Mengatasi Tantangan: Pelajaran
Berharga dari Mengikuti Run
PSIKOLOGI
INOVASI
ESAI
4 – PARTISIPASI LOMBA
DOSEN
PENGAMPU: Dt., Dra. ARUNDATI SHINTA, MA.
NAMA
MAHASISWA
Chornelia Minar Tampubolon
NIM
22310410078
FAKULTAS
PSIKOLOGI
UNIVERSITAS
PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA
DESEMBER
2024
Olahraga
lari, atau yang lebih dikenal sebagai "Run",
telah berkembang pesat di Indonesia. Dari acara lari santai seperti fun run
hingga kompetisi maraton berskala internasional, banyak orang menyukai
aktivitas ini. Tapi di balik kegembiraan itu ada masalah fisik dan mental.
Berpartisipasi dalam Run
menawarkan pelajaran berharga tentang cara menghadapi kesulitan dalam kehidupan
sehari-hari. Selain
itu, saya mencoba mempersiapkan diri
dengan latihan.
1. Kompetisi pertama yang saya
ikutin adalah independence fun run 2024 yang diadakan pada September ini adalah
pengalaman ketiga saya mengikuti kompetensi run, tetapi kompetensi pertama yang
saya lakukan di saat saya kuliah,
karena kompetensi yang Pertama dan kedua yang saya lakukan
saat lulus lulus SMA.
2. Kompetisi
kedua yang saya ikuti adalah kaf mana kampus Jogja run 2024 pada bulan Oktober.
Mengikuti
lomba lari
lima kilometer bukan hanya tentang mencapai garis finis, tetapi juga menghadapi
tantangan fisik dan mental yang menyertainya. Bagi saya, ini bisa menjadi
ujian ketahanan, disiplin, dan keberanian.
Persiapan
Mental dan Fisik
Untuk
mempersiapkan diri untuk lari lima kilometer, saya perlu mempersiapkan diri saya secara
mental dan fisik saya dengan menjaga hidup sehat menggurangi makanan yang
berminya dll, dan melatih fisik saya dengan jalan santai, jogging. Aspek mental
juga tidak kalah penting. Semangat dan kepercayaan diri peserta ditingkatkan oleh
motivasi internal dan dukungan sosial dari teman dan keluarga (Rahayu &
Prihadi, 2019).
Pentingnya
memiliki mentalitas positif adalah salah satu pelajaran terbesar yang
dipelajari dari berlari 5 kilometer. Kemampuan untuk terus memotivasi diri
sendiri sangat penting ketika saya
lelah dan ingin menyerah. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Widodo (2021)
menemukan bahwa pelari yang memiliki tujuan yang jelas dan fokus pada proses
cenderung lebih mampu menyelesaikan lintasan dari pada pelari yang hanya
berfokus pada hasil akhir.
Kesimpulan
Menggikuti
kompetisi run lima kilometer memberikan pelajaran berharga
tentang cara menghadapi kesulitan dalam hidup. saya dapat melampaui batasan diri saya dan
menemukan kekuatan yang tidak pernah saya
disadari sebelumnya dengan persiapan yang matang,
baik secara fisik maupun mental. Pengalaman ini tidak hanya meningkatkan
kesehatan fisik saya,
tetapi juga memberi saya
bekal mental yaitu keberanian.
Daftar Pustaka
Rahayu, T., & Prihadi, Y. (2019). Peran
Dukungan Sosial dalam Meningkatkan Motivasi Olahraga. Jurnal Psikologi dan
Kesehatan Mental, 7(1), 67-75.
Widodo, S. (2021). Hubungan Antara Motivasi
dan Prestasi dalam Olahraga Lari. Jurnal Psikologi Olahraga Indonesia,
10(2), 55-63.







0 komentar:
Posting Komentar