Minggu, 22 Desember 2024

E5: Melakukan Perubahan Diri_Transformasi Diri Melalui Renang Rutin_EvanPrimaPohan_23310420033


PSIKOLOGI INOVASI

ESAI 5
MELAKUKAN PERUBAHAN DIRI

Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA



Evan Prima Pohan

23310420033

 

 FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45

YOGYAKARTA

2024



Transformasi Diri Melalui Renang Rutin

 

Awalnya, saya hanya ingin memenuhi tugas esai kelima tentang perubahan diri. Namun, karena saya menyukai renang, fokus saya justru bergeser. Bukannya hanya menyelesaikan tugas, saya malah terdorong untuk melatih kecepatan dan ketahanan diri. Renang bagi saya bukan sekadar olahraga; ia menjadi medium transformasi yang penuh tantangan sekaligus kenikmatan. Sejak 5 Oktober hingga 7 Desember 2024, saya rutin berenang setiap minggu di Kolam Renang Fakultas Vokasi UNY, yang berlokasi di Jl. Mandung, Serut, Pengasih, Kulon Progo. Kolam ini memiliki ukuran utama 25x50 meter dengan kedalaman maksimal 2,5 meter, serta kolam pemanasan yang lebih kecil. Rutinitas saya meliputi delapan minggu berturut-turut, 1 sesi dengan 2 kali loop per minggu, di mana setiap sesi terdiri atas dua belas putaran yang diulang dua kali, dengan jeda 15 menit di antara keduanya. Jarak rumah saya ke lokasi yang mencapai 11 km serta berbagai kendala lainnya membuat perjalanan ini menjadi latihan fisik sekaligus juga latihan mental.

Setiap sesi diawali dengan pemanasan di kolam kecil selama sekitar 10 menit atau sampai tubuh saya sudah terasa siap. Renang gaya dada menjadi pilihan utama saya, yang memungkinkan saya menyelesaikan total 24 putaran untuk setiap sesinya, atau sekitar 1.200 meter setiap minggu. Dengan konsistensi ini, saya mulai melihat peningkatan dalam waktu tempuh. Tabel berikut menunjukkan perkembangan waktu saya dalam menyelesaikan dua belas putaran di setiap sesi:


Tabel 1. Waktu Renang Perminggu
Tabel 1. Waktu Renang Perminggu


Gambar 1. Grafik Waktu Renang per-sesi

Tabel 2. Rata-rata waktu renang per-sesi

Gambar 2. Grafik rata-rata waktu renang per-sesi

Adik laki-laki saya kadang menemani saya berenang, namun sering kali saya berenang sendiri. Ketika sendirian, suasana kolam yang ramai sering menjadi ruang refleksi bagi saya mengenai arti dari kebersamaan dan teman dalam melalui kehidupan. Tantangan lain juga datang silih berganti, mulai dari hujan, kemacetan di jalan, hingga rasa malas yang muncul saat hari Minggu karena kolam sering terlalu ramai. Ada kalanya saya tergoda untuk menyerah, terutama jika pulang kemalaman atau ketika adik saya tidak bisa ikut. Namun,  kesukaan saya pada renang dan dorongan untuk melihat kemajuan pribadi membuat saya tetap terus melakukan aktivitas ini. Dari rutinitas ini, saya merasakan manfaat yang nyata: tidur saya lebih nyenyak, tubuh terasa lebih segar, dan kepercayaan diri saya juga meningkat.

Dalam perspektif psikologi inovasi, proses perubahan diri yang efektif sering kali dimulai dengan adaptasi yang relevan dengan minat individu, di mana kebiasaan baru terbentuk melalui aktivitas yang sederhana namun penuh makna. Psikologi inovasi mengajarkan bahwa perubahan tersebut tidak harus dimulai dengan langkah besar, tetapi bisa dimulai dengan tindakan yang terasa menyatu dengan diri kita, seperti renang. Aktivitas ini memberikan struktur yang jelas untuk mengukur perkembangan diri sekaligus membantu mengatasi resistensi terhadap perubahan. Dalam prosesnya, setiap tantangan yang berhasil dilalui tidak hanya memperkuat fisik, tetapi juga mental. Motivasi internal memainkan peran penting dalam hal ini, karena dorongan pribadi untuk berkembang dan mengatasi rintangan menjadi bahan bakar bagi keberhasilan. Sebagaimana penelitian dari Yuniarti (2020) yang menyatakan bahwa olahraga rutin, termasuk renang, dapat meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi tingkat stres, saya merasakan adanya pergeseran titik zenith stres, yang semula tinggi menjadi lebih terkelola seiring dengan konsistensi berolahraga. Lebih lanjut, penelitian oleh Wibowo (2022) menunjukkan bahwa latihan renang secara teratur dapat memperkuat daya tahan tubuh dan kemampuan kardiovaskular. Transformasi yang saya alami melalui renang tidak hanya berkontribusi pada pencapaian tugas akademik, tetapi juga mendorong saya untuk melampaui batas diri, memperluas potensi yang lebih besar, dan mengembangkan ketahanan mental yang lebih tangguh.


Daftar Pustaka

Yuniarti, T. (2020). Pengaruh Olahraga Terhadap Kesehatan Mental. Jurnal Kesehatan Indonesia, 12(2), 45-53.

Wibowo, A. (2022). Latihan Renang dan Pengaruhnya pada Daya Tahan Fisik. Jurnal Olahraga dan Kesehatan, 15(1), 67-74.







0 komentar:

Posting Komentar