Rabu, 08 Juli 2026

Essai 5 - Eksperimen Anorganik di Rumah

 

Pembuatan Piring Hias Melalui Teknik Decoupage dan Pembuatan Goodie Bag

 

Pingkan Winahyuningtyas

24310410234

Kelas Psikologi Lingkungan – B

Tugas Essai 5

Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

 

Pada hari Selasa, 7 Juli 2026 mulai pukul 12.30 WIB, saya melakukan eksperimen anorganik dengan menghias piring bening menggunakan kain perca batik atau yang lebih dikenal dengan teknik decoupage. Kegiatan ini saya lakukan sebagai pengganti praktikum mata kuliah Psikologi Lingkungan karena pada hari Minggu, 31 Mei 2026, saya tidak dapat mengikuti kegiatan eksperimen yang dilaksanakan di rumah Ibu Dr.Arundati Shinta, M.A. selaku dosen pengampu mata kuliah Psikologi Lingkungan.

Eksperimen ini memberikan pengalaman baru bagi saya mengenai pentingnya memanfaatkan barang-barang yang masih memiliki nilai guna. Dengan sedikit kreativitas, kain perca dapat diolah menjadi kerajinan yang indah serta memiliki nilai seni bahkan nilai ekonomi. Melalui kegiatan ini saya belajar bahwa menjaga lingkungan tidak selalu dilakukan dengan cara yang besar, tetapi dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana.

Alat dan bahan yang saya gunakan dalam eksperimen pertama ini terdiri dari kain perca motif batik, kuas, lem, gunting, piring bening, wadah kecil, dan pernis. Langkah pertama yang saya lakukan adalah menuangkan lem ke dalam wadah kecil agar lebih mudah saat digunakan. Setelah itu, saya mengoleskan lem secara merata pada seluruh bagian belakang piring bening menggunakan kuas.

Setelah permukaan piring tertutup lem, saya mulai menempelkan kain perca batik secara perlahan sambil merapikannya agar tidak terdapat lipatan maupun gelembung udara. Setelah kain menempel dengan baik, saya kembali mengoleskan lem di atas permukaan kain agar kain melekat lebih kuat pada piring.

Selanjutnya, piring dijemur di bawah sinar matahari langsung hingga lem benar-benar kering. Setelah kering, saya menggunting sisa kain mengikuti bentuk piring sehingga hasilnya terlihat lebih rapi. Tahap berikutnya adalah mengoleskan pernis secara merata pada seluruh permukaan kain. Pernis berfungsi melindungi hasil kerajinan sekaligus memberikan tampilan yang lebih mengilap. Tahap akhir, piring kembali dijemur hingga benar-benar kering.

Piring bening yang sebelumnya tampak biasa kini berubah menjadi kerajinan  yang unik dan menarik. Saya menyadari bahwa kreativitas mampu mengubah barang sederhana menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih. Piring tersebut saya gunakan sebagai hiasan rumah.

Pada hari berikutnya, yaitu Rabu, 8 Juli 2026 mulai pukul 16.00 WIB, saya kembali melakukan eksperimen anorganik dengan membuat goodie bag dari kalender bekas. Kalender bekas merupakan salah satu jenis sampah yang sering menumpuk di rumah setelah pergantian tahun. Melalui eksperimen ini saya belajar bahwa kalender bekas dapat dimanfaatkan kembali menjadi sebuah goodie bag yang menarik dan memiliki fungsi baru.

Alat dan bahan yang digunakan dalam eksperimen kedua ini adalah kalender bekas, tali, penggaris, pensil, cat air, wadah cat air, perforator, dan double tape. Langkah pertama yang saya lakukan adalah melipat kalender bekas melalui beberapa tahapan hingga membentuk pola seperti goodie bag dan merekatkan bagian bawah serta sudut kanan kiri nya menggunakan double tape.

Setelah goodie bag terbentuk, saya mulai membuat pola gambar menggunakan pensil dan penggaris. Saya memilih pola batik yang sederhana. Tahap berikutnya adalah mewarnai pola tersebut menggunakan cat air. Proses mewarnai menjadi bagian yang paling menyenangkan karena saya bebas berkreasi dengan berbagai warna sesuai selera. Setelah selesai diwarnai, tunggu beberapa saat hingga cat benar-benar kering.

Tahap terakhir adalah melubangi kedua sisi bagian atas menggunakan perforator sebagai tempat pegangan. Setelah lubang selesai dibuat, saya memasang tali sehingga goodie bag siap digunakan. Hasil akhirnya cukup memuaskan. Kalender bekas yang sebelumnya tidak terpakai kini berubah menjadi tas kecil yang unik, menarik, dan dapat digunakan sebagai tempat untuk membawa barang-barang ringan.

Melalui dua eksperimen tersebut, saya memperoleh banyak pengalaman dan pelajaran yang sangat bermanfaat. Saya menyadari bahwa barang-barang yang sering dianggap sebagai sampah sebenarnya masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali apabila diolah dengan kreativitas. Kegiatan ini juga melatih ketelitian, kesabaran, kreativitas, serta kemampuan saya dalam mengikuti setiap tahapan kerja dengan baik.

Kegiatan ini memberikan pemahaman bahwa perilaku manusia memiliki pengaruh besar terhadap kelestarian lingkungan. Salah satu bentuk perilaku positif adalah memanfaatkan kembali limbah atau barang bekas menjadi produk yang memiliki nilai guna. Dengan melakukan daur ulang sederhana seperti menghias piring menggunakan kain perca batik dan membuat goodie bag dari kalender bekas, kita turut membantu mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan. Selain itu, kegiatan seperti ini juga dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan mengajarkan bahwa menjaga bumi dapat dimulai dari tindakan kecil dalam kehidupan sehari-hari.

0 komentar:

Posting Komentar