MENJADI NASABAH BANK SAMPAH SEMBADA
25310430002
Psikologi Lingkungan/ Kelas Karyawan
(B)
Tugas: Essay 9 – Nasabah Bank Sampah
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta
M.A.
Bulan/ tahun terbit: Juli/ 2026
FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PROKLAMASI
45
HARI/TANGGAL PELAKSANAAN KEGIATAN : Sabtu dan Selasa/ 04 Juli 2026 dan 07 Juli 2026
TEMPAT PELAKSANAAN :
Bank Sampah SEMBADA
LOKASI :
Donokerto, Kec. Turi, Kab Sleman, DIY
TUJUAN KEGIATAN:
Kegiatan ini bertujuan agar kita bisa secara nyata mengelola
sampah anorganik melalui bank sampah, sehingga kita bisa mengetahui bahwa
sampah bisa dijual menjadi uang. Selain itu kegiatan ini dapat dilakukan
sebagai stimulus pembentukan perilaku bertanggung jawab dan menghormati sampah.
PENDAHULUAN
Banyak dari masyarakat umum belom
mengetahui apa yang dimaksud dengan bank sampah. Sebelum kita membahas lebih
jauh mengenai konsep bank sampah dan manfaaatnya, terlebih dahulu kita mempelajari
sejarah singkat mengenai bank sampah. Bank sampah didirikan oleh Bambang
Suwerda pada tahun 2008 di Desa Badegan Kabupaten Bantul, provinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta dengan nama Bank Sampah Gemah Ripah.
Menurut Bambang Suwerda, bank sampah
merupakan sistem pengelolaan sampah dari bagian hulu (rumah tangga) dengan pemilahan
sampah. Konsep pengelolaan sampah seperti bank memberikan daya tarik tersendiri
bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam bank sampah. Selain manfaat di
bidang ekonomi (sampah dapat ditukarkan ke dalam bentung uang berupa tabungan),
bank sampah juga sebagai salah satu aktivitas atau tindakan penyelamatan
lingkungan dimana dari bank sampah ini masyarakat belajar untuk memilah sampah
rumah tangga mereka, sampah organik dijadikan kompos dan sampah anorganik yang
tidak dapat didaur ulang di rumah tangga dan memiliki nilai jual disetorkan ke
bank sampah.
PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan
ini saya laksanakan pada hari selasa, 7 Juli 2026 di salah satu bank sampah
yang ada di Sleman Yogyakarta, yaitu Bank Sampah Sembada. Bank Sampah Sembada
sendiri berdiri sejak tahun 2018 dan berlokasi di Jetis, Donokerto, Kecamatan Turi,
Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bank Sampah Sembada ini berada di
bawah naungan dari pendiri Bank Sampah Indonesia, bapak Bambang Suweda dan operasional
lapangan dikelola langsung oleh bapak Agus Robanadi. Bank Sampah Sembada adalah
salah satu bank sampah yang dalam aktivitas operasionalnya selain menggunakan
pencatatan konvensional juga menggunakan sistem digitalisasi, saldo awal
minimal untuk dapat buku tabungan adalah sebesar Rp. 5.000, - jikalau tidak
sampai pada saldo minimal pada awal setoran, maka hanya dicatatkan pada slip
setoran dan selanjutkan akan dicatat di buku besar. Pengambilan atau penarikan
uang dapat dilakukan setiap saat (tidak ada ketentuan khusus), tetapi hendaknya
nasabah yang ingin melakukan penarikan diharapkan mengkonfirmasi pihak Bank Sampah
Sembada H-2 sebelum pengembilan, tetapi secara umum nasabah di Bank Sampah
Sembada ini melakukan penarikan setiap satu tahun sekali menjelang Idul Fitri.
Ini
merupakan kedatangan saya yang kedua kali, sebelumnya saya datang di hari
sabtu, 4 Juli 2026 tetapi tidak langsung menyetorkan atau menabung, pada
kedatangan pertama saya di Bank Sampah Sembada saya bertemu dengan Pak Agus Robanadi
selaku pengelola dari Bank Sampah Sembada. Pada kesempatan itu, Pak Agus
Robanadi memberikan informasi secara detail mengenai sejarah berdirinya Bank
Sampah Indonesia, Bank Sampah Sembada (kendala dan tantangannya), tata cara
menabung di bank sampah, dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan bank
sampah. Jadi dalam tugas kali ini fokus saya tidak hanya menjadi nasabah bank
sampah, tetapi saya juga sangat tertarik untuk mempelajari segala sesuatu yang
berhubungan dengan bank sampah agar apa yang saya lakukan bisa saya dapatkan
esensinya secara menyeluruh.
Pada
kesempatan ini, sampah anorganik yang akan saya setorkan sudah saya pilah terlebih
dahulu berdasarkan jenisnya dan saya juga memastikan semua sampah organik yang
akan saya setorkan itu dalam keadaan yang bersih. Sampah yang saya setorkan
kali ini mulai dari sampah anorganik yang berbahan plastik, kardus, kertas
duplex, dan aqua galon. Pada kesempatan kali ini saya diterima langsung oleh
Pak Agus Robanadi, selanjutnya saya diminta untuk mengisi Formulir Pendaftaran
Nasabah Baru Bank Sampah Sembada, setelah itu langkah selanjutnya sampah ditimbang
berdasarkan jenisnya. Setelah semua sampah selesai ditimbang maka akan dihitung
dan dicatat. Semua sampah yang saya setorkan kali ini dihargai sebesar Rp.
8.250, - (yang terdiri dari 5 galon air mineral, 2 kg kertas duplex, 2 kg kardus,
dan beberapa botol minyak goreng dan beberapa sampah plastik kemasan kopi
sachet, kemasan makanan kucing, kemasan pengharum dan kemasan detergent cair). Dikarenakan
saldo awal saya lebih dari saldo minimum, maka pencatatannya dilakukan ke dalam
buku tabungan, dan selanjutnya buku tabungan tersebut disimpan oleh pihak bank
sampah tersebut.
KESIMPULAN
Bagi saya pribadi, kegiatan kali ini
merupakan pengetahuan baru yang cukup menarik, Dimana selain sebagai salah satu
tugas mata kuliah psikologi lingkungan, dalam kegiatan ini saya secara nyata
melakukan kegiatan memilah dan membersihkan sampah, mengantarkan sampah
anorganik yang sudah saya pilah tersebut ke bank sampah, dan secara langsung
belajar proses cara menabung dan proses menabung di bank sampah. Kegiatan ini
secara umum memiliki esensi untuk memiliki sikap tanggung jawab dan menghormati
sampah yang kita produksi. Diharapkan melalui kegiatan ini, saya dapat semakin
mencintai lingkungan serta dapat terus konsisten dalam melakukan kegiatan 3R (Reduce,
Reuse, Recycle) dan diharapkan apa yang saya lakukan tersebut bisa menjadi
contoh kepada orang lain, dimulai dari keluarga kecil saya sendiri. Karena saya
percaya setiap langkah kecil yang kita lakukan sangat membantu untuk lingkungan
hidup.
… TERUSLAH BERPROSES …












0 komentar:
Posting Komentar