Rabu, 06 Mei 2026

ESSAY 1: MERINGKAS JURNAL SAMPAH

ESSAY 1: MERINGKAS JURNAL SAMPAH

 

Nama : Wulan Rahmawati

NIM : 24310410236

Kelas : B

Mata Kuliah : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.

Tugas   : Essay 1 Meringkas Jurnal Sampah



Topik

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Masyarakat dalam Membuang Sampah Sembarangan. 

Sumber Jurnal

Zaskia, I., Ikbal, M., & Lukman. (2025). Faktor yang memengaruhi perilaku masyarakat dalam membuang sampah sembarangan di Kelurahan Rappang. Jurnal Publikasi Manajemen Informatika, 4(3), 266–277. https://doi.org/10.55606/jupumi.v4i3.4164

Permasalahan

Permasalahan yang dibahas adalah rendahnya perilaku masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya. Permasalahan itu dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran masyarakat yang dapat memperburuk kualitas lingkungan. Selain itu penanganan pemerintah khususnya di wilayah pedesaan juga masih bisa dikatakan belum maksimal sehingga menimbulkan masalah kebersihan dan pencemaran di Kelurahan Rappang. Permasalahan lain yang terjadi dalam penelitian ini yaitu minimnya fasilitas TPS dan lemahnya tanggung jawab individu sehingga juga menjadi penyebab penumpukan sampah.

Tujuan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat dalam membuang sampah sembarangan di kelurahan Rappang kabupaten Sidenreng Rappang.

Isi

- Pada penelitian ini membahas tentang perilaku membuang sampah sembarangan yang dipengaruhi oleh faktor predisposing, enabling, dan reinforcing. 

- Adanya kajian teoritis yang mencakup teori perilaku seperti Theory of Planned Behavior dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku menurut Notoatmodjo.

- Terdapat hasil deskriptif menunjukkan faktor predisposing seperti pengetahuan, sikap, dan keyakinan berada pada kategori sangat baik dengan persentase 83,8%. Selanjutnya faktor enabling yaitu fasilitas, infrastruktur, dan jarak TPS 59,3% dan faktor reinforcing yaitu adanya dukungan sosial, tekanan lingkungan, dan kebijakan 60,8% berada pada kategori cukup baik.

- Terdapat pembahasan dampak sampah yang tidak dikelola dengan baik terhadap kerusakan ekologis dan resiko kesehatan serius serta adanya kesenjangan antara pengetahuan dan tindakan nyata atas kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.

Metode

Pada metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku membuang sampah sembarangan di Kelurahan Rappang. Sampel yang digunakan 86 responden dari 585 kepala keluarga, dipilih menggunakan random sampling dan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan studi pustaka, lalu dianalisis menggunakan SPSS dengan uji validitas, reliabilitas, regresi linier berganda, uji F, uji t, dan koefisien determinasi (R²).

Hasil

Hasil penelitian menunjukkan:

- Konstanta bernilai positif 9,147, yang bisa diartikan jika variabel independen (X₁, X₂, dan X₃) bernilai nol, perilaku masyarakat tetap sebesar 9,147.

- Faktor Predisposisi (X₁) memiliki koefisien regresi 0,330 dan signifikansi 0,069 (< α = 0,10), menunjukkan pengaruh signifikan terhadap perilaku membuang sampah sembarangan. Peningkatan pengetahuan, sikap, dan kepercayaan akan memperbaiki perilaku tersebut.

- Faktor Pemungkin (X₂) menunjukkan koefisien regresi 0,253 dengan signifikansi 0,040 (<0,10), mengindikasikan fasilitas memadai mendorong perilaku membuang sampah yang benar.

- Faktor Penguat (X₃) memiliki koefisien regresi negatif -0,045 dan signifikansi 0,714, menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan terhadap perilaku masyarakat. Dukungan sosial dan himbaun belum efektif untuk perubahan perilaku. 

- Hasil regresi menunjukkan indikasi R² sebesar 0,118, menjelaskan 11,8% variasi perilaku masyarakat oleh faktor Predisposisi, Pemungkin, dan Penguat, sementara 88,2% dipengaruhi faktor lain. 

Diskusi

Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap dan keyakinan akan lebih menentukan perilaku masyarakat dibanding dukungan sosial dan kebijakan yang ada. Selanjutnya masih diperlukan edukasi untuk masyarakat, tidak hanya penyuluhan saja tetapi juga tindakan nyata. Kemudian diperlukan adanya tambahan fasilitas tempat sampah yang memadai dan pengawasan lingkungan agar meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. 

0 komentar:

Posting Komentar