Pada tanggal 7 Desember 2024, saya, Afni Ambar Sari, berkesempatan untuk berpartisipasi dalam lomba puisi yang diselenggarakan oleh IKPM (Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa) Sumatera Selatan. Acara ini digelar dalam rangka memperingati 15 tahun Dies Natalis organisasi yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan dunia pendidikan di Sumatera Selatan.
Matahari pagi yang cerah seakan menyambut langkah-langkah penuh semangat para peserta lomba yang berdatangan. Gedung pertemuan yang menjadi venue acara telah dihias dengan apik, mencerminkan semangat Dies Natalis ke-15 IKPM Sumatera Selatan. Spanduk-spanduk berwarna-warni dan poster-poster motivasi menghiasi dinding, menciptakan atmosfer yang inspiratif bagi para peserta lomba puisi.
Sebagai salah satu peserta, saya merasakan getaran kegembiraan sekaligus kegugupan yang bercampur menjadi satu. Tema lomba yang diusung, "Membawa Arah yang Lebih Baik", sangat relevan dengan semangat pemuda yang ingin berkontribusi dalam pembangunan daerah. Melalui puisi, kami para peserta ditantang untuk menuangkan gagasan dan harapan kami tentang masa depan Sumatera Selatan yang lebih cerah.
Proses penciptaan puisi bukanlah perjalanan yang mudah. Selama beberapa minggu sebelum lomba, saya menghabiskan waktu untuk membaca berbagai karya sastra, mempelajari teknik penulisan puisi, dan melakukan observasi terhadap kehidupan sosial di sekitar saya. Inspirasi datang dari berbagai sumber: dari cerita para pendahulu yang membangun IKPM Sumatera Selatan, dari mimpi-mimpi anak muda yang ingin memajukan daerahnya, hingga dari keseharian masyarakat yang terus berjuang demi kehidupan yang lebih baik.
Saat hari perlombaan tiba, adrenalin terasa mengalir deras. Para juri yang hadir adalah tokoh-tokoh sastra terkemuka dari Sumatera Selatan, menambah rasa gugup sekaligus motivasi untuk memberikan yang terbaik. Setiap peserta diberi waktu untuk membacakan puisinya di hadapan dewan juri dan peserta lainnya. Momen ini menjadi sangat berharga, di mana kata-kata yang telah dirangkai dengan penuh pemikiran akhirnya bisa dibagikan kepada publik.
Meski tidak berhasil meraih kemenangan, pengalaman mengikuti lomba puisi ini memberikan pembelajaran yang tak ternilai. Saya berkesempatan untuk bertemu dengan sesama penulis muda yang memiliki passion yang sama dalam dunia sastra. Kami saling berbagi pengalaman, teknik menulis, dan yang terpenting, semangat untuk terus berkarya demi kemajuan daerah.
IKPM Sumatera Selatan, dalam usianya yang ke-15, telah membuktikan diri sebagai wadah yang tepat bagi para pemuda untuk mengembangkan potensi diri. Melalui berbagai kegiatan seperti lomba puisi ini, organisasi ini telah berhasil menumbuhkan bibit-bibit kreativitas dan kepemimpinan di kalangan generasi muda Sumatera Selatan.
Kekalahan dalam lomba ini tidak mematahkan semangat saya untuk terus berkarya. Justru sebaliknya, pengalaman ini menjadi cambuk untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan dalam menulis puisi. Feedback yang diberikan oleh dewan juri menjadi bekal berharga untuk perbaikan ke depan.
Dies Natalis ke-15 IKPM Sumatera Selatan telah memberikan makna lebih dari sekadar perayaan. Ini adalah momentum untuk merefleksikan perjalanan organisasi sekaligus menatap masa depan dengan optimisme. Melalui lomba puisi dan berbagai kegiatan lainnya, IKPM Sumatera Selatan terus membuktikan komitmennya dalam membawa arah yang lebih baik bagi generasi muda Sumatera Selatan.







0 komentar:
Posting Komentar