Tugas : Esai 5 – Eksperimen Anorganik di rumah dosen
Nama MK : Psikologi Lingkungan
Dosen
Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.
Kelas : Karyawan (online)
Titik Muti’ah
(243010440004)
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
KUNJUNGAN:
Hari/Tanggal : Minggu 31 Mei 2026
Waktu : 09.00 -11.30
Tempat : Rumah DR. Arundati Shinta, M.A.
Pagi itu, kami mahasiswa kelas
psikologi lingkungan berkumpul di rumah dosen ibu Shinta dari jam 9 pagi hingga
11.30 am. Beliau menyediakan halaman belakang menjadi laboratorium alam yang
asri dengan banyak tanaman. Hari ini, rumahnya menjadi titik temu dua generasi
mahasiswa dan ibu-ibu tangguh penggiat recycling sampah anorganik yang memiliki
keresahan atas sampah atau limbah unorganik. Kita berkumpul bukan untuk berteori,
melainkan melakukan aksi nyata menyulap sampah domestik menjadi produk bernilai
guna dan bisa dijual memperoleh tambahan penghasilan.
Kegiatan yang menyenangkan ini
tujuannya membuat beberapa produk dari limbah sampah unorganik. Kami merasa
senang, terhibur dan menikmati dalam melakukannya dengan bimbingan dan arahan
bu Shinta yang dengan sabar mencontohkan pada mahasiswanya. Beliau sangat
trampil dan cepat dalam mencontohkan dan mengerjakan dikarenakan beliau telah
melakukan berulang kali sendirian.
Beberapa disign kami kerjakan diantaranya 1) pembuatan piring cantik
& unik dengan memanfaatkan kain perca batik atau motif apa saja. Piring ini dibuat dengan
mebubuhkan lem di piring bagian belakang untuk menempelkan kain perca tadi
tanpa berongga, kemudian dipanaskan agar kering dan menempel sempurna. Hasilnya ada dalam gambar diatas. 2) membuat gandungan kunci ada 2 design
yang semuanya dibuat dari potongan-potongan benang sisa warna-warni. Benang
dipotong sekitar 1meteran ada 2 wana menurut selera, diayam dengan rapi dan
kuat hingga membentuk lingkaran sampai selesai dan dirapikan, diberi cantungan
kunci dan terakhir dipanaskan diatas api agar lebih halus teksturnya. Model
yang satu lagi, benang dipotong sekitar 15-20 cm, kemudian diayam melebar dibiarkan
menjuntai ke kanan dan kiri, pemilihan warna menurut selera. Kemudian benang
yang tersisa tadi dibuka/diurai, disisir agar halus hingga seperti gambar
diatas, diberi gantungan kunci dan dipotong/dirapikan sisi kanan dan kirinya,
bisa dibentuk sesuai selera.
Aktivitas
yang berlangsung hingga siang hari ini bukan sekadar eksperimen daur ulang.
Rumah sang dosen telah menjadi ruang dialektika yang hidup, di mana pengalaman
praktis ibu-ibu penggiat dan perduli kingkungan berpadu sempurna dengan
idealisme akademis mahasiswa. Dari halaman rumah ini, mereka mmbuktikan bahwa
pengelolaan sampah berbasis komunitas bukan hal yang mustahil, dimulai dari
pemilahan, memanage sampah anorganik demi bumi yang lebih bersih.






0 komentar:
Posting Komentar