Sabtu, 21 Desember 2024

E5: PERUBAHAN DIRI MELALUI OLAH RAGA JALAN PAGI SELAMA 10 MINGGU OLEH DWITA ASTRIA BAGRE_PSIKOLOGI INOVASI

 

Perubahan Diri Melalui Olahraga Jalan Pagi Selama 10 Minggu

ESSAY 5 BERPERILAKU PERUBAHAN DIRI

DOSEN PENGAMPU: Dr., Dra. ARUNDATI SHINTA, MA.

Dwita Astria Bagre

21310410014

FAKULTAS PSIKOLOGI

 UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

NOVEMBER – 2024

 

Dalam Kehidupan Sehari-hari Kita tidak akan jauh dari Sebuah Aktivitas yang namanya Olahraga. Olahraga telah lama dikenal sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental bagi kepribadian seseorang. Di antara berbagai jenis olahraga, saya memilih jalan pagi dengan menempuh 7Km dalam Seminggu untuk Jalan Pagi jika saya bangun tepat waktu untuk melakukan olahraga tersebut. Sehingga waktu yang saya tentukan sesuai dengan hari dimana sayang akan melakukan aktivitas olahraga.

Minggu Awal: Mengatasi Rasa Malas dan Rasa Ngantuk dengan Melakukan Olahraga Jalan Pagi.

Pada minggu-minggu pertama, tantangan terbesar adalah melawan rasa malas dan rasa ngantuk, karena harus jalan pagi itu saya menjadwalkan bahwa harus melakukan di jam 05:30 Pagi, tapi selalu bangun di jam 06:00 bahkan jam 06:45, Sehingga saya masih merasa mengantuk dan tidak ingin untuk melakukan olahraga tersebut. Tubuh yang belum terbiasa bergerak di pagi hari sering kali terasa lemas apalagi udara pagi hari yang dingin. Namun di Minggu kedua dan ketiga saya menggunakan alarm agar bangun tepat waktu dan bisa melakukan olahraga tersebut, saya jalan menyusuri jalanan sehingga bisa memilih sunrise di banyak tempat, apalagi di alam Papua yang begitu indah.  

Secara fisik, tubuh saya mulai merasakan manfaatnya, ketika sudah menjalankan beberapa Minggu jalan pagi, tubuh terasa sehat, proses Pencernaan dan pernapasan sangat baik. Meski pada awalnya terasa sulit, menyelesaikan jalan pagi begitu terasa enak namun lama kelamaan saya juga merasakan capek dan lelah, setelah beberapa saat berjalan, sehingga saya juga tidak menyelesaikan jalan pagi dengan perkiraan saya apakah bisa melebihi 7km atau Bahakan kurang dari 7km.

Minggu Tengah: Terbiasa dan Komitmen

Kemudian saya mencoba untuk tidak putus-putus dalam melakukan olahraga jalan pagi, namun dalam beberapa Minggu saya jalan pagi tapi selalu cepat merasakan kecapean, sehingga kadang berhenti untuk tidak melanjutkan olahraga, namun saya berusaha untuk terbiasa melakukan olahraga jalan pagi,  dan saya berusaha untuk komitmen agar dapat menyelesaikan tugas kuliah psikologi inovasi dari dosen saya agar saya dapat menyelesaikan tugas yang diberikan, karena ketika kita melakukan sesuatu secara terus menerus maka kita akan terbiasa dan bisa berkomitmen dalam olahraga jalan pagi, dimana selalu memberikan kebugaran tubuh menjadi lebih baik dan sehat.

Minggu Akhir: Kegigihan dan Kesiapan Mental

Pada minggu ke-5 hingga ke-8 saya sudah mulai merasa cukup karena sudah mencapai target yang ada pada tugas yakni 8 Minggu berolahraga, namun saya berusaha untuk terbiasa sehingga saya menambah 2 Minggu lagi dalam melakukan olahraga tersebut yakni jalan pagi dan genap menjadi 10 Minggu karena merasa kegigihan dan juga Kesiapan Mental bagi saya, dari segi emosional saya juga merasakan bosan dan lelah, tapi di setiap moment saya mengabadikan foto ketika jalan pagi, dan mendapatkan foto pemandangan yang sangat indah. Perubahan pada diri saya sendiri melalui langkah-langkah kecil yang konsisten. Rasa syukur atas kesehatan dan kemampuan untuk terus berlari juga semakin meningkat, sehingga bisa menyeimbangkan jalan sehat saya dan juga sambil berfoto-foto.

Sehingga proses yang saya alami dalam 10 Minggu ini adalah kesiapan mental dan fisik yang sedang kita alami, merasa malas, merasa ngantuk, dan merasa bosan dengan aktivitas olahraga yang kita lakukan namun semua memberikan tekanan yang positif dengan mendapatkan tubuh yang sehat, bisa berproses dari yang malas gerak akhirnya bisa bergerak, dan sering untuk rutin berolahraga.

0 komentar:

Posting Komentar