Sabtu, 20 Juni 2026

 

Tugas                    : Esai 5 – Eksperimen Anorganik di rumah dosen

Nama MK            : Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta, M.A.

Kelas                    : Karyawan (online)

Titik Muti’ah       (243010440004)                                       

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

 

KUNJUNGAN:

Hari/Tanggal :  Minggu 31 Mei 2026

Waktu :            09.00 -11.30

Tempat :          Rumah DR. Arundati Shinta, M.A.



Pagi itu, kami mahasiswa kelas psikologi lingkungan berkumpul di rumah dosen ibu Shinta dari jam 9 pagi hingga 11.30 am. Beliau menyediakan halaman belakang menjadi laboratorium alam yang asri dengan banyak tanaman. Hari ini, rumahnya menjadi titik temu dua generasi mahasiswa dan ibu-ibu tangguh penggiat recycling sampah anorganik yang memiliki keresahan atas sampah atau limbah unorganik. Kita berkumpul bukan untuk berteori, melainkan melakukan aksi nyata menyulap sampah domestik menjadi produk bernilai guna dan bisa dijual memperoleh tambahan penghasilan.

Kegiatan yang menyenangkan ini tujuannya membuat beberapa produk dari limbah sampah unorganik. Kami merasa senang, terhibur dan menikmati dalam melakukannya dengan bimbingan dan arahan bu Shinta yang dengan sabar mencontohkan pada mahasiswanya. Beliau sangat trampil dan cepat dalam mencontohkan dan mengerjakan dikarenakan beliau telah melakukan berulang kali sendirian.

Beberapa disign kami kerjakan diantaranya 1) pembuatan piring cantik & unik dengan memanfaatkan kain perca batik atau motif apa saja. Piring ini dibuat dengan mebubuhkan lem di piring bagian belakang untuk menempelkan kain perca tadi tanpa berongga, kemudian dipanaskan agar kering dan menempel sempurna. Hasilnya ada dalam gambar diatas. 2) membuat gandungan kunci ada 2 design yang semuanya dibuat dari potongan-potongan benang sisa warna-warni. Benang dipotong sekitar 1meteran ada 2 wana menurut selera, diayam dengan rapi dan kuat hingga membentuk lingkaran sampai selesai dan dirapikan, diberi cantungan kunci dan terakhir dipanaskan diatas api agar lebih halus teksturnya. Model yang satu lagi, benang dipotong sekitar 15-20 cm, kemudian diayam melebar dibiarkan menjuntai ke kanan dan kiri, pemilihan warna menurut selera. Kemudian benang yang tersisa tadi dibuka/diurai, disisir agar halus hingga seperti gambar diatas, diberi gantungan kunci dan dipotong/dirapikan sisi kanan dan kirinya, bisa dibentuk sesuai selera.

Aktivitas yang berlangsung hingga siang hari ini bukan sekadar eksperimen daur ulang. Rumah sang dosen telah menjadi ruang dialektika yang hidup, di mana pengalaman praktis ibu-ibu penggiat dan perduli kingkungan berpadu sempurna dengan idealisme akademis mahasiswa. Dari halaman rumah ini, mereka mmbuktikan bahwa pengelolaan sampah berbasis komunitas bukan hal yang mustahil, dimulai dari pemilahan, memanage sampah anorganik demi bumi yang lebih bersih. 







0 komentar:

Posting Komentar