Kamis, 19 Desember 2024

E4_Partisipasi Lomba_Mengatasi Tantangan: Pelajaran Berharga dari Mengikuti Run

 

Mengatasi Tantangan: Pelajaran Berharga dari Mengikuti Run

PSIKOLOGI INOVASI

ESAI 4 – PARTISIPASI LOMBA

DOSEN PENGAMPU: Dt., Dra. ARUNDATI SHINTA, MA.


NAMA MAHASISWA

Chornelia Minar Tampubolon

NIM

22310410078

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45

YOGYAKARTA

DESEMBER 2024

Olahraga lari, atau yang lebih dikenal sebagai "Run", telah berkembang pesat di Indonesia. Dari acara lari santai seperti fun run hingga kompetisi maraton berskala internasional, banyak orang menyukai aktivitas ini. Tapi di balik kegembiraan itu ada masalah fisik dan mental. Berpartisipasi dalam Run menawarkan pelajaran berharga tentang cara menghadapi kesulitan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, saya mencoba mempersiapkan diri dengan latihan.

1.      Kompetisi pertama yang saya ikutin adalah independence fun run 2024 yang diadakan pada September ini adalah pengalaman ketiga saya mengikuti kompetensi run, tetapi kompetensi pertama yang saya lakukan di saat saya kuliah, karena kompetensi  yang Pertama dan kedua yang saya lakukan saat lulus lulus SMA.

2.      Kompetisi kedua yang saya ikuti adalah kaf mana kampus Jogja run 2024 pada bulan Oktober.

Mengikuti  lomba lari lima kilometer bukan hanya tentang mencapai garis finis, tetapi juga menghadapi tantangan fisik dan mental yang menyertainya. Bagi saya, ini bisa menjadi ujian ketahanan, disiplin, dan keberanian.

Persiapan Mental dan Fisik

Untuk mempersiapkan diri untuk lari lima kilometer, saya perlu mempersiapkan diri saya secara mental dan fisik saya dengan menjaga hidup sehat menggurangi makanan yang berminya dll, dan melatih fisik saya dengan jalan santai, jogging. Aspek mental juga tidak kalah penting. Semangat dan kepercayaan diri peserta ditingkatkan oleh motivasi internal dan dukungan sosial dari teman dan keluarga (Rahayu & Prihadi, 2019).

Pentingnya memiliki mentalitas positif adalah salah satu pelajaran terbesar yang dipelajari dari berlari 5 kilometer. Kemampuan untuk terus memotivasi diri sendiri sangat penting ketika saya lelah dan ingin menyerah. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Widodo (2021) menemukan bahwa pelari yang memiliki tujuan yang jelas dan fokus pada proses cenderung lebih mampu menyelesaikan lintasan dari pada pelari yang hanya berfokus pada hasil akhir.

Kesimpulan

Menggikuti kompetisi run lima kilometer memberikan pelajaran berharga tentang cara menghadapi kesulitan dalam hidup. saya dapat melampaui batasan diri saya dan menemukan kekuatan yang tidak pernah saya disadari sebelumnya dengan persiapan yang matang, baik secara fisik maupun mental. Pengalaman ini tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik saya, tetapi juga memberi saya bekal mental yaitu keberanian.

Daftar Pustaka

Rahayu, T., & Prihadi, Y. (2019). Peran Dukungan Sosial dalam Meningkatkan Motivasi Olahraga. Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental, 7(1), 67-75.

Widodo, S. (2021). Hubungan Antara Motivasi dan Prestasi dalam Olahraga Lari. Jurnal Psikologi Olahraga Indonesia, 10(2), 55-63.

 

 


0 komentar:

Posting Komentar