Pembuatan Piring Hias Melalui Teknik Decoupage dan Pembuatan Goodie Bag
Pingkan
Winahyuningtyas
24310410234
Kelas
Psikologi Lingkungan – B
Tugas
Essai 5
Dosen
Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.
Fakultas
Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Pada hari Selasa, 7 Juli 2026 mulai pukul 12.30 WIB,
saya melakukan eksperimen anorganik dengan menghias piring bening menggunakan
kain perca batik atau yang lebih dikenal dengan teknik decoupage.
Kegiatan ini saya lakukan sebagai pengganti praktikum mata kuliah Psikologi
Lingkungan karena pada hari Minggu, 31 Mei 2026, saya tidak dapat mengikuti
kegiatan eksperimen yang dilaksanakan di rumah Ibu Dr.Arundati Shinta, M.A. selaku dosen pengampu
mata kuliah Psikologi Lingkungan.
Eksperimen ini memberikan pengalaman baru bagi saya mengenai
pentingnya memanfaatkan barang-barang yang masih memiliki nilai guna. Dengan
sedikit kreativitas, kain perca dapat diolah menjadi kerajinan yang indah serta
memiliki nilai seni bahkan nilai ekonomi. Melalui kegiatan ini saya belajar
bahwa menjaga lingkungan tidak selalu dilakukan dengan cara yang besar, tetapi
dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana.
Alat dan bahan yang saya gunakan dalam eksperimen pertama ini
terdiri dari kain perca motif batik, kuas, lem, gunting, piring bening, wadah
kecil, dan pernis. Langkah pertama yang saya lakukan adalah menuangkan lem ke
dalam wadah kecil agar lebih mudah saat digunakan. Setelah itu, saya
mengoleskan lem secara merata pada seluruh bagian belakang piring bening
menggunakan kuas.
Setelah permukaan piring tertutup lem, saya mulai menempelkan
kain perca batik secara perlahan sambil merapikannya agar tidak terdapat
lipatan maupun gelembung udara. Setelah kain menempel dengan baik, saya kembali
mengoleskan lem di atas permukaan kain agar kain melekat lebih kuat pada
piring.
Selanjutnya, piring dijemur di bawah sinar matahari langsung
hingga lem benar-benar kering. Setelah kering, saya menggunting sisa kain
mengikuti bentuk piring sehingga hasilnya terlihat lebih rapi. Tahap berikutnya
adalah mengoleskan pernis secara merata pada seluruh permukaan kain. Pernis
berfungsi melindungi hasil kerajinan sekaligus memberikan tampilan yang lebih
mengilap. Tahap akhir, piring kembali dijemur hingga benar-benar kering.
Piring bening yang sebelumnya tampak biasa kini berubah
menjadi kerajinan yang unik dan menarik.
Saya menyadari bahwa kreativitas mampu mengubah barang sederhana menjadi
sesuatu yang memiliki nilai lebih. Piring tersebut saya gunakan sebagai hiasan
rumah.
Pada hari berikutnya, yaitu Rabu, 8 Juli 2026 mulai pukul 16.00 WIB, saya kembali melakukan eksperimen anorganik dengan membuat goodie
bag dari kalender bekas. Kalender bekas merupakan salah satu jenis sampah
yang sering menumpuk di rumah setelah pergantian tahun. Melalui eksperimen ini
saya belajar bahwa kalender bekas dapat dimanfaatkan kembali menjadi sebuah goodie
bag yang menarik dan memiliki fungsi baru.
Alat dan bahan yang digunakan dalam eksperimen kedua ini
adalah kalender bekas, tali, penggaris, pensil, cat air, wadah cat air,
perforator, dan double tape. Langkah pertama yang saya lakukan adalah melipat
kalender bekas melalui beberapa tahapan hingga membentuk pola seperti goodie
bag dan merekatkan bagian bawah serta sudut kanan kiri nya menggunakan
double tape.
Setelah goodie bag terbentuk, saya mulai membuat pola
gambar menggunakan pensil dan penggaris. Saya memilih pola batik yang sederhana.
Tahap berikutnya adalah mewarnai pola tersebut menggunakan cat air. Proses
mewarnai menjadi bagian yang paling menyenangkan karena saya bebas berkreasi
dengan berbagai warna sesuai selera. Setelah selesai diwarnai, tunggu beberapa
saat hingga cat benar-benar kering.
Tahap terakhir adalah melubangi kedua sisi bagian atas
menggunakan perforator sebagai tempat pegangan. Setelah lubang selesai dibuat,
saya memasang tali sehingga goodie bag siap digunakan. Hasil akhirnya
cukup memuaskan. Kalender bekas yang sebelumnya tidak terpakai kini berubah
menjadi tas kecil yang unik, menarik, dan dapat digunakan sebagai tempat untuk membawa
barang-barang ringan.
Melalui dua eksperimen tersebut, saya memperoleh banyak
pengalaman dan pelajaran yang sangat bermanfaat. Saya menyadari bahwa
barang-barang yang sering dianggap sebagai sampah sebenarnya masih memiliki
potensi untuk dimanfaatkan kembali apabila diolah dengan kreativitas. Kegiatan
ini juga melatih ketelitian, kesabaran, kreativitas, serta kemampuan saya dalam
mengikuti setiap tahapan kerja dengan baik.
Kegiatan ini memberikan pemahaman bahwa perilaku manusia
memiliki pengaruh besar terhadap kelestarian lingkungan. Salah satu bentuk
perilaku positif adalah memanfaatkan kembali limbah atau barang bekas menjadi
produk yang memiliki nilai guna. Dengan melakukan daur ulang sederhana seperti
menghias piring menggunakan kain perca batik dan membuat goodie bag dari
kalender bekas, kita turut membantu mengurangi jumlah sampah yang berakhir di
tempat pembuangan. Selain itu, kegiatan seperti ini juga dapat menumbuhkan
kepedulian terhadap lingkungan dan mengajarkan bahwa menjaga bumi dapat dimulai
dari tindakan kecil dalam kehidupan sehari-hari.


.jpeg)








0 komentar:
Posting Komentar