MENULIS UNTUK PERUBAHAN DIRI LEBIH BAIK
PSIKOLOGI INOVASI
ESSAI 4 – PARTISIPASI LOMBA
DOSEN PENGAMPU : Dr., Dra. ARUNDATI SHINTA, MA.
SHOFIA SALSABILA SUSWOYO
22310410062
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA
DESEMBER 2024
Menulis mungkin terdengar sederhana dan hampir semua orang bisa melakukannya. Namun, ternyata menulis tak semudah itu. Banyak seni yang tersirat dalam menulis. Karena menulis merupakan bentuk ekspresi kreatif yang memungkinkan individu untuk mengekspresikan perasaan, pikiran, dan pengalaman hidup dengan cara yang unik dan menarik (Daulay. L. S., 2023). Terdapat dua bentuk tulisan yang bagi saya memiliki kemampuan untuk menginspirasi, memotivasi, dan membangkitkan emosi pembaca, serta memperkaya jiwa dengan keindahan bahasa dan makna yang mendalam yaitu puisi dan quotes.
Selain memperkaya jiwa, puisi maupun quotes dapat memberikan manfaat signifikan bagi pembacanya, mulai dari membantu mengungkapkan perasaan dan emosi terdalam yang memungkinkan individu untuk melepaskan beban dan menemukan ketenangan, membuat pembaca bisa melihat dunia dari perspektif yang berbeda, membantu pembaca berkomunikasi dengan lebih baik, serta memungkinkan pembaca menemukan identitas dan tujuan hidup.
Dalam memperingati hari ibu yang akan datang, saya berniat menyalurkan hobi saya dalam menulis puisi dengan mengikuti sebuah lomba puisi yang bertemakan ‘untuk yang terkasih’. Walau dengan keterbatasan ilmu yang saya punya, saya berusaha menyalurkan rasa yang saya miliki terhadap sosok seorang ibu melalui puisi ini. Puisi ini saya beri judul ‘oase ku’. Terinspirasi dari ibu saya yang bagai rumah penuh kedamaian, dimana apapun masalah yang saya miliki diluar sana, saya tetap punya rumah untuk pulang melepas kepenatan. Meski puisi ini tidak bisa relate dengan sebagian orang, saya berharap puisi ini bisa menginspirasi banyak perempuan diluar sana untuk bisa menjadi sosok ‘rumah’ dimasa yang akan datang dimana mereka akan menjadi ibu bagi anak-anaknya. Mereka harus tau bahwa mereka berharga dan sangat berarti bagi sekitarnya.
Pada lomba yang kedua, saya mengikuti lomba quotes dengan tema ‘kolaborasi untuk keberlanjutan lingkungan’. Awal mula saya ingin mengikuti lomba ini melalui Instagram dan karena hobi saya menulis, maka saya putuskan untuk mencoba lomba ini. Kebetulan beberapa minggu sebelum lomba, saya memang pergi ke Gunung Bromo bersama teman-teman dan akhirnya mengambil beberapa foto alam yang sesuai dengan lomba ini. Walaupun lomba quotes terbilang cukup mudah, namun untuk ukuran orang yang jarang membagikan momen di sosial media seperti saya, lomba ini cukup challenging karena banyak yang harus diperhatikan mulai dari kata-kata, font, gaya postingan, caption, dsb. Banyak hal baru yang saya pelajari dari lomba ini terutama dalam edit-mengedit.
Walau belum dapat memberikan hasil menang atau kalah dari kedua lomba yang saya ikuti ini, namun saya mendapat banyak pembelajaran baru, baik dalam menulis puisi, mengedit foto, membuat quotes yang baik, dsb. Proses mengikuti lomba puisi dan quotes mengajarkan saya bahwa suatu kebisaan yang tidak pernah diasah dan dipertunjukkan walau sekali, tidak akan bisa lebih berkembang daripada kebisaan yang diasah dengan jatuh bangun yang banyak. Yang artinya peluang keberhasilan seseorang walau orang tersebut punya bakat di bidang tersebut, tidak akan ada dan berpeluang apabila orang tersebut tidak mau dan tidak pernah mencoba peluang tersebut. Maka cobalah walau gagal dan bangkitlah lagi.
Daftar Pustaka
Daulay. L. S., Mardianto. M., Nasution. M. I. P. (2023). Literasi sehat untuk menjaga kesehatan mental anak di era digital. Jurnal Raudhah, 11(1), 25-37.






0 komentar:
Posting Komentar