Menggugah Kepedulian Ekologis: Penguatan Motivasi Internal Melalui Aktivitas Budaya dan Kebersihan Lingkungan
Banun Havifah Cahyo Khosiyono (24310440002)– Mahasiswa Psikologi UP45, Mata Kuliah Psikologi Lingkungan, Dosen: Dr. Arundati Shinta, M.A. Kelas B.
Masalah mendasar dalam isu lingkungan hidup saat ini adalah rendahnya keterikatan emosional individu terhadap ekosistemnya, yang sering kali disebabkan oleh dominasi motivasi ekstrinsik, seperti sekadar mematuhi aturan atau menghindari denda sosial. Dalam kacamata psikologi inovasi, transformasi perilaku yang berkelanjutan memerlukan penguatan motivasi internal, yakni dorongan murni dari dalam diri yang lahir karena individu merasa aktivitas tersebut bermakna dan terintegrasi dengan identitas pribadinya. Guna menguji serta memperkuat determinasi diri ini, saya melibatkan diri secara aktif dalam tiga kompetisi yang mengombinasikan pelestarian alam dan kebudayaan lokal sebagai media internalisasi nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan.
Pengalaman pertama saya rancang melalui keikutsertaan dalam Lomba Kebersihan Lingkungan Tingkat Dukuh Sribitan 2026 yang dilaksanakan di Dukuh Sribitan, Bangunjiwon, Kasihan, Bantul pada 31 Mei 2026. Proses kreativitas dan latihan dalam kompetisi ini menuntut dedikasi fisik dan sosial yang tinggi, di mana kami harus memetakan area pengelolaan sampah, merancang sistem pemilahan limbah rumah tangga yang efektif, serta menggerakkan kesadaran kolektif warga sekitar. Melalui keterlibatan langsung ini, motivasi internal saya dikuatkan karena saya tidak lagi memandang kebersihan sebagai kewajiban yang menjemukan, melainkan sebagai bentuk aktualisasi diri untuk menciptakan ruang hidup yang sehat dan lestari bagi komunitas setempat.
Selain itu, untuk membantu para penderita kanker, saya mengikuti lomba lari yang diselenggarakan oleh Yayasan Liliput dan Yayasan Kanker Anak Indonesia pada hari Sabtu, 20 Juni 2026. Lomba terdiri dari anak-anak dan dewasa, mulai dari 5K dan disusul 3K. Acara mulai jam 06.00–08.00. Saya bisa menyelesaikan sekitar pukul 07.00. Sebagian dari pembayaran lari didonasikan untuk yayasan penderita kanker anak di Indonesia. Sebagai manusia yang memiliki jiwa sosial, saya tergugah untuk mengikuti lomba lari. Bonusnya, saya menjadi sehat jasmani dan rohani tentunya.
Selain lomba lari di Liliput, saya juga mengikuti di Jalarunn Fest yang diadakan oleh UMY pada hari Mingggu, 28 Juni 2026. Lari dengan panjang 6 KM. Saya bertiga bersama teman-teman saya yang mengampu mata kuliah Psikologi Lingkungan berbarengan mengikuti lomba lari. Lomba ini diikuti oleh anak-anak, remaja, dan dewasa.
Guna memperluas perspektif ekologis dari sudut pandang yang berbeda, saya juga berpartisipasi sebagai peserta dalam ajang kebudayaan, yaitu lomba tari klasik Srikandi Suradewati yang diselenggarakan oleh Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa, Yogyakarta, pada 4 Juli 2026. Menghubungkan seni tari tradisional dengan isu lingkungan hidup membutuhkan proses latihan kognitif dan fisik yang intens. Penjiwaan karakter Srikandi Suradewati melambangkan ketangguhan, ketegasan, dan tanggung jawab moral dalam menjaga harmoni alam. Proses olah rasa dan disiplin gerak selama latihan menumbuhkan kepekaan batin bahwa melestarikan budaya adiluhung berjalan selaras dengan kewajiban manusia untuk merawat Bumi tempat budaya itu tumbuh.
Secara psikologis, keterlibatan dalam keempat lomba ini membuktikan bahwa motivasi internal untuk peduli lingkungan tidak dapat tumbuh secara pasif, melainkan harus ditempa lewat tindakan nyata (action-based learning). Melalui integrasi antara aksi kebersihan di Sribitan, aksi sosial untuk donasi kepada penderita kanker anak di Indonesia melalui lomba lari di Liliput, lomba lari di UMY dan olah budaya di Sasminta Mardawa, saya berhasil membangun rasa kepemilikan (sense of ownership) yang mendalam terhadap isu-isu lingkungan. Kompetisi ini bukan lagi tentang mengejar trofi atau medali, melainkan sebuah sarana inovatif untuk melatih resiliensi, memperkuat komitmen personal, dan menyebarkan virus perubahan positif demi kelangsungan ekosistem di masa depan.
Daftar Pustaka
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The "what" and "why" of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior. Psychological Inquiry, 11(4), 227-268.
Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa. (2026). Piagam Partisipasi: Lomba Tari Klasik Srikandi Suradewati atas Nama Banun Havifah Cahyo Khosiyono. Yogyakarta.
Panitia Sribitan Bersih. (2026). Sertifikat Peserta: Lomba Kebersihan Lingkungan Tingkat Dukuh Sribitan 2026 atas Nama Banun Havifah Cahyo Khosiyono. Bantul.
Schultz, P. W. (2001). The structure of environmental concern: Concern for self, other people, and the biosphere. Journal of Environmental Psychology, 21(4), 327-339.






0 komentar:
Posting Komentar