Upcycling Kain Perca Menjadi Dompet & Tas
Banun Havifah Cahyo Khosiyono (24310440002)– Mahasiswa Psikologi UP45, Mata Kuliah Psikologi Lingkungan, Dosen: Dr. Arundati Shinta, M.A. Kelas B.
Selama April–Juli 2026, saya merintis usaha kecil berbasis ekonomi sirkuler dengan memanfaatkan kain perca dari penjahit sekitar kos. Kain perca sering dianggap limbah anorganik yang tidak berguna, padahal dengan sedikit kreativitas bisa diubah menjadi dompet dan tas unik. Proses kreatif ini berangkat dari keprihatinan psikologis: banyak konsumen muda mengalami FOMO fashion sehingga membeli produk baru terus-menerus, sementara limbah tekstil menumpuk. Dengan upcycling, saya ingin menawarkan alternatif ramah lingkungan sekaligus mengurangi rasa bersalah konsumen terhadap sampah.
Proses Produksi
Langkah pertama adalah mengumpulkan kain perca dari penjahit lokal. Hambatan muncul karena ukuran kain tidak seragam, sehingga saya harus menyusun pola patchwork. Kedua, saya menggunakan mesin jahit sederhana untuk menyatukan potongan, menambahkan lapisan kain bekas sprei sebagai lining agar lebih kuat. Ketiga, saya memasang resleting dan tali dari bahan daur ulang. Hambatan terbesar adalah ketahanan produk, beberapa kali jahitan lepas. Saya mengatasinya dengan memperkuat bagian sambungan menggunakan teknik zig-zag.
Proses Pemasaran
Produk saya dipublikasikan di Instagram pribadi dengan harga Rp35.000 untuk dompet dan Rp75.000 untuk tas. Dari sisi psikologi konsumen, saya menekankan nilai emosional: membeli produk ini berarti ikut berkontribusi pada lingkungan. Dari sisi psikologi lingkungan, saya menekankan bahwa setiap pembelian adalah bentuk coping kolektif terhadap krisis sampah tekstil.
Hasil & Refleksi
Selama periode promosi, produk belum banyak terjual, namun ada beberapa DM yang masuk menanyakan detail. Hambatan pemasaran adalah stigma barang daur ulang dianggap murahan. Saya mengatasinya dengan menampilkan foto estetik dan narasi “eco-fashion untuk Gen Z”. Walau belum laku, saya merasa usaha ini berhasil membangun kesadaran bahwa kain perca bisa menjadi produk berguna dan bernilai jual.
Kesimpulan
Upcycling kain perca menjadi dompet dan tas bukan hanya solusi kreatif terhadap limbah, tetapi juga langkah awal merintis usaha ekonomi sirkuler. Dari hulu (produksi) hingga hilir (pemasaran), saya belajar bahwa wirausaha berkelanjutan membutuhkan ketekunan, inovasi, dan strategi komunikasi psikologis agar konsumen mau menerima produk ramah lingkungan.
Link Instagram: https://www.instagram.com/p/Dag6S-yiavv/?igsh=b3pucmZ4ODA1cXhk






0 komentar:
Posting Komentar