Jumat, 20 Desember 2024

E5-MELAKUKAN PERUBAHAN DIRI_RIFKY BACHTIAR LISANDRA_22310410011

 

TRANSFORMASI DIRI MELALUI KEBIASAAN BERSEPEDA : TANTANGAN DAN SOLUSI PRAKTIS

PSIKOLOGI INOVASI

E5-LAKUKAN PERUBAHAN DIRI

DOSEN PENGAMPU: Dr., Dra. ARUNDATI SHINTA, MA.

 

RIFKY BACHTIAR LISANDRA

22310410011

 


FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45

YOGYAKARTA

DESEMBER/2024



Ketika mendapatkan tugas dari mata kuliah Psikologi Inovasi, saya menyadari bahwa perubahan diri adalah proses yang menantang namun sangat penting. Sebelumnya saya memiliki kebiasaan pasif, jarang berolahraga dan lebih sering menghabiskan waktu di depan layar handphone. Akibatnya tubuh saya cepat merasa lelah dan kurang bugar. Tugas ini menjadi kesempatan untuk memulai kebiasaan baru yang lebih sehat. Saya memilih bersepeda sebagai langkah awal untuk mengubah diri.

Dalam menentukan kegiatan pengubahan diri, saya menyusun kriteria yang harus dipenuhi agar perubahan tersebut bisa dilakukan dengan konsisten :

1. Kegiatannya sederhana.

2. Mudah dilakukan kapan saja.

3. Tidak memerlukan biaya tinggi.

4. Memberikan dampak yang dapat dirasakan dan terukur.

5. Bisa dilakukan secara mandiri.

Bersepeda memenuhi seluruh kriteria tersebut. Selain itu, kegiatan ini memungkinkan saya untuk menikmati udara segar sekaligus meningkatkan kebugaran fisik. Saya memutuskan untuk melakukannya secara rutin selama delapan minggu, dimulai pada 1 Oktober hingga 27 Oktober 2024.

Pelaksanaan dan Evaluasi Perubahan Diri

Proses perubahan diri ini dilakukan dengan meningkatkan intensitas dan tantangan bersepeda setiap minggu. Berikut adalah rincian perjalanan delapan minggu saya :

1. Minggu Pertama : Awal yang Berat

Saya memulai dengan bersepeda selama 1 jam di sekitar kompleks tempat tinggal. Meski terasa canggung, udara segar membuat saya merasa lebih bersemangat. Namun, tubuh terasa pegal setelahnya.

2. Minggu Kedua : Menambah Durasi

Saya memperpanjang durasi menjadi 1 jam 15 menit dengan rute menuju taman kota. Stamina mulai meningkat, meski tubuh masih terasa lelah setelah aktivitas ini.

3. Minggu Ketiga : Meningkatkan Kecepatan

Pada minggu ini, saya menambahkan tantangan dengan meningkatkan kecepatan bersepeda selama 1 jam 30 menit. Meskipun kelelahan bertambah, saya merasa bangga karena berhasil melampaui kecepatan sebelumnya.

4. Minggu Keempat : Eksplorasi Jalur Baru

Saya mencoba jalur baru dengan beberapa tanjakan selama 1 jam 30 menit. Tanjakan yang curam membuat saya cepat lelah, namun keberhasilan melewatinya memberikan rasa percaya diri.

5. Minggu Kelima : Bersepeda Bersama Teman

Saya bersepeda selama 1 jam 45 menit bersama teman. Bersepeda dalam kelompok terasa lebih menyenangkan, meskipun harus menyesuaikan kecepatan dengan mereka.

6. Minggu Keenam : Menambah Intensitas

Intensitas saya tingkatkan dengan bersepeda selama 2 jam. Saya berfokus pada kecepatan dan hasilnya stamina saya semakin baik. Meski jalur yang dilalui cukup melelahkan, saya merasa puas dengan perkembangan ini.

7. Minggu Ketujuh : Rute yang Lebih Menantang

Saya memilih jalur yang lebih berat dengan banyak tanjakan dan jalan berbatu. Energi saya terkuras lebih cepat, tetapi rasa bangga menyelesaikan rute ini sangat memotivasi.

8. Minggu Kedelapan : Evaluasi Akhir

Minggu terakhir, saya mengulang rute sulit dari minggu sebelumnya. Hasilnya, saya melihat peningkatan signifikan dalam kebugaran fisik dan mental saya. Meskipun cuaca tidak selalu mendukung, saya tetap berusaha untuk melanjutkan rutinitas.


Tantangan dalam Proses Perubahan Diri

Seperti perubahan lainnya, ada berbagai tantangan yang saya hadapi :

1. Rasa malas untuk memulai

Saya mengatasi rasa malas dengan membayangkan manfaat positif dari bersepeda dan menggunakan pakaian olahraga yang nyaman untuk meningkatkan semangat.


2. Keinginan berhenti sebelum mencapai target

Ketika rasa lelah muncul, saya membujuk diri untuk melanjutkan sedikit demi sedikit. Teknik self-persuasion ini sangat efektif untuk menjaga konsistensi.

 

3. Ketidaknyamanan akibat pengawasan lingkungan

Saya memilih waktu pagi untuk menghindari keramaian dan merasa lebih nyaman.

 

4. Masalah teknis seperti ban kempes

Saya membawa peralatan cadangan agar dapat segera memperbaiki sepeda jika terjadi kendala.

 

Hasil yang Dicapai

Setelah delapan minggu, saya berhasil membangun kebiasaan baru yang memberikan dampak positif. Kebugaran fisik saya meningkat, stamina bertambah dan suasana hati menjadi lebih baik. Aktivitas ini juga membuat saya lebih energik dan mampu mengelola stres dengan lebih baik.

 

Langkah ke Depan

Agar kebiasaan ini tetap berlanjut, saya memutuskan untuk bergabung dengan komunitas sepeda di desa saya. Selain itu, saya juga berencana mengikuti acara sepeda santai secara rutin sebagai bentuk motivasi tambahan. Dengan demikian, saya dapat terus menjaga kebiasaan ini dan melangkah menuju perubahan yang lebih besar.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Arief, R. (2021). Efektivitas Aktivitas Fisik dalam Mengurangi Stres dan Meningkatkan Kesejahteraan Mental. Jurnal Psikologi Indonesia, 12(2), 145–157.

 

Dewi, N. A. (2021, Oktober). Langkah Sederhana Memulai Kebiasaan Berolahraga. Kompasiana.

 

Rahmawati, E., & Sudirman, A. (2019). Manajemen Perubahan Diri melalui Aktivitas Fisik dan Olahraga. Jurnal Psikologi Terapan, 7(3), 89–97.


0 komentar:

Posting Komentar