ESSAI 5_ MELAKUKAN PERUBAHAN DIRI SELAMA 8
MINGGU
PSIKOLOGI INOVASI_RODA YONI MANGGALA_22310410063
PERUBAHAN
DIRI
MEKAKUKAN
PERUBAHAN DIRI DENGAN BEROLAHRAGA LARI SELAMA 8 MINGGU
DOSEN
PENGAMPU : Dr., Dra. ARUNDATI SHINTA, MA

RODA
YONI MANGGALA/22310410086
FAKULTAS
PSIKOLOGI
UNIVERSITAS
PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA
OKTOBER/2024
Pengembangan diri adalah proses yang terus-menerus, yang melibatkan usaha
untuk meningkatkan kualitas fisik, mental, dan emosional. Salah satu cara yang
efektif dalam melakukan pengembangan diri adalah melalui olahraga. Dari
berbagai jenis olahraga yang ada, lari adalah salah satu pilihan yang banyak
dipilih oleh orang-orang sebagai sarana untuk memperbaiki kualitas hidup
mereka. Saya sendiri telah menjalani pengembangan diri melalui olahraga lari,
yang memberikan dampak positif yang sangat signifikan bagi kesehatan fisik,
mental, dan kemampuan diri saya secara keseluruhan.
Olahraga lari, meskipun terkesan sederhana dan mudah dilakukan, menyimpan
berbagai manfaat yang luar biasa. Awalnya, saya mulai berlari sebagai cara
untuk menjaga kebugaran tubuh dan menurunkan berat badan. Namun, seiring
berjalannya waktu, saya menyadari bahwa manfaat yang saya peroleh dari lari
jauh lebih luas daripada sekadar kesehatan fisik. Lari telah membantu saya
dalam berbagai aspek kehidupan, dari meningkatkan kedisiplinan hingga
memperkuat mentalitas saya.
Salah satu alasan utama saya memilih lari sebagai olahraga untuk
pengembangan diri adalah kemudahan aksesnya. Lari tidak membutuhkan peralatan yang
rumit dan bisa dilakukan di mana saja, baik di jalanan, di taman, maupun di
lapangan. Hal ini membuat lari menjadi pilihan yang sangat praktis. Tidak ada
alasan untuk tidak berlari, asalkan saya memiliki sepatu olahraga yang nyaman
dan kemauan untuk melangkah. Ini mengajarkan saya tentang pentingnya
konsistensi dan kemauan dalam mencapai tujuan.
Pada awalnya, saya merasa kesulitan untuk menjaga konsistensi dalam
berlari. Tubuh saya mudah lelah, dan terkadang saya merasa tidak termotivasi
untuk melanjutkan. Namun, saya mulai membangun kebiasaan dengan menetapkan
tujuan kecil yang dapat dicapai. Misalnya, saya mulai dengan berlari selama 10
menit, dan kemudian secara bertahap meningkatkan waktu lari hingga 60 menit.
Setiap kali saya mencapai tujuan tersebut, saya merasa sangat puas dan bangga
pada diri sendiri. Hal ini membuat saya semakin termotivasi untuk terus
melanjutkan.
Pengalaman ini mengajarkan saya tentang pentingnya memulai dari hal kecil
dan memberikan penghargaan pada setiap pencapaian. Saya menyadari bahwa
pengembangan diri tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar, tetapi
justru dengan langkah kecil yang konsisten. Setiap kemajuan, sekecil apapun
itu, memiliki nilai yang penting dalam perjalanan pengembangan diri saya.
Selain itu, lari juga membantu saya untuk meningkatkan ketahanan fisik
dan daya tahan tubuh. Saat berlari, tubuh saya dipaksa untuk bekerja lebih
keras, yang pada akhirnya meningkatkan kapasitas jantung, paru-paru, dan
otot-otot tubuh saya. Saya merasa lebih sehat dan energik setelah rutin
berlari, dan ini memengaruhi kualitas hidup saya secara keseluruhan. Saya tidak
hanya merasa lebih bugar, tetapi juga lebih produktif dalam aktivitas
sehari-hari. Ini menunjukkan bahwa pengembangan diri melalui olahraga tidak
hanya memperbaiki aspek fisik, tetapi juga memengaruhi kehidupan sehari-hari
saya.
Namun, yang lebih penting lagi adalah dampak positif lari terhadap
kesehatan mental saya. Di tengah kesibukan dan tekanan hidup yang sering kali
datang, lari menjadi cara saya untuk melarikan diri sejenak dari rutinitas dan
menemukan ketenangan. Saat berlari, pikiran saya menjadi lebih jernih, dan
stres serta kekhawatiran yang saya rasakan mulai menghilang. Proses berlari,
dengan ritme yang teratur dan fokus pada pernapasan, membantu saya untuk
meditasi dalam gerakan, yang pada akhirnya membuat saya merasa lebih tenang dan
fokus.
Lari juga mengajarkan saya tentang pentingnya mental yang kuat.
Terkadang, saat berlari, saya merasa lelah dan ingin berhenti, namun saya
belajar untuk mengatasi rasa malas dan keletihan tersebut. Saya menyadari bahwa
melalui olahraga ini, saya bisa melatih diri untuk tetap bertahan meski dalam
keadaan sulit. Mentalitas ini kemudian saya terapkan dalam kehidupan
sehari-hari, ketika menghadapi tantangan atau hambatan dalam pekerjaan, studi,
atau hubungan sosial. Saya jadi lebih mudah untuk menghadapinya tanpa merasa
putus asa.
Lari juga memberi saya kesempatan untuk mengatur waktu dan meningkatkan
kedisiplinan. Untuk bisa berlari dengan konsisten, saya perlu menjadwalkan
waktu yang tepat, baik itu pagi hari atau sore hari. Hal ini memaksa saya untuk
lebih disiplin dalam mengatur waktu antara pekerjaan, istirahat, dan olahraga.
Dengan begitu, saya bisa menjalani hari-hari dengan lebih terstruktur dan
terorganisir. Saya merasa lebih produktif dan tidak mudah terjebak dalam
kebiasaan menunda-nunda pekerjaan.
Selain manfaat fisik dan mental, lari juga membawa saya pada pertemuan
dengan komunitas yang memiliki minat yang sama. Melalui berbagai event lari,
saya berkesempatan untuk bertemu dengan banyak orang yang memiliki semangat dan
tujuan yang serupa. Ini memberi saya rasa kebersamaan dan motivasi tambahan,
karena saya tidak merasa sendirian dalam perjalanan saya. Komunitas ini memberi
saya dukungan yang besar, baik dari segi semangat maupun pengalaman. Saya
belajar banyak dari mereka, terutama tentang bagaimana cara menjaga konsistensi
dan menghadapi tantangan dalam berlari.
Dalam perjalanan saya mengembangkan diri melalui olahraga lari, saya juga
belajar tentang pentingnya merayakan setiap pencapaian. Tidak hanya hasil akhir
yang penting, tetapi juga proses dan usaha yang telah saya lakukan. Setiap
langkah yang saya ambil dalam berlari merupakan bagian dari perjalanan
pengembangan diri yang berharga. Oleh karena itu, saya tidak lagi fokus pada
hasil akhir semata, tetapi juga pada proses yang saya jalani setiap harinya.
Secara keseluruhan, olahraga lari telah membawa dampak yang luar biasa
bagi pengembangan diri saya. Lari tidak hanya memperbaiki kondisi fisik saya,
tetapi juga memperkuat mental dan ketahanan diri saya dalam menghadapi berbagai
tantangan hidup. Selain itu, lari mengajarkan saya untuk lebih disiplin,
konsisten, dan menghargai setiap pencapaian kecil dalam hidup. Melalui olahraga
lari, saya semakin percaya bahwa pengembangan diri adalah sebuah perjalanan
yang tidak pernah berakhir, dan setiap langkah kecil yang diambil menuju tujuan
memiliki nilai yang sangat berarti.






0 komentar:
Posting Komentar