MEDIA PEMBELAJARAN PUZZLE DARI
SAMPAH KARDUS
PSIKOLOGI INOVASI
ESAI 3 - BERPERILAKU INOVATIF
DOSEN PENGAMPU: Dr., Dra. ARUNDATI
SHINTA, MA.
ROSITA
22310410108
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA
DESEMBER 2024
Sampah kardus bekas seringkali dianggap tidak bernilai dan
berakhir di tempat pembuangan akhir atau pembakaran. Namun, dengan pendekatan
yang inovatif, kardus bekas dapat diubah menjadi produk bernilai tinggi yang
tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi. Dalam
konteks inovasi, pemanfaatan kardus bekas mencerminkan bagaimana kreativitas
dan pendekatan baru dapat menciptakan solusi untuk masalah lingkungan yang
kompleks.
Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya lingkungan,
sampah kardus telah menjadi salah satu jenis limbah yang sangat umum dijumpai
dalam kehidupan sehari-hari. Kardus bekas, yang sering kali hanya dianggap
sebagai sampah, sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa jika dikelola
dengan baik. Dengan sedikit kreativitas, kita dapat mengubah sampah kardus
menjadi produk kerajinan; seperti dekorasi rumah, mainan anak, media
pembelajaran, atau barang-barang seni. Pemanfaatan kardus juga sesuai dengan prinsip
recycle dalam kecerdasan ekologis dimana kita dapat mendaur ulang sampah yang
ada di sekitar kita menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Inovasi sering kali dimulai dengan pemikiran kreatif, yaitu
kemampuan untuk melihat potensi baru dalam sesuatu yang biasa saja. Dalam
konteks ini, sampah kardus bekas menjadi peluang untuk menciptakan produk yang
berbeda dan bernilai. inovasi terjadi ketika seseorang memiliki motivasi
intrinsik, yaitu dorongan internal untuk menciptakan sesuatu yang baru.
Misalnya, individu yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan mungkin
termotivasi untuk mengolah sampah kardus menjadi produk bernilai guna. Perilaku
inovatif yang dapat saya lakukan adalah membuat puzzle sebagai media
pembelajaran dari sampah kardus bekas.
Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat puzzle dari
kardus bekas:
1.
Persiapan
Bahan dan Alat
a.
Kardus
bekas (dengan ketebalan sedang)
b.
Gunting
atau cutter
c.
Spidol
atau pensil
d.
Penggaris
e.
Perekat
(lem atau selotip jika diperlukan)
f.
Kertas
berwarna, Cat atau krayon (opsional, untuk pewarnaan)
2.
Desain
Puzzle
Tentukan tema puzzle, misalnya
bentuk binatang, huruf alfabet, bentuk atau tema tertentu. kemudian gambar pola
desain di atas kardus menggunakan pensil, pulpen, atau spidol.
3.
Pemotongan
Potong kardus mengikuti pola desain
yang telah dibuat. Pastikan potongan memiliki bentuk yang saling terhubung
seperti potongan puzzle pada umumnya, kemudian ditempel kertas berwarna.
REFERENSI:
Fauziyah, Rizkiya. Pemanfaatan Kardus Bekas sebagai Media Pembelajaran untuk Memperkenalkan Tempat Ibadah pada Anak Usia Dini. Cakrawala Dini, vol. 5, no. 2, Nov. 2014.
Hayat,
Hayat, and Hasan Zayadi. Model Inovasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. Jurnal Ketahanan Pangan, vol. 2, no. 2,
2018.






0 komentar:
Posting Komentar