber daya alam, yang tidak dapat terurai atau penguraiannya memerlukan waktu yang sangat lama. Contoh dari sampah anorganik yang tidak dapat mengalami pembusukan sendiri yaitu botol plastic, kaleng, dan kain perca (Marliani, 2015).
Kain perca merupakan salah satu dari sampah anorgaik yang tidak dapat terurai dengan sendirinya. Kain perca merupakan potongan kain yang sudah tidak digunakan lagi oleh penjahit. Kain perca biasanya di dapatkan dari garmen atau tempat pembuatan pakaian, bisa juga dari penjahit yang ada di perumahan.
Kain perca jika tidak ditangani dengan tepat akan memberikan dampak yang serius bagi lingkungan: 1) bisa merusak biota dalam tanah dalam jangka waktu tertentu, 2) kain perca yang dibakar dapat menghasilkan emesi gas rumah kaca, 3) menumpuk kain perca terlalu banyak dan lama akan menjadi sarang tikus, dan bisa menjadi tempat berkembangnya bibit-bibit penyakit, 4) kain perca yang di buang di selokan tidak akan terurai dengan sendirinya, tetapi bisa menymbat saluran air dan menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir.
Salah satu cara yang bisa dilakukan uuntuk mengurangi sampah kain perca dengan menjadikan barang yang memiliki nilai jual. Disini saya akan memberikan cara merubah kain perca menjadi tas yang memiliki nilai jual.Menggunakan tas belanja selain untuk mengurangi kain perca juga untuk mengurangi sampah kantong kresek.
Bahan dan alat yang digunakan:
Kain perca
Benang
Resleting
Langkah-langkah membuat tas:
Menyambungkan semua kain perca yang dimiliki menjadi satu lembar kain yang lebar,
Lalu memotong kain sesuai dengan ukuran yang diinginkan (85x40) untuk tas yang besar,
Memotong kain dengan ukuran 14x18 cm untuk bagian dompet,
Memotong kain ukuran 60x10 cm sebanyak 2 buah untuk tali atas tas,
Menjahit sisi kanan dan kiri dari kain yang besar,
Menjahit dompet dengan rit pada bagian depan tas,
Menjahit tali, alu disambungkan pada tas yang besar,
Sudah jadi tas belanja yang bisa di bawa kemana-mana dan ukuran bisa di kecilkan.
Lampiran:
Link penjualan:
https://vt.tokopedia.com/t/ZSNvvUur/
Daftar pustaka:
Dewi, N. A. K., Pratiwi, R., & Muzayyanah, L. (2020). Pelatihan ketrampilan kain perca untuk mengurangi limbah anorganik. Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), 2(2), 49-56.vg
Taufiq, A. (2015). Sosialisasi Sampah Organik dan Non Organik Serta Pelatihan Kreasi Sampah. Asian Journal of Innovation and Enterpreneurship, 4(1), 68-73.
Van de Ven, A. H. (1986). Central problem in the management of innovation. Management Science, 32(5), 590-607.
West, M. A., & Farr, J. L. (1990). Innovation at work. In M. A. West & J. L. Farr (Eds.), Innovation and creativity at work (pp. 1-13). Chichester: Wiley.
Yuan, F., & Woodman, W, R. (2010). Innovation Behavior in the Workplace: The Role of Performance and Image Outcome Expectations. Academy of Management Journal.
Suryani, I., Halimatussakdiah, H., & Sofa, N. (2020). Pengaruh pemberdayaan psikologi t
erhadap perilaku inovatif. Epigram, 17(1), 19-26.










0 komentar:
Posting Komentar